2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH PENEMPATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA KUPANG Kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap dari rasa puas dan bahagia akan pekerjaannya saat ini. Rasa puas ini didapat karena perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dengan baik seperti tercapainya tujuan kerja, dinamika lingkungan kerja, dan aspek-aspek lainnya yang menunjang karyawan dalam bekerja. Rasa puas akan pekerjaan ini dapat tercerminkan melalui beberapa sikap yang berubah seperti tingkat moral, disiplin, motivasi, produktivitas, capaian dan prestasi kerja yang tinggi. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang merupakan Organisasi Perangkat Daerah Tipe B yang memiliki Tugas dan Fungsi sebagaimana termuat dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Walikota Kupang melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah di Bidang Keuangan dan Aset Daerah, maka perlu didukung juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta handal dibidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja serta Kepuasan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang adalah sebanyak 44 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan Analisis Pengaruh Linear Berganda menggunakan Software SPSS versi 26. Dalam analisis pendahuluan akan dijelaskan data-data hasil tabulasi penelitian untuk di analisis guna melihat kecenderungan data menurut indikator dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan skala pengukuran Interval Dalam analisis lanjutan penelitian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Regresi linear berganda digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (dependen) Siregar (2012). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari hasil pengujian SPSS didapatkan hasil pengujian regresi linier berganda dengan persamaan regresi Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh Fhitung = 3198.970 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0.000 oleh karena itu nilai sig 0.05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya Penempatan Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi kerja (X3) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Pada hasil uji Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antar angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel indevenden. Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja dipengaruhi oleh variabel Penempatan kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja sebesar 98,8% sedangkan sisanya sebesar 0,012% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk penelitian.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul tulisan ini adalah “Tinjauan Kriminologi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis” Jurusan Ilmu Hukum. Berdasakan judul tersebut maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adala: Faktor-Faktor apa yang menjadi penyebab terjadi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual mengenai Faktor penyebab terjadinya Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundan-undangan dan putusan-putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Dilihat dari topik yang diangkat dalam penelitian ini, maka dalam penelitian ini menempatkan dua variabel penelitian, yaitu Variabel Bebas (independent variable) adalah variabel yang memberikan pengaruh pada variabel terikat yaitu faktor penyebap terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak oleh sesama jenis. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu: tindak pidana pencabulan terhadap anak oleh sesama jenis. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan penulis yakni Faktor-Faktor yang menjadi penyebab terjadi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Oleh Sesama Jenis 1. Terdakwa mengalami kelainan seksual 2. Terdakwa sudah lama tidak dilayani oleh istri 3. Terdakwa memiliki hasrat terhadap sesama jenis 4. Terdakwa memiliki orientasi seksual terhadap anak 5. Kurangya perhatian orang tua terhadap anak korban Saran yang penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terhadap setiap orang tua agar selalu memperhatikan dan mengawasi setiap anak dakarnakan anak merupakan anungrah yang harus dijaga dakarnakan anak memiliki masa depan yang panjang dan merupakan agen perubahan untuk Bangsa dan Negara 2. Kepada pemerintah memberikan edukasi lebih kepada masyarakat terkait tindak pidana pencabulan beserta bentuk atau jenisnya agar lebih banyak orang yang memahami. Untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Realita peribadahan jemaat GMIT BTN Kolhua memiliki ketidaksesuaian dengan makna Ibadah. Ibadah (avodah) merupakan