NOVALINA DARISERA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH (Studi Empiris Pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kota Kupang)” masalah yag diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap akuntabilitas kinerja pegawai instansi pemerintah. Yang menjadi persoalan penelitian adalah Apakah Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Berpengaruh Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem akuntansi pemerintah daerah terhadap akuntabilitas kinerjainstansi pemerintah. Konsep penelitian dalam penelitian ini adalah Akuntabilitas publik merupakan pemberian informasi dan pengungkapan atas aktivitas dan kinerja keuangan pemerintah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan informasi dan pengungkapan tersebut, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mau dan mampu menjadi subyek pemberi informasi atas aktivitas dan kinerja keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, konsisten dan dapat dipercaya. Pemberian informasi dan pengungkapan kinerja keuangan ini adalah dalam rangka pemenuhan hak-hak masyarakat, yaitu hak untuk mendapatkan informasi, hak untuk diperhatikan aspirasi dan pendapatnya, hak diberi penjelasan, dan hak menuntut pertanggungjawaban.Dengan semakin menguatnya tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Berkenaan dengan hal tersebut, penciptaan akuntabilitas publik harus dilaksanakan dalam akuntansi pemerintahan untuk dapat menciptakan good governance. Good governance sering diartikan sebagai pemerintahan yang baik dimana penyelenggaraan manajemen pembangunan yang bertanggungjawab dan sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, dan menjalankan disiplin anggaran, sehingga semangat reformasi pemerintah dan pembangunan serta kemasyarakatan telah mewarnai upaya pendayagunaan aparatur negara dengan tuntutan mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dengan menerapkan prinsip – prinsip good governance (LAN dan BPKP, 2000 : 1). Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk dapat mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita – citanya, ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Instansi pemerintah yang berkewajiban menerapkan sistem akuntabilitas kinerja dan menyampaikan pelaporannya adalah instansi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
YUSTIN RAMBU BOMBA
2021 · Thesis · Open Access
ABSATARAK
Penelitian ini berjudul: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAN OBAT METODE FIRST IN FIRSTOUT(FIFO) PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT KABUPATEN KUPANG. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Persedian Obat Metode First in first out (FIFO) Pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang, Serta yang menjadi Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar? Penelitianini bertujuan: Untuk Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar. Adapun Konsep dalam Penelitian ini yaitu: Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem yang dapat menghasilkan informasi dengan melakukan kegiatan mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memeroses sampai dengan menghasilkan laporan data akuntansi yang dapat digunakan untuk pengguna mengambil keputusan baik pengguna internal maupun eksternal. Persediaan pada umumnya merupakan salah satujenis aktivalancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan.Populasi dalam penelitian adalah seluruh data mengenai Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian persedian obat sampai keluar yang termuat dalam laporan intalasi farmasi RSUD Naibonat kabupaten kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi pembelian persedian obat sampai obat keluar pada RSUD Daerah Naibonat Kabupaten Kupang. Teknik Pengumpuan data penelitian ini adalah: Dokumentasi teknik analisis data yang digunakana dengan menggunakan analisis desktriptif kualitatif berdasarkan prosedur dan pencatatan persedian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Prosedur Sistem perencanaan obat sudah berjalan dengan baik dikarenkan didukung sistem pencatatan yang dilakukan satu bulan sekali dan perencanaan obat sendiri didukung dengan kartu persedian. Sistem pencatatan pengadaan dilakukan sesuai dengan obat yang dibeli dan direncanakan, sistem penyimpanan obat sendiri menggunkan Metode First in First out obat yang masuk pertama keluar pertama, dan pengeluaran obat dari farmasi menggunakan surat order persedian untuk permintaan pengeluaran obat.
Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi Persedian, Metode FIFO
JANITO DE CARVALHO MIGUEL
2021 · Thesis · Open Access
Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilai ini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkan jumlah variabel independen, yaitu 2, dan n adalah jumlah sampel yangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilai du4-du, dikatakan tidak terjadi autokorelasi. Nilai du tabel menunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 1.941 (4 - 1,6283). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang digunakan terbebas dari autokorelasi.
