RONALD TAKALAPETA
2021 · Thesis · Open Access
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Pengancaman”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku melakukan tindak pidana pengancaman ?, 2) Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana pengancaman ? Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana pengancaman. 2) untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana pengancaman. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif dan modus pelaku tindak pidana pengancaman sedangkan vaiabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana pengancaman.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif dan modus tindak pidana pengancaman adalah :
1. Motif
a. Keinginan pelunasan hutang dari korban
b. Pelampiasan sakit hati
2. Modus
a. Terdakwa mendatangi korban dengan memegang parang dan pisau
b. Terdakwa mengancam korban dengan menggunakan kata-kata ancaman.
Bagi masyarkat secara khusus bagi Keluarga sebagai peran kontrol sosial sebaiknya mengetahui apa yang sedang dialami dan dirasakan oleh anggota keluarganya dan juga perlunya didalam keluarga tetap menanamkan nilai-nilai Pancasila sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Kasus pengancaman sudah terlalu sering terjadi di kehidupan masyarakat dimulai dari keadaan masyarakat di lingkup yang kecil hingga lingkup yang terbesar. Hal ini karena adanya kemauan dan keinginan untuk berlaku jahat kepada sesama, hingga melukai sesama. Dengan banyaknya kasus ini, penegakan hukum bagi pelakunya sebaiknya lebih ditingkatkan kembali, mengingat sebuah ancaman mampu membuat korbannya mengalami akibat yang mungkin menyakiti psikis seorang korban, karena semakin ditingkatkan penegakan hukum, maka semakin lebih dirasakan efek jera bagi pelaku kejahatan tindal pidana pengancaman.
HARTINI RIZKY MARYAM ALI
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Modus Operandi dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penghinaan Melalui Facebook”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook?; 2. Bagaimana akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian adalah: 1. Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook; 2. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Modus operandi kejahatan tindak pidana penghinaan yang dilakukan melalui facebook diantaranya adalah: a. Memposting dan menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang korban; b. Membuat akun facebook palsu; c. Memposting postingan yang memuat kata-kata hinaan dengan menyebut langsung nama korban; d. Mengirimkan hasil tangkapan layar percakapan yang memuat kata-kata hinaan serta membuka aib korban kepada orang lain; e. Memanfaatkan postingan status facebook milik orang lain. 2. Akibat hukum yang timbul bagi para pelaku : a. Pelaku dijatuhi hukuman pidana penjara; b. Pelaku dijatuhi hukuman percobaan; c. Pelaku membayar biaya perkara. Adapun saran penulis yakni: 1. Masyarakat diharapkan dapat lebih menjaga kerukunan antara sesama baik sebagai sesama umat beragama maupun saling bertetangga untuk berteman baik di media sosial terkhususnya facebook sebagai salah satu media sosial yang dapat diakses oleh semua kalangan; 2. Pengguna aktif media sosial diharapkan dapat bersama-sama mengurangi kejahatan penghinaan dengan mencoba memahami peraturan yang sedang berlaku pada saat ini; 3. Menurut hemat penulis langkah upaya penegakan hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian dalam menangani kasus penghinaan dalam penelitian ini sudah tepat, hanya saja pihak kepolisian harus lebih bekerja ekstra dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya tentang kejahatan penghinaan dan peraturan yang sedang berlaku saat ini.
