Profil penulis
None
377 karya publik ditemukan.
English Grammar in Use
English Grammar in Use
Anatomi Tubuh Manusia
Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia
Fisiologi & Anatomi Modern Untuk Perawat
Anatomi Fisiologi
At a Glance Anatomi
^Penuntun Praktikum Patologi Anatomi
Soal Jawab Dan Pembahasan Anatomi Tubuh Manusia
The Study of Language
ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA PEGAWAI DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KOTA KUPANG
Kota kupang terletak diujung bagian barat pulau timur juga merupakan ibu kota provinsi Nusa tenggara timur,memiliki 6 ( enam) kecamatan yakni:kecamatan alak, maulafa,kota lama,kota raja,oebobo dan kelapa lima dengan 51 kelurahan.luas wilayah kota kupang 260,127 km2. Dengan panjang garis pantai sebesar 27 km serta luas perairan laut sebesar 120 km2 terkandung potensi lestari smberdaya perikanan tangkap berupa; potensi ikan pelagis sebesar 12.000 ton/tahun dan ikan demersal 42.000 ton/tahun,potensi lahan budidaya laut seluas 40,75ha. Serta potensi luas lahan budidaya air tawar seluas 28,13m2 . Komsumsi ikan kota kupang pada tahun 2015 sebesar 23,43 kg/kapitan/tahun(64,2 Gr/ orang/hari) dengan kenaikan rata-rata sebesar 20,68%. jumlah penduduk kota kupang per Desember 2014 sebanyak 503.763 jiwa dengan laju pertumbuhan rara-rata 3,78% serta tingkat kepadatan sebesar 1.526km2. sekitar 30,51% penduduk(83.910 jiwa)bermukim di wilyah pesisir, tepatnya pada 2(dua) kecamatan yakni: kecamatan alak dan kelapa lima yang terdiri dari kelurahan pantai. Sedangkan yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 5,52%(4.629 jiwa), pemasaran hasil perikanan sebanyak o,60%(506 jiwa), serta pengelohan hasil perikanan sebanyak 0,13% (112jiwa) Prestasi Kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2005) “Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Prabowo (2005) mengemukakan bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau dinilai. Kemampuan adalah sifat yang di bawa sejak lahir/dipelajari yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugasnya (Gibson, 1989). Kemampuan menunjukkan potensi orang untuk melaksanakan tugas/pekerjaan (Gibson, 1989 ) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan perwujudan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh (Kenneth H. 27 Blanchard, 1986 Kematangan pekerjaan (kemampuan) dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan Hasibuan (2001) adalah: “Tunjangan Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan non material) yang di berikan berdasarkan kebijaksanaan, tujuannya untuk mempertahankan dan 30 memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat”. Dengan pemberian tunjangan tersebut diharapkan berpengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja pegawai sehingga tujuan organisasi dapat tercapai Hasil Penelitian (2015) yang berjudul” Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja Serta Kinerja Pegawai Pada Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi Kalimatan Barat “Menyatakan Bahwa Kemampuan Kerja Berpengaruh signifikan terhadap prestasi pegawai.sesuai dengan judul yang di teliti” Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang. Konsep-konsep penelitian ini adalah: a. Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas. Dari hasil penelitian ini menujukkan bahwa Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang.oleh karena itu pihak dinas kelautan dan perikanan kota kupang juga harus pemberian prestasi berupa pujian serta adanya kesempatan untuk beraktifitas bagi pegawai akan setia terhadap perusahaan.
