Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 124 dari 195

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA CUKAI

YOHANES PATTY KUMANIRENG
2022 · Thesis · Open Access

Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah apa penyebab terjadinya tindak pidana cukai ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana cukai. Penelitian ini bersidfat deskriptif dengan jenis penelitian yaitu penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana cukai. Sedangkan Variabel terikat adalah putusan pengadilan terhaap pelaku tindak pidana cukai. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka penyebab terjadinya tindak pidana cukai adalah :: 1) Keinginan untuk mendapatkan keuntungan 2) Rendahnya kesadaran hukum 3) Kurangnya Pengawasan Mengacu pada kesimpulan, maka saran yang dapat penulis berukan dalam penelitian ini adalah Kepada Pemerintah, dalam hali ini Direktorat Bea dan Cukai untuk meningkatkan sosialisasi semua peraturan yang berkaitan dengan larangan mengedarkan barang dikenai cukai tanpa dilekati oleh pita cukai. Serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaku tindak pidana cukai. Kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku dan meningkatkan kesadaran hukum terkait pelekatan pita cukai pada barang-barang yyang dikenai pita cukai terutama minuman beralkohol dan rokok, agar tidak menimbulkan permasalahan.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS TERJADINYA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN PEMBERIAN IZIN TINGGAL OLEH WARGA NEGARA ASING

YUDHI PRASETYO
2022 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Penyalahgunaan Pemberian Izin Tinggal Oleh Warga Negara Asing”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif terjadinya tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing ? 2) Bagaimana modus yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing ? Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing. 2) untuk mengetahui modus yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yang menggunakan variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif dan modus terjadinya tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing. Sedangkan variabel terikat adalah putusan pengadilan terhada pelaku tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif dan modus terjadinya tindak pidana penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing adalah : 1. Motif a) Terdakwa melakukan tugas / pekerjaan di Indonesia dengan deadline waktu yang singkat. b) Terdakwa mengurus dan menggunakan visa on arrival / visa kunjungan yang lebih mudah dan murah pengurusannya. c) Rencana waktu tinggal di Indonesia lebih singkat dari waktu kerja dikarenakan pekerjaan belum selesai. d) Terdakwa mencari keuntungan (uang). 2. Modus a) Terdakwa mejalankan tugas sebagai pengawas dan membentuk efisiensi kerja pada perusahaan yang ada di Indonesia. b) Terdakwa menggunakan visa kunjungan saat datang ke Indonesia yang seharusnya visa ijin tinggal atau ijin tinggal terbatas. c) Terdakwa menawarkan atau menyewakan vila di Indonesia secara langsung maupun melalui aplikasi online AirBnB. d) Terdakwa menawarkan dan mengelola bisnis penyewaan vila dengan menyalaahgunakan ijin tinggal yang diberikan. e) Terdakwa melakukan bisnis (jual gelang tasbih dan ritual doa) tidak sesuai dengan ijin tinggal dan ijin dari pejabat yang berwenang. Kata kunci: Tindak Pidana, Warga Negara Asing, Imigrasi