bentuk ekspresi tubuh manusia secara teologis dalam melakukan penyembahan kepada Tuhan. Hal ini muncul akibat dari ibadah yang terpolarisasi. Bermula dari pandemik Covid19, peribadahan dalam gedung gereja (on site) dialihkan menjadi live streaming di rumah masing-masing (online) dan tetap dipertahankan ibadah online hingga memasuki masa endemik saat ini. Hal ini berpengaruh pada penurunan kualitas peribadahan terkhususnya pada pemaknaan, pemahaman, partisipasi dan perilaku beribadah jemaat. Oleh karena itu penulis menggunakan teori Jay Kim tentang pemahaman ibadah bersama aspek komunitas dan Kitab Suci. Keterikatan ketiga aspek ini membentuk dan membimbing jemaat untuk sampai pada penyembahan dan pengenalan yang sejati terhadap Allah, serta mengarahkan pada relasi komunal yang erat di dalam Yesus Kristus. Memberikan sumbangsih untuk polarisasi ibadah dan jemaat yang terikat pada dampak polarisasi ibadah tersebut yang mengakibatkan penurunan kualitas periadahan sehingga kualitas peribadahan menjadi lebih baik meskipun ibadah mengalami polarisasi lewat ibadaha online dan on-site. Dengan menggunakan metode deskriptif-analisis-reflektif, penulis mendeskripsikan gambaran umum gereja, dan menemukan realita tanggapan beragam mengenai peribadahan online dan on-site dari jemaat langsung setuju dan tidak setujunya peribadahan online yang masih eksis pasca pandemik disamping ibadah on site. Lalu penulis menganalisa realita yang terjadi di jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua tersebut menggunakan perspektif teori Jay Kim yaitu ibadah, komunitas, dan Kitab Suci dan merefleksikan sumbangsih ketiga persepektif itu terhadap ibadah yang terpolarisasi di gereja dan jemaat sehingga jemaat dan pembaca dapat memahami dengan benar mengenai eksistensi ibadah lebih jelas dan dapat menyikapi diri dengan benar terhadap kedua pola ibadah online dan on-site agar kualiatas ibadah tetap terjaga makna dan eksistensinya
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain, baik dalam organisasi maupun di luar organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam situasi dan kondisi tertentu. Istilah teologi kepemimpinan merupakan sebuah konsep kepemimpinan yang digunakan oleh agama Kristen sejak zaman dahulu untuk memberikan pengetahuan bagi seorang pemimpin di mana pengertian kepemimpinan Kristen ialah sebuah proses terencana dan dinamis dalam konteks pelayanan Kristen yang di dalamnya terdapat campur tangan Allah
Tulisan ini dikaji dengan metode deksriptif-analisis-refleksif, untuk mendeksripsikan apa yang akan dikaji, menganalisis dan merefleksikannya dalam konteks yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisa, GMIT sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang membuat kepemimpinan tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan berbagai macam masalah bagi seorang pemimpin. Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja, menghubungkan realitas dan harapan GMIT mengenai krisis yang sedang terjadi, maka pentingnya komitmen pelayanan sebagai bentuk upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang sedang dialami.
Model kepemimpinan Yosua ini dapat menjadi acuan bagi seorang pemimpin dalam menghadapi krisis yang terjadi. Proses yang dilewati membuat Yosua memiliki karakter yang kuat dan siap dalam mengambil keputusan ketika ada permasalahan dalam kehidupannya sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Setiap keputusan yang diambil Yosua pada saat menghadapi tantangan merupakan model kepemimpinan Yosua yang dapat diterapkan oleh pemimpin masa kini dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Yosua berani mengambil keputusan yang merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ayu Ashinta Delvina Dima 1) Haba Bunga, F.J. 2) Dethan J. J. S.3) Program studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tepung buah sukun (Artocarpus atilis) merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan. Buah sukun kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sukun juga dapat ditemukan dengan mudah dan memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penggunaan tepung buah sukun dalam produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah dari buah sukun itu sendiri. Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebahagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alami (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengering yang biasanya berupa panas (Thaib). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan Satu factor suhu. Perlakuan yang diuji adalah suhu pengeringan buah sukun yaitu 50, 60, 70, dan 80°C dengan lama waktu pengeringan masing-masing suhu 5 jam. Setiap perlakuan akan dilakukan dengan 16 pengulangan, sehingga akan diperoleh 4 satuan percobaan. Dalam penelitian ini dimulai dari proses pengupasan dan pencucian sukun, lalu di potong menggunakan pisau. Kemudian sukun dikeringkan menggunakan tray drayer/alat pengering dengan variasi suhu 50°C 60°C 70°C 80°C dan lama waktu pengeringan masing-masing 5 jam. Setelah selesai proses pengeringan, sukun ditepungkan menggunakan blender dan durasi penepungan yaitu 10 menit. Setelah penepungan selesai, tepung sukun diayak menggunakan ayakan standard Tyler untuk mendapatkan nilai diameter rata-rata butiran dan tingkat kehalusan tepung. Hasil tepung yang lolos ayakan 60 mesh digunakan untuk mengetahui kualitas fisik dari tepung sukun tersebut.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENEMPATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA KUPANG Kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap dari rasa puas dan bahagia akan pekerjaannya saat ini. Rasa puas ini didapat karena perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dengan baik seperti tercapainya tujuan kerja, dinamika lingkungan kerja, dan aspek-aspek lainnya yang menunjang karyawan dalam bekerja. Rasa puas akan pekerjaan ini dapat tercerminkan melalui beberapa sikap yang berubah seperti tingkat moral, disiplin, motivasi, produktivitas, capaian dan prestasi kerja yang tinggi. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang merupakan Organisasi Perangkat Daerah Tipe B yang memiliki Tugas dan Fungsi sebagaimana termuat dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Walikota Kupang melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah di Bidang Keuangan dan Aset Daerah, maka perlu didukung juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta handal dibidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja serta Kepuasan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang adalah sebanyak 44 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan Analisis Pengaruh Linear Berganda menggunakan Software SPSS versi 26. Dalam analisis pendahuluan akan dijelaskan data-data hasil tabulasi penelitian untuk di analisis guna melihat kecenderungan data menurut indikator dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan skala pengukuran Interval Dalam analisis lanjutan penelitian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Regresi linear berganda digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (dependen) Siregar (2012). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari hasil pengujian SPSS didapatkan hasil pengujian regresi linier berganda dengan persamaan regresi Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh Fhitung = 3198.970 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0.000 oleh karena itu nilai sig 0.05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya Penempatan Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi kerja (X3) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Pada hasil uji Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antar angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel indevenden. Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja dipengaruhi oleh variabel Penempatan kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja sebesar 98,8% sedangkan sisanya sebesar 0,012% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk penelitian.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Ashinta Delvina Dima 1) Haba Bunga, F.J. 2) Dethan J. J. S.3) Program studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tepung buah sukun (Artocarpus atilis) merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan. Buah sukun kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sukun juga dapat ditemukan dengan mudah dan memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penggunaan tepung buah sukun dalam produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah dari buah sukun itu sendiri. Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebahagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alami (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengering yang biasanya berupa panas (Thaib). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan Satu factor suhu. Perlakuan yang diuji adalah suhu pengeringan buah sukun yaitu 50, 60, 70, dan 80°C dengan lama waktu pengeringan masing-masing suhu 5 jam. Setiap perlakuan akan dilakukan dengan 16 pengulangan, sehingga akan diperoleh 4 satuan percobaan. Dalam penelitian ini dimulai dari proses pengupasan dan pencucian sukun, lalu di potong menggunakan pisau. Kemudian sukun dikeringkan menggunakan tray drayer/alat pengering dengan variasi suhu 50°C 60°C 70°C 80°C dan lama waktu pengeringan masing-masing 5 jam. Setelah selesai proses pengeringan, sukun ditepungkan menggunakan blender dan durasi penepungan yaitu 10 menit. Setelah penepungan selesai, tepung sukun diayak menggunakan ayakan standard Tyler untuk mendapatkan nilai diameter rata-rata butiran dan tingkat kehalusan tepung. Hasil tepung yang lolos ayakan 60 mesh digunakan untuk mengetahui kualitas fisik dari tepung sukun tersebut.