I KOMANG AGUS T.TANGKAS
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi penulis berjudul “Deskripsi Tentang Sebab Dan Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimana Sebab Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?, Bagaimana Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebab terjadinya pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Jenis penelitian bersifat normative sedangkan sifat penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini menggunakan vairabel bebas dan terikat. Penulis menyimpulkan bahwa sebab pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Terdakwa hanya mengikuti permintaan dari pemilik kapal, terdakwa mendapatkan upah yang besar, sedangkan modus terjadinya tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Mengangkut barang bawaan (bawang merah) tanpa manifest atau surat izin pengangkutan, mengangkut bawang merah masuk ke kapal menggunakan kontainer kulkas agar mengelabui pihak pelabuhan, masuk ke dalam perairan Indonesia dengan barang muatan bawang merah pada malam hari untuk menghindari patroli laut, penurunan barang muatan di perairan Indonesia menggunakan 10 sampan bertujuan untuk menghindari pemeriksaan petugas Bea dan Cukai. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi pemerintah (Kementrian Bea Dan Cukai), mengaju pada sebab dan modus terjadinya tindak pidana Kepabeanan dimana hampir semuanya bermuara pada regulasi serta pengawsan yang kurang serta kepuasaan pelaku melakukan tindak pidana tersebut dengan meraup keuntungan yang besar, maka penulis menyarankan agar pemerintah dalam hal ini kementerian Bea dan Cukai lebih meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang masuk maupun keluar dari wilayah perairan Indonesia. Bagi Kepolisian, Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut yang bertugas mengamankan wilayah perairan Indonesia agar lebih memperketat tugas dan fungsi pengawasan lewat patroli laut khususnya pada waktu malam hari sehingga dapat menekan angka penyulundupan yang sering terjadi di wilayah-wilayah perbatasan antar negara.
LAZARO SATRINU ELVIA CORREIA
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul : “Penyebab Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan (Studi Pada Pengadilan Negeri Kupang)”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan? 2) Bagaimana Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan? Tujuan penelitian adalah 1) Untuk Mengetahui Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan. 2) Untuk Mengetahui Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penggelapan dalam jabatan. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi penyebab tindak pidana penggelapan dalam jabatan adalah faktor ekonomi dan kesempatan dalam jabatan. Sedangkan modus tindak pidana penggelapan dalam jabatan ialah 1) Terdakwa Bekerja Sebagai Sales. 2) Terdakwa memakai uang tersebut untuk kebutuhan pribadinya. 3) Terdakwa membuat Surat dan nota fiktif akan penjualannya. 4) Terdakwa menyimpan surat pembayaran, dan mengacu pada kesimpulan tersebut maka saran yang dapat penulis berikan adalah 1) Diharapkan bagi aparat penegak hukum dalam menangani perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan, 2) Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan penggelapan dalam jabatan agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain. Kata Kunci :Penggelapan dalam Jabatan, Faktor Penyebab, Modus Operandi.
ANGGI CORAZON SELAN
2021 · Thesis · Open Access
Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pemeliharaan Satwa Yang Dilindungi Tanpa Ijin (Suatu Kajian Sosiologi Hukum)”.
Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: Faktor-Faktor Sosiologis Apakah Yang Menyebabkan Terjadinya Tindak Pidana Pemeliharaan Satwa Yang Di Lindungi Tanpa Ijin.
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor sosiologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemeliharaan satwa yang di lindungi tanpa ijin.
Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normative.
Hasil penelitian penulis adalah faktor-faktor sosiologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemeliharaan satwa yang di lindungi tanpa ijin yaitu :
1. Faktor Rendahnya Pengetahuan Hukum Masyarakat
Rendahnya Pengetahuan Masyarakat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para pelaku melakukan Tindakan pemeliharaan satwa yang dilindungi tanpa izin. Terdakwa tidak mengerti / tidak tahu masalah hukum dan tidak tahu bahwa apabila memelihara satwa tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari pihak yang berwenang.
2. Faktor Tingkat Hukuman Rendah
Ancaman hukuman yang diberikan kepada pelaku tindak pidana pemeliharaan satwa yang dilindungi tidak berat atau sangat ringan sehingga tidak memberikan efek jera atau rasa takut kepada pelaku tindak pidana pemeliharaan satwa yang dilindungi
3. Faktor Hobi atau Kesenangan
Tindakan pemeliharaan satwa yang dilindungi tanpa izin terjadi karena rasa sayang dan kecintaanya terhadap binatang serta senang atau hoby memelihara binatang. Tidak ada niatan dari terdakwa untuk menjual satwa tersebut.
