PEMATAHAN DORMANSI BIJI KENARI (Canarium indicum L.) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN H2SO4
Tanaman kenari merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat alor. Masyarakat alor sulit membudidayakan tanaman ini karena memiliki kulit biji yang keras sehingga perkecambahan yang membutuhkan waktu yang relatif lama. Kenari memiliki banyak manfaat seperti obat-obatan, bahan makan, bahan bagunan. Nilai ekonomi dari daging biji kenari dipasaran pada saat ini mencapai ± 70.000 rupiah per kilogram dan kayunya ± 3,5 juta per kubik (m3). Daging biji mengandung protein yang tinggi (14-18%) dan minyak lemak 65% pada biji yang sudah kering (Thomson dan evans, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman biji kenari dengan menggunkan larutan H2SO4 dan konsentrasi yang optimum pada pematahan dormansi biji kenari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap berupa larutan kosentrasi H2SO4 dengan 4 taraf perlakuan 10%, 20%, 30%, 40%, dan 1 kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji F), dilanjutkan dengan uji DRMT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil ANOVA pemberian H2SO4 berpengaruh nyata terhadap parameter daya kecambah, parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun. Uji DRMT menunjukan perlakuan dengan nilai tertinggi pada parameter daya kecambah, tinggi tanamanm, jumlah daun pada perlakuan P4, nilai masing-masing parameter uji adalah daya kecambah 59,9%, rata-rata tinggi tanaman 19,1 cm, rata-rata jumlah daun 19,12 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa larutan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi pada tanaman kenari (Canarium indicum L.)