ELSY NOBERTHA ELIK
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
INVENTARISASI JENIS TANAMAN UMBI-UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT DI KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG
Elik .N. E)* Nge.T.S)** Ballo . A)**
Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam pangan lokal yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTT seperti jagung, padi, umbi-umbian, buah-buahan lokal dan kacang-kacangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis Umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif yaitu dilakukan dengan cara menjelajahi dan mengamati secara langsung jenis-jenis umbi-umbian yang terdapat dilokasi penelitian serta melakukan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan tujuan utama untuk memberi gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang tentang Inventarisasi jenis tanaman umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 jenis Tanaman umbi-umbian dengan 5 varietas, yakni Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan 2 yaitu, varietas Darul hidayah dan varietas adira 1, Ubi Jalar (ipomoea batatas) dengan 3 varietas yaitu varietas cilembu, varietas muara takus dan varietas antin 2, Ubi talas (Colocasia esculenta), Ubi porang (Amorphophallus Muelleri), Ubi Gembili (Dioscorea esculenta), Ubi gembolo (Dioscorea bulbifera), Ubi ganyong (Canna Discolor). Umbi-umbian perlu di budidayakan dengan baik agar tidak punah dan penelitian lanjutan tentang hama yang menyerang umbi-umbian.
Kata Kunci : Jenis Umbi-Umbian, Inventarisasi, Kecamatan Amarasi Selatan
Keterangan :* Peneliti
** Pembimbing
DELORI LUSTAMAR AUFENGO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK DESA TUNGANAMO KECAMATAN PANTAI BARU
Aufengo, L, D)* Rafael, A )** Nge, T, S )**
Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang organ-organnya berupa akar, batang, dan daunnya yang belum berdiferensiasi dengan jelas. Makroalga tumbuh melekat pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainya. Selain benda mati, makroalga juga dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik. Secara ekologi komunitas makroalga berperan sebagai tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan, tempat pemijahan dan sebagai tempat mencari makanan ikan-ikan herbivor. Secara ekonomi makroalga memiliki potensi sebagai bahan produk kosmetik dan sebagai sumber pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, keanekaragaman dan kelimpahan makroalga di Pantai Nokalimak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas yaitu Chlorophyta, Rhodophyta dan Phaeophyta Jenis makroalga yang terdapat di pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas 10 famili dengan total 15 spesies yaitu Chaetomorpha crassa, Caulerpa racemosa, Caulerpa sertularioides, Caulerpa lentillifera, Helimeda tuna, Helimeda opuntia, Avrainvillea erecta, Codium rapuh, Boergesenia forbesii, Eucheuma cottoni, Amphiroa fragilissima, Padina australis, Sargassum polycystum, Turbinaria ornata, Sargassum cristaefolium. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies makroalga pada lokasi penelitian T1 (2,63), T2 (2,02), T3 (2,43), T4 (2,03) dan T5 (2,47) sedangkan jumlah spesies T1 (15), T2 (9), T3 (15), T4 (9) dan T5 (15). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada TI sampai dengan T5 menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan jenis Trensek 1 sampai 5 memiliki kelimpahan 17.12 ind/m². Sedangkan kelimpahan relatif makroalga yang paling tertinggi terdapat pada spesies Helimeda opuntia sebesar (17,75%) dan terendah pada spesies Caulerpa racemosa , Caulerpa lentillifera, dan Codium rapuh dengann nilai (1,63%). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman makroalga pada daerah tubir, habitat lamun, karang dan juga mengenai manfaat makroalga untuk masyarakat sekitar di Desa Tunganamo.