Saran yang penulis berikan adalah diharapkan lebih mengoptimalkan lagi penegakan hukum dan penindakan secara tegas dan nyata terhadap para pelanggaran memelihara satwa yang di lindungi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang ada yaitu Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990, sehingga menimbulkan efek jera bagi pelanggar, sehingga di harapkan jumlah pelanggar dalam mememlihara satwa yang dilindungi tanpa surat ijin menjadi menurun di banding tahun-tahun sebelumnya
WILSON WELHELMUS LAY
2021 · Thesis · Open Access
Judul penelitian ini ialah :Deskripsi Tentang Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Dengan Acara Pemeriksaan Cepat. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaberdasarkan deskripsi dan analisis terhadap kelima putusan Hakim dalam penyelesaian tindak pidana pencurian, maka didapati penyebab penyelesaian tindak pidana pencurian diselesaiakan melalui acara pemeriksaan cepat adalah: 1) Nilai barang yang dicuri di bawah Rp.2.500.000,- dan 2)Ketentuan hukum yang diterapkan adalah Pasal 364 KUHP. Saran penelitian ini, perlu pemahaman tentang sinkronisasi aturan untuk tindak pidana pencurian dan acara pemeriksaan cepat, karena tidak semua tindak pidana pencurian diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat, namun hanya tindak pindana pencurian ringan karena masuk dalam kategori tipiring yang memenuhi syarat acara pemeriksaan cepat. Pemahaman dapat tercapai jika pada KUHAP memiliki Pasal penjelasan konkret mengenai jenis-jenis tindak pidana yang diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat. Kata Kunci: Acara Pemeriksaan Cepat, Pencurian
KRISTIAN SALUK
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Modus dan Akibat Terjadinya Tindak Pidana Penyelundupan Barang”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1)Apa modus tindak pidana penyelundupan barang? 2)Apa akibat hukum terjadinya tindak pidana penyelundupan barang?. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui modus tindak pidana penyelundupan barang 2) Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana penggelapan barang. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor modus dan akibat tindak pidana penyelundupan barang. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyelundupan barang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi modus tindak pidana penyelundupan barang adalah dengan memanfaatkan celah pada operasional pengawasan keluar masuk barang antar negara. Sedangkan akibat hukum bagi pelaku dalam melakukan tindak pidana penyelundupan barang ialah kurungan badan dan denda serta barang yang diselundupkan disita. Sedangkan akibat bagi negara ialah kerugian materiil dan imateriil.
SAMOEL YOHANIS KAUNA TEFU
2021 · Thesis · Open Access
INTISARI Judul:Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penyelundupan Manusia perumusan masalahnya adalah faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiayang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiadan variabel terikat yaitu:putusan pengadilan dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan beberapa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia antara lain:Pertama, Faktor Ekonomi.Faktor ekonomi menjadi penyebab terjadinya penyeludupan manusiayang dilatarbelakangilapangan pekerjaan yang tidak ada yang menyebabkan adanya niat pelaku untuk melakukan pekerjaan perekrutan meskipun harus ke luar daerahatau bahkan keluar negeri.Kedua, Faktor Lingkungan, keamanan dan kenyamanan di negara asal.Faktor lingkungan daerah asal negara sebagai akibat konflik atau perang yang berkepanjanganmenjadi pendorong bagi para imigran gelap untukmeninggalkan daerah asalnya demi mencari tempat yang aman atauterlepas dari konflik dan meminta suaka kenegara-negara maju yang dapat memberikan jaminan keselamatan danperlindungan hak asasi manusia.Ketiga, Faktor Letak Geografis.Indonesia berada dalam jalur lalu lintasperdagangan duniakarenaposisinya yang sangatstrategis, dengan letak demikian strategis, praktis menjadikan Indonesia sebagai jalur yang padat akan lalu lintas Internasional, baik melalui jalur darat, laut maupun udara yang mempersulit para petugas dalam melakukanpengawasan terhadap lokasi yang rawanterjadinya penyelundupan manusiamanusiasarana pengangkutnya dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar pesisir pantai. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi bagi masyarakat tentang tindak pidana penyelundupan manusia khususnya masyarakat pesisir pantai .Kata Kunci: Penyebab dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia
FITRIYADI SELAN
2021 · Thesis · Open Access
INTISARI Skripsi ini berjudul: “Analisis Yuridis tentang Putusan Hakim Terhadap Perempuan Sebagai Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa putusan Hakim terhadap perempuan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I ada yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim sehingga menjatuhkan putusan terhadap perempuan yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perempuan pelaku tindak pidana narkotika golongan I sedangkan variabel terikat adalah putusan hakim ada yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi terhadap perempuan yang melakukan tindak pidana narkotika golongan I. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi dasar pertimbangan putusan hakim terhadap perempuan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I berupa pemidanaan adalah pelaku sebagai pengguna aktif narkotika dan pelaku bertindak sebagai perantara; sedangkan pada rehabilitasi adalah barang bukti narkotika jenis sabu kurang dari 1 (satu) gram dan pelaku merupakan pecandu narkotika; serta pada pemidanaan dan rehabilitasi adalah barang bukti narkotika jenis sabu kurang dari 1 (satu) gram, pelaku menghisap sabu sebanyak 1 (satu) kali, pelaku merupakan orang yang “diajak dan/atau dibujuk” untuk menggunakan narkotika golongan I, dan pelaku merupakan seorang ibu dari 2 (dua) orang anak dan sedang hamil 7 (tujuh) bulan. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum, dalam hal ini Hakim agar dalam menjatuhkan putusan berupa pemidanaan, rehabilitasi serta pemidanaan dan rehabilitasi haruslah bersifat yuridis dan non yuridis, secara khusus mempertimbangkan kondisi perempuan sebagai pelaku tindak pidana. Sedangkan bagi kalangan masyarakat, khususnya perempuan sebagai subyek hukum khusus agar menghindarkan diri dari bentuk-bentuk penyalahgunaan narkotika yang dapat menjerumuskan perempuan pada pemidanaan yang berujung nestapa. Kata Kunci: Dasar Pertimbangan Hakim, Penyalahgunaan Narkotika, Perempuan
APLIANA BAJA ORU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERTUKAR PASANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 1 KUPANG BARAT TAHUN AJARAN 2020/2021 Oru, B.A)* Manu, N.S.T)** Manggoa, M)** Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya Hasil belajar siswa masi rendah Di kelas VII SMP Negeri 1 Kupang barat . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa pada materi klasifikasi makluk hidup dengan menggunakan model pembelajaran bertukar pasangan di SMP Negeri 1 Kupang Barat Tahun Ajaran 2020 /2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 3 rombongan belajar yaitu VIIA-VIIC dengan jumlah kelas VII seluruhnya 106 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan mengunkan post-test di dapatkan populasi dan sampel penelitian yaitu kelas VIIA dengan jumlah 14 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB dengan jumlah 14 siswa sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan yaitu berbentuk posttest-only control design. Teknik analisis data menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa Hasil Belajar Kognitif Siswa pada kelas eksperimen tinggi memiliki persentase sebesar pada rana mengingat (C1) 92,85 %,. ranah Memahami (C2) memiliki persentase 84,28% , rana menerapakan(C3) memeliki presentase 77,14 %.sedangkan hasil belajar pada kelas kontrol memiki presentase tertinggi pada rana mengingat 77,14%, hasil belajar pada rana memahami memikili presentase 62,85%, pada rana memahami memeliki presentase 48,21 %.Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 17,392> 2,055 pada taraf signifikansi atau kurang dari 0,05tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran bertukar pasangan terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Adanya Pengaruh Hasil Belajar Kognitif Siswa pada kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol,Karena Kelas Eksperimen Menggunakan Model Pembelajaran Bertukar Pasangan Sedangkan Kelas Kontrol Menggunakan Metode Diskusi. Sehingga Dapat Disimpulkan Bahwa Penelitian Ini Adalah Terdapat Pengaruh Yang Signifikasi Pada Model Pembelajaran Bertukar Pasangan Terhadap Hasil Kognitif Siswa . Kata kunci : Model Pembelajaran Bertukar Pasangan Hasil Belajar Kognitif Siswa Keterangan * ) = Peneliti **) = Pembimbing
