Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 3 dari 177

PENGARUH MEDIA SCRAPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI SMA NEGERI 1 FATULEU BARAT

HELENA A. GUTERRES
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH MEDIA SCRAPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI SMA NEGERI 1 FATULEU BARAT Guterres, H. A* Manu, T. S. N** Meha, A. M** Salah satu masalah yang terdapat di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem peredaran darah pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Scrapbook terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 69 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-A yang berjumlah 23 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA-C yang berjumlah 21 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media pembelajaran Scrapbook sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu C3 (mengaplikasi) 86,4%. Penggunaan media pembelajaran Scrapbook di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator terendah yaitu C2 (memahami) dengan persentase 69,3%. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran Scrapbook ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat. Kata Kunci : Hasil Belajar, media pembelajaran Scrapbook Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF SCRAPBOOK MEDIA ON STUDENT LEARNING OUTCOMES ON HUMAN CIRCULATORY SYSTEM MATERIAL CLASS XI STATE HIGH SCHOOL 1 FATULEU WEST Guterres, H. A* Manu, T. S. N** Meha, A. M** One of the problems found at SMA Negeri 1 West Fatuleu is that the cognitive learning outcomes of students are still low, especially in the material of the circulatory system in humans. The purpose of this study is to determine the influence of Scrapbook learning media on the cognitive learning outcomes of students at SMA Negeri 1 West Fatuleu. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study is all grade XI students totaling 69 people. The sample in this study is class XI IPA-A which consists of 23 students as the control class and class XI IPA-C which consists of 21 students as the experimental class. The data collection technique used in this study is a test. The results of this study stated that in the experimental class, the researcher used Scrapbook learning media so that it could improve the cognitive learning outcomes of students in the classroom. This can be seen in one of the iditors, namely C3 (applying) 86.4%. The use of Scrapbook learning media in learning, students look interested so that it can improve students' thinking skills. In the control class, the researcher used conventional methods so that it could not grow students' cognitive learning outcomes, this is seen from the lowest indicator, namely C2 (understanding) with a percentage of 69.3%. The results of the percentage of this kotrol class show that the cognitive learning outcomes of students in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that Scrapbook learning media has a significant influence on the cognitive learning outcomes of students at SMA Negeri 1 West Fatuleu. Keywords : Learning Outcomes, Scrapbook learning media Information : *) : Researcher **) : Advisor

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH

ANSILA DOS SANTOS
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di SMA Negeri 2 Kupang Tengah adalah rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran sistem peredaran darah manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap motivasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 53 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS, diperoleh nilai thitung sebesar 27, 069 lebih besar dari nilai ttabel 2,006, maka dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media scrapbook sehinngga sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu adanya hasrat dan keinginan belajar dengan persentase 89,4%. Yang pada saat guru menjelaskan menggunakan media scrapbook di dalam kelas, siswa terlihat tertarik pada media scrapbook dan adanya hasrat dalam proses pembelajaran. Sedangkan pada kelas kontrol peneliti menggunakan buku cetak sehinngga tidak dapat memotivasi siswa dengan baik, hal ini dilihat dari indikator adanya hasrat dan keinginan dalam belajar dengan persentase 62,8%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa motivasi siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih sedang dan rendah.Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap Motivasi Belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Kata kunci: Media scrapbook, sistem peredaran darah manusia, dan Motivasi Belajar Siswa Keterangan *) = Peneliti **) = Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF SCRAPBOOK LEARNING MEDIA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION IN THE MATERIAL OF THE HUMAN CIRCULATORY SYSTEM CLASS XI AT SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** One of the problems found in SMA Negeri 2 Kupang Tengah is the low motivation of students in the learning process of the human circulatory system, so the purpose of this study is to determine the influence of scrapbook media of human circulatory system material on the learning motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 53 and a sample of two classes consisting of students of class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 is a control class with a total of 26 students and class X Science 2 is an experimental class with a total of 27 students. The sampling used is purposive sampling. Data collection using a questionnaire with the Likert attitude scale, the research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS, a t-value of 27.069 was obtained greater than the ttable value of 2.006, then it can be said that H0 was accepted and H1 was rejected. The results of this study stated that the control class and the experimental class had a different influence on student learning motivation. In the experimental class, the researcher used scrapbook media so that it could increase students' motivation to learn in class. This can be seen in one of the indicators, namely the desire and desire to learn with a percentage of 89.4%. When the teacher explained using scrapbook media in class, students were interested in scrapbook media and there was a passion in the learning process. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that they could not motivate students well, this can be seen from the indicator of desire and desire to learn with a percentage of 62.8%. The results of the percentage of this class show that students' motivation in the learning process using printed books is still moderate and low. This fact shows that there is a significant influence on the scrapbook media of human circulatory system material on the Learning Motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Keywords: Scrapbook media, human circulatory system, and Student Learning Motivation Description = * ) = Researcher **) = Advisor

ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA

LIOBA MARISKA TAJO
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA Tajo,M.L)* Ledo,S.E.M)** Nge,T.S)*** Perkembangan teknologi dibidang pangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dan kesadaran akan pentingnya makanan dan minuman sehat yang baik bagi tubuh menyebabkan adanya pembuatan minuman bernutrisi yang mengandung beberapa bakteri asam laktat, salah satu produk yang dihasilkan yaitu fruitghurt. Pisang merupakan tanaman yang dapat dijumpai dibeberapa negara terutama di Indonesia. Buah pisang rentan terhadap kerusakan mekanis dan daya simpan rendah. sehingga perlu diolah menjadi fruitghurt. Daging buah pisang dan kulitnya, memiliki kandungan serat pangan, pati, vitamin, mineral dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi, kadar asam laktat, pH, fruitghurt dari kulit dan daging buah pisang mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan sebanyak 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi daging buah pisang mas dan kulit pisang mas pada (PO) 0%, (P1) 10%, (P2) 20%, (P3) 30%. Terdapat 3 tahapan kulit dan daging buah pisang mas dalam penelitian ini yaitu uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi berupa kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Protein berkisar 3,16% - 4,93%, lemak 0,85% - 1,05%, dan karbohidrat 33,84% - 38,69%. Uji kadar asam laktat fruitghurt 0,35% - 0,41%, dan uji pH fruitghurt 3,33% - 3,8%. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi waktu fermentasi terhadap daya simpan fruitghurt pisang mas dan dapat menggunakan pewarna alami lainnya sehingga dapat dihasilkan fruitghurt yang lebih berkualitas.

ANALISIS KADAR ALKOHOL PADA PEMBUATAN WINE DARI NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench ) DENGAN PROSES FERMENTASI

LIBERTA DESWITA GO
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS KADAR ALKOHOL DAN KADAR GLUKOSA PADA WINE DARI NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench ) MELALUI PROSES FERMENTASI Go, L. D)* Nge, S. T)** Ballo, A)*** Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench ) merupakan hijauan yang termasuk dalam serelia dan juga toleran terhadap kekeringan, genangan air dan dapat bereproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Wine merupakan minuman beralkohol yang biasanya terbuat dari jus anggur yang difermentasi. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum selain digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar alkohol dalam wine nira batang sorgum dan juga untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap wine dari nira batang sorgum. Dengan variasi lama fermentasi yang digunakan adalah P1 (10 hari), P2 (15 hari), P3 (20 hari), dan P4 (25 hari). Kadar alkohol tertinggi terdapat pada P4 (28%), kadar alkohol terendah pada P1 (19%). Berdasarkan hasil organoleptik nilai kesukaan tertinggi terhadap rasa, aroma, dan warna terdapat pada P3 dengan rata-rata rasa: 4,05%, aroma: 3,65%, dan warna: 4,0%. Kata Kunci: Kadar alkohol, wine, tanaman sorgum Keterangan * = Penelitian **)= Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF ALCOHOL CONTENT AND GLUCOSE LEVEL IN WINE FROM SORGUM STEM SAP (Sorghum bicolor L. Moench ) THROUGH THE FERMENTATION PROCESS Go, L. D)* Nge, S. T)** Ballo, A)*** Sorghum plants (Sorghum bicolor L. Moench ) are greens that belong to the cereal group and are also tolerant to drought, waterlogging, and can reproduce on marginal land, as well as being relatively resistant to pest or disease disturbances. Wine is an alcoholic beverage that is usually made from fermented grape juice. The main issue in this research is the lack of knowledge about processing sorghum stalks apart from using them as animal feed, leading to no economic value from the plant. The objective of this study is to determine the alcohol content in sorghum stem sap wine, as well as to assess the preference level of panelists for the wine made from sorghum stalk sap. With variations of fermentation time used: P1 (10 days), P2 (15 days), P3 (20 days), and P4 (25 days). The highest alcohol content is found in P4 (28%), while the lowest alcohol content is in P1 (19%). Based on organoleptic results, the highest preference score for taste, aroma, and color is found in P3 with an average taste: 4,05%, aroma: 3,65%, and color: 4,0%. Keywords: Alcohol content, wine, sorghum plants Information * = Researcher **) = Supervis

PEMANFAATAN NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI BAHAN BAKU GULA CAIR

SCOLASTIKA DAE
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PEMANFAATAN NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI BAHAN BAKU GULA CAIR Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorgum (Sorghum bicolour L. Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki daya adaptasi yang luas sehingga dapat dikembangkan di lahan kering atau lahan marginal, membutuhkan air yang relatif rendah serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Tanaman sorgum mimiliki batang yang menyimpan nira manis. Gula cair merupakan produk yang diperoleh dari proses pengolahan nira setelah melalui proses pemanasan. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum yang digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk alami sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula reduksi, kadar air, pH dan organoleptik pada gula cair dari nira batang sorgum. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium untuk menganalisis kadar gula reduksi, kadar air, uji pH dan uji organoleptik. Hasil yang diperoleh yaitu nira batang sorgum memiliki kadar gula reduksi =0,56%, kadar air =79,26%, pH=5,48. Gula cair memiliki kadar gula reduksi=2,17%, kadar air=19,86%, pH=5,87. Berdasarkan hasil organoleptik, nilai rata-rata tingkat kesukaan terhadap warna=4,15, aroma=3,55 dan rasa yaitu 3,35. Kata Kunci : Gula cair, nira sorgum, tanaman sorgum, Umalor Keterangan : * = Peneliti **)= Pembimbing ABSTRACT Ultilization of Sorghum Stem Sap (Sorghum bicolor L. Moench) as a Raw Material for Liquid Sugar Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) is a cereal crop with a wide adaptability, allowing it to be cultivated on dry or marginal land. It requires relatively low water input and is relatively resistant to pest and disease disturbances. Sorghum plants have stalks that store sweet sap. Liquid sugar is a product obtained from the processing of sap through a heating process. The main problem addressed in this study is the lack of knowledge regarding the processing of sorghum stalks, which are commonly used only as animal feed and organic fertilizer, resulting in the absence of economic value from this plant. Therefore, this study aimed to determine the reducing sugar content, moisture content, pH, and organoleptic properties of liquid sugar produced from sorghum stalk sap. The method employed was descriptive quantitative research with a laboratory experimental approach to analyze reducing sugar content, moisture content, pH value, and organoleptic characteristics. The results showed that sorghum stalk sap had a reducing sugar content of 0.56%, a moisture content of 79.26%, and a pH of 5.48. The liquid sugar produced had a reducing sugar content of 2.17%, a moisture content of 19.86%, and a pH of 5.87. Based on organoleptic evaluation, the average preference scores were 4.15 for color, 3.55 for aroma, and 3.35 for taste. Keywords: Liquid sugar, sorghum sap, sorghum plant, Umalor Notes: *=Researcher **) = Supervis

PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA KSP KOPDIT SOLIDARITAS ST. MARIA ASSUMPTA KUPANG KOTA

EMANUEL S. DAMA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada KSP Kopdit Solidaritas St.Maria Assumpta Kupang Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya mansia, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan.jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai Kopdit Solidaritas Sta.Maria Assumpta KCU Kupang Kota. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan jenuh sampling.dengan menggunakan populasi seluruh karyawan dan teknik pengambilan sampel sebanyak 33 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel kapasitas sumber daya manusia diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 1,787 < t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,84 > 0,05, maka variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y). (2) berdasarkan uji t variabel pemanfaatan teknologi informasi diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 0,434 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,667 > 0,05, maka variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X2) tidak memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).(3)berdasarkan hasil uji t variabel pengendalian intern akuntansi diperoleh hasil uji t hitung sebesar 5,044 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka variabel Pengendalian Intern Akuntansi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).Dengan demikian secara persial hanya pengendaliann intern akuntansi yang yang terbukti mempengaruhi kualitas laporan keuangan sedangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi tidak berpenaruh signifikan

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DI KOPERASI TIMAU KUPANG

VYENTRI SANIA PARIKAS
2026 · Book · Open Access

Loyalitas karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan dan keberhasilan suatu organisasi, termasuk organisasi koperasi. Karyawan yang loyal tidak hanya memiliki komitmen untuk tetap bekerja dalam organisasi, tetapi juga menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, serta kesediaan untuk berkontribusi secara maksimal demi tercapainya tujuan organisasi. Dalam praktiknya, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan, terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Kondisi ini juga dialami oleh Koperasi Timau Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya tingkat pergantian karyawan yang cukup tinggi. Fenomena tersebut mengindikasikan perlunya perhatian serius terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan. Kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja merupakan tiga faktor penting yang diyakini memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan. Kepemimpinan berperan dalam mengarahkan, membimbing, serta mempengaruhi perilaku karyawan agar bekerja secara efektif dan selaras dengan tujuan organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan dan sikap karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaannya, seperti pekerjaan itu sendiri, upah, promosi, pengawasan, dan hubungan dengan rekan kerja.xvi Sementara itu, motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang mendorong karyawan untuk berusaha, berprestasi, dan mempertahankan kinerjanya. Apabila ketiga faktor tersebut dikelola dengan baik, maka diharapkan dapat meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Koperasi Timau Kupang yang berjumlah 37 orang. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian dan diukur menggunakan skala likert 1–10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linear berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Kepemimpinan (X1), Kepuasan Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3), sedangkan variabel dependen adalah Loyalitas Karyawan (Y). Indikator variabel kepemimpinan mencakup kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memotivasi, kemampuan komunikasi, kemampuan mengendalikan bawahan, tanggung jawab dan kemampuan mengendalikan emosional. Indikator kepuasan kerja mencakup pekerjaan, upah, promosi, pengawas, dan rekanxvii kerja. Indikator motivasi kerja mencakup balas jasa, kondisi kerja, fasilitas kerja, prestasi kerja, pengakuan dari atasan dan pekerjaan itu sendiri. sementara indikator loyalitas karyawan meliputi setia pada perusahaan, rela berkorban, dedikasi tinggi, mempromosikan perusahaan, kemauan bekerja sama, kepatuhan pada aturan, integritas dan rasa bangga. Hasiil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t, dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,650 lebih besar dari t tabel sebesar 1,692, serta nilai signifikan 0,012 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki arah pengaruh yang positif terhadap loyalitas karyawan, namun pengaruh tersebut belum cukup kuat secara statistik untuk dinyatakan signifikan. Dengan demikian, peningkatan kepemimpinan belum tentu secara langsung diikuti oleh peningkatan loyalitas karyawan, karena masih terdapat faktor-faktor lain yang turut memengaruhi loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Hasil uji t untuk Kepuasan Kerja (X2) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 3,228 > t tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kepuasan kerja memiliki peranan penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan. Semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, kepuasan kerja menjadi salah satu faktor utama yang secara nyata memengaruhi loyalitas karyawan.xviii Hasil uji t untuk Motivasi Kerja (X3) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,565 > t tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang nyata dan kuat terhadap loyalitas karyawan. Semakin tinggi tingkat motivasi kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas karyawan terhadap Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, motivasi kerja menjadi faktor penting yang mendorong karyawan untuk tetap setia, berkomitmen, dan berkontribusi secara optimal dalam organisasi. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai F hitung sebesar 8,058 lebih besar dari F tabel sebesar 2,89, dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa secara simultan Kepemimpinan (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Motivasi Kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan perubahan loyalitas karyawan, sehingga peningkatan kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja secara terpadu dapat meningkatkan loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai R2 sebesar 0,370, atau 37,0%. Hal ini berarti bahwa sebesar 37,0% variasi perubahan loyalitas karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kepemimpinan, kepuasan kerja dan motivasi kerja, sedangkan 63,0% sisanya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.xix Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang lebih dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dan tingkat kepuasan kerja dibandingkan dengan motivasi kerja semata. Oleh karena itu, pihak manajemen Koperasi Timau Kupang disarankan untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan melalui pengembangan kemampuan manajerial dan komunikasi pimpinan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan kepuasan karyawan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat loyalitas karyawan, menurunkan tingkat pergantian karyawan, dan mendukung keberlanjutan serta kinerja Koperasi Timau Kupang di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawa di Koperasi Timau Kupang, secara parsial kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang, secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang dan secara simultan kepemimpinan, kepuasan kerjai dan motivasi kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (Reading, Question and Answering) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP

OBERTUS MBIPA LAY
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem pencernaan pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA (Reading, Question And Answering) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIB yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu idikator yaitu C1 (mengingat) 83%. Penggunaan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik dan membantu siswa dalam memahami suatu bahasan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator C5 (mengevaluasi) dengan persentase 52%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa B kelas VIII di SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, Signifikan, Model Pembelajaran RQA *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II ABSTRACT THE EFFECT OF THE RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) LEARNING MODEL ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS AT SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** One of the problems at SMP Negeri 6 Balfai, Central Kupang is that students' cognitive learning outcomes are still low, especially in the subject of the human digestive system. The aim of this research is to determine the effect of the RQA (Reading, Question and Answering) learning model on students' cognitive learning outcomes at SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study was all 60 class VIII students. The sample in this research was class VIIIB, totaling 20 students, as the experimental class and class VIIIA, totaling 20 students, as the control class. The data collection technique used in this research is tests. The research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS. The results of the t-test data processing obtained a Sig (2-tailed) value of p=0.000, thus H0 was rejected and H1 was accepted because Sig (2-tailed) α or (0, 001 0.05). The results of this research state that the control class and experimental class have differences in student cognitive learning outcomes. In the experimental class, researchers used the RQA (Reading, Question and Answering) learning model so that it could improve students' cognitive learning outcomes in class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (remembering) 83%. Using the RQA (Reading, Question and Answering) learning model in learning, students look interested so that it can improve students' thinking abilities. Meanwhile, in the control class, researchers used conventional methods so that they could not improve students' cognitive learning outcomes, this can be seen from the C5 indicator (evaluating) with a percentage of 52%. The results of this control class percentage show that students' cognitive learning outcomes in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that the RQA (Reading, Question and Answering) learning model has a significant influence on the cognitive learning outcomes of class VIII B students at SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Keywords: Cognitive Learning Results, Significant, RQA Learning Model *Researcher **Supervisor I **Supervisor II

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN DI KANTOR SINODE GMIT KOTA KUPANG

ANDISAN MATI NUNU
2026 · Book · Open Access

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh peran penting sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dalam konteks lembaga keagamaan seperti Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang, kualitas dan semangat kerja pegawai merupakan faktor utama yang menentukan efektivitas pelayanan dan pelaksanaan administrasi gerejawi. Namun berdasarkan hasil observasi, ditemukan adanya fenomena seperti pegawai yang datang terlambat, pulang sebelum jam kerja berakhir, kurang memiliki tanggung jawab dan motivasi kerja, serta belum optimalnya kondisi lingkungan kerja, seperti ruang kerja yang sempit dan fasilitas yang kurang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa semangat kerja pegawai masih belum maksimal. Faktor-faktor yang diduga memengaruhi semangat kerja karyawan adalah disiplin kerja dan lingkungan kerja. Disiplin kerja berperan penting dalam menciptakan keteraturan dan tanggung jawab individu terhadap tugas, sedangkan lingkungan kerja yang baik mampu menumbuhkan kenyamanan, motivasi, dan antusiasme dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif asosiatif. Populasi penelitian ini berjumlah 93xv orang karyawan, dan sebanyak 52 orang dijadikan sampel dengan teknik cluster sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linier berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Disiplin Kerja (X₁) dan Lingkungan Kerja (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Semangat Kerja (Y). Indikator variabel disiplin kerja mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan kemampuan menjaga kinerja tanpa pengawasan. Indikator lingkungan kerja mencakup pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, ruang gerak, dan keamanan kerja. Sementara indikator semangat kerja meliputi motivasi bekerja keras, keterlibatan emosional terhadap pekerjaan, serta produktivitas kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Disiplin Kerja (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t, di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 6,534 lebih besar dari t tabel sebesar 2,009, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai, maka semakin tinggi pula semangat kerja mereka. Pegawai yang memiliki disiplin tinggi cenderung memiliki tanggung jawab besar, bekerja tepat waktu, dan berkomitmen terhadap tugas-tugas yang diberikan. Hasil uji t untuk Lingkungan Kerja (X₂) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,329 >xvi t tabel 2,009 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik-baik dari segi fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan kebersihan, maupun dari segi sosial seperti hubungan antarkaryawan berdampak langsung pada peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai F hitung sebesar 57,493 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Dengan kata lain, kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai secara kolektif. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai R² sebesar 0,712, atau 71,2%. Hal ini berarti bahwa sebesar 71,2% variasi perubahan semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 28,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti gaya kepemimpinan, penghargaan, kompensasi, serta motivasi pribadi karyawan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, baik secara parsial maupun simultan. Disiplin kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan. Pegawai yang disiplin cenderung lebih fokus, memiliki tanggung jawab, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas yang diberikan. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung menciptakan kondisixvii Penelitian ini memiliki implikasi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Hasibuan (2019) dan Sedarmayanti (2017), yang menyatakan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi semangat kerja dan produktivitas karyawan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Kantor Sinode GMIT Kota Kupang untuk memperkuat sistem kedisiplinan yang konsisten, memperbaiki fasilitas kerja agar lebih nyaman, meningkatkan pengawasan kerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan mendukung kolaborasi antarpegawai. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan dan administrasi di Kantor Sinode GMIT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan spiritual dan teknis, tetapi juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang disiplin, bersemangat, dan bekerja dalam lingkungan yang kondusif. Upaya peningkatan disiplin kerja dan pembenahan lingkungan kerja akan menjadi strategi efektif dalam membangun semangat kerja yang tinggi di kalangan karyawan, sehingga mendukung tercapainya tujuan pelayanan gerejawi yang profesional dan berintegritas.

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI DULURASA KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

MINDRO EKSON MANAFE
2026 · Book · Open Access

Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Dulurasa terdapat banyak saluran yang retak, yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan alih fungsi lahan. Penelitian berjudul analisis efisiensi penyaluran air irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi penyaluran air irigasi disaluran sekunder Daerah Irigasi Dulurasa. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data irigasi sekunder debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukan tingkat kehilangan air sebesar 4,128(/) Sedangkan efisiensi yang diperoleh 90,53%. Hal ini disebabkan karna kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu saluran sehinga laju aliran semakin lambat

ANALISIS PERAN BUMDES DALAM MENGEMBANGKAN DAN MEMANFAATKAN POTENSI DESA OESENA

DEWILNA LONARI BIJAE
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi Desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. BUMdes sebagai lembaga Ekonomi Desa memiliki posisi strategis dalam mengelola sumber daya lokal secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada satu Badan usaha milik Desa (BUMdes) yakni pada BUMdes Desa Oesena, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian bertujuan bahwa BUMdes belum berperan aktif dalam mengelola potensi Desa, seperti sektor pertanian, peternakan dan jasa. Meskipun belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung keberhasilan BUMdes antara lain adalah dukungan pemerintah Desa dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencangkup keterbatasan SDM, pemodalan, serta tata kelola yang belum profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimal peran BUMdes memerlukan peningkatan kapasitas pengelola, penguatan regulasi, serta sinergi antara pemangku kepentingan. Dengan demikian, BUMdes dapat menjadi pilar utama pembangunan Ekonomi Desa yang berkelanjutan

PENGARUH LIKUIDITAS DAN LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT TELKOM INDONESIA (PERSERO),Tbk.

XAVIERA CATHARINA GRACIANO DEARAUJO
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Likuiditas dan Leverage Terhadap Profitabilitas paa PT Telkom Indonesia. Likuditas dan Leverage merupakan rasio keuangan yang penting dalam menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya serta struktur pendanaan yang digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan. Tingkat likuiditas dan leverage yang tidak dikelola dengan kinerja keuangam, khususnya profitabilitas perusahaan. Profitabilitas yang merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Tingakt profitabilitas yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya. Namun, profitabilitas suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor keuangan, diantaranya adalah likuiditas dan leverage. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi jangka pendeknya. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang angat rendah beresiko mengalami kesulitan keuangan, sedangkan likuiditas yang sangat tinggi dapat mengindikasikan penggunaan aset yang sabgat efisien. Tingkay leverage yang tinggi dapat meningkatkan resiko keuangan, namun juga berpotensi meningkatkan profitabilitas jika dana tersebut digunakan secara produktif . Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas PT. Telkom Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh leverage terhadap profitabilitas. Likuiditas diukur dengan menggunakan rumus current ratio dan quick ratio, leverage diukur dengan menggunakan debt to equity ratio dan debt to asset ratio , sedangkan profitabilitas diukur dengan menggunakan rumus return on assets dan return on equity . Sedangkan leverage menunjukkan peran penggunaan utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk sejak terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1995. Peneliti menentukan sendiri sampel yang digunakan dengan alasan dan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Telkom Indonesia, Tbk periode 2020-2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi yang peneliti gunakan berasal dari laporan keuangan dan laporan laba rugi, laporan keuangan neraca dan laporan arus kas tahunan perusahaan Telkom yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia ( BEI) periode 2020-2024. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara likuiditas dan leverage terhadap profitabilitas, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), dan Leverage (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Sedangkan secara simultan atau secara bersama-sama Likuiditas (X1) dan Leverage (X2) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (Y) Pada PT Telkom Indonesia, Tbk. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh likuiditas (X1) dan Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 25,968 sedangkan koefisien b1 = - 0,176, b2= 0,206. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Likuiditas (X1), Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) adalah sebagai berikut: Y = 25,968 + -0,176 X1 + 0,206 X2 + e. Selain itu hasil uji t untuk hipotesis pertama yaitu Likuiditas (X1), nilai thitung dan ttabel sebesar -2,745 < 2,262 dengan nilai sig 0,029 > 0,05. Maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu artinya secara parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis pertama yaitu Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas. Hipotesis kedua Leverage (X2), nilai thitung dan ttabel sebesar 7,799 > 2,262 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa secara parsial Leverage (X2) berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis kedua yaitu Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Untuk pengujian uji F ditetapkan, Fhiumg sebesar 44,344 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho ditolak dan ha diterima, artinya bahwa Likuiditas (X1) dan Leverage (X2) berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dan Terakhir berdasarkan perolehan uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya koefisien determinasi R2 0,906 atau 90,6%. Hal ini menunjukan bahwa besarnya pengaruh Likuididtas (X1) dan Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) adalah 90,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diketahui dalam penelitian ini

ANALISIS TATA KELOLA KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) BERDASARKAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DI DESA MATAULUN KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA”

YOHANA MARIA SERAN
2026 · Book · Open Access

Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial, budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a) Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a) Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi, efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9 orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3 orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan, Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

i ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN GMIT DIASPORA DANAU INA OESAPA

LODIANA BESI
2026 · Book · Open Access

Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui informasi pengelolaan keuangan pada GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa dan informasi mengenai arus uang yang kelola oleh bendahara gereja. Pengelolaan keuangan pada GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa saat ini belum memiliki sismtem laporan keuangan yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk membantu bendahara gereja dalam mengelola data keuangan agar lebih teratur dan terperinci sehingga pengelolaaan keuangan lebih akurat. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan dalah menggunakan pendekatan kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dilakukan analisis deskriptif. Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata.analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai distribusi dan perilaku data sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan keuangan Gereja merupakan bagian penting dalam mencapai tujuan dan target dari gereja sebagai bentuk pertanggungjawaban Gereja kepada para jemaat atau pihak-pihak eksternal, laporan keuangan Gereja menjadi sumber informasi dan alat bantu untuk pengambilan keputusan. Dengan demikian kualitas laporan keuangan akan menjamin perencanaan dan pengelolaan keuangan Gereja hingga mencapai tujuan

ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN DAN REVALUASI ASET TETAP BERWUJUD PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PERUMDA) KABUPATEN BELU

CHECY CELCILIA LOPEZ
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN DAN REVALUASI ASET TETAP BERWUJUD PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PERUMDA) KABUPATEN BELU” dilakukan dengan tujuan utama untuk memahami secara komprehensif bagaimana metode penyusutan dan revaluasi aset tetap diterapkan pada perusahaan daerah, khususnya PERUMDA Kabupaten Belu, serta untuk menilai implikasi penerapan metode tersebut terhadap laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan perusahaan untuk mengelola aset tetap secara efektif agar nilai aset yang tercatat dapat mencerminkan kondisi dan nilai wajar yang sebenarnya, serta memberikan gambaran yang akurat bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis. PERUMDA Kabupaten Belu, yang terletak di Kota Atambua, merupakan perusahaan daerah yang memiliki peran vital dalam menyediakan layanan air minum bagi masyarakat. Perusahaan ini mengelola berbagai aset tetap yang nilainya cukup besar, sehingga penghitungan penyusutan dan revaluasi menjadi aspek yang sangat penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Aset tetap berwujud seperti instalasi sumber air, jaringan pipa, mesin, dan bangunan memerlukan perhitungan penyusutan yang akurat untuk mencerminkan nilai buku yang sesuai dengan penurunan nilai ekonomisnya. Kesalahan dalam perhitungan penyusutan dapat menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga berpotensi memengaruhi keputusan manajerial maupun penilaian dari pihak eksternal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data aset tetap PERUMDA Kabupaten Belu periode tahun 2022 hingga 2023 dianalisis secara mendetail. Data utama berupa daftar nilai perolehan aset tetap, akumulasi penyusutan, serta data revaluasi yang dilakukan perusahaan selama periode tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai perolehan aset tetap perusahaan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp 102.351.543.529, dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi Rp 102.532.544.349. Peningkatan ini menunjukkan adanya penambahan aset baru maupun revaluasi aset yang sudah ada, sehingga analisis lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap beban penyusutan dan nilai buku aset. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan antara metode penyusutan garis lurus dengan metode saldo menurun ganda (double declining balance method). Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang menghasilkan beban penyusutan dengan jumlah yang sama pada setiap periode selama umur manfaat aset. Keunggulan metode ini terletak pada kesederhanaan perhitungannya serta kestabilan beban penyusutan yang dihasilkan, sehingga memberikan prediktabilitas yang baik dalam laporan keuangan. Sementara itu, metode saldo menurun ganda menghasilkan beban penyusutan yang lebih tinggi pada periode awal umur aset, kemudian menurun seiring berjalannya waktu. Metode ini mencerminkan kenyataan bahwa banyak aset tetap lebih produktif pada tahun-tahun awal penggunaannya, sehingga tingkat penurunan nilainya juga lebih tinggi di awal. Perbedaan kedua metode ini memberikan pengaruh signifikan terhadap laba operasi perusahaan. Pada metode garis lurus, laba operasi akan lebih stabil dari tahun ke tahun karena beban penyusutan yang dicatat tidak berubah. Sebaliknya, pada metode saldo menurun ganda, laba operasi pada tahun-tahun awal akan lebih kecil akibat tingginya beban penyusutan, tetapi akan meningkat di tahun-tahun berikutnya seiring menurunnya beban tersebut. Dengan demikian, pemilihan metode penyusutan tidak hanya berdampak pada pencatatan aset, tetapi juga pada interpretasi kinerja keuangan perusahaan dari sudut pandang manajerial maupun investor. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya revaluasi aset tetap sebagai upaya untuk mencerminkan nilai wajar aset sesuai kondisi pasar saat ini. Revaluasi dilakukan agar nilai aset pada laporan keuangan tidak terlalu jauh berbeda dengan nilai pasar, terutama untuk aset yang nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu seperti tanah. PERUMDA Kabupaten Belu melakukan revaluasi untuk menyesuaikan nilai asetnya agar laporan keuangan tetap relevan, dapat dipercaya, dan memberikan informasi yang akurat bagi pihak internal maupun eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode penyusutan dan revaluasi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam menampilkan laporan keuangan yang lebih transparan dan sesuai dengan standar akuntansi. Metode garis lurus lebih cocok digunakan ketika perusahaan menginginkan kestabilan beban penyusutan, sedangkan metode saldo menurun ganda lebih tepat untuk aset dengan tingkat produktivitas tinggi pada tahun awal. Dengan mempertimbangkan jenis aset yang dimiliki PERUMDA Kabupaten Belu, kombinasi kedua metode dapat menjadi pilihan strategis agar nilai penyusutan lebih realistis dan mencerminkan pola penggunaan aset. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat pemahaman bahwa pemilihan metode penyusutan yang berbeda dapat memengaruhi laporan keuangan secara signifikan, khususnya laba operasi dan nilai buku aset. Sementara itu, kontribusi praktisnya terletak pada pemberian rekomendasi kepada PERUMDA Kabupaten Belu dalam menentukan metode penyusutan yang paling sesuai untuk tiap jenis aset tetap, serta langkah-langkah dalam melaksanakan revaluasi aset agar nilai wajar tercermin dengan baik. Dengan hasil temuan ini, diharapkan manajemen perusahaan dapat menerapkan kebijakan akuntansi aset tetap yang lebih efektif, menjaga akurasi data keuangan, dan meningkatkan kualitas pelaporan yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja perusahaan. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan daerah lain dalam melakukan evaluasi atas metode penyusutan dan revaluasi aset tetap, khususnya di sektor pelayanan publik yang memerlukan akuntabilitas tinggi terhadap pengelolaan aset negara/daerah

PENGARUH INTEGRITAS DAN KREATIVITAS KONSULTAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (STUDI KASUS KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KUPANG)

YOSEPHA TRIYANI SEUK
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak (studi kasus kantor pelayanan pajak pratama kupang).Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pemerintahan. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system, yaitu sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya. Dalam praktiknya, sistem ini menuntut tingkat pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan yang tinggi dari wajib pajak. Namun, pada kenyataannya masih terdapat berbagai kendala yang menyebabkan tingkat kepatuhan wajib pajak belum optimal. Kompleksitas peraturan perpajakan, perubahan regulasi yang dinamis, serta keterbatasan pemahaman teknis seringkali membuat wajib pajak mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya secara benar dan tepat waktu. Kondisi ini mendorong banyak wajib pajak untuk menggunakan jasa konsultan pajak sebagai pihak profesional yang membantu dalam perencanaan, pelaporan, dan penyelesaian masalah perpajakan.Konsultan pajak memiliki peran strategis sebagai penghubung antara wajib pajak dan otoritas pajak. Dalam menjalankan perannya, konsultan pajak tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter profesional seperti integritas dan kreativitas. Integritas konsultan pajak tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan terhadap peraturan, serta komitmen untuk memberikan layanan sesuai ketentuan hukum dan kode etik profesi. Konsultan pajak yang berintegritas tinggi cenderung memberikan saran yang benar, transparan, 1 dan tidak menyesatkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wajib pajak dan mendorong perilaku patuh. Di sisi lain, kreativitas konsultan pajak berkaitan dengan kemampuan menghasilkan solusi yang inovatif, efektif, dan sah dalam kerangka peraturan perpajakan. Kreativitas dibutuhkan dalam menyusun strategi perencanaan pajak, memanfaatkan fasilitas dan insentif pajak secara legal, serta menyederhanakan permasalahan perpajakan yang kompleks agar mudah dipahami dan dilaksanakan oleh wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas konsultan pajak dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh integritas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (2) pengaruh kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan ilmu akuntansi perpajakan serta memberikan manfaat praktis bagi konsultan pajak, wajib pajak, dan otoritas pajak dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden wajib pajak yang menggunakan jasa konsultan pajak dan terdaftar di wilayah kerja KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak yang telah menggunakan jasa konsultan pajak minimal dua tahun, sehingga dianggap memiliki pengalaman yang cukup dalam menilai integritas dan kreativitas konsultan pajak. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator empiris masing-masing variabel, yaitu integritas konsultan pajak, kreativitas konsultan pajak, dan kepatuhan wajib pajak, dengan skala pengukuran ordinal menggunakan skala Likert lima poin. 2 Variabel integritas konsultan pajak diukur melalui indikator kejujuran, tanggung jawab, bekerja sepenuh hati, memberikan manfaat, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Variabel kreativitas konsultan pajak diukur melalui indikator kemampuan menyusun strategi perencanaan pajak yang efisien, kemampuan memanfaatkan ketentuan perpajakan yang sah, inovasi dalam penggunaan teknologi perpajakan, penyediaan alternatif solusi yang legal, serta kemampuan menyelesaikan masalah pajak yang kompleks secara sederhana. Variabel kepatuhan wajib pajak diukur melalui indikator kepatuhan pendaftaran, kepatuhan pelaporan SPT, kepatuhan penghitungan pajak terutang, kepatuhan pembayaran pajak, dan kepatuhan penyelesaian tunggakan. Data yang terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu analisis deskriptif, uji kualitas data, dan analisis regresi linier berganda. Uji kualitas data dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Uji validitas dilakukan dengan korelasi product moment antara skor item dan skor total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t parsial untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk melihat besarnya kemampuan model dalam menjelaskan variasi kepatuhan wajib pajak. Hasil analisis menunjukkan bahwa integritas konsultan pajak dan kreativitas konsultan pajak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan wajib pajak. Konsultan pajak yang menunjukkan integritas tinggi cenderung membimbing wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara benar, jujur, dan sesuai ketentuan, sehingga membentuk perilaku patuh dan mengurangi risiko pelanggaran. Integritas juga membangun kepercayaan antara wajib pajak dan konsultan pajak, yang pada akhirnya meningkatkan kesediaan wajib pajak untuk mengikuti saran profesional dalam menjalankan kewajiban perpajakan. 3 Sementara itu, kreativitas konsultan pajak terbukti membantu wajib pajak dalam memahami peraturan yang kompleks, menemukan solusi yang efisien namun tetap legal, serta memanfaatkan peluang perpajakan yang sah. Hal ini membuat wajib pajak merasa terbantu, lebih yakin, dan lebih nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Secara parsial, hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel integritas konsultan pajak memberikan pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, dan variabel kreativitas konsultan pajak juga memberikan pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, kedua variabel independen mampu menjelaskan variasi kepatuhan wajib pajak dalam model penelitian dengan tingkat kontribusi tertentu sebagaimana ditunjukkan oleh nilai ksoefisien determinasi. Temuan ini memperkuat teori etika profesional dan teori kepercayaan yang menyatakan bahwa integritas dan kualitas profesional konsultan berperan dalam membentuk perilaku kepatuhan klien. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung teori kreativitas dan inovasi yang menekankan pentingnya kemampuan problem solving dalam meningkatkan kualitas layanan profesional. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkuat konsep bahwa faktor karakter dan kompetensi non-teknis konsultan pajak, khususnya integritas dan kreativitas, merupakan determinan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam sistem self assessment. Implikasi praktisnya, kantor konsultan pajak perlu meningkatkan standar etika, pengawasan kualitas layanan, serta pengembangan kreativitas dan inovasi dalam praktik perpajakan. Otoritas pajak juga dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai masukan untuk memperkuat pembinaan dan regulasi profesi konsultan pajak. Bagi wajib pajak, hasil penelitian ini menjadi pertimbangan dalam memilih konsultan pajak yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berintegritas dan kreatif. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup wilayah dan jumlah responden yang terbatas pada wajib pajak pengguna jasa 4 konsultan pajak di KPP Pratama Kupang, sehingga generalisasi hasil penelitian perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain seperti kompetensi teknis, pengalaman konsultan, kualitas pelayanan, dan faktor psikologis wajib pajak, serta memperluas wilayah penelitian agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU PENGGELAPAN PAJAK.

YULIANA LITO KOTEN
2026 · Book · Open Access

Tax evasion (penggelapan pajak) merupakan suatu usaha atau cara untuk meminimalisasi atau bahkan menghapus sama sekali jumlah pajak yang terutang, yang merupakan pelanggaran dan tidak sejalan dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. Tindakan tax evasion dapat dilihat dari beberapa kriteria yaitu wajib pajak tidak melaporkan harta yang sesungguhnya, membayar beban pajak terutang tidak sesuai yang telah dibebankan, dan yang lebih parah adalah tidak melaporkan SPT (Ulandari, 2023). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor apa saja yang menjadi penyebab wajib pajak melakukan penggelapan pjak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, yaitu penggumpulan informasi dari wajib pajak yang kebetulanditemui peneliti. Sampel yang didapatkan sebanyak 91 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 25, meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas), serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukan variabel pengetahuan perpajakan (X1) tidak berpengaruh terhadap tindakan wajib pajak melakukan penggelapan pajak (Y). Dari hasil pengolahan dan analisis yang dilakukan berdasarkan data variabel pengetahuan perpajakan ditunjukan dengan hasil uji t-titung 0,236 < t-tabel 1,663 dan nilai signifikan 0,814 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan H₁ di tolak. Variabel kualitas pelayanan pajak (X2) berpengaruh terhadap tindakan wajib pajak melakukan penggelapan pajak (Y). Dari hasil pengolahan dan analisis yxviii data variabel kualitas pelayanan pajak (X2) di peroleh t-hitung 3,097 > t-tabel 0,1,663 dan nilai signifikan 0,003 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan H₂ diterima. Ini berarti (X2) secara persial berpengaruh terhadap (Y). Variabel persepsi keadilan (X3) berpengaruh terhadap tindakan wajib pajak melakukan penggelapan pajak (Y). Dari hasil pengolahan dan analisis yang dilakukan berdasarkan data variabel (X3) di peroleh t-hitung 7,957 > t-tabel 1,663 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan H₃ diterima.

ANALISIS PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN EFEKTIVITAS LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM (Studi kasus :Tunas Baru Talenta di Semau)

YULENS UMBU PATI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses penyjian laporan keuangan dan Efektivitas laporan keuanagan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tunas Baru Talenta di pulau semau berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). UMKM memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak pelaku UMKM yang belum menyusun laporan keuangan secara sistematis sesuai standar yang berlaku, sehingga menghambat akses terhadap pembiayaan dan pertumbuhan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada sepuluh pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, seperti perdagangan, jasa, dan kuliner. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tunas Baru Talenta dipulau semau telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar SAK EMKM. Penerapan SAK EMKM yang konsisten dapat membantu UMKM dalam viii pengambilan keputusan bisnis dan memperluas akses terhadap pembiayaan serta kemitraan usaha

ANALISIS TINGKAT KEEFEKTIVITASAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI (Studi Empiris: Paud Omega, Desa Tarung Majaga, Kecamaatan Katikutana Selatan,Kabupaten Sumba Tengah)

GUSTAVANDRA UMBU SIWA MUDI
2026 · Book · Open Access

Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) merupakan program pendanaan dari pemerintah yang ditujukan untuk men- dukung keberlangsungan, pemerataan, dan peningkatan kualitas layanan PAUD. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan pencairan dana, keterbatasan fasilitas pembelajaran, serta tantangan dalam pemanfaatan dana secara optimal pada PAUD Omega di Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katikutana Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keefektivitasan pengel- olaan dana BOP dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, yang mencakup ketepatan waktu penerimaan dana, penggunaan dana untuk operasional PAUD, dampak dana terhadap proses pembelajaran, serta kontribusinya bagi keberlan jutan lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Data dikumpulka n melalui wawancara terstruktur, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOP di PAUD Omega telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, ketersediaan alat peraga edukatif, serta pemenuhan sarana pendukung kesehatan dan xvi kebersihan anak. Dana BOP juga membantu meningkatkan akses anak ke layanan PAUD dan meringankan beban biaya pendidikan orang tua. Namun demikian, efek- tivitas pengelolaan dana belum optimal karena pencairan dana sering terlambat, pros- es administrasi berlapis, serta kendala sinkronisasi data pada Dapodik yang meng- hambat realisasi anggaran tepat waktu. Keterbatasan jumlah dana juga menyebabkan beberapa kebutuhan operasional belum dapat terpenuhi secara menyeluruh. Secara keseluruhan, dana BOP berkontribusi signifikan terhadap keberlangsun gan penyelenggaraan pendidikan di PAUD Omega, tetapi diperlukan perbaikan sis- tem pencairan, penguatan administrasi, serta peningkatan kapasitas pengelola untuk memastikan pemanfaatan dana lebih efektif dan tepat sasaran

1 ANALISIS PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO. 19 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

MARGARITHA FRANSISKA SRIYANTI PUAY
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan, pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan, pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian. Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak melakukan pengamanan hukum