Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 163 dari 195

HATAMA KAKALUK SUATU TINJAUAN TEOLOGIS GENDER TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI TRADISI HATAMA KAKALUK DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIT IMANUEL MAKTIHAN, KLASIS MALAKA

MEGA SILVIA BRIA
2021 · Thesis · Open Access

Ritus Hatama Kakaluk merupakan ritus penyembuh sakit. Hatama Kakaluk secara harafiah yakni memasukkan kesaku atau ruangan, artinya bahwa orang yang sakit dipisahkan dari keluarga dan akan tinggal di dalam rumah adat atau rumahnya sendiri. Selama proses penyembuhan perempuan dilarang untuk ikut terlibat dalam merawat. Hal ini karena perempuan dianggap sebagai yang lemah, kotor dan dapat memperparah kondisi dari orang yang sakit. Selain itu, pemahaman lain bahwa perempuan itu sama dengan Hawa sehingga jika mereka masuk maka dapat menyebabkan kesalahan seperti Hawa. Ritus ini masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Hal ini telah merendahkan perempuan sebagai penolong yang sepadan dan Segambar dan SerupadenganAllah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemahaman Jemaat yang masih melakukan ritus yang mendiskriminasikan satu pihak dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi gender serta bagaimana memberikan pemahaman yang tepat mengenai Ritus Hatama Kakaluk di Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian dan metode yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologi. Metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan persepsi yang muncul dari suatumasyarakat mengenai fenomena tertentu, bertujuan untuk memperoleh makna yang mandalam terhadap masalah Ritus Hatama Kakaluk di Maktihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan gender yang terjadi dalam ritus Hatama Kakaluk disebabkan beberapa faktor yaitu budaya Matriakat, di mana posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki, sehingga timbul kecemburuan, faktor penafisiran terhadap teks-teks Alkitab, di mana menggunakan teks Kejatuhan Manusia sebagai alasan pelarangan bagi perempuan dan faktor Ekonomi. Adapun dampak yang ditimbulkan dari faktor-faktor ini yaitu adanya ketidakadilan gender. Ritus Hatama Kakaluk menjadi tempat untuk Jemaat mendapatkan kesembuhan namun karena praktiknya yang mendiskriminasi satupihak yaitu perempuan maka Gereja haruslah hadir untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat mengenai kesetaraan gender baik itu laki-laki dan perempuan. Agar jemaat dapat memahami bahwa praktik yang selama ini mereka jalani adalah salah (pelarangan terhadap perempuan sebagai yang kotor dan lemah serta sebagai pembawa kekacauan seperti Hawa).

GEREJA DAN STUNTING STUDI TEOLOGI SOSIAL TERHADAP PERAN GERAJA DALAM MENYIKAPI PERSOLAN STUNTING PADA ANAK DI JEMAAT GMIT IMANUEL KUATNANA, KLASIS SOE TIMUR

CICI NOMLENI
2021 · Thesis · Open Access

Stunting merupakan kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu masalah sosial yang terjadi di lingkungan gereja adalah masalah kesehatan jemaat. Masalah yang diangkat penulis ialah persoalan Stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. GMIT Imanuel Kuatnana terletak di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jemaat ini memiliki 52 rayon dengan jumlah jemaat 3620 jiwa. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak yang mengalami stunting dengan jumlah 164 anak. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana gereja menyikapi dan menangani masalah stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Populasi dalam penelitian ini ialah orangtua anak yang menderita stunting dengan jumlah sampel yakni 20 orang dari 164 orang tua anak. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penulis menemukan bahwa gereja belum sepenuhnya terlibat secara sosial dalam mengatasi persoalan Stunting. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ketidakpahaman gereja dan jemaat mengenai masalah stunting. Faktor lainnya yang juga mempengaruhi ialah faktor ekonomi, kesehatan dan budaya masyarakat GMIT Imanuel Kuatnana. Dari hasil analisis yang ada, penulis menemukan bahwa gereja harus terlibat secara sosial dalam menanggapi masalah stunting dengan meningkatkan pemahaman jemaat mengenai Stunting dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi karena anak-anak yang menderita stunting adalah bagian dari gereja yang merupakan kesatuan Tubuh Kristus.

’PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS (RESITASI) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TEHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

GODELFRIDA MUWA
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Pemberian Tugas Resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi selatan tahun ajaran 2020/2021. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Resitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Post-test Only Control Desing. Sampel penelitian ini 36 orang siswa kelas X A dan X B dengan jumlah masing –masing kelas 18 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalahdengan soal isian sebanyak 10 butir soal (jenjang kognitif C4,C5 dan C6). Data yang dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel8.206>2,032), maka H1 diterima H0 ditolak . Artinya terdapat perbedaan dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa “ Terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021”..

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MEA (MEANS-ENDS ANALYSIS) DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMPS PANCA KARYA LITE ADONARA TENGAH FLORES TIMUR TAHUN AJARAN 2020/2021

VERONIKA BENGAN WELIN
2021 · Thesis · Open Access

Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran MEA dalam model pembelajaran berbasis pemecahan masalah terhadap keterampilan berpikir kritis siswapada kelas VIIISMPS Panca Karya Lite.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan variable bebas terhadap variable terikat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 75 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 15 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes.Teknik analisis data menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Strategi Pembelajaran pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu Mengidentifikasi 96%, Merumuskan92%, Membandingkan89,3% , Menilai 90,66%.dan Pemecahan Masalah 80%. Dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritis pada kelas Kontrol.Adanya pengaruh strategi pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, Karena kelas eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelas control tidak diberikan perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam strategi pembelajaran terhadap keterampilan perpikir kritis siswa

PENGARUH CANGKANG TELUR SEBAGAI SUMBER KALSIUM KARBONAT TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI CAISIM Brassica juncea L.

ROSANTI RONGA LEBA
2021 · Thesis · Open Access

Cangkang telur merupakan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung unsur kalsium karbonat, fosfor, magnesium dan kalium. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh cangkang telur sebagai sumber kalsium karbonat terhadap pertumbuhan tanaman sawicaisim (Brassica juncea L). Desain penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu perlakuan A(kontrol) perlakuan B (20 gr), perlakuan C (25 gr), perlakuan D (30 gr) dan perlakuan E (35 gr) dan 4 pengulanan. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Analisis data menggunakan one way anova taraf signifikan 5%. Jika perlakuan memberikan pengaruh maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pada tinggi tanaman karena nilai sig 0,000 0,05 dan sig berat basah 0,01 0,05. Berdasarkan uji lanjut DMRT pada tinggi tanaman terdapat perbedaan yang sangat nyata pada perlakuan E (35 gr) yaitu 40,72 cm, Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian pupuk tepung cangkang telur berpengaruh pada tinggi tanaman dan berat basah jenis perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik adalah perlakuan E.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BUKU SAKU TERHADAP RETENSI SISWA DI SMP NEGERI SATAP LETENAEK KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA TAHUN AJARAN 2020/2021

YOHANA ANUNUT
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran buku saku terhadap retensi siswa di SMP Negeri SATAP Letenaek, kabupaten Timur Tengah Utara pada materi sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Group posttest-Only Control Design yang melibatkan 44 siswa kelas VIII sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah metode mengenal kembali atau recognition dalam bentuk soal tes pilihan ganda sebanyak 10 butir dan metode mengingat kembali (recall) dalam bentuk esay sebanyak 5 butir soal kognitif C1, C2 dan C3). Posttest 1 dilakukan setelah selesai pembelajaran sedangkan posttest 2 diadakan setelah 7 hari dengan nilai rata-rata pada kelas eksperimen berturut turut 85% dan 75% dan persentase retensinya sebesar 84% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol berturut turut 76% dan 55% serta persentase retensinya 68% dengan kriteria cukup. Pada kelas eksperimen retensi siswa lebih tinggi karena menggunakan media pembelajaran buku saku. Hal ini dapat dibuktikan pada perhatian siswa ketika mengikuti pembelajaran, suasana kelas dan nilai posttest siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikan (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 di tolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh media pembelajaran buku saku terhadap retensi Siswa di SMP Negeri SATAP Letenaek Kabupaten Timor Tengah Utara tahun ajaran 2020/2021

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

MARIYANCE HOAR
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan 40 sisawa kelas X MIA( X MIA I kelas eksperimen dan X MIA II kelas kontrol) sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi Keterampilan Proses Sains. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada kelas eksperimen sudah memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 78,44 dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol belum memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 45,86 dengan kriteria kurang. Pada kelas eksperimen Keterampilan Proses Sains siswa lebih tinggi karena menggunakan model pembelajaran Berbasis Proyek. Hal ini dapat dibuktikan pada peran aktif siswa ketika mengikuti pembelajaran dan kegiatan proyek. Berdasarkan data uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (12,947 >2,024), maka dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Fakta tersebut menunjukan bahwa Media Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa.

PROGRAM BUDI DAYA BABI Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Program Budi Daya BabiOleh Kaum Bapak GMIT Lanud El Tari Penfui dan Implikasinyabagi Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui

VICTOR IMANUEL HAIRMO
2021 · Thesis · Open Access

Kesenjangan ekonomi merupakan suatu realita kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat yang sering terlihat dalam kehidupan setiap hari. Kesenjangan ekonomi sendiri timbul karena adanya kesenjangan pendapatan, kesenjangan kekayaan, dan jurang antara kaya dan miskin. Kesenjangan-kesenjangan ini mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antar negara. Gereja dalam hal ini Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui berupaya untuk menghadapi masalah kesenjangan ekonomi di jemaat. Upaya gereja dalam mengatasi kesenjangan adalah dengan membuat sebuah program yang dikoordinir oleh UP Kaum Bapak, program ini bernama “budi daya babi bibit”. Penulis melakukan penelitian terhadap program ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada pembangunan ekonomi dalam jemaat. Melalui penelitian ini penulis melihat gambaran umum Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, kemudian bagaimana kehadiran program budi daya babi, apakah program ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat, lalu penulis merefleksikan upaya pembangunan jemaat melalui program ini. Dari poin-poin ini penulis kemudian melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode ini penulis pilih dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya, dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, agar dapat menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Penulis menyajikan hasil penelitian dengan memakai metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa di Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui juga tercipta kesenjangan ekonomi seperti; ada jemaat yang memiliki pendapatan yang tetap dan ada yang tidak, ada jemaat yang memiliki pendapatan sesuai upah minimum rupiah bahkan lebih, namun ada juga jemaat yang hidup dengan pendapatan yang tak pasti. Hal-hal ini membuat terciptanya kesenjangan ekonomi di dalam jemaat ini. Program budi daya babi yang diupayakan dalam gereja ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat. Penulis juga menggunakan analisis sosial yaitu analisis,Strength, Weaknesses, Oportunities, Threats(SWOT) untuk melihat seberapa besar dampak yang dimiliki program seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada program. Melalui program ini penulis menemukan bahwa jemaat berhasil diberdayakan secara ekonomi. Secara perlahan kehidupan jemaat menjadi lebih baik dan kesejahteraan dalam jemaat perlahan mulai terpupuk. Kesenjangan secara perlahan mulai terkikis dan pembangunan jemaat terwujud dalam jemaat. Dengan demikian gereja berhasil mengupayakan tanda-tanda Kerajaan Allah, dengan memunculkan adanya Shalom Allah di tengah-tengah jemaat.

SANGGAR ANAK NEKAMESE

JOHNY RONI OTPAH
2021 · Thesis · Open Access

Pembangunan jemaat, pada dasarnya adalah membangun orang menuju proses perubahan ke arah yang baik, misalnya melalui upaya pemberdayaan jemaat. Selanjutnya, upaya ini dilakukan agar jemaat mampu menjadi sarana dan tanda keselamatan dari Allah kepada dunia. Artinya, Gereja membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Inilah yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Nekamese dalam program Sanggar Anak Nekamese. Sanggar ini lahir dari pergumulan panjang jemaat dengan kemiskinan. Sebenarnya, sumber daya alam di jemaat cukup melimpah hanya saja tidak didukung dengan sumber daya manusianya. Cukup lama, karena kebutuhan ekonomi tidak tercukupi mendorong sejumlah anggota jemaat untuk meninggalkan desa dan pergi mencari perkerjaan di luar daerah tanpa pendidikan formal ataupun ketrampilan yang memadai. Apakah program ini memenuhi kriteria/syarat/standar pembangunan jemaat? Pertanyaan ini mendorong Penulis untuk meneliti secara lebih mendalam. Metode Penelitian Kualitatif yang dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita, masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Penulis melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan hasil penelitian, Program Sanggar Anak Nekamese menjadi upaya pemberdayaan jemaat yang berjalan sesuai dengan tahapan dalam proses pembangunan jemaat. Pemberdayaan jemaat ini menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry, untuk melihat potensi baik yang ada pada jemaat Nekamese dan mengembangkannya untuk pengembangan komunitas jemaat Nekamese. Kehadiran Program Sanggar Anak Nekamese telah menjawab persoalan yang dialami oleh jemaat GMIT Nekamese, dan membawa jemaat keluar dari persoalan kemiskinan. Program ini menjadi bagian dari pembangunan jemaat, sebab jemaat yang terlibat di dalamnya diberdayakan dan turut serta dalam membangun gereja sebagai komunitas orang percaya, yang menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Sebagaimana Yesus Kristus kepala gereja memberdayakan orang-orang miskin, Jemaat Nekamese juga meneladaninya sebagai gereja yang peduli terhadap persoalan kemiskinan.

Persembahan Yang Benar

YUPRI SWENLY MOLINA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Persembahan adalah bentuk ucapan syukur atau respon umat kepada Allah atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Selain itu persembahan juga sebagai tanda persekutuan dengan Allah dan pengakuan bahwa semua yang umat nikmati saat ini adalah atas anugerah dari Allah. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Batu Karang Kupang, jemaat terjebak dalam ketergantungan pada uang, di mana uang menjadi satu-satunya penggerak dalam persekutuan jemaat. Hal ini berpengaruh pada jemaat, yang dengan alasan tidak memiliki uang persembahan, menolak untuk hadir dalam ibadah atau tidak hadir dalam ibadah namun menitipkan persembahannya. Selain itu ada jemaat memberi persembahan dengan motivasi untuk menunjukkan bahwa persembahan yang ia berikan lebih dari jemaat lain. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman Jemaat GMIT Batu Karang Kupang berkaitan dengan persembahan? Apakah dampak pemahaman persembahan tersebut pada pertumbuhan iman jemaat? Metode Penelitian Kualitatif dipilih karena dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informasi kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deduktif, analisis, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jemaat GMIT Batu Karang Kupang memaknai persembahan dengan cara yang sangat beragam. Persembahan dinilai sebagai suatu tanggung jawab jemaat demi membantu proses pelayanan dalam gereja, selain itu jemaat juga memaknai persembahan sebagai media atau representasi diri mereka, sehingga timbul pemahaman bahwa persembahan mewakili diri mereka dalam ibadah. Selain itu juga, ada pemahaman jemaat bahwa terdapat pembedaan antara ibadah dan persembahan namun, pada prinsipnya persembahan dan ibadah adalah suatu keutuhan. Alkitab sebagai dasar pemahaman tentang persembahan mengajarkan bahwa ikatan atau hubungan antara umat dengan Allah merupakan prioritas dalam memberi persembahan. Yesus yang telah memberi diri-Nya untuk menebus manusia dari dosa, membuat manusia memahami bahwa semua yang dimilikinya adalah milik Allah.

GEREJA DAN SISTEM IJON

KEVIN V. TARAPANJANG
2021 · Thesis · Open Access

Salah satu aspek kehidupan yang berpengaruh dalam tatanan manusia yaitu pertanian. Dalam aspek ini petani memiliki peranan penting dalam mengupayakan berbagai cara untuk memenuhi kehidupan. Namun dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh petani dapat membuat petani hidup dalam sistem sosial yakni sistem ijon yang berdampak pada ketidakadilan. Petani merasakan ketidakadilan dengan praktik sistem ijon yang dilakukan oleh warga jemaat. Skripsi ini membahas tentang praktik sistem ijon yang dilakukan oleh warga jemaat Toru Ahu yang berdampak pada ketidakadilan dengan judul “Gereja dan Sistem Ijon” (Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Keterlibatan Gereja Dalam Praktik Sistem Ijon di Warga Jemaat Toru Ahu Dan Implikasinya Bagi GKS Jemaat Toru Ahu). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keterlibatan gereja dalam menyikapi praktik sistem ijon di GKS Jemaat Toru Ahu yang menimbulkan ketidakadilan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yakni mengamati fenomena yang terjadi, mendeskripsikan dan menganalisis. Penulis menganalisis ketidakadilan dalam praktik ijon dengan menggunakan teori Paulo Freire tentang Pendidikan Kaum Tertindas. Freire membahas mengenai kebebasan bagi orang-orang yang mengalami ketidakadilan serta memberi penyadaran diri bagi penguasa (tengkulak), kaum tertindas (petani), dan gereja. Perilaku dan sikap yang baik dapat menghasilkan keadilan dan penyadaran diri dengan melandaskan Kasih Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dari hasil penelitian di GKS Jemaat Toru Ahu khususnya dalam praktik sistem ijon yang telah menimbulkan ketidakadilan bagi jemaat. Gereja memberi kesadaran bagi jemaat sehingga dalam melaksanakan praktik sistem ijon berpatokan pada persekutuan sehingga memperoleh keadilan. Keadilan merupakan sikap yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup berdasarkan kasih Kristus. Oleh karena itu, gereja harus bekerjasama dengan pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan jemaat. Bekerjasama dalam sebuah persekutuan merupakan keadilan dan wujud dari kesadaran manusia dalam merespon Anugerah Allah.

ANAK KORBAN PERCERAIAN

RIANISNA BAKO
2021 · Thesis · Open Access

Konteks umum jemaat GMIT Koinonia Kupang adalah salah satu jemaat di Klasis Kota Kupang. Jemaat yang berada dipusat kota ini memiliki pelayanan yang baik. Namun masih ada masalah yang di hadapi oleh jemaat yaitu mengenai perkembangan anak-anak pasca perceraian orang tua. Anak –anak merupakan masa depan gereja, kualitas perkembangan anak pada masak ini merupakan gambaran gereja di masa depan. Melihat perkembangan anak yang menurun pasca perceraian orang tua maka gereja juga perlu meningkatkan pelayanan bagi anak-anak korban perceraian. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan jenis metode kualitatif Studi Kasus (case study). Melalui metode ini peneliti hendak mendalami dengan mencari beraneka sumber informasi. Penulis menemukan pasca perceaian sejumlah perkembangan anak-anak menurun. Penulis menganalisa masalah tersebut menggunakan teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, serta melihat dampak perceraian bagi kebutuhan dan psikologi perkembangan anak. Penulis menemukan bahwa sejumlah kebutuhan anak ini menjadi perhatian gereja. Gereja perlu hadir dalam upaya pemulihan perasaan anak-anak pasca perceraian orang tua. Selanjutnya penulis juga melihat bahwa peranan orang tua juga penting untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Sehingga pentingnya pelayanan gereja dalam meningkatkan pelayanan bagi keluarga pra nikah dan pasca menikah dalam memaknai arti pernikahan, serta melihat dampak perceraian bagi karakter anak-anak.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KURIKULUM SUPERBOOK DI SEKOLAH MINGGU JEMAAT OEMATHONIS NAIT, KLASIS KUPANG BARAT

INRI IMANUEL SONY BOY BENU
2021 · Thesis · Open Access

Sebelum adanya superbook, pengajar Oemathonis Nait menggunakan bahan ajar Pelayan Anak Remaja (PAR) yang diterbitkan oleh Majelis Sinode GMIT. Bahan ajar tersebut cukup membantu pengajar Sekolah Minggu dalam melakukan pendidikan bagi anak. Tetapi dalam perjalanannya ditemukan bahwa bahan ajar tersebut kurang efektif dalam pendidikan iman anak. Bahan ajar tersebut cenderung membuat metode pembelajaran menjadi monoton. Kurangnya dialog antara pengajar dengan anak-anak bimbingannya. Anak-anak hanya menjadi pendengar dan pengajar yang memiliki peran aktif. Hal ini mengakibatkan pengajar tidak mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak Sekolah Minggu terhadap setiap materi yang diberikan. Melihat hal ini maka Jemaat Oemathonis Nait memutuskan untuk menggunakan kurikulum superbook sebagai media bantu bagi pengajar untuk mendidik anak-anak Sekolah Minggu. Dalam pemakaiannya, superbook masih memiliki beberapa kendala yang membuat pemakaiannya masih belum maksimal sehingga penulis ingin melihat bagaimana efektivitas dari penggunaan kurikulum superbook yang ada di Jemaat GMIT Oemathonis Nait, Klasis Kupang Barat. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dengan aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati perubahan sosial yang tumbuh dan berkembang kemudian dapat dilakukan penilaian atas perubahan tersebut, selain itu dalam menyajikan hasil penelitian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa superbook cukup membantu dalam mempersiapkan bahan ajar, karena bahan ajar yang diberikan dapat dipakai selama 1 bulan. Namun ada beberapa kendala seperti materi superbook yang tidak dibagi menurut golongan usia anak, sehingga para guru harus mengolah kembali materi yang ada dan menyampaikannya kepada anak Sekolah Minggu. Kendala lain yang dihadapi lebih kepada kesiapan dari para guru dalam mengolah materi superbook yang ada. Penulis menemukan bahwa perlu adanya persiapan diri dari pengajar dan juga Pendalaman Alkitab untuk membantu pengajar dalam mempersiapkan materi yang ada sehingga materi yang ada dapat dipahami oleh anak-anak Sekolah Minggu.

PEMATAHAN DORMANSI BIJI KENARI (Canarium indicum L.) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN H2SO4

NAEMA LABKOLLY
2021 · Thesis · Open Access

Tanaman kenari merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat alor. Masyarakat alor sulit membudidayakan tanaman ini karena memiliki kulit biji yang keras sehingga perkecambahan yang membutuhkan waktu yang relatif lama. Kenari memiliki banyak manfaat seperti obat-obatan, bahan makan, bahan bagunan. Nilai ekonomi dari daging biji kenari dipasaran pada saat ini mencapai ± 70.000 rupiah per kilogram dan kayunya ± 3,5 juta per kubik (m3). Daging biji mengandung protein yang tinggi (14-18%) dan minyak lemak 65% pada biji yang sudah kering (Thomson dan evans, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman biji kenari dengan menggunkan larutan H2SO4 dan konsentrasi yang optimum pada pematahan dormansi biji kenari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap berupa larutan kosentrasi H2SO4 dengan 4 taraf perlakuan 10%, 20%, 30%, 40%, dan 1 kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji F), dilanjutkan dengan uji DRMT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil ANOVA pemberian H2SO4 berpengaruh nyata terhadap parameter daya kecambah, parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun. Uji DRMT menunjukan perlakuan dengan nilai tertinggi pada parameter daya kecambah, tinggi tanamanm, jumlah daun pada perlakuan P4, nilai masing-masing parameter uji adalah daya kecambah 59,9%, rata-rata tinggi tanaman 19,1 cm, rata-rata jumlah daun 19,12 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa larutan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi pada tanaman kenari (Canarium indicum L.)