YOHANIS JAWU RITA
2021 · Thesis · Open Access
Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer)
Yohanis Jawu Rita*), Lesybeth M. Nubatonis**), Melkianus Nuhamara**)
ABSTRAK
Permen lontar adalah permen manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar gula lontar dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 27 Juli di Laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer) dan untuk memperoleh tepung ketan putih dan gula lontar yang tepat dalam pembuatan permen lontar dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing- masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 15%, 30%, dan 45%. Parameter yang diukur pada kualitas permen lontar yang dihasilkan adalah uji rasa, tekstur, dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat uji rasa pada perlakuan B dengan penambahan tepung ketan putih 15% terhadap rasa dengan skor 4,33 (sangat suka), Hasil penelitian uji tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan D 45% dengan skor 4.67 (sangat suka), Dan pada hasil penelitian uji aroma tertinggi terdapat pada perlakuan B 15% dengan skor 4,416 (sangat suka).
Kata Kunci : Tepung, ketan, permen, gula lontar
ERMELINDA NIA
2021 · Thesis · Open Access
STUDI KARAKTERISTIKKADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN
TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL
DARI BAJAWA
ABSTRAK
Terung belanda tumbuh di daerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian 1000
mdpl.Tanaman terung belanda di Propinsi Nusa Tenggara Timur, tumbuh baik di Kabupaten
Ngada dan Kabupaten Manggarai. Buah terung belanda belum banyak mendapatkan perhatian
untuk dikelola dan di kembangkan lebih luas secara ekonomi.Hingga kini populasi dan produksi
terung belanda di Bajawa belum terpublikasi padadata statistik tahunan (Badan Pusat Stastistik).
Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar air dan kadar
keasaman yang terdapat dalam terung belanda yang berada di Bajawa. Metode yang digunakan
untuk mengukur kadar air adalah dengan cara Grafimetri, sedangkan untuk mengukur tingkat
keasaman terung belanda menggunkan metode titrasi. Untuk ujikadar air diambail 3 sampel
sedangkan untuk uji keasaman diambil 3 sampel juga. Hasil pengukuran kadar air yang
terkandung dalam terung belanda yang tumbuh di daerah Bajawa sebesar (86,46%), sedangkan
untuk kadar keasaman sebesar (4,13%)
Kata kunci : Karakteristik, kadar air, keasaman, terung belanda.
YOVITA NAMOK
2021 · Thesis · Open Access
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN HITAM PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENERIMAAN SENSORIK BROWNIES KUKUS (Yovita Namok) (Ir. Andreas I. Medah, MP.1) (Ir. I. D. A. A. R. R. Adi, MP.2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Pembuatan brownies kukus dengan penggunaan tepung beras ketan hitam sebagai bahan substitusi merupakan sebuah upaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Selain itu dari segi nutrisi beras ketan hitam mengandung nilai gizi cukup tinggi namun kemanfaatan beras ketan hitam saat ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi tepung beras ketan hitam pada tepung terigu terhadap penerimaan sensorik brownies kukus. penelitian ini dilakukan di Laboratorium Procesing Pertanian Universitas Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Tepung terigu yang digunakan sebanyak 500 gram dengan masing-masing perlakuan adalah (A) 0% (Kontrol), (B),substitusi tepung beras ketan hitam 20% + tepung terigu 400 gram, (C), substitusi tepung beras ketan hitam 25% + tepung terigu 375 gram dan (D), substitusi tepung beras ketan hitam 30% + tepung terigu 350 gram.Variabel yang diamati adalah pengujian sensorik terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian sensorik pada warna yang sangat disukaui (3,622), rasa yang sangat disukai (3,767), tekstur yang sangat disukai (3.733) dan aroma sangat disukai (3,644) yang di peroleh dari perlakuan B dengan substitusi tepung beras ketan hitam sebesar 20%. Dan kadar air produk brownies kukus yang paling rendah terdapat pada perlakuan D dengan nilai 22,550%. Kata kunci: Kue Brownies Kukus, Organoleptik, Kimia *(Peneliti) **(Pembimbing)
FIDELIS LENDE
2021 · Thesis · Open Access
STUDI EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK NABATI DARI BIJI FALOAK (Sterculia quadrifi da Br.) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Fidelis Lende 1 ) Dr.Ir. Godlief F. Neonufa, MT 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang study ekstraksi dan karakterisasi minyak nabati dari biji faloak dengan pelarut n-heksana. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi dan data ilmiah dari proses ekstraksi minyak faloak dengan pelarut N-heksana. Metode yang digunakan adalah Metode maserasi. Variabel yang diamati adalah kadar air, rendemen minyak yang dihasilakan, densitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstraksi minyak nabati dari biji Faloak efektif dilakukan dengan pelarut n-heksana, dan Rendemen minyak faloak yang dihasilkan sekitar 34,9 %, memiliki densitas 0,94 g/m³, dan viskositas 31, 32 ml Pa. Kata kunci : biji faloak, ekstraksi, pelarut n-heksana *( Peneliti ) **( Pembimbing ) x
LEONARDO DOMARIO GOMES
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Leonardo Domario Gomes( 16192730 ) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu. Dibawah bimbingan Drs. Robert Alex Serang, M.Si sebagai pembimbing I dan Yuningsih N. Chrstiani, S.St, M.Ak sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui faktor skala usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (2) untuk mengetahui faktor lama usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (3) untuk mengetahui faktor jenjang pendidikan mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha Kecil Menengah yang berada di Kecamatan Atambua Selatan, dengan sampel sebanyak 27 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode kuantitatif sedangkan Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan program SPSS for windos versi 21. Hasil penelitian menunjukan secara simultan pengaruh ketiga variabel terhadap kualitas laporan keuangan ditunjukan dengan F hitung sebesar 8,721 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial skala usaha tidak berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0,606 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial lama usaha tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sebesar 0,189 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial jenjang pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai 0,000 terhadap kualitas laporan keuangan. Jenjang pendidikan menjadi variabel yang mempunyai pengaruh secara nyata, jadi semakin tinggi jenjang pendidikan pelaku UKM maka semakin baik kualitas laporan keuangannya. Dari Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah khususnya pemerintah Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu dengan mendorong pelaku UKM untuk melaksanakan pembukuan karena semakin dini dilaksanakan maka semakin meningkatkan prospek perkembangan usaha. Jenjang pendidikan yang tinggi pelaku/pengelola usaha mendorong kesaran akan pentingnya pembukuan dan laporan keuangan Kata Kunci: skala usaha, lama usaha, jenjang pendidikan, kualitas laporan keuangan
VIVI FEBRIDA HENDRIK
2021 · Thesis · Open Access
Manajemen keuangan daerah atau juga disama artikan dengan pengelolaan keuangan daerah harus dilaksanakan secara akuntabel dan transparansi. Transparansi pengelolaan keuangan saat ini telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan lagi untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik untuk mengurangi praktik penyimpangan, kolusi dan korupsi. Namun dalam realita terlihat aspek transparansi masih menjadi titik lemah dalam manajemen keuangan daerah kondisi ini dapat dibuktikan dari kurangnnya informasi publik tentang penggunaan anggaran daerah serta pelaporan keuangan anggaran yang tidak relevan. Dengan demikian manajemen keuangan pemerintah daerah yang efektif dan akuntabel sangat diharapkan saat ini untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan terpercaya untuk mewujudkan hak-hak masyarakat. Manajemen Keuangan daerah merupakan bagian dari Manajemen Pemerintahan Daerah secara keseluruhan selain Manajemen Kepegawaian dan Manajemen Teknis yang berhubungan dengan pelayanan publik. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menjelaskan ”pengelolaan atau manajemen keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Namun pengalaman menunjukkan berbagai masalah telah timbul karena manajemen keuangan daerah yang tidak baik seperti pengalokasian atau pembelanjaan dana daerah yang tidak tepat, penyerapan anggaran yang tidak maksimal serta pertanggunganjawaban penggunaan anggaran yang tidak akurat dan beberapa hal lain yang menyebabkan pemenuhan hak-hak masyarakat di berbagai daerah sering dikesampingkan (Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, 2014) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan lembaga pemerintah yang ditugaskan untuk penataan dan pembinaan bidang kearsipan dan keperpustakaan bagi pemerintah dan masyarakat NTT, sebagai lembaga pemerintah, diwajibkan untuk melaksanakan pengelolaan secara transparan dalam semua aspek, termasuk aspek keuangan. Berdasarkan uraian latar belakang masalah sebelumnya, maka dapat rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah aspek perencanaan, aspek pelaksanaan, aspek pelaporan, dan aspek pengawasan secara simultan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur? 2. Apakah aspek perencanaan keuangan daerah berpengaruh secara parsial terhadapTransparansi pengelolaan keuangan daerah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur? 3. Apakah aspek pelaksanaan keuangan daerah berpengaruh secara parsial terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur? 4. Apakah aspek pelaporan keuangan daerah berpengaruh secara parsial terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur? 5. Apakah aspek pengawasan keuangan daerah berpengaruh secara parsial 12 terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur? Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan berdasarkan tujuan penelitian sebagai berikut. 1. Aspek-aspek manajemen keuangan daerah meliputi aspek perencanaan, aspek penatausahaan, aspek pelaporan dan aspek pengawasan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan nilai r sebesar 0,861. Nilai tersebut menjelaskan jika aspek perencanaan, penatausahaan, pelaporan dan aspek pengawasan mengalami kenaikan 1% maka akan membuat transparansi pengelolaan keuangan daerah (Y) pada DKP Provinsi NTT akan meningkat sebesar 0,86. 2. Aspek perencanaan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,14. Nilai tersebut menjelaskan setiap meningkatnya aspek perencanaan 1 satuan maka dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah sebesar 0,14. 3. Aspek penatausahaan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,09. Nilai tersebut menjelaskan setiap meningkatnya aspek penatausahaan keuangan daerah sebesar 1 satuan maka dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah sebesar 0,09 satuan. 4. Aspek pelaporan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,40 satuan. Nilai tersebut menjelaskan setiap meningkatnya aspek pelaporan dan pertanggungjawaban sebesar 1 satuan maka dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah sebesar 0,40 satuan. 5. Aspek pengawasan berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,33 satuan. Nilai tersebut menjelaskan setiap meningkatnya aspek pengawasan sebesar 1 satuan maka akan dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah sebesar 0,33 satuan. Hipotesis dalam penelitian ini dan setelah dianalisis maka hipotesis kerja diterima kebenarannya dan Hasil penelitian ini terdukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ledo dan Sri (2017) dengan judul pengaruh aspek- aspek manajemen keuangan daerah terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini dapat mengemukakan hasil yang sama yaitu aspek-aspek manajemen keuangan daerah berpengaruh terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah. Saran bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: 1. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur perlu selalu megungkapkan seluruh transaksi penggunan anggaran dalam laporan keuangan yang jelas, netral dan tepat waktu. 2. Penyelenggaraan anggaran publik dan penerapan akuntansi perlu dilakukan pemantauan setiap saat 3. Perlu selalu menpublikasikan tentang pelaksaaan, kendala dan kesiapan penyusunan program kegiatan. 4. Pemerintah perlu membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta memberikan ide dan saran untuk perbaikan program kerja melalui kotak saran.
AGUSMINTO M. G. SEOH
2021 · Thesis · Open Access
ANALISIS HUBUNGAN KEBUTUHAN SDM, KUALITAS KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL NTT
BERNADINUS NULCI MANDRI
2021 · Thesis · Open Access
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pagawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi informasi pada pegawai. pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu teknoligi informasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai, pengaruh pengelolaan sumber daya (sdm) dan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang karena penulis menemukan bahwa terdapat kurangnya tingkat SDM pegawai serta kurangnya tngkat teknologi informasi. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengelolaan sumber daya manusia, teknologi informasi dan kinerja pegawai. Mengungkapkan kinerja adalah Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Anwar Prabu, 2009). Menurut Kadir dan Triwahyuni (2003:2) “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi” 12 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 47 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang pegawai.. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa pengelolaan SDM pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang berada dalam kategori rendah. Teknlogi informasi dalam kategori rendah, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa pengelolaan SDM berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,162 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,193 yang berarti semakin baik pengelolaan SDM, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sedangkan Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,184 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,156 yang berarti semakin baik Teknologi informasi semakin tinggi pula kinerja pegawai.
KRISTAVERA KUIL
2021 · Thesis · Open Access
Secara umum komunikasi yang efektif adalah Komunikasi yang terjalin dengan baik akan menimbulkan pengertian dan kenyamanan dalam bekerja. Namun sesuai dengan pernyataan tersebut seberapa besar fungsi komonikasi berperan dalam organisasi sering terabaikan ( Ngalim Purwanto 2018:32). Menurut Brenan ( Dalam Effendy 2019:54)” komunikasi yang adalah pertukaran gagasan diantara administrator dan pegawai dalam suatau organisasi atau instansi yang menyebabkan terwujudnya organisasi tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas dan pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal dalam suatu organisasi yang menyebabkan pekerjaan berlangsung ( operasi manajemen). Menurut hasibun (2017:134) mengemukakan bahwa” keterbukaan dalam komunikasi antara pribadi ini paling sedikit atau keterbukaan adalah konsep menyeluru yang dicirikan oleh penekanan pada tranparansi atau mengacu pada” pengetahuan teknologi dan sumber daya. Dan menurut Joseph De Vito (2015) empati merupakan perasaan yang di rasakan orang lain dan suatu perasaan bersaman yakni mencoba merasakan dalam cara yang sama dengan perasaan orang lain. Sedangkan dukungan adalah suatu upaya yang yang diberikan kepada seseorang baik itu moral maupun material untuk memotivasi orang lain dalam melaksanakan suatu kegiatan.
HERISON LY
2021 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan JNE Cabang Utama Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah karyawan pada JNE Cabang Utama Kupang sebanyak 40 karyawan, pengumpulan data primer dilakukan dengan metode kuesioner dan waawancara langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS22. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.26 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,599 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara karakteristik individu dan kinerja sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik individu dan variabel Kinerja. Berdasarkan pada tabel 4.27 nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,540 yang artinya terdapat yang kuat antara lingkungan kerja dan kinerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Secara parsial juga terdapat pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Nilai xvi signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variabel lingkungan kerja dengan variabel kinerja karyawan.
RENHARD CATUR EKA PUTRA RADJA
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian produk Kentucky Fried Chicken pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen UKAW Kupang. Latar belakang dari penelitian ini adalah berdasarkan data top brand index Restoran Fast Food Indonesia diketahui bahwa KFC menguasai pangsa pasar makanan siap saji di Indonesia dalam waktu 3 tahun terakhir dengan adanya fluktuasi tingkat persentasi dari tahun 2018 sebesar 42,7% turun menjadi 26,2%. Setelah itu pada tahun 2020 naik menjadi 26,4%. Dan akan semakin banyak restoran cepat saji yang berada di Indonesia tentu akan meningkatkan pangsa pasarnya. Hal ini menjadi masalah atau tantangan bagi KFC untuk secara terus menerus memperkuat dan mempertahankan citra mereknya di benak konsumen, menjaga kualitas produk dan harga produk serta menciptakan strategi-strategi bisnis yang inovatif dan modern. Peneliti memilih restoran makanan siap saji dengan merek KFC dibandingkan dengan merek lain adalah karena kuatnya citra merek dari KFC dan merupakan salah satu restoran makanan siap saji yang terpilih sebagai top brand dalam kategori restoran fast food di Indonesia. Keputusan pembelian yang dilakukan pelanggan melibatkan keyakinan pelanggan pada suatu produk sehingga timbul rasa percaya diri atas kebenaran tindakan yang diambil. Rasa percaya diri pelanggan atas keputusan pembelian yang diambilnya mempresentasikan sejauh mana pelanggan memiliki keyakinan diri atas keputusannya memilih suatu produk. Faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ketika konsumen melakukan pembelian seperti harga dan citra merek agar dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian atas produknya. Faktor pertama xvi yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah citra merek. Merek juga merupakan hal terpenting, karena merek akan membawa citra suatu perusahaan. Merek adalah nama, istilah, tanda atau desain, atau kombinasi dari semua ini yang memperlihatkan identitas produk atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan membedakan produk itu dari produk pesaing. Selain itu, harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam memilih produk atau jasa, kesesuaian harga dengan manfaat yang diterima akan menciptakan kepuasan konsumen. Apabila ada dua produk atau lebih dengan kualitas yang sama konsumen akan membandingkan harga dan memilih yang lebih terjangkau. Harapan pelanggan diyakini mempunyai peranan yang besar dalam menentukan kualitas produk (barang dan jasa) dan kepuasan pelanggan. Sehingga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Kentucky Fried Chicken pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen UKAW Kupang dan apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Kentucky Fried Chicken pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen UKAW Kupang. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner secara online dengan memanfaatkan fasilitas google docs. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 12,339 + 0, 140 X1 + 0,282 X2. Selain itu, berdasarkan uji t hipotesis pertama variabel citra merek (X1) ditemukan thitung (2,381) > t table (1,662), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel citra merek (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis kedua untuk variabel harga (X2) ditemukan thitung (3,217) > t table (1,662), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel harga (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dan berdasarkan hasil analisis regresi maka besaran koefisien determinasi R2 sebesar 0,276 artinya bahwa sebesar 27,6% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel citra merek dan harga. Sedangkan sisanya 72,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. xvii Penelitian ini menunjukkan teori bahwa citra merek dan harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Kentucky Fried Chicken pada mahasiswa fakultas ekonomi jurusan manajemen UKAW Kupang. Berkaitan dengan citra merek produk Kentucky Fried Chicken sebaiknya perlu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Kentucky Fried Chicken dengan menyajikan produk yang berkualitas sesuai harapan konsumen. Berkaitan dengan harga produk Kentucky Fried Chicken sebaiknya perlu meningkatkan daya saing harga dengan memberi potongan harga produk Kentucky Fried Chicken bagi pelanggan dan meningkatkan kesesuaian harga dengan kualitas dan manfaat produk untuk meningkatkan keputusan pembelian produk Kentucky Fried Chicken.
MARYANTI LULULENA
2021 · Thesis · Open Access
Analisis Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Pada Koperasi KSP Solidaritas Sta. Maria Assumpta Kupang
MARIA MAGDALENA BEIS
2021 · Thesis · Open Access
EFEK SUHU ISOLASI MINYAK ATSIRI DARI DAUN JERUK PURUT
(Citrus HystixD.C)DENGANMETODE DESTILASI PELARUT AIR
ABSTRAK
Daun jeruk purut ( citrus hystix d. C) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil minyak atsiri melalui destilasi berbasis pelarut air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rendemen dengan suhu terbaik pada proses destilasi uap air yang dapat memberikan perolehan minyak atsiri terbanyak dari daun jeruk purut ( citrus hystix d. C) yang didapat dari jumlah perlakuan pada suhu 65˚C, 70˚C, 85˚C, 95˚C. Massa daun jeruk purut yang digunakan 100 gram dan pelarut yang digunakan adalah aquades 200 ml. Proses detilas pelarut air dilakukan selama 10 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen 0,028 % minyak atsiri dari daun jeruk purut terdapat pada suhu 95˚C.
Kata kunci : Daun jeruk purut, minyak atsiri, destilasi pelarut air.
Abstract
Abstract : Kaffir lime leaves (Citrus Hystix D. C) can be used as a raw material for producing essential oils through water-based distillation. This Research Aims To Get The Yield With The Best Temperature In The Steam Distillation Process That Can Provide The Most Essential Oil Obtaining From Kaffir Kaffir Leaves (Citrus Hystix D. C) Obtained From The Number Of Treatments At Temperatures 65˚C, 70˚C, 85˚C , 95˚C. Kaffir lime leaf mass used is 100 grams and the solvent used is 200 ml of Aquades. The Water Solvent Details Process Is Done For 10 Hours. The results showed that the yield of 0.028 % essential oil from the leaves of Jeruk Purut is present at a temperature of 95˚C.
Keywords: Kaffir lime leaves, essential oil, distillation of water solvent
NOFRI INDIANI TIPNONI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BOLU GULUNG DARI KOMPOSISI BAHAN DASAR TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU YANG BERBEDA
(Nofri Indiani Tipnoni*) (Ir.A.I.Medah,MP**) ( Ir.I.D.A.A.R.R.AdI,MP**)
Pembuatan bolu gulung dengan perbedaan karakteristik bolu gulung dari komposisi bahan dasar tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur bolu gulung ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan komposisi perlakuan tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu dengan tiga perlakuan yaitu p1 : tepung terigu 75gram tepung ubi jalar ungu 25gram p2: tepung terigu 50 gram dan tepung ubi jalar ungu 50 gram p3: tepung terigu 25 gram dan tepung ubi jlar ungu 75 gram. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bolu gulung tepung ubi jalar ungu yang paling di sukai konsumen adalah dengan komposisi tepung ubi jalar ungu 50 gram dan tepung terigu 50 gram.