ANALISIS CASH FLOW PADA BLUD RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG
Penelitian ini berjudul “Analisis Cash Flow Pada BLUD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang“. Persoalan dalam penelitian ini adalah (1). Seberapa besar pendapatan dan pengeluaran dari Kantor BLUD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang tahun anggaran tahun 2018 dan tahun 2019.? Penelitian ini meliputi: (1) Pergerakan uang yang masuk maupun yang keluar dalam periode tertentu (cash flow). (2) Aktivitas penghasil utama pendapatan Kantor BLUD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang (aktivitas operasi). (3) aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah atau komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang analisis cash flow pada BLUD RSUD Prof. Dr. W.Z.Johannes Kupang berdasarkan hasil perhitungan rasio arus kas di sebelumnya maka ditarik kesimpulan bahwa Aktivitas investasi RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang untuk arus kas Aktivitas Operasi sebesar Rp 226,016,663,555.00,- dan pada tahun 2019 sebesar Rp 438,264,893,201.00,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp 212.248.229.646,- atau sebesar 0.94%.s masuk nilainya nol (0) karena tidak ada aktivitas investasi sedangkan untuk aktivitas arus kas keluar sebesar Rp 2,487,088,600.00,- untuk tahun 2018 dan Rp 2,968,260,836.00,- atau mengalami peningkatan sebesar Rp 481.172.236,- atau sebesar 0,19%. Aktivitas Pendanaan pada RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang pada tahun 2018 dan 2019 untuk arus kas masuk sebesar Rp 14,207,769
ANALISIS HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN LOYALITAS KARYAWAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA BELLA VITA HOTEL KOTA KUPANG
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah loyalitas. Suatu perusahaan dapat bertahan jika dalam segala kegiatan didukung oleh loyalitas dari para karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas kerja adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting untuk menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Selain itu, stres kerja juga perlu diperlihatkan karena stres yang berlebihan dari para karyawan akan membuat situasi dan lingkungan kerja suatu perusahaan akan menjadi lebih buruk, terutama saat pandemi covid-19 saat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan serta bagaimana hubungan antara lingkungan kerja dengan loyalitas kerja dan hubungan stres kerja dengan loyalitas karyawan pada Bella Vita Hotel Kupang, karena peneliti menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi karyawan saat jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Kupang semakin banyak. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan. Menurut Saydam (2009:385) loyalitas adalah tekad dan kesanggupan menaati, melaksanakan,, dan mengamalkan sesuatu yang dipatuhi dengan kesadaran dan tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta pembuatan tugas. Nitisemito (2009) menyatakan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerjaan dan dapat mempengaruhi seorang karyawan dalam menjalankan tugas tugas yang dibebabnkan kepadanya. Menurut Mangkunegara (2013:87) stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres tidak timbul begitu saja namun sebab–sebab stres timbul umumnya diikuti oleh faktor peristiwa yang mempengaruhi kejiwaan seseorang, dan peristiwa itu terjadi di luar dari kemampuannya sehingga kondisi tersebut telah menekan jiwanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Bella Vita Hotel yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa lingkungan kerja pada Bella Vita Hotel Kupang berada dalam kategori sangat baik, stres kerja karyawan dalam kategori cukup tinggi, dan loyalitas karyawan dalam ketegori baik. Indikator dari masing masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui bahwa lingkungan kerja mempunyai hubungan positif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,041 dan correlation coefficient sebesar 0,462 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula loyalitas karyawan, dan sebaliknya. Sedangkan stres kerja mempunyai hubungan negatif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,042 dan correlation coefficient sebesar -0,459 yang berarti semakin tinggi stres kerja, semakin rendah loyalitas karyawan, dan sebaliknya.
ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN TERSIER AIR MUSIM TANAM 1 PADA DAERAH IRIGASI LEKONA KECAMATAN PANTAI BARU KABUPATEN ROTE NDAO
Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi LekonaDesa Lekona, Kecamatan PantaiBaru Kabupaten Rote Ndao pada bulan November 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Lekona terhadap tanaman padi sawah di Desa Lekona.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di lahanpadi sawah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada Daerah Irigasi Lekona. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit saluran irigasi, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian analisis efisiensi penyaluran tersier air musim tanam 1 pada daerah irigas Lekona Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan panjang titik ukur saluran 5 m. Kecepatan air pada saluran tersierdi Daerah Irigasi Lekona sebesar 28.512 mm/hari dikali 1 musim tanam (90 hari) = 2.566.080 mm untuk lahan seluas 160 ha. Sedangkan air yang dibutuhkan pada di lahan sebesar 13,824 mm/hari di kali 1 musim tanam (90 hari) sebesar 1.244.160 m3 untuk mengairi lahan persawahan seluas 160 ha. Jadi jumlah air yang lebih pada 1 hari sebesar 14.688 mm/hari sedangkan air yang lebih untuk 1 musim tanam sebesar 1.321.920 mm. Maka ketersediaan air di daerah irigasi Lekona pada musim tanam 1 lebih tinggi dari pada air yang dibutuhkan di lahan seluas 160 ha.