Kata Kunci: Keanekaragaman, Kelimpahan, Makroalga
Keterangan:
* Peneliti
**Pembimbing
DEFTIANA KATERINA LONAMANG
· Thesis · Open Access
Inventarisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pencatatan atau pengumpulan data tentang pendapat umum mengenai jenis-jenis atau macam-macam tumbuhan paku (Pteridophyta) yang ada di Hutan Oetnana Desa Nunbena Kecamatan Kotolin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat desa belum mengetahui dan membedakan mengenai jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) serta beberapa manfaat dari tumbuhan paku seperti jenis-jenis tumbuhan paku yang dijadikan sebagai tanaman hias dan obat tradisional yang ada di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan manfaat serta habitat tumbuhan paku dikawasan Hutan Oetnana Desa Nunbena Kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantatif seperti komposisi jenis-jenis tumbuhan paku dan species. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dokumentasi Jelajah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 18 jenis tumbuhan paku yakni Diplazium esculentum, Cyathea contaminans, Drynaria quercifolia, Platycerium bifurcatum, Microsorum punctatum, Equisetum debile, Pteris biauritsa L, Pytirogramma calomelanos, Polypodium virginianum L, Hymenasplenium sp, Asplenium affine, Adiantum cuneatum, Psilotum nudum L, Davallia denticulate, Marsilia polycarpa, Pteris vittata, Nephrolepis biserrata, Macrothelipteris torresiana. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam kawasan hutan oetnana desa nunbena kabupaten timor tengah selatan adalah 18 jenis Tumbuhan paku
SERAFINA WANDARMAS
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.)
TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
Wandarmas, S* Nge, S. T** Sabuna, A. Ch**
Tanaman Kepuh (S. foetida L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Kepuh ini sangat mudah ditemukan di setiap daerah salah satunya adalah di Kecamatan Kelapa Lima. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman kepuh karena kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan manfaat tanaman Kepuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kepuh (S. foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun kepuh25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 6,6 mm sampai dengan 8,33 mm yang dikategorikan sebagai daya hambat sedang. Uji Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu pengaruh konsentrasi ekstrak Kepuh terhadap zona hambat bakteri dengan nilai sig adalah 0,000 < 0,05dan pada uji lanjut duncan menunjukkan bahwa antara perlakuan A1 sampai perlakuan A4 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak daun Kepuh (S.foetida L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureusdengan kategori sedang.
Kata kunci : Uji Antibakteri, Daun Kepuh, S. aureus
Keterangan * : Peneliti**: Pembimbing
LIDIA RUHAMA NAIF
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
“KEANEKARAGAMAN RUMPUT (POACEAE) DI PADANG SAVANA DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN”
Naif. L. R)* Ballo. A)** Hendrik. A. Ch)**
Savana adalah tipe ekosistem di dataran rendah maupun dataran tinggi, yang komunitasnya terdiri dari beberapa pohon tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi oleh suku rumput-rumputan.Savana Desa Oelbubuk merupakan padang rumput dataran tinggi yang didominasi oleh rumput-rumputan dan beberapa pohon. Poaceaeadalah salah satu famili dari anggota tumbuhan angiospermae yang mempunyai sekitar 500 genus dan 3.000 spesies.Rumput (Poaceae) yang terdapat di padang savana Desa Oelbubuk adalah famili rumput yang dimakan ternak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis rumput (Poaceae) yang berada di Padang Savana Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan keanekargamannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek garis (line intercept transect) yang diterapkan untuk mempelajari komunitas padang rumput.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatifyaitu mendeskripsikan ciri morfologi, klasifikasi serta mencari indeks nilai penting (INP) dan indeks keanekaragaman (H’) dari rumput (Poaceae).Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Padang Savana Desa Oelbubuk Rumput (Poaceae), terdapat 415 individu dari 8spesies rumput (Poaceae) dengan masing-masing spesies memiliki indeks nilai penting (INP) yang bervariasi, yakni spesies Bracharia humidicola (88,74%), Digitaria sanguinalis (13,52%), Digitaria didactyla (25,34%), Chryspogon aciculatus (25,10%), Eleusine indica (17,38%), Oplismenus burmanni (7,00%), Eragrostis tenella (10,62%), Chloris barbata (12,31%). Dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis rumput (Poaceae) yang terdapat di Padang Savana Desa Oelbubuk diantaranya Bracharia humidicola, Digitaria sanguinalis, Digitaria didactyla, Chryspogon aciculatus, Eleusine indica, Oplismenus burmanni, Eragrostis tenella dan Chloris barbata Swartz. Rumput (Poaceae) Desa Oelbubuk memiliki keanekaragaman sedang yaitu 1,34dan secara ekologi, vegetasi tumbuhan bawah (rumput Poaceae) berada dalam kondisi relatif stabil.
Kata Kunci : Rumput Poaceae,Keanekaragaman , Savana,Desa Oelbubuk
Keterangan : * Peneliti
** Pembimbing
SISCA OKNELHIM TKELA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNING DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI
Tkela, S)* Meha, A)** Blegur, J)**
Pembelajaran onlinemenggunakan e-learning merupakan suatu wujud inovasi baru dalam dunia pendidikan saat ini sekaligus menjadi solusi terbaik dalam proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) Pembelajaran daring berbasis e-learningdan minat belajar mahasiswa (Y). Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,488 data tersebut berada pada kategori sedang karena pembelajaran daring berbasis e-learning memiliki kekurangan baik dari aplikasi yang digunakan dan kurangnya pemahaman pengoperasian aplikasi pembelajarn online baik dosen atau pengajar maupun mahasiswa . Semakin baik penerapan pembelajaran daring berbasis e-learning maka akan semakin meningkat minat belajar mahasiswa. Dari penelitian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar pada kategori sedang.
Kata kunci : Pembelajaran Daring Berbasis E-learning, Minat Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi.
Keterangan * ) = Peneliti
**) = Pembimbing
SUFRI SON TALNAI
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia foetida L) Terhadap kecepatan Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus)
Talnai .S. S)* Nge.T.S)** Ballo . A)**
Luka merupakan rusak atau hilangnya sebagian jaringan pada organ tubuh. Sedangkan Luka sayat merupakan luka terbuka, dan memiliki panjang luka lebih besar dari dalamnya luka. Povidone iodine merupakan antiseptik yang sering kali digunakan dalam penyembuhan luka dan sudah dipakai secara luas namun penggunaan iodine dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan iritasi pada kulit oleh karena itu perlu adanya pengembangan obat tradisional yang mengandung khasiat yang baik untuk penyembuhan luka dan memilki efek samping lebih kecil. Kepuh (Sterculia foetida L) merupakan salah satu tumbuhan yang dari masing-masing organ memiliki banyak manfaat dan juga telah diketahui mengandung senyawa-senyawa kimia yang berfungsi mempercepat proses penyembuhkan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada mencit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol. Perbedaan perlakuan 25%, 30% 35 % dan 1 kontrol povidone iodine. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD (leat significane different) untuk melihat perbedaan dari setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) dapat berpengaruh nyata terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Muss musculus) sehingga dapat dinyatakan bahwa jenis daun kepuh bisa di manfaatkan untuk penyembuhan jenis-jenis luka lainnya.
Kata Kunci : Kepuh, Mencit, Penyembuhan
Keterangan:
*Peneliti
**Pembimbing I
**Pembimbing II
LELIANTI BESITUBA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU IPA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UPTD SMP NEGERI LANTOKA KABUPATEN ALOR TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Besituba L)* Manu S.T)** Nggadas E.D)**
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa, variabel (X) persepsi siswa tentang gaya mengajar guru dengan (Y) motivasi belajar siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri Lantoka yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial bantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif diperoleh variasi mengajar guru dan motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan presentase rhitung 0,459 > rtabel 0,349 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signitifikan antara variasi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa UPTD SMP Negeri Lantoka.
Kata kunci :persepsi siswa tentang gaya mengajar variasi mengajar guru dan motivasi belajar
*) Mahasiswa Peneliti
*) Dosen Pimbimbing
OCTAVIANI HUNGU
· Thesis · Open Access
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI HUTAN LINDUNG WATUMBOLO KECAMATAN WEWEWA TIMUR KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA
Hungu, O)* Rafael, A)** Daud, Y)**
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang tinggi.Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, dimana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia.Tumbuhan paku menyukai daerah-daerah yang lembab (higrofit). Hutan lindung Watumbolo terdapat di Kabupaten Sumba Barat Daya, temperatur rata-rata di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya berkisar antara 21ºC-34ºC sehingga berbagai jenis tumbuhan dapat hidup pada hutan tersebut, diantaranya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang tumbuh di hutan Watumbolo berdasarkan pengamatan salah satunya adalah kelas Filicinae (paku sejati). Namun, belum banyak diketahui jenis tumbuhan paku apa saja yang terdapat dalam hutan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku yang ada di hutan lindung Watumbolo dan mengetahui pengaruh kondisi lingkungan abiotik yang terukur meliputi suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan pH tanah terhadap jenis tumbuhan paku.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi atau jelajah. Hasil dari penelitian ini telah ditemukan tumbuhan paku yang terdiri dari 3 kelas yaitu tumbuhan paku sejati (Pteridopsida), tumbuhan paku kawat (Lycopodiopsida), tumbuhan paku purba (Psilotopsida) yang terbagi dalam 13 famili yaitu famili Aspleniaceae, Gleicheniaceae, Blechnaceae, Davaliaceae, Dryopteridaceae, Polypodiaceae, Marattiaceae, Thelypteridaceae, Lygodiaceae, Schizaeaceae, Selaginellaceae, Lycopodiaceae, dan Psilotaceae. Dan total spesies yaitu 18 spesies meliputi Asplenium nidus, Gleichenia linearis, Blechnum orientale, Davallia denticulata, Nephrolepis biserrata, Drynaria quercifolia, Drymoglossum piloselloides, Drynaria parishii, Nephrolepis hirsutula, Angiopteris evecta, Cyclosorus interruptus, Christella subpubescens, Lygodium microphyllum, Lygodium palmatum, Schizaea digitata, Selaginella plana, Lycopodium cernuum, dan Psilotum nudum. Tumbuhan paku yang ditemukan mempunyai habitat yang berbeda-beda, ada yang hidup secara terestrial, epifit, dan ada yang hidup secara epifit maupun terestrial.Hasil pengukuran suhu di hutan Watumbolo tersebut berkisar antara 22°C-28°C, kelembaban udara 56-70%, intensitas cahaya 1069lux-6116lux, pH tanah 7, dan kelembaban tanah 7-9 sehingga menjadi tempat yang cocok bagi tumbuhan paku untuk tumbuh.
Kata Kunci : Tumbuhan Paku, Hutan Lindung Watumbolo, Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya
SILVESTRA HOAR ASA
· Thesis · Open Access
Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo
DONAL DARA BANGNGU
· Thesis · Open Access
Pengeringan ikan merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara mengurangi kadar air ikan sehingga aktifitas mikroorganisme dapat dikurangi. Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai pertimbangan mikro organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau bahkan berhenti sama sekali dengan demikian bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan yang lama.
Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui perubahan fisik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari dan Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi laju pengeringan pada ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari.
Hasil pengujian dan hasil pengamatan pada Penelitian ini dibahas secara deskriprif dan pengujian pada variabel yang diamati, yaitu menggunakan Metode kuantitatif, metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: Terjadi perubahan ukuran, berat, warna, tekstur yang lebih padat dan keras karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek dengan lama pengeringan 3 hari penjemuran pada masing-masing jenis ikan, memperoleh nilai susut berat rata-rata ikan tembang dari 3 ulang 67,60 gram, nilai rata-rata susut berat ikan kembung dari 3 kali ulangan 68,30 gram, nilai rata-rata susut berat ikan papetek dari 3 kali ulangan 76,52 gram, kadar air 13,92%, 21,48%, 22,36%. Rata-rata Kelembaban menghasilkan nilai 38,3 Rh, Panas Matahari menghasilkan nilai 42,4ºC dan kecepatan angin 3,11, faktor mempengaruhi laju penjemuran pada ikan
TRISNAWATI PUTRI ROBIN
· Thesis · Open Access
Salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati, seperti Plant Growht Promothing Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan mikroba tanah yaga ada disekitar akar tanaman baik secara langsung maupun tidak langsungdalam memacu pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Porang (Amarphopallus ancophillus) merupakan jenis umbu-umbian yang mampu hidup diberbagai jenis dan kondisi tanah, mempunyai nilai ekonomi karena mengandung glukomanan (polisakarida yang dapat larut dalam air dan sebagai serat pangan) yang tinggi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang porang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari 5 perlakuan PGPR yang diulang sebanyak 5 kali yaitu : kontrol atau tanpa PGPR (P0), 15 mL PGPR (P1), 30 mL PGPR (P2), 45 mL PGPR (P3) dan 60 mL PGPR (P4).Data yang diperoleh dianalisi dengan Anova dan dilakukan uji lanjutan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah parameter morfologi tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa PGPR mempunyai pengaruh dalam meningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang tanaman porang dan pada pemberian PGPR konsentrasi 15 mL (P1) memberikan hasil yang paling baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang pada tanaman porang.
KRISTIAN NDARA AGA
· Thesis · Open Access
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang paling penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya sehingga mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi filum echinodermata yang ada di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek. Hasil penelitian menunjukan jenis Echinodermata yang ditemukan di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kelas Echinodermata yang ditemukan pada penelitian ini yaitu kelas Asteroidea,Ophiuroidea, Echinoidea dan 4 spesies Echinodermata, Protoreaster Nodosus, Macrophiotix Belii, Diadema Setosum, Echinothrix Calamaris. Jenis Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi pada waktu pengamatan yakni 0,435 ind/m² denganfrekuensi 54,28% diikuti oleh spesies Echinothrix Calamaris meiliki kelimpahan 0,104 ind/m² dan frekuensi 48,57%, Protoreaster nodosus 0,048 ind/m² frekuensi 40%, dan Macrophiotix Belii 0,019 ind/m² frekuensi 22,85%. hal ini disebabkan karena tempat ini merupakan daerah pemukiman penduduk, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh mereka seperti mencari jenis hewan-hewan laut dan juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Penutup saran yang dapat disampaikan yaitu perlu adanya tindakan pencegahan segera agar masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian pantai Namosain sehingga ekosistem pantai tetap terjaga sehingga dapat melindungi persediaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat di dalam ekosistem Namosain. Dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.
LOZITO PIRES
· Thesis · Open Access
LOZITO PIRES. Skripsi Tahun 2022, dengan judul: Strategi Pengembangan Daya
Tarik Wisata Pantai Lodik Kabupaten Malaka, Skripsi Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini akan difokuskan pada strategi pengembangan agar dapat menarik
minat wisatawan untuk dapat berkunjung serta mengetahui apa permasalahaan yang
sedang di hadapi agar dapat mencari jalan keluar permasalahan tersebut. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan objek wisata pantai Loodik
Kabupaten Malaka, serta dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan oleh
Pemerintah dalam upaya mengembangkan objek wisata dan juga menarik minat
wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Pantai Loodik Kabupaten Malaka.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni suatu metode
analisis yang digunakan agar dapat mengetahu, menggambarkan atau memecahkan
masalah secara sistematis dengan menggunakan metode analisi SWOT yang
dimana sebagai instrument yang penting untuk mengetahui serta mengukur
lingkungan untuk memperoleh strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan juga
ancaman yang diperlukan untuk dalam hal pengembangan lokasi pantai wisata
Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis
data dengan Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam hal mengembangkan pariwisata
pantai Loodik dibutuhkan kesadaran kerja sama dari semua pihak terkait baik itu
pemerintah sebagai pendorong atau penggerak yang memberikan kewenangan yang
penuh kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka dan pengelola lokasi pantai
wisata Loodik agar dapat melakukan pengembangan dengan strategi-strategi
pengembangan, pemeliharaan dan inofasi sehingga dapat mempertahankan yang
sudah ada dan melengkapi hal yang menjadi penunjang agar menarik minat dari
wisatawan.
Kata Kunci : Pengembangan wisata, Pantai Loodik, Analisi SWOT
YAPDILSON RIANTO NUBATONIS
· Thesis · Open Access
RINGKASAN
Yapdilson Rianto Nubatonis(15380011)Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gill Net Di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan: Alfred G. O. Kase., S.Pi, M.Si, Ph.D,Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebangai pembimbing Idan II.Progam studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan terdiri dari wilayah laut untuk perikanan tangkap dan wilayah daratan untuk perikanan budidaya kolam. Kecamatan Kualin terdiri dari 8 Desa utama, dengan 3 desa yang secara geografis terdapat di daerah pesisir Karakteristik pantai pada Kecamatan Kualin cukup unik karena tipe substrat pantai adalah bebatuan kecil yang memiliki warna yang beragam sehingga memberikan keindahan. Selain itu, usaha penangkapan ikan di Kecamatan Kualin cukup baik Hal itu didukung dengan adanya sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha perikanan tangkap Gillnet yang meliputi Return On Invesment (ROI), Benefit Cost Ratio(B/C) dan Break Event Point (BEP) di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah selatan. Penelitian menggunakan metodesurvei dan observasi
Hasil penilitian menunjukan Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 4.69. Sedangkan nilai B/C Rasio pertahun yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 5.81.Dan nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap gillnet di Desa Kualin, Desa Oni dan Desa Tuapakasakan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp. 37.143 pada penjualan total produksi 42 kg ikan.
Kata kunci: Gillnet, return of investmen (ROI), B/C Rasio, Break Even Point (BEP), Kualin
JHONSON A. BANGNGU
· Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang”. Di bawah bimbingan Jusuf Aboladaka, SE.,M.Si sebagai dosen pembimbing I dan Renya Rosari, SE,.M.Si sebagai dosen pembimbing II. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pedapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Dengan mengacu pada persoalan Penelitian, 1) Bagaimana Tingkat Efesiensi periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?, 2) Bagaimana Tingkat Efektivitas periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektif dan efesien pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota kupang TA 2018-2020 berdasarkan Laporan Realisasi Anggarannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatn Daerah TA 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Dokumen laporan realisasi anggran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini analisis kinerja keuangan dilakukan untuk menggambarkan dan menjelaskan serta dapat mempertanggungjawabkan kepada publik dengan menggunakan konsep perhitungan Laporan Realisasi Anggaran untuk menghitung kinerja dan evaluasi dari suatu organisasi melalui 2 elemen yaitu : efisiensi dan Efektivitas agar dengan jelas dapat mengetahui pencapaian atas target yang ditetapkan. Konsep efisiensi terkait dengan hubungan antara output berupa barang atau pelayanan yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Konsep efektivitas terkait dengan hubungan antara hasil diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian yang disimpulkan bahwa : (1) Sesuai hasil analisis dan pembahasan mengenai rasio Efisiensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 sebesar 6,86% pada tahun 2018, 6,28% pada tahun 2019, dan 5,59% pada tahun 2020. Dikatakan Efisien karena hasil perhitungan nya 100% yang berarti realisasi pengeluaran tidak melebihi anggaran pendapatan. (2) Sesuai hasil analisis dan pembahasan rasio Efektivitas BAdan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 dikategorikan tidak efektiv karena hasil perhitungan 100%. Oleh karena itu disarankan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang jika dilihat dari sisi rasio Efisiensi yang sangat baik maka pada tahun-tahun berikutnya tetap terus menekan biaya-biaya operasionalnya sehingga nantinya jumlah biaya tidak melebihi jumlah pedapatan. Dan pada rasio Efektivitas pada tahun 2018-2020 yang tidak memenuhi kriteria Efektiv, Hal ini di sebabkan karena pemerintah daerah belum berhasil dalam merealisasikan PAD dari target yang diperkirakan sebelumnya sehingga potensi PAD yang ada tidak dapat dimaksimalkan oleh pemerintah untuk menunjang pembangunan pada kota kupang.
BARNABAS DAVID YANUARIANTO RADJA PONO
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul penelitian ini adalah : “Kajian Kriminologi Terhadap Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan? 2. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ? Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa : 1. faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan ialah: a. Perbuatan terdakwa merugikan korban; b. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 2. Akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ialah: a. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan; b. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata Kunci : Begal, Motor, Pencurian dengan Kekerasan.
MARIA KATARINA AEK NAHAK
· Thesis · Open Access
Maria Katarina Aek Nahak (15380006). Adaptasi nelayan terhadap musim studi kasus Nelayan Desa Kletek dan Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Alfred G.O Kase, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Pengertian pencaharian adalah sumber nafkah utama dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan menangkapa ikan.Nelayan dapat diogolongkan sebagai penduduk miskin, dan pada umumnya mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Usaha mereka dipengaruhi oleh musim penangkapan ikan, kondisi alam, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kendala ekonomi seperti terbatasnya modal sehingga usah tidak berkembang, alat penangkapan ikan yang masih tradisional, tranportasi kurang lancar, kelembangan ekonomi yang tidak mendukung, dan posisi nelayan dalam penentuan harga hasil tangkapan sangat lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adaptasi nelayan di desa kletek dan desa suai terhadap musim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kuantitatif yang digunakan adalah metode survai dengan instrument kuisioner untuk memperoleh pemahaman mengenai adaptasi nelayan dan mengetahui lebih jauh kehidupan social ekonomi nelayan yang mempengaruhi aktivitas nelayan oleh musim, Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, sedangkan teknik pengambilan sampel berupa Purpose sampling. Hasil penelitian ini adalah adaptasi nelayan terhadap musim, nelayan (responden) merasa terbebani karena didesa oleh factor ekonomi. Musim berpengaruh pula kondisi ekonomi sehingga nelayan dapat bertahan hidup dengan berbagai kegiatan alternative produktif agar membiayai hidup selama tidak melaut.
YANRIANUS HABA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengelolaan keuangan daerah sangat besar pengaruhnya terhadap nasib suatu daerah karena daerah dapat menjadi daerah yang kuat serta mampu berkembang atau tidak, tergantung pada cara mengelola keuangannya. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan membuat aset daerah terjaga keutuhannya. Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangannya secara tertib, taat pada peraturan perundangundangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab. Pengelolaan keuangan daerah tersebut dilaksanakan dalam suatu sistem yang terintegrasi yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun ditetapkan dengan peraturan daerah (PP 58 tahun 2005, pasal 4). Salah satu cara untuk menganalisa kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan, diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas dan Efisiensi, Rasio Keserasian, dan Rasio Pertumbuhan. (Halim, 2012:230). Rasio Kemandirian Pemerinah Kota Kupang yang di ukur dari tahum 2016 - 2020 masih termasuk dalam kategori rendah sekali dengan pola hubungan instruktif karena berada di antara 0% dan 25%, yaitu peranan pemerintah pusat masih sangat dominan dibandingkan pemerintah daerah, ini dapat dilihat dari rasio kemandirian keuangan daerah Kota Kupang pada tahun 2016 sebesar 12,13% ,tahun 2017 sebesar 17,24%, tahun 2018 sebesar 14,88%, tahun 2019 sebesar 16,22% dan tahun 2020 sebesar 14,19% Rasio Efektifivitas Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun ke tahun hal ini dapat dilihat dari tahun 2016 sebesar 114,53%, tahun 2017 sebesar 110,26%, tahun 2018 sebesar 96,53%, tahun 2019 sebesar 94,73% dan tahun 2020 sebesar 102,75% dan berada dalam kategori efektif karena berada di bawah 100%, hal ini disebakan karena pemerintah daerah mampu merealisasikan pendapatan daerah sesuai yang di targetkan. Rasio Efesiensi Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020. Tahun 2016 sebesar 97,94% yang berada di kategori tidak efesien Tahun 2017 sebesar 95,26%, Tahun 2018 sebesar 97,87%, Tahun 2019 sebesar 97,98% , dan tahun 2020 sebesar 98,93% Rasio Keserasian yang diukur dari Rasio Belanja Modal Pemerintah Kota Kupang pada tahun 2016 proporsinya sebesar 18,07%, Tahun 2017 sebesar 23,81%, 2018 sebesar 22,93%, tahun 2019 sebesar 19,23% , dan tahun 2020 sebesar 18,32%, yang berarti dapat dikatakan cukup karena berada di antara 0- 50%. Melalui Analisis Rasio Belanja Modal Pemerintah Daerah Kota Kupang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, guna untuk membiayai modal perusahaan dalam menjalankan kegiatan pembangunan di Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan Pendapatan Pemerintah Daerah Kota Kupang yang di ukur dari tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat untuk tahun 2016 – 2018 terus menurun dengan jumlah di tahun 2017 sebesar 43,85%, 2018 sebesar -14,5%, kemudian tahun 2019 – 2020 kembali meningkat dengan jumlah di tahun 2019 sebesar 9,95%, dan tahun 2020 sebesar 83,36%, hal ini dikarenakan dana transfer pusat dan lain – lain pendapatan yang sah tidak stabil. Berdasarkan hasil analisis dan bahasan hasil anaalisis diatas maka dapat disimpulkan :Rasio kemandirian yang berada dalam kategori rendah sekali,dengan pola hubungan instruktif berarti Pemerintah Kota Kupang kurang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga menyebabkan Pemerintah Daerah Kota Kupang bergantung pada dana dari Pemerintah Pusat. Rasio Efektivitas yang masih dalam kategori tidak efektif hal ini terjadi dikarenakan Pemerintah Kota Kupang tidak mampu dalam mencapai target untuk pendapatan daerah tersebut. Rasio Efisiensi yang berada dalam kategori tidak efektif hal ini disebakan karena terdapat tiga tahun yang belanja daerah melebihi pendapatan Daerah Kota Kupang. Rasio Keserasian berada dalam kategori cukup, hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan Pemerintah Kota Kupang dalam pembelanjaan modal kurang mampu dalam menjalankan kegiatan untuk kebutuhan pembangunan daerah Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan mengalami pertumbuhan yang kurang positif hal ini disebabkan karena Pemerintah Kota Kupang tidak Mampu mempertahankan Pertumbuhan Pendapatan daerahnya dari tahun ke tahun.
MARIA EMERENSIANA FLORA LULOK
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat. Komponen-komponen mempunyai peranan yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan ukuran yang tepat untuk menunjang kesehatan manusia.
Lama penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias berpengaruh terhadap kadar air yaitu7% halini melebihi persyaratan mutu garam konsumsi beriodium (SNI 3556-2016) dan syarat mutu garam bahan baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435-2017) yaitu 8,50%, suhu tertinggi pada penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada penyimpanan 12 hari dengan suhu 27,9 ᴼC dan kelembaban tertinggi pada penyimpanan 12 hari dan terendah pada penyimpanan 0.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan iodium selama penyimpanan di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022 bertempat di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang pada kelompok Tiberias sebagai lokasi survei dan pengambilan sampel. Pengujian organoleptik (warna dan bau) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air, kadar NaCl dan iodium di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei, observasi lapangan dan turut serta dalam melaksanakan kegiatan masak garam, melalui metode pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan dari 1 hari pemasakan di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yang mencakup metode pembuatan garam menggunakan alat masak modifikasi, sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan iodium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu: 5,58-749 %, NaCl: 82,79-90,00%, iodium: 34,20-42,87 mg/kg organoleptik parameter Warna dan bau garam tergolong pada garam K1 (kualitas baik).
Kata Kunci: Garam, Nacl, Iodium, Lama Penyimpanan
ABSTRACK
ifying the filtering technique using fibers combined with filtering using a layered system using fibers, gravel and sand. In addition, in this study using a cooking utensil that has been modified from a drum plate.
The storage time of traditional salt in the Tiberias group has an effect on the water content, namely 7%, this exceeds the quality requirements for iodized consumption salt (SNI 3556-2016) and the quality requirements for raw material salt for iodized consumption salt (SNI 4435-2017) which is 8.50%, the highest temperature at 0 days storage with a temperature of 30.5ᴼC and the lowest at 12 days storage with a temperature of 27.9 C and the highest humidity at 12 days storage and the lowest at 0 storage.
The purpose of this study was to determine the technique of making cooking salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and iodine during storage in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was conducted in May – June 2022 at Oesapa Barat Village, Kupang City in the Tiberias group as the location for survey and sampling. Organoleptic testing (color and odor) at the exact laboratory of the Christian University of Artha Wacana Kupang, while testing for water content, NaCl and iodine levels at the PT. Saraswanti Indo Ganetech, Bogor.
This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods, field observations and participating in salt cooking activities, through a sampling method of 3 times taking from 1 day of cooking in the Tiberias group, Oesapa Barat Village, Kupang City which includes the method of making salt using modified cooking utensils, while the method of making salt is using modified cooking utensils. The quantitative method used in this research is the organoleptic test method (color and odor), water content, NaCl and iodine levels. The results of this study indicate that the water content values are: 5.58-749%, NaCl: 82.79-90.00%, iodine: 34.20-42.87 mg/kg organoleptic parameters Color and odor of salt belong to K1 salt. (good quality).
Keywords: Salt, NaCl and Storage Time.