KARAKTERISTIK GETAH KULIT POHON DAN BUAH BERPOTENSI SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN LEM KERTAS DI DESA DUAWUTUN, KECAMATAN NAGAWUTUNG, KABUPATEN LEMBATA

FELIX LABA GOLE
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak Tumbuhan bergetah merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat lembata. Perekat merupakan hal yang sangat penting dalam industri pengolahan kertas, kayu dan literatur lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh getah dari mangga,nangka,maja dan kudo untuk pembuatan perekat, kemudian memperoleh perekat kertas, dan membandingkan karakteristik perekat dari masing masing tumbuhan bergetah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-september di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Prosedur penelitian di mulai dari proses pengambilan sampel dari lokasi penelitian, Pembuatan lem dengan proses pemasakan lalu dibandingkan kualitas masing masing getah melalui proses pengujian karakterisasi perekat dari getah pohon mangga, nangka, maja dan kudo yaitu uji kenampakan, uji keasaman (pH), berat jenis perekat. Hasil pengamatan yang diperoleh pada pengujian nilai berat jenis pada perekat dari getah nangka yaitu 1,05 gram, perekat dari getah mangga yaitu 1,00gram, perekat dekstrin dari getah maja yaitu 1,03 gram, dan perekat dekstrin dari getah kudo yaitu 1,15 gram. Nilai berat jenis yang diperoleh mendekati nilai berat jenis air yaitu 1,00.(a) Uji kenampakan: getah nangka berwarna putih kecoklatan, getah maja berwarna orange, getah mangga berwarna kuning kecoklatan dan getah kudo berwarna cokelat kehitaman. (b) Tingkat keasaman (pH) Mangga =6 pH;Nangka = 7pH;Maja = 3pH; dan Kudo = 5pH. (c) Berat jenis perekat dekstrin getah pohon:Nangka = 1,05gram; Mangga= 1,00gram; Maja = 1,03gram; dan Kudo = 1,15gram. Hal ini menunjukkan kualitas daya rekat dari getah kudo, nangka dan maja lebih bagus dari pada getah mangga. Namun untuk kulalitas bahan perekat lem kertas lebih bagusnya lagi menggunakan getah nangka dan kudo.

“SEKOLAH MINGGU DI MASA NEW NORMAL” Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ibadah Sekolah Minggu di Masa New Normal Bagi Pertumbuhan Iman Anak di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona”

RYDWAN A DUBU DARI
2021 · Thesis · Open Access

Pendidikan dalam gereja merupakan wadah bagi anggota jemaatnya dalam menerima pembelajaran yang baik guna membantu menemukan hal-hal yang berhubungan dengan spiritual jemaat. Demikian pula dengan pendidikan yang dilakukan oleh gereja untuk pertumbuhan iman anak dan remaja. Anak dan remaja diberi ruang khusus yakni sekolah minggu dalam menerima pembelajaran iman. Sekolah minggu menjadi tempat anak dan remaja untuk belajar dan mengenai iman mereka sehingga ketika mereka dewasa maka mereka mampu mengekspesikan iman mereka sebagai sesuatu yang berharga. Sekolah minggu yang diharapkan dapat membantu anak dan remaja dalam menemukan iman mereka kini harus berhadapan dengan tantangan pandemic covid-19. Situasi ini membuat anak dan remaja harus menerima kenyataan untuk dibatasi dalam menerima pengajaran gereja tentang iman Kristen. Model sekolah minggu yang di praktekkan oleh gereja dan pengajar menjadi pergumulan berat yang harus sama-sama diselesaikan di masa pandemic ini. Anak-anak harus bersekolah minggu dengan menggunakan media komunikasi yang di mana tidak semua anak memperolehnya. Ada peran orangtua dalam membantu anak-anak untuk beribadah secara mandiri di rumah masing-masing, namun dalam kenyataannya pendampingan tersebut tidaklah seperti yang diharapkan. Anak-anak tidak tertarik dengan model liturgy yang diberikan, cara pembelajaran di rumah dan anak-anak cenderung bosan dengan situasi sekolah minggu tanpa bertemu langsung dengan teman-teman dan guru-gurunya. Model pembelajaran yang tidak kreatif dan tidak adanya kerja sama yang baik dari orangtua dalam memberikan pendampingan kepada anak ketika bersekolah minggu di rumah akhirnya menjadi masalah bagi pertumbuhan iman anak. Untuk itu, perlu adanya model pembelajaran yang kreatif dalam meningkatkan minat anak dalam beribadah di rumah masing-masing karena dengan demikian, anak-anak akan dengan sendirinya menerima pengajaran dan membentuk mereka menjadi manusia dewasa yang akan iman kepada Yesus Kristus. Model pembelajaran kreatif menjadi alasan bagi gereja dan para pengajar untuk menerapkannya bagi pelayanan anak dan remaja. Karena model tersebut dapat membantu guru mapun anak dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran kreatif akan menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga dalam memberdayakan segala kemampuannya dalam mendidik anak. Model tersebut juga dapat menghasilkan generasi penerus yang memiliki ide-ide baru dan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun sebuah pola pikir yang baik menuju pada kedewasaan imannya. Bentuk pengajaran yang dilakukan dengan ketekunan dan bertanggungjawab merupakan tugas yang harus laksanakan oleh pengajar sebagai bentuk perintah langsung dari Allah. Pengajaran dilakukan secara terus menerus dalam situasi apapun agak ketaatan kepada Allah terus dipelihara dari generasi ke generasi. Dengan demikian, gereja dan para pengajar dapat memenuhi kebutuhan iman anak dengan baik dan dapat membantu mereka menghadapi setiap tantangan-tantangan yang ada sehingga mereka dapat bertumbuh secara dewasa berdasarkan iman Kristen. Kata Kunci : Sekolah Minggu, Kurang Kreatif, Model Pembelajaran

Jangan Menghina Saudaramu

MURNIYATI PUTRI WOLE
2021 · Thesis · Open Access

Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah memiliki sejarah pembentukan yang sangat panjang yang dimulai dari pemanggilan Abraham. Dalam catatan Kitab Kejadian, Allah mengikat perjanjian-Nya dengan Abraham dan keturunannya dan pewaris yang sah dari perjanjian itu adalah Ishak, anak Abraham dan Sarai. Selanjutnya, janji itu berlanjut kepada Yakub, anak bungsu Ishak dan Ribka, bukan Esau. Melukai perasaan Esau dan ia ingin membunuh adiknya itu. Meskipun Esau dan Yakub telah berdamai, namun konflik berlanjut pada keturunan mereka, yakni Edom dan Israel. Baik bangsa Israel maupun Edom menjalani relasi yang buruk dengan ingin menguasai satu dengan yang lain. Puncak konflik terjadi saat Edom terlibat dalam kehancuran kota kota Yerusalem. Dalam situasi krisis yang dialami penduduk Yehuda akibat kehancuran itu, Allah mengutus Obaja sebagai nabi Yehuda untuk menghibur mereka dan menyatakan keadilan-Nya. Kitab Obaja 1:12-15 berisi penyesalan Obaja yang mendalam atas perilaku kejam Edom yang menghina dan menindas Yehuda pada saat mereka diserang oleh Babel. Allah adalah Yang Mahakuasa, yang berkuasa dan memberikan ganjaran setimpal kepada umatNya juga dunia bangsa-bangsa. Konflik antara saudara tidak unik hanya pada Edom dan Yehuda, sebab hal yang serupa terjadi antara Jemaat GMIT Efrata Oelmasi dengan komunitas masyarakat dari Timor-Timur di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pada tahun 2014 pecah satu konflik besar dan proses perdamaian sudah dilakukan, namun sampai sekarang bentrok sering berulang. Situasi yang terlihat damai, ternyata menyimpan “bom waktu” yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Stigma pengungsi kepada masyarakat Timor-Timur, gap sosial-ekonomi, dan pembatasan akses terus menjadi bibit permusuhan. Konflik ini tentu dapat terus terjadi tidak segera dikelola dengan baik. Karena itu, Penulis ingin menafsir teks Obaja 1:12-15 dan menemukan kerygma bagi penyelesaian konflik tersebut. Penulis berharap dengan terkelolanya konflik dengan baik maka masyarakat Timor-Timur dapat diterima sebagai sesama saudara dan hidup dalam damai.

PERTANIAN ORGANIK SUATU TINJAUAN EKOTEOLOGI TERHADAP SISTEM PERTANIAN ORGANIK DAN IMPLIKASINYA BAGI POLA PERTANIAN DI JEMAAT GMIT ALFA OMEGA LABAT

SEAN LEONARDO FAOT
2021 · Thesis · Open Access

Pertanian yang dijalankandenganpengunaanbahan-bahankimiasemakinharisemakinmengancamtanahsebagaiwadahpertanian. Tanah yang semakinrusakditandaidengankesuburan yang berkurang, hama yang semakinkebaldankematian mikro-organisme di dalamtanah. Bahankimiainijugaberakibatpadakerusakanalamataulingkungansepertipeningkatan gas emisi, pencemarantanahdan air akibatreduksibahankimiadankeracunanpadamakanan yang dikonsumsiolehmakhlukhidup yang memakanya. Pola pertanian dengan bahan-bahan kimia juga masih ditemukan di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat. Para petani di jemaat ini didorong untuk bertani selaras alam yaitu “Pertanian Organik”. BerefleksidariKejadian 2:4b-25, menolong agar setiapmanusiakhususnyaparapetanimulaimenyadari bahwa pemberian lahan pertanian dari Allah adalah melanjutkan tugas dari Allah untuk mengelola dan memeliharataman Eden. Pertanian yang baikdanmenjadisolusidalammenghadapikerusakanlingkungan di bidangpertanian ialah “pertanian organik”.Penelitiandanpenulisaninibertujuanmenganalisisdanmenjelaskanhubunganpertaniandengankerusakanlingkungan.Krisis ekologi dari bidang pertanian perlu untuk diperhatikan. Wilayah pertanian di Jemaat Alfa Omega Labat sangat berperan penting bagi jemaat sekitarnya, berbagai interaksi terjadi melalui bidang pertanian di jemaat ini. Pertanian sudah menjadi salah satu sumber hidup bagi jemaat di tempat ini, lingkungan yang padat ekosistem dengan berbagai tumbuhan dan sungai sangat mendukung pertanian di wilayah ini. Model atau pola pertanian di wilayah ini mulai berganti dengan penggunaan teknologi seperti traktor dan bahan-bahan kimia untuk menyuburkan tanaman dan menjaga dari kerusakan. Penggunaan bahan kimia yang sudah berlangsung selama ini ternyata berbanding terbalik dengan harapan para petani. Tanah semakin semakin rusak dan hasil panen terus menurun. Pola pertanian seperti ini jika terus dipertahankan maka, akan memberi dampak pada kerusakan lingkungan. Dalam bingkai ekoteologi gerejadanumatkristenjugabertanggungjawabuntukmemperbaikilingkungan yang sudahrusakdaribidangpertanian. Berefleksi dari Kejadian 2:4b-25, mengarahkan kita maupun para petani pada sikap hidup yang menghormati dan menghargai alam semesta sebagai bentuk penyembahan kepada Allah, terutama dalam pengelolaan pertanian yang selaras dengan alam. Parapetani di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat diharapkan agar mulaimenerapkansistempertanianorganik yang menyejahterakandanmemberikeharmonisanbagisesamaciptaanlainya. Pertanianorganikperlujugamendasarikehidupanparapetaniketikabertani, Pertanianinimenjadiwujudimandanibadahsejatikepada Allah. Para petaniperlumemandangsetiaplingkunganpertanianlayaknyataman Eden yang sedangdiusahakandanberpihakpadakehidupantanpakeserakahan.