Kajian Yuridis Putusan Pengadilan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Putusan Nomor. 41 K/Pid/2020)
Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah Bagaimanakah pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas namun Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku pembunuhan. Dengan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Dasar Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas akan tetapi Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku pembunuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan sedangkan variable terikat dalam penelitian ini adalah Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan tetapi dibatalkan oleh Mahkamah Agung dan dijatuhi putusan pemidanaan. Berdasarkan hasil penelitian maka dasar pertimbangan hakim pengadilan negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan adalah karena alat bukti yang diajukan oleh Penuntut umum tidak memenuhi batas minimum pembuktian. Dengan alasan bahwa keterangan yang diperoleh dari saksi tanpa didukung oleh keterangan saksi lainnya atau alat bukti lainnya sehingga majelis hakim berpendapat bahwa satu saksi tidak dapat dipakai untuk menjatuhkan pidana pada diri seseorang atau dengan kata lain seorang saksi bukan saksi/unus testis nullus testis dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal 183 KUHAP yang menyatakan bahwa Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah. Sedangkan dasar pertimbangan hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan karena Judex Facti telah salah dan tidak menerapkan peraturan hukum sebagai mana mestinya serta tidak mempertimbangkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar sesuai fakta hukum yang terungkap di muka sidang.
PENGARUH MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang)
ABSTRAKSI Pajak memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketidaksesuaian ratio antara pegawai pajak dengan wajib pajak mengakibatkan kurang optimalnya implementasi perpajakan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan adanya administrasi perpajakan yang sederhana, cepat, dan mudah dilakukan agar pajak dapat secara optimal menjangkau penduduk, entitas badan, serta ekspatriat wilayah Negara kesatuan republik Indonesia. Hal ini dapat membuat Direktorat Jenderal Pajak mereformasi sistem perpajakan yang ada.Dewasa ini reformasi dibidang perpajakan ditandai dengan ditetapkan visi oleh Direktorat Jenderal Pajak yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat.Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga menetapkan misi fisikal untuk menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undang-undang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi. Konsep dari modernisasi perpajakan adalah pelayanan prima dan pengawasan intensif dengan pelaksanaan good governance.Tujuan modernisasi antara lain; meningkatkan kepatuhan pajak, kepercayaan terhadap administrasi perpajakan dan memacu produktivitas pegawai pajak yang tinggi. Kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi sistem administrasi perpajakan, pelayanan pada wajib pajak, penegakan hukum perpajakan, pemeriksaan pajak dan tarif pajak. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang berbentuk sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua Negara di dunia mengenakan pajak kepada warganya, kecuali beberapa Negara yang kaya akan sumber daya alam yang dijadikan sebagai sumber penerimaan utama Negara, tidak mengenakan pajak (pandiangan 2008:65). Bagi Indonesia , penerimaan pajak sangat besar peranannya dalam mengamankan anggaran Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun. Kata kunci: modernisasi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak
PENGARUH REMUNERASI TERHADAP MOTIVASI DALAM PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKKAN KOTA KUPANG