Kata kunci : bolu gulung, tepung terigu, tepung ubi jalar ungu
STANISLAUS NDAWAN
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ragi (saccharomyces cerevisiae) pada pembuatan bioetanol dari singkong karet (Manihot glaziovii) melalui proses fermentasi dan mengetahui tingkat dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang terbaik (optimum) terhadap peningkatan kadar bioetanol melalui proses fermentasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengumpulan data. Variabel bebas berupa dosis ragi sedangkan variabel terikat adalah kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol. Dalam penelitian ini dosis ragi yang digunakan kontrol/tampa ragi, 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Sedangkan singkong karet yang digunakan 500 gram masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) sangat berpengaruh terhapat kadar bioetanol maupun berat jenis bioetanol yang dihasilkan dari singkong karet melalui proses fermentasi. Kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol tertinggi terdapat pada perlakuan empat (R3) dengan dosis ragi 30 gram adalah 26,572% dan 0,9743 g/ml.
ANDI SUTANTO INGGUOE
2021 · Thesis · Open Access
Struktur perekonomian Indonesia membagi kegiatan ekonomi menjadi tiga (3) kelompok badan usaha,yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), koperasi dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Dari ketiga kekuatan ekonomi nasional tersebut pemerintah mengharapkan agar dikembangkan menjadi komponen-komponen yang saling mendukung dan terpadu di dalam sistem ekonomi nasional.Zaelani (2013). Masalah yang sering dihadapi dalam dunia usaha umumnya adalah kurangnya permodalan, kemitraan, serta peluang usaha. Jika hanya mengandalkan modal sendiri maka sangat sulit untuk mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi sehingga menjadi lama.Koperasi merupakan lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha dan pelayanan yang sangat membantu dan diperlukan oleh anggota koperasi dan masyarakat. Kegiatan usaha yang dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan, perkreditan, kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Hal ini dapat dilihat pada peran beberapa koperasi kredit dalam menyediakan dana yang relatif mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh dana dari bank. Berdasarkan hasil analisa diatas maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :Variabel pemberian kredit yang digunakan oleh KOPDIT swasti Sari Cabang Oesao yaitu dari segi jangka waktu, tujuan dan kegunaan nya, kolektibilitas (kredit lancar) ,dan jaminan Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi oleh jaminan yang diberikan debitur. Variabel pendapatan usaha digunakan oleh KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao yaitu pendapatan operasi dan pendapatan non operasi dengan meningkatkan pendapatan usaha setiap tahun nya.Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa variabel pemberian kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha. KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao.Hasil dari uji coefficientsa menujukan bahwa variabel pemberian kredit berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao , hasil perhitungan menujukan bahwa koefisien determinasi sebesar, 0,997, artinya angka tersebut menujukan pengaruh antara variabel independen yaitu pendapatan usaha di KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao dengan variabel dependen pemberian kredit relatif kuat karna semakin diatas nol.
DEWITA KANETY
2021 · Thesis · Open Access
Perhitungan harga pokok penjualan harus dilakukan teliti dan tepat karena berhubungan dengan harga barang yang akan dijual kepada pasar. Harga pokok penjualan atau HPP adalah patokan dalam menentukan harga jual suatu produk. Jika harga terlalu turun, maka Perusahaan bisa mengalami kerugian, sedangkan jika harga terlalu mahal, akan mengakibatkan hasil produk tidak sesuai dengan target pasar dan Perusahaan akan gagal memasarkan produk. Penetapan Harga Pokok Penjualan berkaitan erat dengan Volume penjualan yang adalah merupakan hasil akhir yang dicapai Perusahaan dari penjualan produk yang dilakukan berdasarkan target yang diasumsikan dengan realisasi yang ingin dicapai. Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah ada pengaruh penetapan Harga Pokok Penjualan terhadap Volume Penjualan Rumput Laut oleh para petani budidaya di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan jumlah Sampel Penelitian yang adalah para Petani Budidaya Rumput Laut aktif di Desa Tablolong sebanyak 20 (dua puluh) orang, dan Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis kuantitatif Uji T (Uji Pengaruh) berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada musim bagus dimana jumlah produk rumput laut meningkat, penetapan HPP berpengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan; sedangkan pada musim kurang bagus dimana jumlah produk rumput laut yang dihasilkan sedikit, tidak ada pengaruh signifikan dari HPP terhadap Volume Penjualan.