LIDYA LILY TEFA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK SKRINING SENYAWA AKTIF DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Tefa, L.L) * Rupidara, A.D.N) ** Sabuna, A.Ch)* Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan buah-buahan yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia juga mengandung senyawa penting seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian untuk mengetahui senyawa aktif pada ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menggunakan metode skrining dan Mengetahui Uji Aktivitas Antibakteri Escherichia coli terhadap Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan metode kertas cakram. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen preparasi sampel menggunakan maserasi dengan 3 kali pengulangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Dari hasil penelitian diperoleh 4 senyawa aktif yaitu Alkaloid, Flavanoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji antibakteri kontrol positif berupa antibiotik tetracycline memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sedangkan kontrol negatif yaitu menggunakan aquades tidak memiliki aktivitas antibakteri. Konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis yang digunakan adalah 2%, 5%, 10% dan 20%. Diameter zona hambat bakeri Escherichia coli yang diperoleh tertinggi pada konsentrasi 10% dengan zona hambat 3,8 mm. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas antibakteri, semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis, semakin luas zona hambatnya. Ekstrak dinyatakan memiliki aktivitas antibakteri dapat ditandai dengan terbentuknya zona bening pada sekitar kertas cakram, setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C Kata Kunci : Senyawa aktif, kulit jeruk nipis, Escherichia coli Timor Tengah Selatan. Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
OLIN ALFANDO NEGO SILLI
2021 · Thesis · Open Access
STUDI KARAKTERISTIK MARINATING IKAN TERI (stolephorus sp) DENGAN PERSENTASE PENGASAMAN YANG BERBEDA Olin Alfando Nego Silli1) Umbu P.L Dawa2)Dewi S. Gadi2) 1)Mahasiswa 2)Staff Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas KristenAartha Wacana Kupang Jl. Adisucipto Oesapa, PO. Box 14, Kupang-NTT, Telepon/Fax 0380-881360 e-mail: [email protected] ABSTRAK Marinating merupakan ikan yang diberi bumbu, rendaman air perasan jeruk dan bumbu, rendaman asam yang dihasilkan dari jeruk purut, asam cuka, cuka lontar secara kimiawi dapat mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis, marinasi sangat bermanfaat karena pembuatannya tidak ditambahkan dengan bumbu-bumbu masakan modern yang mengandung bahan pengawet, melainkan menggunakan bahan-bahan alami. Produk marinating ikan berfungsi untuk meningkatkan cita rasa, kesan jus dan keempukan pada daging. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pengaruh persentase pengasaman yang berbeda dengan menggunakan cuka lontar, jeruk purut dan asam cuka pada marinating ikan teri (Stelophorus sp) terhadap nilai organoleptik, pH dan kadar air. ikan teri yang sudah dibersihkan dimasukan pada wadah sampel yang sudah sesuia dengan persentase pengasaman dan jenis pengasaman yang yang berbeda, dan ditambahkan dengan bumbu-ya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah jenis pengasaman dan persentase yang berbeda. Variabel yang diuji yaitu pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa ,kadar air dan pH. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk marinating ikan teri dapat disimpulkan bahwa: Tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter kenampakan, memiliki nilai terendah pada pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,45, dan nilai tertinggi pada pengasaman 40% pada jenis asam jeruk purut nilai 8,33, pada parameter aroma, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 40% dengan nilai 7,3 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman jeruk purut 20% dengan nilai 8,2, sedangkan pada parameter tekstur, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,45 dan nilai tertinggi pada jenis pengsaman asam cuka 40% dengan nilai 8,23, dan pada parameter rasa, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,40 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman jeruk purut 40% dengan nilai 8,05. Pada parameter kadar air memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 40% dengan nilai 80,22 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman asam cuka 20% dengan nilai 83,80. Pada para meter pH memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman jeruk purut 20% dengan nilai 4,70 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman asam cuka 40% dengan nilai 4,05. Kata kunci: Marinating Ikan Teri, Jenis Pengasaaman , Persentase Yang Berbeda STUDY OF MARINATING CHARACTERISTICS OF Anchovy (Stolephorus sp) WITH DIFFERENT PERCENTAGE OF ACIDING Olin Alfando Nego