ABSTRAKSI Penelitian ini yang berjudul ”Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang”. Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang. Persoalan Penelitian Apakah remunerasi berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 2). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 3). Untuk mengetahui remuerasi terhadap kualitas dalam pelayanan publik pada kantor Dinas KependudukkanKota Kupang. Berdasarkan rumusan masalah dan landasasan teori maka yang dikaji dalam penelitian ini didefinisikan sebagai berikut: Remunerasi merupakansalah satu implementasi kebijakan yang sering dikaitkan dengan dunia ketenagakerjaan, terutama dalam konteks sistem pengupahan atau penggajian. remunerasi dikaitkan dengan penataan kembali sistem penggajian pegawai yang didasarkan pada penilaian kinerja, dengan tujuan terciptanya sistem tata kelola pemerintah yang baik dan bersih juga kerap kali digunakan secara kontekstual, sehingga memiliki keragaman arti. Motivasi merupakan sesuatu kekuatan potensial yang ada dalam diri manusia yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan dari luar yang berupa tujuan atau insentif. Motivasi kerja mempunyai peranan yang penting dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk bekerja secara optimal (Rosnida et al.,2011).Winardi (2007:6). Pelayanan publik adalah “kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai haknya (Moenir, 2002). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor dinas kependudukkan kota kupang sejumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor Dinas kependudukan Kota Kupang sejumlah 50 orang. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Remunirasi berpengaruh positif terhadap Motivasi dalam pelayanan publik di kantor dinas Kependudukan Kota Kupanghal ini dapat lihat dimana t Hitung sebesar 2,098 > t Tabel sebesar 1,095. Kata Kunci :Remunerasi,Motivasi,Pelayanan Publik
ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DI GEREJA (Studi Pada Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Hal’o Bieto Desa Niukbaun)
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu : Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan di Gereja, dan yang menjadi persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah Bagaimana Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan di Gereja Hal’o Bieto? Konsep dalam penelitian ini adalah : (1) Akuntabilitas yang merupakan salah satu unsur dari Good Governece dan sering dituntut oleh pihak Principal dalam proses akuntansi, khususnya dalam sistem pengelolaan keuangan gereja. Akuntabilitas dalam organisasi gereja meliputi aspek spiritual, sosial dan keuangan oleh para anggota jemaat dan pimpinan gereja lewat perilaku mereka setiap hari (Saerang; 2001). Akuntabilitas juga memiliki beberapa indikator umum (Dadang Solohin; 2007) yaitu : adanya kesesuainan antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan, adanya sanksi yang ditetapkan atas kesalahan atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas serta adanya output dan outcome yang terukur. Dengan pengelolaan keuangan yang bersifat akuntabel maka pengelola keuangan dapat memberikan pertanggungjawaban kepada jemaat selaku pemberi amanah yang memiliki hak dan kewenangan untuk mendapatkan pertanggungjawaban tersebut. (2) Transparansi adalah terbukanya akses bagi masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai perancanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan gereja. Transparansi sendiri memiliki 6 prinsip yang dikemukakan oleh Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yaitu : adanya informasi yang mudah dipahami dan diakses, adanya publikasi dan media mengenai proses kegiatan dan detail keuangan, adanya laporan berkala mengenai pendayagunaan sumber daya dalam perkembangan proyek yang dapat diakses oleh umum, laporan tahunan, website atau media publikasi organinsai serta pedoman dalam penyebaran informasi. Transparansi laporan keuangan digereja meliputi : laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. Dengan adanya transparansi pengelolaan keuangan maka dapat memberikan informasi keuangan yang jujur kepada jemaat berdasarkan pertimbangan bahwa jemaat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pengelolaan keuangan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam gereja. Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, benda-benda, tumbuh-tumbuhan, peristiwa, gejala-gejala ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan (Nawawi, 1993). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Jemaat dan Majelis Jemaat Harian di Gereje (GMIT) Hal’o Bieto Niukbaun. Menurut Arikunto (2002) sampel merupakan bagian representatif dari populasi yang diteliti. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah : Ketua Majelis Jemaat Gereja, Sekretaris Gereja, Bendahara Gereja dan Jemaat 1% Dalam pengorganisasian penelitian, pada tahap pengumpulan data peneliti perlu memilih teknik pengumpulan data yang disesuaikan dengan bentuk data yang dibutuhkan dalam penelitian. Untuk itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi serta menggunakan jenis data internal yaitu data yang diambil dari tempat dilakukannya penelitian. Penelitian ini juga menggunakan sumber data primer yaitu data-data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau informan. Analisis pendahuluan yang dimaksud yaitu untuk menyajikan data hasil penelitian menurut konsep dan indikator empirik agar dilihat kecenderungan hasil penelitian. Agar dapat menjelaskan gambaran umum objek, maka dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara terhadap bendahara gereja dan Sekretaris UPPMJ Tata Usaha yang melakukan pecatatan hingga pelaporan keuangan. Hasil wawancara yang diperoleh tersebut dapat menjawab esensi dari penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis menyajikan kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : (1) Akuntabilitas pencatatan keuangan gereja (GMIT) Hal’o Bieto tidak berdasarkan PSAK 45. Hal ini dikarenakan sistem pencatatan laporan keuangan gereja menggunakan sistem pencatatan berbasis kas yang ditentukan oleh gereja. (2) Gereja Hal’o Bieto tidak menerapkan sanksi kepada sekretaris dan bendahara yang mengelola uang karena tidak adanya ahli akuntansi yang membantu mengelola keuangan sehingga mereka membantu mengelola keuangan gereja dengan sukarela. Oleh karena itu jika terjadi kekeliruan dalam mengelola keuangan maka akan dipertimbangkan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut. (3) Tercapainya output dan outcome yang terukur dikarenakan partisipasi jemaat yang baik dalam melaksanakan setiap program yang direncanakan oleh gereja. (4) Gereja selalu mengumumkan dan menyediakan dokumen keuangan setiap minggunya sehingga jemaat dapat melihat dan mengakses laporan keuangan tersebut. (5) Kejelasan dan kelengkapan informasi yang diberikan oleh pengurus keuangan gereja kepada jemaat sangat baik dan dapat dipertanggungjawabkan. (6) Kerangka regulasi yang digunakan dalam Gereja (GMIT) Hal’o Bieto dapat menjamin transparansi pengelolaan keuangan dalam gereja tersebut
ANALISIS ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN (Studi Pada Koperasi Harmoni Jaya Tahun 2014-2018)
“ANALISIS ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA KSP KOPDIT HARMONI JAYA TAHUN 2014-2018” ABSTRAK Penelitian ini berjudul “AnalisisArusKasuntukmengukurKinerjaKeuanganpada KSP KopditHarmoni Jaya tahun 2014-2018”. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah kinerjakeuangandiukurmenggunakanrasioaruskas KSP KopditHarmoni. Serta menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimanakinerjakeuangan KSP KopditHarmoni Jaya diukurmenggunakanaruskaskoperasi ?”. Berdasarkan laporan arus kas tahun 2014-2018. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan wawancara. Objek penelitian berupa data neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas dan alokasi pembagian Sisa Hasil Usaha serta gambaran umum koperasi di tahun 2014-2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio arus kas yang terdiri dari rasio Arus Kas Operasi (AKO), rasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB), rasio Cakupan Kas terhadap HutangLancar (CKHL), rasio Pengeluaran Modal (PM), rasio Total Hutang (TH), rasio Arus Kas Bersih Bebas (AKBB). KinerjaKeuangan KSP KopditHramoni Jaya tahun 2014-2018 dinilai dari rasio laporan arus kas dinyatakan belumcukup baikdikarenakandari perhitungan keenam rasio arus kas di atas menyatakan bahwahanyaterdapat 2 rasio yang memenuhi standar >1, dan 4 rasio yang tidak memenui standaryaitu 1<. Rasio yang tidak memenuhi standar yakni rasio Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL), Arus Kas Bersih Bebas (AKBB), Total Hutang (TH) dan rasio yang sudah memenuhi standar yakni Pengeluaran Modal (PM) danrasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB). Dalam hal ini Koperasi tidak mampu membayar kemampuan kewajiban lancar dan serta kurang mampu menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya. Koperasi harus mampu meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi agar kewajiban jangka pendek terpenuhi, memaksimalkan dan mengelolaarus kas dariaktivitas pendanaan, maupuninvestasi agar kegiatandanaliranuangdapatberjalandenganefektifgunamendukungkelancaranaktivitaskeuangandalamkoperasi. Kata kunci:Rasioaruskas, kinerjakeuangan