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ilmiah ialah aplikasi secara formal sistematis dan terorganisir dari metode ilmiah untuk menjawab permasalahan yang memerlukan solusi. Tujuan penelitian hampir sama dengan tujuan ilmu pengetahuan yakni membuat penjelasan, menyusun prediksi, dan mengendalikan fenomena yang terjadi dalam satu batasan yang ditetapkan. Kehadiran buku ini (baca: book chapter) tentu tidak akan membahas penelitian secara teoretis. Banyak karya akademik yang telah membahasnya dengan komprehensif dan sangat mudah ditemukan baik di toko buku maupun di ecommerce. Agar tidak berkutat pada aspek teoretis, Book Chapter ini akan banyak berbicara metodologi penelitian secara praktis dikaitkan dengan Ekonomi Islam. Bidang Ekonomi Islam dipilih karena belum banyak literasi yang secara khusus mengkaji “Metodologi Penelitian Ekonomi Islam” apalagi dilengkapi dengan contoh-contoh proposal dan laporan penelitiannya. Ada yang menarik dalam buku ini. Kerangka epistemologi “Penelitian Ekonomi Islam” tidak hanya disusun oleh seorang akademisi saja, melainkan penerbit mengundang akademisi lintas perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki perhatian pada penelitian ekonomi Islam untuk turut berkontribusi. Pengaruhnya, kajian dalam buku ini lebih komprehensif tidak dimonopoli oleh satu mazhab kuantitatif ataupun kualitatif. Walaupun buku ini secara prinsip ditujukan sebagai materi kalangan mahasiswa program sarjana ekonomi Islam dan program sarjana terkait yang ingin mendalami “Metodologi Penelitian Ekonomi Islam”, buku ini juga dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa pascasarjana, peneliti, dan pengajar yang membutuhkan pemahaman metodologi penelitian ekonomi Islam. Penting diketahui, buku ini berisi 14 sub pembahasan yang mengkaji Metodologi Penelitian Ekonomi Islam mulai dari aspek konseptualnya, landasan filsafatnya, langkah-langkah praktis prosedur penelitian Ekonomi Islam hingga menghasilkan laporan penelitian. Karya-karya intelektual tersebut sangat patut diapresiasi dan dibumikan agar tidak menjadi literasi yang dipahami penulis, melainkan publik juga ikut tercerahkan, seperti mahasiswa ekonomi Islam baik dari tingkatan sarjana, magister, maupun doktoral.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Book Chapter ini disusun oleh sejumlah dosen dan praktisi sesuai dengan kepakarannya masing-masing. Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Metode Penelitian Bidang Muamalah, Ekonomi dan Bisnis, buku ini memberikan nuansa berbeda yang saling menyempurnakan dari setiap pembahasannya, bukan hanya dari segi konsep yang tertuang dengan detail namun juga disertai contoh sehingga mudah dipahami. Sistematika buku dengan judul “Metodologi Penelitian Bidang Muamalah, Ekonomi dan Bisnis” ini terdiri atas 10 bab yang dijelaskan secara rinci dalam pembahasan mengenai Metode Penelitian Bidang Muamalah, Ekonomi dan Bisnis, di antaranya: Pengantar Penelitian Muamalah, Paradigma dan Metodologi Penelitian Muamalah, Jenis dan Desain Penelitian, Perumusan Topik dan Judul Penelitian Muamalah, Penulisan Latar Belakang, Identifikasi Masalah dan Batasan Penelitian, Penulisan Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Membuat Kerangka Teori Penelitian, Membuat Hipotesis Penelitian, Metode dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian serta Teknik Pengolahan dan Analisis Data Penelitian.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan adalah suatu perubahan yang terjadi pada setiap individu yang berawal pada masa konsepsi baik dalam struktur maupun fungsi fisik maupun non fisik yang terjadi secara teratur dan terorganir berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan jika kita telaah bersama dari sudut pandang psikologi berbeda. Pertumbuhan dapat diartikansebuah perubahan secara kuantitatif pada fisik manusia baik faktor internal dan eksternal. Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara kualitatif yang bersifat jasmani dan rohani manusia yang saling berkesinambungan menuju ke arah yang lebih baik, dan pertumbuhan ini ada batasannya, sedangkan perkembangan terjadi sepanjang hayat manusia tidak ada batasannya Pendidikan adalah merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya tahap perkembangan, perkembangan ini merupakan suatu yang muncul pada periode tertentu dalam khidupan individu atau kehidupan masyarakat, dan apabila tugas itu dapat berhasil diselesaikan maka akan membawa kesuksesan dalam khidupan, dan apabila gagal maka akan menyebabkan ketidak bahagiaan pada diri individu atau masyarakat, maka secara otomatis akan menimbulkan penolakan dalam masyarakatdan akan mengahdapi kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas nya pada periode berikutnya, oleh sebab itu kemampuan dapat menilai dan memahami agar lebih melihat tentang perkembangan peserta didiknya dan menjadi prasyarat penting dalam proses pembelajaran.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mulai dari anak-anak hingga usia dewasa wajib mengenyam pendidikan yang dicanangkan pemerintah yaitu wajib belajar 9 tahun. Pendidikan merupakan suatu bentuk interaksi individu dengan individu lainnya (antara manusia, yang di barengi dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pendidikan menuntut terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas, beriman, beriptek dan berakhlakul karimah sebagai tujuan dari pendidikan, maka perlu pengamatan dari segi aktualisasinya bahwa pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan dari sebuah proses pendidikan. Perkembangan peserta didik merupakan bagian dari pengkajian dan penerapan psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dan sekolah menengah. Sebagai individu yang tengah tumbuh dan berkembang, peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Banyaknya peserta didik tentu akan membawa keragaman karakter. Keberagaman karakter peserta didik tentunya akan menguji kemampuan guru dalam profesionalismenya. Suasana proses pembelajaran sangat penting dalam menjalin hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik. Jika suasana tersebut terjalin dengan baik, maka hubungan timbal baliknya pun akan berkoherensi dengan baik sehingga keeratan hubungan akan terjalin dan proses pembelajaran pun menjadi lancar. Ketika proses pembelajaran menjadi lancar, maka peserta didik akan merasa nyaman untuk belajar dan berekplorasi dengan pokok bahasan dalam pembelajaran tersebut. Guru yang profesional selalu menciptakan suasana yang positif terhadap peserta didik sebelum mereka beradaptasi dan selama proses pembelajaran. Dibutuhkan kecermatan dan pikiran yang taktis serta open minded dari seorang guru dalam menyusun sebuah strategi pembelajaran. Proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif apabila guru tersebut tidak dapat memahami karakter peserta didik. Secara sederhana pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan yang lainnya. Profesionalisme yang berdasarkan keterbukaan dan kebijakan terhadap ide-ide pembaharuan itulah yang akan mampu melestarikan eksistensi sekolah/madrasah. Profesionalisme Guru Dalam Memahami Perkembangan Peserta Didik ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini terdiri dari beberapa bahasan yang cukup lengkap, mulai dari bahasan tentang ruang lingkup ilmu ekonomi, mekanisme pasar, konsep elastisitas, teori biaya, hingga pembahasan tentang sistem ekonomi di Indonseia. Dengan bahasan yang lengkap tersebut, kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujuan dan referensi bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Buku ini membahas bagian-bagian menarik dan penting seperti: Bab 1 Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Bab 2 Mekanisme Pasar: Permintaan Dan Penawaran Bab 3 Konsep Elastisitas Bab 4 Teori Perilaku Konsumen Bab 5 Teori Biaya Produksi Bab 6 Pasar Persaingan Sempurna Bab 7 Pasar Monopoli Dan Oligopoli Bab 8 Pasar Monopolistik Bab 9 Pendapatan Nasional Bab 10 Teori Konsumsi Bab 11 Teori Investasi Bab 12 Interaksi Ekonomi Internasional Bab 13 Uang Dan Lembaga Keuangan Bab 14 Inflasi Dan Pengangguran Bab 15 Kebijakan Moneter Dan Kebijakan Fiskal Bab 16 Perbandingan Sistem Sistem Ekonomi Bab 17 Sistem Ekonomi Indonesia
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "PERAN KOPERASI DALAM MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN PADA UMKM DI INDONESIA" ini merupakan salah satu luaran Riset Terapan Tahun 2021 dari KEMENDIKBUD DIKTI. Atas fasilitasi tersebut, tim peneliti dapat merampungkan riset dan menghasilkan luaran buku yang diharapkan dapat bermanfaat dalam menyokong UMKM melalui eksistensi koperasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan ekonomi kerakyatan Indonesia yang belum stabil dapat berdampak pada kehidupan masyarakat kecil. Masyarakat yang berada pada garis perekonomian menengah ke bawah perlu mendapat dukungan, salah satunya melalui eksistensi koperasi. Peran koperasi sebagi roda perekonomian nasional serta UMKM yang bergerak dalam ekonomi rakyat sudah dapat dikatakan mengalami perkembangan yang pesat dan dinamis. Pemerintah menetapkan bahwa koperasi berperan penting sebagai salah satu pelaku jalannya perekonomian di Indonesia. Sinergitas antara koperasi dan UMKM tentu harus tetap menujunjung tinggi asas-asas yang sesuai dengan Pancasila. Hal-hal terkait koperasi, perkembangan serta dinamikanya di Indonesia inilah, yang dijabarkan secara mendetail dalam buku luaran riset ini.