TUNAIKAN TUGASMU SUATU TINJAUAN NARATIF TERHADAP LUKAS 22:39-46 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAKSANAAN DOA BERSAMA (MALAM MEDITASI) SEBELUM PENAHBISAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR DI JEMAAT GMIT IMANUEL BEUMOPU

VIRNANDA DWIPURNAMA KEKADO
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Gereja sebagai tempat di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus bersekutu, memerlukan orang-orang yang nantinya berjabat gerejawi (Penatua, Diaken, dan Pengajar) untuk membantu dalam pelayanan. Majelis Jemaat itu terdiri dari Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar. Kesemuanya ini bekerja sama dalam Kristus untuk melayani jemaat-Nya. Menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan, ada doa bersama yang dilakukan dalam bentuk malam meditasi. Penulis menemukan fakta saat melakukan wawancara bersama calon-calon Penatua, Diaken, dan Pengajar bahwa adanya pemahaman yang kurang dari calon Penatua, Diaken, dan Pengajar GMIT Imanuel Beumopu mengenai malam meditasi yang dilakukan, sehingga bagi sebagian Penatua, Diaken, dan Pengajar malam meditasi itu tidak membawa dampak. Dalam teks Injil Lukas 22:39-46, di Bukit Zaitun, Yesus menunjukkan cara berdoa dan makna doa yang dalam. Yesus berdoa dalam keheningan dan dalam doa tersebut Yesus meminta kekuatan kepada Bapa-Nya untuk penderitaan salib yang akan dialami-Nya. Tugas terakhir Yesus untuk mati di kayu salib, Ia percayakan pada kehendak Bapa dan dalam doa penyerahan-Nya itu membawa kekuatan kepada-Nya. Yesus mau untuk para murid juga terus berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, tetapi mereka malah tertidur dan tidak melakukan seperti yang Yesus perintahkan. Teks Injil Lukas 22:39-46 memberi makna yang baik bagi malam meditasi. Malam meditasi secara Kristiani dilakukan dengan fokus hanya kepada Kristus. Dalam malam meditasi seseorang diminta untuk melihat dalam keheningan batin apa yang Kristus kehendaki. Sebagai Penatua, Diaken, dan Pengajar doa dalam bentuk malam meditasi menolong agar identitas sebagai kawan sekerja Allah tetap nampak, dan doa dalam bentuk malam meditasi bisa membuat Penatua, Diaken, dan Pengajar melihat secara dalam apa yang menjadi kehendak Kristus dalam diri mereka sebagai pelaku-pelaku pelayanan. Metode penafsiran naratif menolong untuk menghubungkan antara teks dan konteks. Metode penafsiran naratif dengan unsur-unsur naratif yang digunakan untuk menafsir teks, memperlihatkan makna lebih dalam dari setiap kejadian, sikap, dan suasana dalam teks yang menolong dalam memberi makna untuk pelayanan doa bersama dalam bentuk malam meditasi. Dengan teks Lukas 22:39-46 dan metode penafsiran naratif, penulis berusaha untuk menghasilkan makna yang baik bagi pelayanan doa bersama dalam tulisan yang berjudul TUNAIKAN TUGASMU Suatu Tinjauan Naratif Terhadap Lukas 22:39-46 dan Implikasinya bagi Pelaksanaan Doa Bersama (Malam Meditasi) Sebelum Penahbisan Penatua, Diaken, dan Pengajar di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu”.

Keteladanan Abraham dalam Pendidikan Keluarga

MEGA KRISTIN HABA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.