ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kenari merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat alor. Masyarakat alor sulit membudidayakan tanaman ini karena memiliki kulit biji yang keras sehingga perkecambahan yang membutuhkan waktu yang relatif lama. Kenari memiliki banyak manfaat seperti obat-obatan, bahan makan, bahan bagunan. Nilai ekonomi dari daging biji kenari dipasaran pada saat ini mencapai ± 70.000 rupiah per kilogram dan kayunya ± 3,5 juta per kubik (m3). Daging biji mengandung protein yang tinggi (14-18%) dan minyak lemak 65% pada biji yang sudah kering (Thomson dan evans, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman biji kenari dengan menggunkan larutan H2SO4 dan konsentrasi yang optimum pada pematahan dormansi biji kenari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap berupa larutan kosentrasi H2SO4 dengan 4 taraf perlakuan 10%, 20%, 30%, 40%, dan 1 kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji F), dilanjutkan dengan uji DRMT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil ANOVA pemberian H2SO4 berpengaruh nyata terhadap parameter daya kecambah, parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun. Uji DRMT menunjukan perlakuan dengan nilai tertinggi pada parameter daya kecambah, tinggi tanamanm, jumlah daun pada perlakuan P4, nilai masing-masing parameter uji adalah daya kecambah 59,9%, rata-rata tinggi tanaman 19,1 cm, rata-rata jumlah daun 19,12 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa larutan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi pada tanaman kenari (Canarium indicum L.)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Pertumbuhan Benih Kesambi (Schleichera oleosa). Tualaka, O R.) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)** ABSTRAK Kesambi (Schleichera oleosa) adalah salah satu tanaman dari famili Sapindaceae yang tumbuh dan tersebar di wilayah NTT. Umumnya mempunyai ketinggian ± 25m, batang tegak, bulat, berkayu, daunnya tunggal, bunga kesambi adalah bunga majemuk, buah dan biji berbentuk bulat, biji dikelilingi oleh kulit berwarna cokelat kehitaman, mudah pecah dan daging bijinya mengandung 70% minyak. Kesambi memiliki struktur biji yang keras menyebabkan biji mengalami dormansi sehingga menghambat perkecambahan. Pemecahan dormansi kulit biji yang tebal dapat dilakukan dengan skarifikasi, seperti pengamplasan, pelukaan penusukan. Perumusan masalah dalam penelitian ini yakni apakah cara skarifikasi yang digunakan berpengaruh terhadap pertumbuhan benih kesambi dan skarifikasi manakah yang paling berpengaruh dalam mematahkan dormansi benih kesambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara skarifikasi dan pengaruh pematahan dormansi terhadap pertumbuhan benih kesambi. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan 6 ulangan dan terdapat perbedaan sehingga telah diuji lanjut menggunakan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan perendaman benih dengan air dingin selama 24 jam merupakan perlakuan terbaik dengan rata-rata daya kecambah 100%, laju kecambah 8 hari, tinggi tanaman 196 cm dan jumlah daun 12 helai. Sehingga disimpulkan bahwa perlakuan pematahan dormansi dengan perendaman selama 24 jam berpengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan. Kata Kunci: Kesambi, Dormansi, Skarifikasi. Keterangan : * = Penulis ** =Pembimbing