Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SANI

9 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12023: 42022: 12018: 1

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DI KOPERASI TIMAU KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Loyalitas karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan dan keberhasilan suatu organisasi, termasuk organisasi koperasi. Karyawan yang loyal tidak hanya memiliki komitmen untuk tetap bekerja dalam organisasi, tetapi juga menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, serta kesediaan untuk berkontribusi secara maksimal demi tercapainya tujuan organisasi. Dalam praktiknya, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan, terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Kondisi ini juga dialami oleh Koperasi Timau Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya tingkat pergantian karyawan yang cukup tinggi. Fenomena tersebut mengindikasikan perlunya perhatian serius terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan. Kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja merupakan tiga faktor penting yang diyakini memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan. Kepemimpinan berperan dalam mengarahkan, membimbing, serta mempengaruhi perilaku karyawan agar bekerja secara efektif dan selaras dengan tujuan organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan dan sikap karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaannya, seperti pekerjaan itu sendiri, upah, promosi, pengawasan, dan hubungan dengan rekan kerja.xvi Sementara itu, motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang mendorong karyawan untuk berusaha, berprestasi, dan mempertahankan kinerjanya. Apabila ketiga faktor tersebut dikelola dengan baik, maka diharapkan dapat meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Koperasi Timau Kupang yang berjumlah 37 orang. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian dan diukur menggunakan skala likert 1–10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linear berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Kepemimpinan (X1), Kepuasan Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3), sedangkan variabel dependen adalah Loyalitas Karyawan (Y). Indikator variabel kepemimpinan mencakup kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memotivasi, kemampuan komunikasi, kemampuan mengendalikan bawahan, tanggung jawab dan kemampuan mengendalikan emosional. Indikator kepuasan kerja mencakup pekerjaan, upah, promosi, pengawas, dan rekanxvii kerja. Indikator motivasi kerja mencakup balas jasa, kondisi kerja, fasilitas kerja, prestasi kerja, pengakuan dari atasan dan pekerjaan itu sendiri. sementara indikator loyalitas karyawan meliputi setia pada perusahaan, rela berkorban, dedikasi tinggi, mempromosikan perusahaan, kemauan bekerja sama, kepatuhan pada aturan, integritas dan rasa bangga. Hasiil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t, dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,650 lebih besar dari t tabel sebesar 1,692, serta nilai signifikan 0,012 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki arah pengaruh yang positif terhadap loyalitas karyawan, namun pengaruh tersebut belum cukup kuat secara statistik untuk dinyatakan signifikan. Dengan demikian, peningkatan kepemimpinan belum tentu secara langsung diikuti oleh peningkatan loyalitas karyawan, karena masih terdapat faktor-faktor lain yang turut memengaruhi loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Hasil uji t untuk Kepuasan Kerja (X2) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 3,228 > t tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kepuasan kerja memiliki peranan penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan. Semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, kepuasan kerja menjadi salah satu faktor utama yang secara nyata memengaruhi loyalitas karyawan.xviii Hasil uji t untuk Motivasi Kerja (X3) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,565 > t tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang nyata dan kuat terhadap loyalitas karyawan. Semakin tinggi tingkat motivasi kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas karyawan terhadap Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, motivasi kerja menjadi faktor penting yang mendorong karyawan untuk tetap setia, berkomitmen, dan berkontribusi secara optimal dalam organisasi. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai F hitung sebesar 8,058 lebih besar dari F tabel sebesar 2,89, dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa secara simultan Kepemimpinan (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Motivasi Kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan perubahan loyalitas karyawan, sehingga peningkatan kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja secara terpadu dapat meningkatkan loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai R2 sebesar 0,370, atau 37,0%. Hal ini berarti bahwa sebesar 37,0% variasi perubahan loyalitas karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kepemimpinan, kepuasan kerja dan motivasi kerja, sedangkan 63,0% sisanya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.xix Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang lebih dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dan tingkat kepuasan kerja dibandingkan dengan motivasi kerja semata. Oleh karena itu, pihak manajemen Koperasi Timau Kupang disarankan untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan melalui pengembangan kemampuan manajerial dan komunikasi pimpinan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan kepuasan karyawan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat loyalitas karyawan, menurunkan tingkat pergantian karyawan, dan mendukung keberlanjutan serta kinerja Koperasi Timau Kupang di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawa di Koperasi Timau Kupang, secara parsial kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang, secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang dan secara simultan kepemimpinan, kepuasan kerjai dan motivasi kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang.

MANAJEMEN INDUSTRI HASIL PERIKANAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Manajemen Industri Hasil Perikanan ini hadir sebagai referensi komprehensif bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang ingin memahami berbagai aspek strategis dalam pengelolaan industri hasil perikanan secara modern dan berkelanjutan. Setiap bab membahas tema penting mulai dari ruang lingkup, manajemen bahan baku, organisasi, fasilitas, hingga mutu, pemasaran, dan pengembangan produk, yang dikemas berdasarkan pendekatan ilmiah dan pengalaman lapangan para penulis. Dengan mengintegrasikan wawasan teknis dan manajerial, buku ini menjadi panduan aplikatif dalam mendukung daya saing industri perikanan nasional di tengah tantangan globalisasi dan perubahan lingkungan.

