ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teaching campus program is a learning and teaching activity in the basic education unit of the independent campus learning program which aims to provide opportunities for students’ to learn and develop themselves through activities outside classroom. This study aims to find out what learning models are used by English Student teachers who participated in campus teaching program, and what are the students activity when learning model be applied by English students at SD Inpres Lasiana using qualitative approach with observation methods in the class and interview. Research subjects are three students’ of English study program who attended teaching campus program. The research result show that there are four learning models used by English Students’ in classroom learning, namely: cooperative, contextual, direct learning , and problem based learning model. There were three classes observed by researcher, namely: class IVc, Va, and Vb. As for result of interview by one English student that the purpose of participating in teaching campus program is to develop knowledge outside lectures by helping teachers to teach in elementary school, especially in the three region, namely; frontier, disadvantaged,and remote areas. And to have experince in teaching especially in literacy and numeracy. It can be concluded that English Student teachers should apply appropriate learning models to students in learning process in class to increase students’ learning activities.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang telah banyak diolah menjadi produk konsumsi maupun non konsumsi. Rumput laut merupakan salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap nilai ekspor perikanan nasioanal besar dan untuk tahun 2021 KKP menargetkan produksi rumput laut nasional bisa mencapai 10,245 juta ton. Ikan julung-julung (Hyporhampus limbatus) merupakan ikan jenis ikan pelagis dengan nama ikan roa. Ikan merupakan salah satu jenis ikan yang memilki rasa gurih dan minati oleh pasar terutama dalam bentuk produk ikan julung-julung asa. Hasil penilitian Botutihe (2015), menunjukkan bahwa kandungan protein ikan asap roa cukup besar yakni sebanyak 23,35%, beberapa produsen olahan ikan julung-julung ini menglaim bahwa ikan (Hemiramphus sp)
Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Kerakteristik camilan pilus dengan penambahan tepung rumput laut Eucheuma cottonii dan lumatan daging ikan julung-julung terhadap nilai organoleptik kimiawi, kadar air, dan kadar lemak pilus. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Agustus sampai bulan September 2022 di Labotarium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk pengujian organoleptik, kadar air dan kadar lemak.
Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu penambahan tepung rumput laut terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu A = 300 gram Tepung rumput laut Eucheuma cottonii, B = 200 tepung rumput laut Eucheuma cottonii, C = 100 gram tepung rumput laut Eucheuma cottonii. Setiap perlakuan dengan tiga perlakuan, dimana masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diuji yaitu pengujian organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, stekstur dan kadar air, kadar lemak.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji organoleptik untuk nilai parameter warna yaitu sangat suka, menurut jenisnya, rasa yaitu sangat suka, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan, aroma yaitu sangat suka sedangakan tekstur yaitu padat, kompak, dan sangat suka. Hasil penelitian uji kimiawi pada produk cemilan pilus rumput laut Eucheuma cottonii dan lumatan daging ikan julung-julung dengan nilai kadar 5,85% belum memenuhi SNI-01-2886-2000, kadar lemak 23,87 % sudah memenuhi SNI-01-2886-2000 Maks. 38% pada produk pilus
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI
SIMPAN PINJAM CU SERVIAM PENFUI KOTA KUPANG
Oleh :
Margaretha Irmainda Nabut
Nim : 18410286
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang.subyek dalam penelitian ini adalah pengurus koperasi dengan laporan keuangan sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang tahun2018 sampai 2020 berdasarkan rasio keuangan yang terdiri dari rasio liquiditas rasio solvabilitas, rasio rentabilitas, rasio profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan yang digunakan menggunakan teknik dokumentasi.teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan rumus : current ratio,debt to asset,return on invesment, dan return on equity.Rasio likuiditas menurut Fred Westondalam Kasmir (2016:110), merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Menurut Kasmir (2016:151), bahwa‘Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang.
Rasio rentabilitas adalah hasil akhir dari serangkaian kebijakan dan keputusanyang dibuat oleh sebuah perusahaan. Sementara rasio lain dapat memberikan petunjuk yang berguna dalam mengevaluasi kinerja perusahaan,Rasio pendapatan menunjukkan dampak kumulatif dari likuiditas,dan solvabilitas . Menurut Kasmir (2016:196),bahwa:“rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja keuangan berdasarkan (1) Rasio liquiditas pada tahun 2018 current ratio sebesar 124,22% dengan kriteria “kurang baik” .pada tahun 2019 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 124,90% dengan kriteria “kurang baik” .peningkatan ini disebabkan oleh karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.pada tahun 2020 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 126,76% dengan kriteria “ kurang baik”peningkatan ini disebabkan karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.(2) rasio solvabiitas pada tahun 2018 sebeesar 80,50 engan kriteria buruk .pada tahun 2019 debt to asset sebeesar 80,06% dengan kriteria buruk kemudian pada tahun 2020 debt to asset sebesar 78.88% dengan kriteria buruk.(3) rasio rentabilitas pada tahun 2018 return on invesment sebesar 1.30 dengan kriteria sangat baik dan pada tahun 2019 return on invesment sebesar 1,27% dengan kriteria sangat baik kemudian pada tahun 2020 return invesment sebesar 1,15%.Berdasarkan analisis yang dilakukan ,kinerja keuangan koperasi simpan pinjam cu serviam penfui kota kupang bernilai 25 dengan kriteria sangat baik.(4) rasio profitabilitas pada tahun 2018 return on equity yang di peroleh sebesar 7,17% dengan kritria kurang baik .pada tahun 2019 retirn on equity yang diperoleh sebesar 6,86% dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 return on equity yang diperoleh sebesar 6,40% dengan kriteria kurang baik juga.
Berdasarkan hasil penelitian , pada tahun 2018 nilai koperasi yang dihitung berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor:06/Per/K.KUKM/V/2006 Tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang memperoleh nilai sebesar 25 dengan
kriteria sangat baik,pada tahun 2019 nilai koperasi sebesar 25 dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 juga nilai koperasi yang diperoleh sebesar 25 dengan kriteria kurang baik.
Kata kunci : kinerja keuangan koprasi,rasio liquiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabil
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This thesis is entitled "A Descriptive Study On Students' Passiveness To Online English Learning During The COVID-19 Pandemic In 9th Grade Students Of SMP Negeri 14 Kupang In Academic Year 2021/2022." This study was conducted to answer the question: what are the factors that cause student passivity and the efforts made by teachers in the online learning process for students during the COVID-19 pandemic? The purpose of this study was to investigate the factors causing student passivity and the efforts made by the teacher. This study uses a qualitative descriptive method and data collection using direct interviews. Data analysis was carried out through copying interview data from respondents into written data, identifying and grouping data based on factors causing student passivity and the efforts made by teachers in online learning. The results showed that there were several factors 1) Technological factors: internet, study apps, device and enthusiasm lesson 2) lack of motivation: passion of work, appreciation, and teaching method 3) Innovation: attention, creativity, critical thinking, and interaction. Efforts include: 1) Technology: internet, study apps, electricity. 2) Motivation: eager to learn, attention, sorounding environment. 3) Innovation: Creativity, in the form of games, time. In online learning, there are several factors that greatly influence the passivity of students at SMP Negeri 14 Kupang, it was found that students experienced problems with these factors when online learning, judging from the factors that affect students passivity, teachers have efforts to overcome problems. School are expected to be more supportive.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan keungan daerah terhadap kemandirian daerah kabupaten kupang tahun 2016-2020 yang dilihat dari 3 komponen pengelolaan keuangan daerah yaitu : rasio efektivitas, rasio efesiensi dan rasio kemandirian, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan kinerja pengelolaan keuangan daerah terhadap kemandirian daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio efektivitas pada tahun 2019-2020menunjukkan bahwa rasio efektivitas yang diukur dengan akun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan akun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga hasil analisis yang di peroleh dengan menunjukan hasil rasio efektivitas yang dihasilkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang pada tahun 2016 sebesar 74,22%, tahun 2017 sebesar 83,86%, tahun 2018 sebesar 77,63%, tahun 2019 sebesar 59,89%, dan tahun 2020 sebesar 73,37%. Berdasarkan tabel diatas rata-rata rasio efektivitas dari tahun 2016-2020 sebesar 73,79% sesuai dengan kriteria rasio efektivitas ini terletak pada kurang dari 75% (<75%) yang berarti dari realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum sesuai atau kurang dari target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dilihat dari rasio efesiensi dari tahun 2016-2020 semakin rendah rasio efesiensi dan presentase yang dicapai kurang dari 100% (<100%), maka kemampuan daerah dikatan efesiensi atau semakin baik untuk pertumbuhan daerah Kabupaten Kupang.
Sedangkan dilihat dari Rasio Kemandirian pengelolaan keuangan daerah pada tahun 2016-2020 bersifat intruktif (rendah sekali) karena peran pemerintah pusat lebih dominan dari pada pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah Kabupaten Kupang yang artinya pemerintah daerah belum mandiri dalam melaksanakan urusaan otonomi daerah.
Berdasarkan hasil analisis pengelolaan keuangan daerah terhadap kemandirian daerah Kabupaten Kupang pada Kantor Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang perlu mempertahankan dan meningkatkan realisasi PAD Kabupaten Kupang, dan dari hasil perhitungan rasio efektivitas pada Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang tidak efektif atau kurang efektif, hasil perhitungan rasio efesiensi pada Dinas Badan Pendaptan Daerah Kabupaten Kupang efesiensi, hasil perhiutngan rasio kemandirian pada Dinas Badan Pendaptan Daerah Kabupaten Kupang intruktif dimana peranan pemerintah pusat lebih dominan daripada pemerintah daerah.
Oleh karena itu Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang harus terus menjaga dalam meningkatkan realisasi penerimaan PAD pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji penggunaan dan revitalisasi bahasa lokal dalam pelayanan gereja di Jemaat GMIT Elim Tulleng sebagai bagian dari pelaksanaan misi gereja. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena menurunnya penggunaan bahasa lokal, khususnya di kalangan generasi muda, akibat dominasi bahasa nasional dan bahasa global dalam pendidikan, media, dan kehidupan sehari-hari. Pergeseran ini tidak hanya memengaruhi aspek budaya, tetapi juga berdampak pada cara jemaat memahami, menghayati, dan meneruskan iman Kristen dalam komunitas mereka. Situasi ini menempatkan gereja pada panggilan untuk menghadirkan Injil secara relevan dengan konteks kehidupan jemaat, sekaligus setia pada ajaran firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung kajian pustaka mengenai teologi misi dan kontekstualisasi Injil. Analisis data dilakukan secara teologis dan misiologis dengan menggunakan kerangka Missio Dei, yang menekankan bahwa misi gereja adalah partisipasi dalam karya Allah yang berlangsung di dunia, dan harus dijalankan secara kontekstual sesuai realitas sosial, budaya, dan bahasa jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal dalam ibadah, pengajaran, doa, dan pelayanan gereja memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman dan pengalaman iman jemaat. Bahasa lokal memungkinkan firman Tuhan disampaikan dalam bahasa yang akrab dan mudah dihayati, sehingga iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dialami secara personal, emosional, dan eksistensial. Selain itu, penggunaan bahasa lokal mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam kehidupan bergereja, memperkuat rasa memiliki terhadap gereja, dan memperkokoh identitas komunitas iman. Revitalisasi bahasa lokal juga menjadi jembatan antara pesan Kitab Suci dengan pengalaman hidup jemaat, sehingga pewartaan Injil menjadi lebih relevan, bermakna, dan kontekstual. Secara teologis, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi bahasa lokal merupakan tindakan misiologis yang selaras dengan visi Allah dalam Missio Dei. Landasan biblis seperti peristiwa Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1–13) dan visi Wahyu 7:9 menunjukkan bahwa keberagaman bahasa bukan penghalang, melainkan sarana Allah untuk menyampaikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Dengan demikian, revitalisasi bahasa lokal bukan sekadar upaya pelestarian budaya, tetapi sarana strategis untuk memperdalam iman jemaat, membangun komunitas yang hidup, dan menjamin pewarisan iman antar generasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
This study aims to determine the types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English and the most dominant types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. This research uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were 15 students of class X IPA 1. The data source was taken from translating students' narrative texts from Indonesian into English. The research instrument is a translation task. The translation task was used to obtain data about student errors in Indonesian to English translation texts. The findings of this study indicate that there are four types of translation errors, namely: Omission, ex: SL: Then the dog arrived, SL: The dog arrived, Correct: Then the dog arrived. In addition, ex : SL: Cat and fox, TL: Cat and fox, Correct: Cat and fox. Misformation, ex: SL: A moment later, TL: Just then, Correct: A moment later. Misordering, ex: SL: At least I know, TL: At least I know, Correct: At least I know. Moreover, the most dominant types of translation errors, the researcher concluded that the students' problems in translating narrative texts from Indonesian to English were mostly formation errors of 120 errors. Misformation is the most dominant type carried out by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. Suggestions for improving the teaching and learning process, especially in the teaching and learning process of translation as one of the subjects in class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang, students must practice translating Indonesian texts into English or vice versa in class or outside of class to improve their translation skills.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine the types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English and the most dominant types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. This research uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were 15 students of class X IPA 1. The data source was taken from translating students' narrative texts from Indonesian into English. The research instrument is a translation task. The translation task was used to obtain data about student errors in Indonesian to English translation texts. The findings of this study indicate that there are four types of translation errors, namely: Omission, ex: SL: Then the dog arrived, SL: The dog arrived, Correct: Then the dog arrived. In addition, ex : SL: Cat and fox, TL: Cat and fox, Correct: Cat and fox. Misformation, ex: SL: A moment later, TL: Just then, Correct: A moment later. Misordering, ex: SL: At least I know, TL: At least I know, Correct: At least I know. Moreover, the most dominant types of translation errors, the researcher concluded that the students' problems in translating narrative texts from Indonesian to English were mostly formation errors of 120 errors. Misformation is the most dominant type carried out by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. Suggestions for improving the teaching and learning process, especially in the teaching and learning process of translation as one of the subjects in class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang, students must practice translating Indonesian texts into English or vice versa in class or outside of class to improve their translation skills.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini menyajikan pengetahuan mengenai manajemen, baik konsep maupun teori, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini hadir untuk memberi tambahan ilmu dan pengetahuan kepada para pembaca khususnya terkait dengan manajemen. Sistematika penyusunan buku dalam bentuk buku kolaborasi ini terdiri atas dua puluh bab, dan diberi judul Pengantar Manajemen (Konsep dan Tinjauan Teoretis).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
A Study on Using Flash Card to Improve Students' Vocabulary in First Grade at SMPN 20 Kupang in Academic Year 2018/2019
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Pajak memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketidaksesuaian ratio antara pegawai pajak dengan wajib pajak mengakibatkan kurang optimalnya implementasi perpajakan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan adanya administrasi perpajakan yang sederhana, cepat, dan mudah dilakukan agar pajak dapat secara optimal menjangkau penduduk, entitas badan, serta ekspatriat wilayah Negara kesatuan republik Indonesia. Hal ini dapat membuat Direktorat Jenderal Pajak mereformasi sistem perpajakan yang ada.Dewasa ini reformasi dibidang perpajakan ditandai dengan ditetapkan visi oleh Direktorat Jenderal Pajak yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat.Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga menetapkan misi fisikal untuk menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undang-undang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi. Konsep dari modernisasi perpajakan adalah pelayanan prima dan pengawasan intensif dengan pelaksanaan good governance.Tujuan modernisasi antara lain; meningkatkan kepatuhan pajak, kepercayaan terhadap administrasi perpajakan dan memacu produktivitas pegawai pajak yang tinggi. Kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi sistem administrasi perpajakan, pelayanan pada wajib pajak, penegakan hukum perpajakan, pemeriksaan pajak dan tarif pajak. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang berbentuk sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua Negara di dunia mengenakan pajak kepada warganya, kecuali beberapa Negara yang kaya akan sumber daya alam yang dijadikan sebagai sumber penerimaan utama Negara, tidak mengenakan pajak (pandiangan 2008:65). Bagi Indonesia , penerimaan pajak sangat besar peranannya dalam mengamankan anggaran Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun. Kata kunci: modernisasi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research is about “ An Analysis on Sentence Patterns in Seba Dialect of Sabu Language”. The research problems of the study were: What are the sentence pattern found in Seba dialect of Sabu language? The method used in this research is qualitative method. The data was taken by record the conversation of three speakers which is used Seba Dialect of Sabu language on 5th October 2020. After analyzing the data the writer found eight types of sentences patterns that used Seba dialect of sabu Language . There are sixty-sixt utterances consist of four utterances of Subject + Verb (S+V), thirteen utterances of Subject + Verb + Adverbial (S+V+Ad), fifteen utterances of Subject + Verb + Direct Object (S+V+DO), twenty utterances of Subject + Verb + Indirect Object + Direct Object (S+V+IO+DO), six utterances of Subject + Verb + Direct Object + TO/For Phrase (S+V+DO+TO/For Phrase), four utterances of Subject + Verb + Verb (S+V+V), one utterance of Subject + Verb + Verb + Verb (S+V+V), three utterances of Subject + Non Verbal ( S+N Verbal) that consist of one utterance of Subject + Adjective (S+A), one utterances of Subject + Noun Phrase (S+N Phrase), one utterance of Subject + Prepositional Phrase/Adverb (S+P Phrase/Adverb)
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
In 1989, New Zealand formalized the social work trend toward involving the family in child protection decision-making processes. Central to this legislation is the Family Group Conference, based on indigenous Maori decision-making practices. Connolly (social work, U. of Canterbury, New Zealand) and McKenzie (community and family studies, U. of Otago, New Zealand) discuss the social construction of family decision-making, the country's experience with this empowering model, international adaptations, and the necessity of a sound theoretical basis--which they provide in their Effective Participatory Practice model exemplified in two case studies. Annotation copyrighted by Book News, Inc., Portland, OR
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A Study on Using Flash Card to Improve Students' Vocabulary in First Grade at SMPN 20 Kupang in Academic Year 2018/2019