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENYEROBOTAN TANAH

SYAHRUDDIN DJAFAR
2022 · Thesis · Open Access

Judul Skripsi Penulis Adalah Deskripsi Tentang Modus Operandi dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penyerobotan tanah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Modus Pelaku Dalam Melakukan Tindak Pidana Penyerobotan Tanah ?, Bagaimana Akibat Hukum terhadap pelaku dan korban serta status tanah yang diserobot ?.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui modus terdakwa dalam melakukan tindak pidana penyerobotan tanah dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap terdakwa dan korban serta status tanah yang diserobot. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Varibel yang digunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel Bebas (independent variable) atau yang disebut dengan variabel berpengaruh atau variabel yang mempengaruhi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus operandi dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah. Variabel Terikat (dependent Variable) atau yang disebut juga variabel output yaitu ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyerobotan tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif Pengumpulan data melalui data sekunder dari direktori Mahkamah Agung kemudian dianalisis dan dibuat kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan negeri direktori Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukan bahwa Modus dan Akibat Hukum terjadinya Tindak Pidana Penyerobotan Tanah yang dilakukan oleh terdakwa dilakukan dengan cara terencana secara baik dan tersusun dengan rapi karena semua terdakwa mempunyai peran dan tugas masing-masing sehingga memudahkan terdakwa melakukan tindakan melawan hukum dengan cara terdakwa menjual tanah yang diketahuinya tanah tersebut adalah milik orang lain dan diatas tanah tersebut telah didirikan bangunan permanen, terdakwa melakukan kegiatan penimbunan tanah dan memasang plang papan nama, terdakwa menanam benih diatas tanah yang diketahuinya ada orang lain yang memiliki hak atas tanah tersebut, terdakwa menjual tanah yang diketahuinya tanah tersebut adalah milik orang lain dan diatas tanah tersebut telah dilakukan aktifitas penanaman buah-buahan sehingga akibat hukum terhadap terdakwa, terdakwa ditahan dan dipidana penjara serta terdakwa dibebani membayar biaya perkara. Saran yang penulis berikan adalah kepada pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus memberikan pengawasan terhadap kepemilikan tanah oleh individu ataupun badan hokum. Kepada penegak hukum agar memberikan penerapan hukum secara adil kepada terdakwa atau pelaku tindak pidana

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPRERANDI DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCATATAN PALSU PADA PEMBUKUAN BANK

NOVITA WARISTA NENOHAI
2022 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Pencatatan Palsu Pada Pembukuan Bank”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimanakah modus operandi pelaku tindak pidana dalam melakukan pencatatan palsu pada pembukuan bank? 2) Bagaimanakah akibat hukum dari tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank?. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui modus operandi pelaku tindak pidana dalam melakukan pencatatan palsu pada pembukuan bank. 2) Untuk mengetahui mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus operandi yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank dan akibat hukum dari tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi modus pelaku tindak pidana dalam melakukan pencatatan palsu pada pembukuan bank adalah Pelaku melakukan perubahan data nasabah bank dan Pelaku melakukan pembaharuan kredit fiktif. Sedangkan akibat hukum dari tindak pidana pencatatan palsu pada pembukuan bank adalah terdakwa ditahan, terdakwa dipidana penjara dan pidana denda, bank mengalami kerugian materil. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi Lembaga perbankan untuk merketat pengawasan dalam merekrut pegawai atau karyawan bank untuk mengutamakan kompetensi dan kejujuran dalam menjalankan tugas dan fungsi bank, sehingga tidak menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari. Dan melaksanakan peraturan perundang-undagan yang berkaitan dengan perbankan secara efektif dan efisien. Bagi masyarkat untuk lebih hati-hati dalam berinvsetasi atau bekerja sama dalam bidang perbankan sehingga tidak merugikan masyarkat sendiri. Kata Kunci : Modus Operandi Dan Akibat , Tindak Pidana Pencatatan Palsu Pada Pembukuan bank

DESKRIPSI PENYEBAB DAN MODUS TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK

ANANDA JAYADI
2022 · Thesis · Open Access

Judul tulisan ini adalah “Deskripsi Penyebab Dan Modus Terjadinya Tindak PidanaPencabulan Terhadap Anak” jurusan ilmu hukum. Rumusan masalah: Apa saja Faktor-faktor yang menyebabkan terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak ?. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait faktor penyebab dan modus terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberap faktor sesuai dengan permasalahan penulis yakni Apasaja Faktor penyebab dan modus terjadi tindak pidan pencabulan terhadap anak adalah: 1. Motif atau penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak: a. Pelaku menonton video atau konten-konten yang bebau pornografi sehingga menyebabkan pelaku melakukan pencabulan terhadap korban; b. Pelaku birahi setelah menonton video porno sehingga melakukan tindak pidana pencbulan terhadap korban. 2. Modus Pelaku Dalam Melakukan Tindak Pidan Pencabulan a. Pelaku melakukan ancaman kekerasan terhadap korban untuk melakukan perbuatan cabul; b. Pelaku melakukan serangkaian kebohongan untuk mempengaruhi korban sehingga pelaku melakukan perbuatan cabul; c. Pelaku meraba dan meramas kemaluan korban untuk memuaskan nafsu birahinya

DESKRIPSI PENYEBAB, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PROSTITUSI ONLINE

PATRISIUS MANEK
2022 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi ini adalah Deskripsi Penyebab, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Prostitusi Online, maka penulis akan mengkaji secara lebih lanjut penyebab, modus dan akibat hukum dengan rumusan masalah apa faktor Penyebab, Bagaimana Modus dan akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana Prostitusi Online. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Penyebab, Modus dan akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana Prostitusi Online dan manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak–pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti. Variabel yang digunakan 2 (dua) yaitu Variabel Bebas yaitu Penyebab, Modus dan akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana Prostitusi Online dan Variable terikat yaitu Putusan Pengadilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Normatif dengan jenis data yang digunakan adalah Data Primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu putusan-putusan tindak pidana Prostitusi Online dan Data Sekunder yaitu bahan yang memberi penjelasan mengenai sumber data primer. Seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan buku-buku referensi lainnya. Faktor ekonomi, selain untuk mendapatkan keuntungan dan memerlukan uang tambahan untuk keperluan sehari hari. Modus cara yang dipakai mengiklankan wanita dengan mengirimkan foto dan tarif harga di media aplikasi sosial seperti WhatsUp, Beetalk, dan Michat utuk berhubungan badan. Modus dengan cara merayu dan menawarkan wanita untuk menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Modus kesepakatan imbalan antara mucikari dan PSK dari hasil berhubungan badan dengan tamu. Akibat hukum terhadap pelaku, Pelaku ditahan dan dipidana penjara, Pelaku dibebankan membayar biya perkara. Akibat hukum terhadap barang bukti ialah sebagian barang bukti dirampas untuk negara, dirampas untuk dimusnahkan dan dikembalikan kepada yang berhak, Bagi masyarakat; yang mengetahui adanya tindak pidana prostitusi online agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib, Bagi Mucikari dan PSK; Diharapkan bisa kembali ke jalan yang benar, dengan landasan agama dan hukum adat yang melarang hal tersebut. Bagi pemerintah; Diupayakan secara optimal rehabilitasi, namun yang tidak kalah penting ialah upaya pencegahan terhadap segala bentuk prostitusi maupun prostitusi online. Hasil penelitian menunjukan Penyebab, Modus dan akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana Prostitusi Online, yaitu : Kata Kunci : Penyebab, Modus, Akibat Hukum, Terjadinya, Tindak, Pidana, Prostitusi, Online.

DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI MENDISKUALIFIKASI PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH SABU RAIJUA 2020

PATRISIA GLORIA MENGGO
2022 · Thesis · Open Access

Judul: Deskripsi tentang Pertimbangan Hakim Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pilkada Sabu Raijua 2020. Permasalahan adalah: Mengapa pengajuan permohonan sengketa pemilihan umum kepala daerah Sabu Raijua melampaui 3 hari namun masih di terima di Mahkamah Konstitusi? Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasikan pasangan calon kepala daerah Sabu Raijua? Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan pengajuan sengketa pemilihan umum kepala daerah Sabu Raijua melampaui 3 hari masih diterima di Mahkamah Konstitusi dan untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasikan pasangan calon kepala daerah Sabu Raijua yang bermanfaat secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Pertimbangan hakim mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Sabu Raijua Tahun 2020 dan variabel terikat yaitu: putusan Mahkamah Konstitusi dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan sengketa pemilihan umum kepala daerah Sabu Raijua melampaui 3 hari namun masih diterima di Mahkamah Konstitusi. Eksepsi tenggang waktu pengajuan permohonan Pemohon diajukan di Kepaniteraan Mahkamah pada hari Selasa,tanggal 9 Maret 2021, namun demikian berkenaan dengan tenggang waktu pengajuan permohonan karena: pertama, adanya kondisi spesifik dalam sengketa Hasil Pemilihan Kepala Daerah Sabu Raijua, kedua, Kondisi spesifik tersebut belum diatur dalam peraturan perundang- undangan dan ketiga, adanya keadilan substantif yang mesti ditegakan. Alasan Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasikan pasangan calon kepala daerah Sabu Raijua karena: pertama, Calon kepala daerah pasangan calon nomor urut 2 atas nama orient riwu kaho kehilangan kewarganegaraan Indonesia. kedua, Kehilangan kewarganegaraannya orient riwu kore tersebut tidak diketahui oleh KPU pada saat mendaftarkan diri dan ketiga, Mahkamah konstitusi mengakomodir pasal 23 Undang-undang Nomor 12 tahun 2006.

MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENIPUAN OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA

MIEKE CHRISTIN NATALIA DARA
2022 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini adalah Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penipuan Oleh Warga Negara Asing di Indonesia. Permasalahan yang diteliti adalah modus yang digunakan oleh para pelaku tindak pidana penipuan dan akibat hukum dari tindak penipuan terhadap terdakwa, korban dan negara. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui modus dan akibat hukum dari tindak pidana penipuan terhadap terdakwa, korban dan negara sehingga menghasilkan manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dari penulisan ini adalah dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum pidana pada kalangan akademisi sedangkan manfaat praktis dari penulisan ini adalah dapat menjadi bahan masukan bagi para penegak hukum dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan oleh warga negara asing. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penulisan ini adalah modus operandi yang digunakan oleh pelaku warga negara asing terhadap tindak pidana penipuan sedangkan variabel terikat dari penulisan ini adalah terjadinya tindak pidana penipuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif dengan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan dan pengolahan data menggunakan studi kepustakaan yang dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukan modus operandi yang digunakan dalam tindak pidana penipuan antara lain : 1. Orang Asing melakukan janji bohong 2. Orang Asing menggunakan identitas palsu Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana pengangkutan hasil hutan antara lain: 1. Terhadap Terdakwa : a. Terdakwa dikenakan penahanan. b. Terdakwa dihukum penjara. c. Terdakwa dihukum membayar membayar biaya perkara. 2. Terhadap Korban : a. Korban mengalami kerugian. b. Korban mengorbankan waktu untuk menjadi saksi di persidangan. 3. Terhadap negara : a. Merugikan negara pada bidang pariwisata karena dapat mencoreng nama baik pariwisata di Indonesia.

Deskripsi Tetang Penyebab Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Karyawan Bank

ANGERIUS AGUSTINUS BRIA
2022 · Thesis · Open Access

Judul Deskripsi Tetang Penyebab Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Karyawan Bank, dengan Rumusan masalah Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank dan bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank terhadap pelaku dan korban Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor dan akibat hukum terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank terhadap pelaku dan korban. Dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel Bebas adalah variabel yang memberikan pengaruh bagi variabel terikat. Variabel bebas dalam penilitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank dan Variabel Terikait (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu yaitu tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif Pengumpulan data melalui data sekunder dari direktorat mahkama agung kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya,. Populasi dalam penelitian ini putusan direktorat mahkama agung,. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank dan Bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank terhadap pelaku dan korban yaitu faktor ekonomi dan kelalaian dan Akibat hukum terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh karyawan bank terhadap pelaku dan korban yaitu bagi Pelaku ialah Pelaku ditahan. Pelaku dipidana denda dan penjara dan pelaku membayar biaya perkara .bagi korban ialah korban mengalami kerugian materiil dan Kredibilitas korban menjadi tercoreng

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENJUALAN BAYI

CHRISTIAN TOBING
2022 · Thesis · Open Access

Judul Skripsi penulis adalah “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Penjualan Bayi”. Masalah penelitian, adalah Bagaimana modus operandi terjadinya tindak pidana jual beli bayi dan Bagaimanakah akibat hukum tindak pidana jual beli bayi terhadap penjual, pembeli dan bayi tersebut? . Sifat penelitian adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian bahwa Modus operandi terjadinya tindak pidana jual beli bayi adalah a. Mengadopsi anak (bayi) dan b. Merawat dan mengasuh bayi. Akibat hukum dari tindak pidana jual beli bayi terhadap pembeli, penjual dan bayi tersebut, yaitu: 1. Akibat hukum dari tindak pidana jual beli bayi terhadap penjual. a. Terdakwa ditahan dalam Rumah tahanan Negara berdasarkan surat pe-nahanan oleh: Penyidik, Penuntut Umum dan hakim Pengadilan Negeri. b. Terdakwa di pidana penjara dan pidana denda dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan. c. Terdakwa Membayar biaya perkara. 2. Akibat hukum dari tindak pidana jual beli bayi terhadap pembeli. Pembeli bayi pada dasarnya mengalami kerugian sebesar Rp. 3.000.000.- (tiga juta rupiah) sampai dengan Rp. 12.000.000.- (dua belas juta rupiah). 3. Akibat hukum dari tindak pidana jual beli bayi terhadap bayi. Bayi yang menjadi objek dalam tindak pidana jual beli bayi tersebut di kembalikan kepada pihak keluarga khusus kepada ibu dari bayi. Saran penulis sehubungan dengan tindak pidana penjualan bayi, sebagai berikut: 1. Pemerintah diharapkan dapat membuat Undang-undang PerlindunganAnak yang lebih komperhensif. 2. Adanya sanksi hukum yang lebih berat terhadap semua pihak yang terlibat didalam praktek Penjualan bayi. 3. Peran aktif pihak Kepolisian untuk menanggapi semua informasi yang diberikan oleh masyarakat terhadap praktek Penjualan bayi. 4. Diharapkan adanya bimbingan psikologis dan sosial dari Komisi Perlindungan Anak terhadap ibu-ibu yang hamil diluar nikah atau yang tidak menginginkan kelahiran anaknya untuk tidak dijual.

Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Terorisme

ANTONIUS APRIANUS DJANGU
2022 · Thesis · Open Access

melakukan tindak pidana terorisme? Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana terorisme? Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana terorisme dan modus pelaku melakukan tindak pidana terorisme. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu : sebab dan modus tindak pidana terorisme dan variabel terikat yaitu : putusan tindak pidana terorisme. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Nomor : 1399/PID.B/2012 /PN.JKT.PST, putusan Nomor : 1397/PID.B/2012 /PN.JKT.PST, putusan Nomor : 1400/PID.B /2012/PN.JKT.PST, dan putusan Nomor : 1402/PID.B /2012/PN.JKT.PST maka ditemukan faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana terorisme adalah : Faktor politik karena terdakwa tidak puas dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 256 Undang – Undang Pemerintah Aceh, Faktor sosial yang berkaitan dengan kesenjangan sosial dalam masyarakat aceh dan tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah, Faktor ekonomi yang berkaitan dengan kemiskinan dan ketiadaan lapangan pekerjaan bagi para pelaku dan pemerintah daerah tidak mengakomodir dalam pengangkatan sebagai pegawai Negeri Sipil dan Faktor ajaran radikal. Dalam putusan Nomor : 357 / Pid.SUS / 2019 / PN.Jkt.Tim Faktor ajaran radikal yang mengatasnamakan agama berjihad dan merencanakan penyerangan ke Mako Brimob. Modus operandi tindak pidana terorisme antara lain: Modus melakukan permufakatan jahat, Modus penggunaan pendanaan dan sarana yang digunakan dalam aksi terorisme dan Modus mengajak orang untuk melakukan aksi berjihad. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak pidana terorisme dan perlunya peningkatan pembelajaran agama yang baik untuk menghindari ajaran – ajaran radikalisme di Indonesia, bagi para penegak hukum perlu mempelajari modus – modus operandi dalam mencegah terjadinya tindak pidana terorisme terutama dari segi pendanaan terorisme.

ANALISIS PERBEDAAN PENERAPAN PASAL OLEH JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kasus Tindak Pidana Korupsi di PLS Depdikbud NTT)

ALFIS YONNIAS ADOE
2022 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul Analisis Perbedaan Penerapan Pasal oleh Judex Factie dan Judex Juris dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan Kepada Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Kasus Tindak Pidana Korupsi di Pls Depdikbud NTT), dengan Rumusan masalah Mengapa Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999,UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999,UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel Bebas adalah variabel yang memberikan pengaruh bagi variabel terkait. Variabel bebas dalam penilitian ini adalah pelaku tindak pidana korupsi dan Variabel Terkait (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu yaitu Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif. Pengumpulan data melalui data sekunder dari Direktorat Mahkamah Agung kemudian di analisis dan ditarik kesimpulanya. Populasi dalam penelitian ini putusan Direktorat Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mengapa Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi yaitu Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, UU Nomor 20 Tahun 2001 karena terdakwa melakukan penyalahgunaan kewenangan sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999, UU Nomor 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi karena terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum. KATA KUNCI : PELAKU, TINDAK, PIDANA, KORUPSI, JUDEX FACTIE, JUDEX JURIS

PUTUSAN HAKIM TERHADAP KEWENANGAN BPSK DALAM SENGKETA PERJANJIAN GADAI

CHRISTIKA KARUNIA PUTRI LAIA
2022 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi adalah, “PUTUSAN HAKIM TERHADAP KEWENANGAN BPSK DALAM MENGADILI SENGKETA PERJANJIAN GADAI”. Rumusan masalah “Mengapa Hakim PN dan MA menyatakan BPSK berwenang mengadili sengketa perjanjian gadai?” Tujuan yang ingin penulis kaji adalah “Untuk mengetahui alasan Hakim PN dan MA menyatakan BPSK berwenang mengadili sengketa perjanjian gadai”. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif. Dengan mengkaji Putusan No. 07/PEN/BPSK-Mdn/2011, Putusan 310/Pdt.G/2011/PN.Mdn, dan Putusan No. 480 K/Pdt.Sus/2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hakim PN menyatakan BPSK berwenang mengadili Sengketa perjanjian gadai karena menurut PN menyatakan pertimbangan Majelis BPSK sudah tepat dan benar sehingga Majelis PN mengambil alih pertimbangan Majelis BPSK berdasarkan Pasal 52 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen mengenai tugas dan wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan menurut MA Judex Facti tidak salah menerapkan hukum. Adapun saran dari penelitian ini yaitu : Pelaku Usaha dalam menjalankan usahanya harus dengan itikad baik dengan memberitahukan lelang yang akan dilaksanakan, sehingga Konsumen tidak merasa dirugikan karena tidak adanya pemberitahuan. “Kata Kunci: Kewenangan BPSK, Perjanjian Gadai”

Studi Variasi Plankton Berdasarkan Kondisi Oseanografi di Daerah Penangkapan Bagan Apung dan Bagan Tancap di Perairan Oesapa

NAOMI HADA INDA
2022 · Thesis · Open Access

Plankton merupakan organisme yang hidup melayang di dalam badan perairan dan mempunyai kemampuan yang terbatas. Perairan Oesapa diduga merupakan salah satu daerah perikanan tangkap ikan pelagis kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi plankton dalam komunitasnya berdasarkan kondisi oseanografi pada daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap di perairan Oesapa. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskripsi eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap Perairan Oesapa, selama dua (2) bulan yaitu Maret dan Mei 2021. Sementara untuk identifikasi sampel di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa plankton yang ditemukan di daerah penangkapan bagan apung terdiri dari fitoplankton sebanyak 178 jenis dari 3 kelas. Sedangkan Zooplankton sebanyak 195 jenis dari 11 kelas. sedangkan Fitoplankton ditemukan di daerah penangkapan bagan tancap sebanyak 179 jenis dari 3 kelas. Sedangkan zooplankton ditemukan sebanyak 162 jenis dari 8 kelas.Kelimpahan plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap mengikuti trend kedalaman dan waktu pengamatan terlihat bahwa kelimpahan plankton di kedua lokasi penelitian bervariasi. Nilai keanekaragaman Plankton di daerah penangkapan baganapung dan bagan tancap memiliki nilai keanekaragaman tinggi. Keseragaman plankton yang diperoleh pada kedua daerah penangkapan (bagan apung dan bagan tancap) kekayaan setiap individu memiliki spesies jauh berbeda. Dominansi plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap perairan Oesapa tidak terdapat spesies yang dominan lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil

Analisis Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur

STEVEN NGGIKU NJURUMANA
2022 · Thesis · Open Access

Rumput laut merupakan salah satu komoditas sumberdaya laut yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mudah dibudidayakan serta produksi yang tinggi. Desa Kaliuda merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Desa Kaliuda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Varietas rumput laut yang dicobakan adalah Varietas Sakol Kaliuda (lokal), Sakol Semau, Kultur jaringan Sulamu, dan Sakol Pasir Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, observasi dan pengambilan data langsung di lokasi penelitian serta metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba budidaya rumput laut varietas berbeda. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut selama penelitian berlangsung. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pertumbuhan harian, pertumbuhan relatif dan pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat akhir pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii tertinggi yaitu Sacol Semau dengan nilai 361,3 gram pada minggu ketujuh, dan terendah Sacol Pasir Panjang dengan berat 309,1 gram pada minggu ketujuh. Laju pertumbuhan harian tertinggi yaitu Sacol Semau dengan berat rata-rata 5,517 gram/hari dan terendah Sacol Pasir Panjang dengan berat rata-rata 4,377 gram/hari. Pertumbuhan relatif rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu sacol asal Semau dengan dengan berat 3.446 %/hari dan terendah sacol Pasir Panjang dengan berat rata-rata 2,949 %/hari Pertumbuhan mutlak rumput laut tertinggi yaitu sacol Semau dengan nilai 153,4 gram dan terendah sacol Pasir Panjang dengan nilai 122,1 gram. Faktor fisik-kimia perairan seperti suhu, salinitas, arus dan pH berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii.

Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Kawasan Pantai Konokar Ki'ik Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

FERDINANDUS BAU
2022 · Thesis · Open Access

Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami dari hutan mangrove serta fauna yang hidup di sekitarnya tanpa harus merusak ekosistem tersebut untuk membuatnya lebih menarik wisatawan. Ekowisata merupakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir yang dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu dalam pengelolaan ekowisata dan strategi konservasi hutan mangrove, keterlibatan para stakeholders sangat berperan penting. Proyek ekowisata dapat berhasil jika stakeholders melaksanakan peran mereka dalam pengelolaan ekowisata maupun konservasi hutan mangrove. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, dengan tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi yang dipakai adalah progresif dimana pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu sedang berkembang, dan memiliki prioritas yang paling tepat dilakukan adalah (1) Meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang, (2) Pengembangan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata,(3) Membangun komitmen bersama antara instansi terkait dalam proses pengembangan ekowisata ke depan, (4) Pemanfaatan potensi dan ekosistem untuk pengembangan ekowisata yang menjunjung tinggi nilai kelestarian alam

Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Nektar atau Sari Untuk Lebah Madu (Apis dorsata) Di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang

KHORNELIS FERNANDES MAU
2022 · Thesis · Open Access

Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Nektar Atau Sari Untuk Lebah Madu (Apis dorsata) di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Mau, K.) * Sabuna, A.) ** Ngginak, j.) ** Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen pada kawsan hutan Camplong. Variabel yang diamati dalam meliputi jenis-jenis tanaman persingahan lebah madu, dan jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen. Metode yang digunakan adalah metode survey pada lokasi (Hutan Camplong) tumbuhan persingahan lebah madu Di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamanatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman yang terdapat pada lokasi kawasan hutan camplong adalah tanaman hias antara lain: bunga kembang sepatu, almanda (Allamanda blancheti L), Jassia javanica, Bunga lempuyuk tanaman perkebunan antara lain: kelapa (Cocos nufiera), mangga gala-gala (Sesbania grandiflorapers), kelor (Moringa oleifera) dan Tanaman buah-buahan antara lain: jambu biji (Psidium guajava), jambu mete (Arnacidium occidentale mangga (mangifera indica), pisang (Musa paradisiaca L), sirkaya (Annona squamosa).

Studi Karakteristik Habitat Dan Tingkah Laku Harian Dugong Mawar (Dugong dugong) Di Perairan Pantai Mali Kelurahan Kabola Kabupaten Alor

JOHN FISHER DIONISIUS DUKA
2022 · Thesis · Open Access

Dugong adalah mamalia herbivore laut dan merupakansatu-satunya spesies dari family Dugongidae yang masih hidup. Dugong sendiri masuk ke dalam kategori vulnerable oleh IUCN dan Appendix I oleh CITES karena populasinya menurun di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik habitat dan tingkah laku harian Dugong (Dugong dugon) di Perairan Pantai Mali Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di Perairan Pantai Mali Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode survey/observasilangsung. Survei yang dilaksanakan dalam bentuk pengamatan terhadap karaketeristik habitat dan tingkah laku harian. Karakteristik yang diamati antara lain: (1) menentukan kawasan aktivitas dugong dengan menggunakan titik koordinat GPS; (2) mengamati karakteristik habitat dan kondisi biofisik melalui pengamatan terhadap keadaan biotik dan kondisi abiotik, dan (3) pengukuran parameter fisika-kimia yaitu suhu, salinitas dan pH. Sedangkanpengamatan tingkah laku harian dugong digunakan metode Ad libitum, yaitu mencatat setiap aktivitas dan waktu dari objek yang diamati. Keseluruhan data yang ada selanjutnya dianalisis untuk mencari kecendrungan tingkah laku dugong. Berdasarkan hasil penilitian bahwa ditemukan padang lamun pada lokasi penelitian memiliki tipe vegetasicampuran yang teriridari 3-6 spesies. Kualitas perairan baik suhu, salinitas, pH dan substrat masih dalam kondisi normal atau baik untuk pertumbuhan lamun dan mampu diadaptasi oleh dugong untuk hidup. Terdapat berbagai perilaku yang dilakukan oleh dugong di Perairan Mali seperti bernafas, mengelilingi perahu, berenang di permukaan, berenang di dasar, berenang di kolom air, makan, istirahat di dasar, memainkan kemudi, menggesekan tubuhnya ke kapal, menggesekan tubuhnya ke kemudi, mengeluarkan penis, menggesekan penisnya ke kapal, dan mencoba bermain dengan kaki manusia. Sifat alami dari dugong yang umumnya pemalu berubah menjadi berani dalam beraktivitas dengan manusia di Perairan Mali.

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONEIA

MARTHALIA A. SAILANA
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONEIA Frankie Jan Salean; Jusuf Aboladaka; Marthalia A. Sailana Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Perusahaan sebagai entitas ekonomi lazimnya memiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek perusahaan bertujuan memperoleh laba secara maksimal dengan menggunakan sumber daya yang ada, sementara dalam jangka panjang tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan konsep penting bagi investor, karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. Menurut Hery (2017:5) Nilai Perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu mulai dari perusahaan tersebut didirikan sampe dengan saat ini. Menurut Hery (2017:149) rasio likuiditas adalah sebagai rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya Hery (2017:162) mengatakan bahwa rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai oleh utang. Menurut Hery (2017:192) Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas normal bisnisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisisi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia. Adapun objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi laporan keuangan yang diperoleh melalui situs resmi www.idx.co.id. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan yaitu : Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Profitabilitas, Rasio Price Book Value. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Likuiditas, Leverage, Profitabilitas secara parsial dan simultan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV)pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KAABUPATEN FLORES TIMUR

ELISABETH K. HEWEN
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019 ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019