Silli1) Umbu P.L Dawa2) Dewi S. Gadi2) 1)Student 2)Lecturer Staff Fishery Products Technology Study Program Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jl. Adisucipto Oesapa, PO. Box 14, Kupang-NTT, Telephone/Fax 0380-881360 e-mail: [email protected] ABSTRACT Marinating is fish that is seasoned, soaked in orange juice and seasonings, acid marinade produced from kaffir lime, vinegar, palm vinegar can chemically change raw fish to not taste fishy, marinating is very useful because it is not made with cooking spices. Modern products that contain preservatives, but use natural ingredients. Fish marinating products serve to improve the taste, impression of juice and tenderness of the meat. The purpose of this study was to determine the effect of different acidification percentages using palm vinegar, kaffir lime and vinegar in marinating anchovy (Stelophorus sp) on organoleptic values, pH and water content. The cleaned anchovy is put in a sample container that is in accordance with the percentage of acidification and different types of acidification, and added with seasoning-yes. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD). The factors tested were different types of acidification and percentages. The variables tested were organoleptic tests such as color, aroma, texture and taste, water content and pH. Based on the results of research on anchovy marinating products, it can be concluded that: The panelists' acceptance rate on the organoleptic test, on the appearance parameter, had the lowest value on 20% palm vinegar acidification with a value of 7.45, and the highest value on 40% acidification on kaffir lime acid. the value of 8.33, on the aroma parameter, has the lowest value on the type of acidification of palm vinegar 40% with a value of 7.3 and the highest value on the type of acidification of kaffir lime 20% with a value of 8.2, while on the texture parameter, it has the lowest value on the type of acidification of 20% palm vinegar with a value of 7.45 and the highest value on the type of acidification of 40% vinegar with a value of 8.23, and on the taste parameter, the lowest value on the type of acidification of 20% lontar vinegar with a value of 7.40 and the highest value on type of acidification of kaffir lime 40% with a value of 8.05. The water content parameter has the lowest value on 40% palm vinegar acidification with a value of 80.22 and the highest value on 20% vinegar acidification type with a value of 83.80. The pH meter has the lowest value for the type of acidification of kaffir lime 20% with a value of 4.70 and the highest value on the type of acidification of vinegar 40% with a value of 4.05. Keywords: Anchovy Marinating, Acidification Type, Different Percentage
NER NEMUEL O. MISSA
2021 · Thesis · Open Access
Tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd) merupakan jenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari famili Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias, tanaman peneduh, kayunya yang keras, sering digunakan masyarakat untuk mebel halus, lemari, serta alat musik, dan daun pohon ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Penelitian ini dilakukan dikawasan Hutan Oesublele, hal ini dikarenakan Hutan Oesublele merupakan salah satu kawasan konservasi yang banyak ditemukan pohon Angsana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur populasi dan sebaran habitat tanaman angsana (Pterocarpus indicus Willd) di kawasan Hutan Oesublele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi. Penentuan penempatan stasiun petak contoh dilakukan berdasarkan pembagian wilayah. Hasil penelitian menunjukan(Pterocarpus indicus Willd) pada keempat fase pertumbuhan pohon, tiang, pancang, dan semai pada analisis kerapatan, frekuensi, dominasi, serta INP dari keempat stasiun memiliki nilai yang tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lain. Pada empat stasiun penelitian yang digunakan, ditemukan 16 famili pada stasiun I, Stasiun II ditemukan 11 famili, Stasiun III ditemukan 15 famili, dan Stasiun IV ditemukan 17 famili. Dari semuafamiliyang ditemukan, yang memiliki spesies terbanyak adalah Fabaceae dan dari semua spesies yang ditemukan terdapat 3 spesies yang tidak teridentifikasi.Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan di Hutan Hutan lindung Oesublele, Desa Biloto Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS, maka perlu dilakukanya pemantauan dan penekanan terhadap sebaran spesies (Pterocarpus indicus Willd)agar dapat terkontrol serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.
MARTHA SEDEH
2021 · Thesis · Open Access
Gastropods is animal which has soft body that moves with its stomach. Gastropods has an important role for ecology, economy and education. The purpose of this study was to find out the types and diversities of the Mbiu village, Ndao Nuse sub-district, Rote Ndao Regency. Method that used in this study was line transect method. Sampling location determination technique used sampling area. The method used in this study was Quantitative descriptive method. Based on this study resulted at Mbiu beach, gastropods class foubd 7 families, they were Conidae family, Strombidae family, Trochidae family, Turbinellidae family, Cypraeidae family, Volotidae family, and Angariidae family. Gastropods diversities index on transect I, II, III at Mbiu beach was medium, because showed H’= 1,82. But, abundance, relative abudance and domination index highest on Vasum tuyrbinellus species was 7,77 Ind/m2, 31,39%, 0,09. In conlusion, gastropods population at Mbiu beach. Beside that, need to do the next study on the different seasons to find out the morphology types found and its relationship with another biota.
MESIAS SALMUN BANU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Pakan Alami Kuskus (Phalangeridae) Di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Banu M.S* Hendrik A.Ch** Nge S.T.M ** Kuskus adalah hewan berkantung (marsupial), aktif di malam hari (nokturnal), berekor panjang yang kuat (prehensile). Termasuk dalam family Phalangeridae yang memiliki enam genus yaitu, Trichosurus, Wyulda, Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, dan Strigocuscus. Kuskus merupakan hewan yang hidupnya di atas pohon (arboreal) tidak memilih jenis-jenis pohon tertentu sebagai tempat bersarang/bersembunyi. Bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus sangat variatif, dan tidak hanya pada satu bagian saja, tetapi pada beberapa jenis tumbuhan, beberapa organ tumbuhan seperti daun muda, tunas muda, buah dan bunga juga dikonsumsi oleh kuskus secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus yang ada di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekplorasi dan jelajah dengan langkah pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan survey terhadap lokasi yang pernah dijumpai adanya Kuskus kemudian melakukan wawancara terhadap sepuluh warga masyarakat yang sering berburu Kuskus selanjutnya dilakukan observasi dan identifikasi secara langsung pada jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari kuskus di hutan Gunung Timau sebanyak empat belas jenis yaitu: Gnetum gnemon, Ficus racemosa, Vocanga foetida, Ficus sp, Buchanania arborescens, Eucalyptus alba, Cryptocarya macrodesme, Myristica sp, Neolamarkia cadamba, Freycinetia aborea, Syzygium rostratum, Bischotia javanica, Nyssa javanica, Pometia pinnata. Kebanyakan jenis-jenis tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus adalah jenis pohon. Kata Kunci : Identifikasi, jenis jenis tumbuhan, Gunung Timau Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing
SANTO PAULUS ARISANDO NALIAMA
2021 · Thesis · Open Access
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.
IMELDA YUNITA KABBY
2021 · Thesis · Open Access
5. Almamater tercinta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – program studi Pendidikan Biologi – UKAW Kupang. ABSTRAK ANALISA KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI KELAS VII G SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG. Kabby I. Y)* Meha A. M)** Blegur J)*** Peneliitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan Belajar siswa dan faktor – faktor yang mempengaruhi Kesulitann belajar pada mata pelajaran IPA Biologi serta bagaimana upaya guru mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di SMP Negeri 20 Kota Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk melakukan observasi, intervieu, atau wawancara ,dokumentasi untuk mengumpulkan data selama berlangsungnya penelitian dilapangan dengan melibatkan guru Biologi Kelas VII G berjumlah 1 orang guru dan siswa di Kelas VII G berjumlah 27 siswa di SMP Negeri 20 Kota Kupang khusus pada siswa yang menemui kesulitan belajar pada mata pelajaran IPA Biologi.Keabsahan data diuji dengan kredibilitas yang mencakup perpanjangan masa observasi terus-menerus,Trianggulasi data, kajian kasus negatif, pengecekan anggota dan pengecekan sejawat, Model interaktif analisis data selama pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukan adanya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di Kelas VII G dapat ditemukan.yaitu baik dari faktor internal maupun faktor eksternal, disampingnya ada juga upaya guru secara optimal untuk mengatasi kesulitan belajar, baik yang dilakukan disekolah melalaui pengulangan materi dan ulangan perbaikan disamping diadakan pengayaan kepada siswa yang dipandang mampu atau menemui Kesulitan belajar demikian pula pemberian tugas – tugas kepada siswa yang kurang mampu baik secara individu maupun secra kelompok untuk dikerjakan diluar jam sekolah. Kata Kunci : Faktor – faktor Kesulitan belajar
MARIA YOVITA BRIA
2021 · Thesis · Open Access
Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman cabai padi (Capsicum frutescens L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai padi (Capsicum fretescens L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 8% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 2 = 12% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 3 = 16% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 4 = 20% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 5 = 50% POC daun gamal dan air kelapa, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari air kelapa dan daun gamal terhadap tumbuhan cabai, semua parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pemberian pupuk pada perlakuan 4 dengan konsentrasi sebesar 20% memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun dibandingkan perlakuan lainnya
YANUARINDA S. SERAN
2021 · Thesis · Open Access
Garam adalah salah satu pelengkap pangan yang merupakan sumber elektrolit
bagi tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
penggunaan kemasan dan lama penyimpanan garam tradisional di Kelompok
Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang Penelitian ini telah dilaksanakan
pada bulan Juni-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota
Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. Pengujian kadar air di
Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang sedangkan pengukuran suhu dan
kelembaban di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data
menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian penggunaan kemasan
dan lama penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa
Barat Kota Kupang yaitu kadar air melebihi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017),
suhu tertinggi pada penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada
penyimpanan 12 hari dengan suhu 27,9ᴼC dan kelembaban tertinggi pada
penyimpanan 12 hari dan terendah pada penyimpanan 0 hari. Dari hasil penelitian
diatas dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat
tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu garam
krosok sebanyak 18 kg, air tawar 100 liter dicampur dengan garam krosok,
penyaringan berlangsung selama ±1 jam, pemasakan selama ±6-7 jam, penirisan
garam berlangsung selama ±5 jam dan pengaruh penggunaan kemasan dan lama
penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias kadar air melebihi persyaratan
mutu garam konsumsi beriodium (SNI 3556-2016) dan syarat mutu garam bahan
baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435-2017), suhu tertinggi pada
penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada penyimpanan 12 hari
dengan suhu 27,9ᴼC dan kelembaban tertinggi pada penyimpanan 12 hari dan
terendah pada penyimpanan 0 hari
MOHAMAD ZAINI
2021 · Thesis · Open Access
INTISARI Penelitian ini berjudul “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Kematian.”,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan kematian.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatife pendekatan yang mencakup penelitian hukum terhadap Penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, penelitian terhadap sinkronisasi vertikal dan horizontal, penelitian perbandingan hukum dan penelitian sejarah hukum. Adapun maksud penggunaan jenis penelitian ini adalah disamping meneliti bahan-bahan yang ada (buku, peraturan perundang-undangan, penetapan, media internet, surat kabar, dan hasil penelitian yang diterbitkan) melalui bahan kepustakaan.Bahan hukum primer adalah bahan-bahan hukum yang bersifat mengikat. Oleh karena itu dalam penelitian ini bahan Hukum Primer yang digunakan adalah : 1).Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); 2).Kitab Undang-Undang Hukum Aacara Pidana (KUHAP) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981; 3).Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan; 4).Putusan Pengadilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan.Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik ataumasalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Terdapat 4 (empat) hal yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, antara lain :1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2) Kualitas perbuatan terdakwa. 3) Independensi Hakim. 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan.Adapun saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia antara lain :1). Agar hakim harus lebih obyektif dalam memutus dan menjatukan putusan suatu kasus tindak pidana, agar tidak menimbulkan kecemburuan hukum di dalam masyarakat. 2). Diharapkan kepada majelis hakim untuk menjadi pribadi yang memiliki latar belakang individu yang baik, sehingga di dalam memutus suatu perkara lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hukum di dalam masyarakat. Kata Kunci: Disparitas, Putusan Pemidanaan, Tindak Pidana, Lalu Lintas