KONDISI BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR DESA UMALULU KECAMATAN UMALULU KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perairan laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi sumberdaya alam untuk pengembangan budidaya laut. Saat ini, Biekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut..Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi bioekologi di lokasi budidaya rumput laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2023 pesisir Desa Umalulu Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Pengambilan data echinodermata menggunakan metode belt transek sedangkan lamun dan makroalga menggunakan metode transek kuadran. Hasil penelitian yang ditemukan jenis lamun kerapatan jenis dengan rata-rata tertinggi Halodulle pinifolia 63,113 m2 dan terendah Cymodocea rotundata 7,473 m2.Kepadatan relatif rata-rata tertinggi untuk semua transek adalah Halodulle minnor 17% dan terendah Cymodocea rotundata. Persen penutupan lamun setiap transek yaitu transek 1 berkisar 35,39 %, transek 2 17,64%, transek 3 20,95% dan rata-rata 24,66%. Jenis makroalga kepadatan jenis rata-ratanya adalah untuk semua transek tertinggi Ulva reticulate 1.35 m2 dan terendah Sargassum crassifolium 0.02 m2. Kepadatan relatif rata-rata semua transek tertinggi didominasi oleh Hypnea cervicornis 30,20% dan terendah Sargassum crassifolium 0.20%. Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi makroalga. Nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,954, keseragaman kategori jenis tinggi 0,792 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,164. Untuk jenis echinodermata berdasarakan kelimpahan jenis rata-rata tertinggi Diadema setosum dengan nilai 16 m2 dan terendah Phascolosoma agassizii yaitu dengan nilai 2 m2, kelimpahan relatif rata-rata tertinggi Diadema setosum 34,78% dan terendah Phascolosoma agassizii 4,35%.Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi echinodermata nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,676, keseragaman kategori jenis tinggi 0,868 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,248

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TINGKAT PENDAPATAN KESADARAN WAJIB PAJAK DAN PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus Pada Kecamatan Kota Waingapu)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.

KONDISI BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR DESA UMALULU KECAMATAN UMALULU KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi sumberdaya alam untuk pengembangan budidaya laut. Saat ini, Biekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut..Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi bioekologi di lokasi budidaya rumput laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2023 pesisir Desa Umalulu Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Pengambilan data echinodermata menggunakan metode belt transek sedangkan lamun dan makroalga menggunakan metode transek kuadran. Hasil penelitian yang ditemukan jenis lamun kerapatan jenis dengan rata-rata tertinggi Halodulle pinifolia 63,113 m2 dan terendah Cymodocea rotundata 7,473 m2.Kepadatan relatif rata-rata tertinggi untuk semua transek adalah Halodulle minnor 17% dan terendah Cymodocea rotundata. Persen penutupan lamun setiap transek yaitu transek 1 berkisar 35,39 %, transek 2 17,64%, transek 3 20,95% dan rata-rata 24,66%. Jenis makroalga kepadatan jenis rata-ratanya adalah untuk semua transek tertinggi Ulva reticulate 1.35 m2 dan terendah Sargassum crassifolium 0.02 m2. Kepadatan relatif rata-rata semua transek tertinggi didominasi oleh Hypnea cervicornis 30,20% dan terendah Sargassum crassifolium 0.20%. Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi makroalga. Nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,954, keseragaman kategori jenis tinggi 0,792 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,164. Untuk jenis echinodermata berdasarakan kelimpahan jenis rata-rata tertinggi Diadema setosum dengan nilai 16 m2 dan terendah Phascolosoma agassizii yaitu dengan nilai 2 m2, kelimpahan relatif rata-rata tertinggi Diadema setosum 34,78% dan terendah Phascolosoma agassizii 4,35%.Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi echinodermata nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,676, keseragaman kategori jenis tinggi 0,868 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,248

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TINGKAT PENDAPATAN KESADARAN WAJIB PAJAK DAN PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus Pada Kecamatan Kota Waingapu)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.

Perjamuan Kudus Dalam Masa Pandemi Covid-19 “Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemaknaan Baru Perayaan Perjamuan Kudus Dalam Masa Pandemi Covid-19 Oleh Jemaat GMIT Alfa Omega Labat”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memberi dampak bagi kehidupan manusia termasuk kehidupan bergereja. Kondisi ini mendorong gereja untuk mencari alternatif agar jemaat dapat bersekutu. Alternatif yang ditawarkan oleh gereja mendorong jemaat untuk beribadah di rumah bukan lagi di gedung gereja. Hal ini juga berdampak dalam praktik Perjamuan Kudus. Pelaksanaan Perjamuan Kudus yang biasanya dilakukan secara rutin di gedung gereja dan dilayani oleh Pendeta berubah ke rumah-rumah tangga dan dipimpin oleh Penatua atau anggota sidi. Karena itu penelitian dalam penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Jemaat GMIT Alfa Omega Labat terkait dengan sah atau tidaknya perayaan Perjamuan Kudus yang dilakukan di rumah dan apakah mereka setuju dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh penatua atau anggota sidi sesuai dengan landasan teori yang dipakai. Penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat dengan baik dan bisa dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa bisa dilihat bahwa jemaat memiliki pemikiran yang beragam tentang Perjamuan Kudus masa pandemi Covid-19. Dari pelaksanaan Perjamuan Kudus masa pandemi ini, jemaat menemukan makna baru yaitu persekutuan yang lebih intim di dalam lingkup keluarga. Di mana dalam pelaksanaannya, jemaat berefleksi bahwa tanpa gedung, gereja tetap dapat melaksanakan pemberitaan dan pelayanan sakramen Perjamuan Kudus. Hal ini memberi makna bahwa Allah yang adalah Roh itu, tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia hadir di mana pun umat-Nya bersekutu dan dalam keadaan seperti apapun. Oleh karena itu, pelayanan Perjamuan Kudus di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di rumah dapat dilakukan karena Bait Allah yang sejati sesungguhnya adalah Allah itu sendiri dan dapat menjadi satu alternatif yang baru karena memiliki dampak positif. Selain itu, para pejabat tertahbis turut melepas jabatan mereka demi berada di tengah-tengah kerapuhan jemaat dalam menjalani Covid-19. Kata-kata Kunci: Perjamuan Kudus, Gereja, Pandemi Covid-19, Makna