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini berisi tentang berbagai model persaingan yang kemungkinan dihadapi oleh organisasi koperasi seperti “persaingan sempurna (perfect competition), persaingan monopolistik (monopolistic competition), bagaimana upaya yang bisa dilakukan oleh koperasi agar bisa menjadi ‘price leader’ dalam pasar persaingan oligopoli, sampai dengan bahasan kemungkinannya koperasi bisa berusaha pada pasar yang bersifat monopoli”. Selain itu, juga dibahas mengenai teori biaya transaksi yang diterapkan dalam koperasi, dan yang terakhir disajikan posisi koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional dengan menerapkan fungsi “kewirakoperasian” dan “fungsi inovatif” dalam organisasi koperasi. Harapan penulis, dengan terbitnya buku ini bisa menambah wawasan pembaca khususnya pelaku koperasi agar lebih banyak memahami teori-teori ekonomi mikro yang dapat diterapkan dalam mengelola organisasinya. Lebih luas lagi, dengan menerapkan beberapa teori yang disajikan dalam buku ini menjadikan organisasi koperasi secara umum akan terangkat derajatnya dan dapat meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian nasional, sehingga koperasi bisa berdiri sejajar dengan pelaku usaha (pesaing-pesaing) non-koperasi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Are you confused by the feedback you get from your academic teachers and mentors? This clear and accessible guide to decoding academic feedback will help you interpret what your lecturer or research supervisor is really trying to tell you about your writing—and show you how to fix it. It will help you master a range of techniques and strategies to take your writing to the next level and along the way you’ll learn why academic text looks the way it does, and how to produce that ‘authoritative scholarly voice’ that everyone talks about. This book is an easy-to-use resource for postgraduate students and researchers in all disciplines, and even professional academics, to diagnose their writing issues and find ways to fix them. This book would also be a valuable text for academic writing courses and writing groups, such as those offered in doctoral and Master's by research degree programmes. 'Whether they have writing problems or not, every academic writer will want this handy compendium of effective strategies and sound explanations on their book shelf—it’s a must-have.' Pat Thomson, Professor of Education, University of Nottingham, UK
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Third Edition of Introduction to Academic Writing, by Alice Oshima and Ann Hogue, continues in the tradition of helping students to master the standard organizational patterns of the paragraph and the basic concepts of essay writing. The text's time-proven approach integrates the study of rhetorical patterns and the writing process with extensive practice in sentence structure and mechanics. Features of the Third Edition: A step-by-step approach guides students seamlessly through the process of writing. Clear, succinct explanations help students to understand and apply key concepts and rules. Numerous models and varied practice support students at all stages of writing. NEW instruction and practice in summary writing prepare students for academic work. NEW Try It Out! exercises give students opportunities to assess mastery of skills. NEW self-editing and peer-editing worksheets mortivate students to revise their work. Introduction to Academic Writing is also available with CriterionSM Publisher's Version, which provides instant online feedback on student writing: Students simply submit their writing online and instantly receive personalized feedback on: Grammar, Usage, Style, Mechanics, Organization, and Development (essays only). Students can turn in better writing, and teachers can save time spent correcting drafts. Click on the "Resources" link to order the edition with CriterionSM Publisher's Version The Longman Academic Writing Series consists of: Level 1 Fundamentals of Academic Writing Level 2 First Steps in Academic Writing, Second Edition Level 4 Writing Academic English, Fourth Edition
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan