Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Anak-anak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN PUSAT PENEGEMBAGAN ANAK (PPA) DALAM PENANGGULANGAN MASALAH KEKERASAN SEKSUAL “Suatu tinjauan Teologis terhadap peran Pusat Pengembangan Anak (PPA) dalam penanggulangan masalah kekerasan Seksual di GKS Umamapu”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang berkaitan dengan harkat dan martabat seseorang yang dilakukan tanpa persetujuan. Terkhususnya di Sumba kekerasan sering terjadi bagi anak-anak dan perempuan. Gereja dan PPA selalu mengupayakan untuk mendukung dan mencegah permasalah kekerasan seksual. Meski demikian tidak serta merta masalah kekerasan seksual dapat menghilang begitu saja. Banyak hal yang menyebabkan permasalahan ini semakin meningkat. Kekerasan seksual berdampak pada tubuh, mental dan sosial dari korban. Seringkali muncul stigma negatif bagi para korban bahwa mereka adalah pembawa aib. Skripsi ini mengkaji tentang peranan pusat pengembangan anak (PPA) dalam pencegahan kekerasan seksual dari perspektif Teologi. Tujuan tulisan ini adalah untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi PPA dan GKS untuk membantu permasalahan kekerasan seksual yang semakin tinggi. Penulis melakukan penelitian lapangan di jemaat GKS Umamapu dengan mengobservasi secara langsung dan melakukan wawancara. Penulis menggunakan teori dari Allbert J. Reiss tentang Kontrol Sosial bahwa ikatan sosial yang kuat dapat berfungsi sebagai penghalang terhadap perilaku menyimpang. Individu cenderung mematuhi norma ketika memiliki ikatan yang kuat dengan keluarga, teman dan masyarakat. Karena itu, perlu didorongnya proses penegakan hukum yang lebih tegas. Berdasarkan konteks permasalahan maka penulis mengambil refleksi teologis dari Injil Markus 10:13-16. Hasil refleksi teologi antara lain: pertama, anak-anak sangat berharga di mata Tuhan. Yesus menyatakan kasih tanpa syarat serta memperlakukan anak-anak dengan berharga dan memberikan harapan bagi yang terluka. Kedua, Yesus sangat mencekam tindakan kekerasan terhadap anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Perjamuan Kudus di GMIT - Tinjauan Dogmatis Terhadap Ketidakikutsertaan Anak-anak dalam Pelaksanaan Perjamuan Kudus di GMIT dan Implikasinya bagi Kehidupan GMIT Masa Kini

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dogmatika adalah usaha gereja untuk terus menyelidiki dan merumuskan secara kritis apa yang harus diberitakan dan harus diajarkan. Pekerjaan berdogmatika tidak pernah selesai karena gereja harus terus memeriksa dan menguji kebenaran ajarannya. Hal ini karena kesadaran bahwa gereja harus menjaga kemurnian ajarannya sesuai apa yang dinyatakan Alkitab. Upaya berdogmatika juga dilakukan dalam hal ajaran tentang perjamuan kudus di GMIT. GMIT dalam upaya berdogmatika merumuskan kajian teologis sebagai dasar pelaksanaan perjamuan kudus. Dalam kaitannya dengan itu, muncul pertanyaan tentang ketidakikutsertaan anak-anak dalam perjamuan kudus. Apakah anak-anak sebagai bagian dari tubuh Kristus tidak dapat ikut dalam sakramen perjamuan kudus. Penulis mengkaji tulisan ini menggunakan metode deskripsi analisis untuk mendeskripsikan tentang praktik perjamuan kudus di GMIT dalam kaitannya dengan ketidakikutsertaan anak-anak dalam sakramen perjamuan kudus. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kepustakaan. Penulis mengkaji bahan-bahan yang bersumber dari buku, hasil penelitian, jurnal, artikel dan dokumen-dokumen berkaitan dengan topik yang teliti. Penulis juga mendapat data dengan melihat keadaan di lapangan dan wawancara dari tujuh orang tokoh GMIT untuk mendukung dan memperkuat tulisan ini. Praktik mengikutsertakan anak-anak mendapat dukungan tetapi juga penolakan. Di GMIT terdapat pertimbangan ketidakikutsertaan anak-anak yakni pertimbangan biblis, tradisi gereja, konteks budaya dan historis. Sedangkan hasil analisa disimpulkan bahwa anak-anak adalah anggota jemaat yang belum dewasa, tidak memahami arti perjamuan dan tidak dapat melakukan pertobatan. Selain itu, kedewasaan, pemahaman dan pertobatan sering dipakai sebagai tolak ukur untuk ikutserta dalam perjamuan kudus. Implikasi teologis dari tulisan ini adalah bagi gereja pada masa kini dalam hal pelayanan, pengajaran dan relasi dalam kehidupan jemaat serta masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA ASUH PARA PENGASUH PANTI TERHADAP ANAK PADA USIA 09-18 TAHUN DI PANTI ASUHAN KASIH AGAPE, KELURAHAN BELLO KOTA KUPANG 2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memgetahui pola asuh para pengasuh di Panti Asuhan Kasih Agape dalam mengasuh anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksplorasi yaitu untuk menggambarkan tentang bagaimana pola asuh dalam mengasuh anak-anak. berdasarkan analisis data dalam pembahasan maka diperoleh pola asuh para pengasuh panti terhadap anak-anak yaitu: 1). Para pengasuh panti dalam melakukan tugasny dengan ketegasan-ketegasan yang ada sudah cukup baik namun lebih dipertingkatkan lagi. 2). Para pengasuh panti dalam melakukan tugasnya sebagai pengasuh dengan menggunakan ketegasan dan aturan-aturan sudah cukup baik tetapi haris lebih dipertingkatkan lagi agar anak-anaknya bisah terbentuk lebih baik lagi. 3). Pelayanan dan keadilan yang digunakan oleh para pengasuh terhadap anak-anak cukup baik karena para pengasuh tidak membedakan anak-anak yang satu dengan yang lain begitu pula dalam memberikan pendidikan dan tugas yang diberikan oleh pengasuh terhadap anak-anak untuk melakukannya seperti melibatkan mereka dalam kegiatan kerohanian dan bakti sosial. 4). Kebebasan dalam berperilaku dan bersikap yang dilakukan oleh para pengasuh panti terhadap anak-anak dimana para pengasuh panti membiarkan anak-anak melakaukan apa saja yang ingin mereka lakukan baik dalam panti maupun pada saat anak-anak berada diluar panti. Saran agar anak-anak terus dan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan oleh panti dan para pengasuh yang suda ada agar anak-anak tidak terjerumus ke jalan yang tidak benar pada saat mereka berada didalam panti maupun di luar panti, Maka sebagaiknya kepala Panti Asuhan Kasih Agape harus memperhatiakan pola-pola asuh yang di lakukan oleh para pengasuh terhadap anak-anak. Bagi para pengasuh Panti Asuhan Kasih Agape agar setiap pengasuh harus sabar dan tabah dalam memberikan bimbingan terhadap anak panti agar bertumbuh dewasa dalam kegiatan kerohanian dan bakti sosial dan lain sebagainya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail