Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.

3.718 karya publik ditemukan.

22022: 12121: 12026: 952025: 702024: 392023: 5562022: 7122021: 13172020: 2012018: 732017: 32016: 52015: 12014: 12011: 12010: 12009: 21989: 11018: 20208: 1

Gereja siaga

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program "Gereja Siaga" dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam konteks teologi sosial. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di jemaat dengan melibatkan berbagai jaringan, termasuk pemberitahuan, pendanaan, transportasi, keluarga berencana, donor darah, dan katekisasi. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang menjadi fokus utama perhatian gereja. Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan fisik dan spiritual anggotanya, termasuk ibu dan anak. Pendekatan teologi sosial yang digunakan dalam penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani isu-isu sosial sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program "Gereja Siaga" telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak di jemaat, namun masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kendala finansial dan kondisi ekonomi jemaat yang umumnya tergolong sangat miskin. Analisis teologi sosial dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa program "Gereja Siaga" yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di sekitar gereja. Gereja didorong untuk terus berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial sebagai perwujudan misi Kristus di dunia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu teologi sosial dan sumbangsih praktis bagi jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam mengoptimalkan program "Gereja Siaga" demi kesejahteraan ibu dan anak di komunitas mereka.

IBADAH INTERGENERASI:Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Urgensi Nilai-Nilai Ibadah Intergenerasi Menurut Pemahaman Jemaat Maranatha Oebufu Klasis Kota Kupang Timur

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ibadah intergenerasi merupakan bentuk ibadah yang melibatkan seluruh generasi dalam jemaat, dengan tujuan menciptakan ketersalingan dan memperkuat hubungan iman antar generasi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan generasi yang sering terjadi di lingkungan bergereja, di mana kelompok usia yang berbeda sering kali terpisah dalam kategori pelayanan masing-masing, yang dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan jemaat, khususnya pemuda, serta majelis Jemaat Maranatha Oebufu mengenai ibadah intergenerasi dan bagaimana implementasi serta refleksi teologis dari ibadah tersebut dapat diterapkan di gereja mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat Maranatha Oebufu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Responden penelitian termasuk pemuda dan majelis jemaat yang memberikan pandangan mereka tentang urgensi dan manfaat dari ibadah intergenerasi. Metode penulisan yang digunakan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini adalah metode deskriptif-analitis-reflektif untuk mendiskripsikan dan menganalisis masalah, serta tiba pada suatu refleksi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah intergenerasi sudah diterapkan di GMIT Maranatha Oebufu tetapi dengan nomenklatur yang berbeda. Banyak jemaat, termasuk pemuda, merasa bahwa ibadah intergenerasi dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Namun, ada juga tantangan dalam implementasinya, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dalam hal liturgi dan keterlibatan seluruh generasi. Ibadah dapat didefinisikan sebagai respons komunitas Kristen terhadap kasih Allah, yang diwujudkan melalui pujian yang tulus dari hati serta refleksi mendalam dalam pikiran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengasihi diri sendiri sebagaimana mereka mampu mengasihi orang lain dan seluruh ciptaan Allah. Definisi ini mengimplikasikan bahwa setiap individu dalam komunitas orang beriman bertujuan untuk menunjukkan iman mereka kepada Allah dan mendorong terjadinya perubahan. Kata Kunci: Ibadah, Intergenerasi, Kesenjangan Generasi.

MADE HARRO - MATI TIDAK WAJAR Tinjauan Teologis Terhadap Cara Keluarga Duka Membebaskan Diri Dari Kutuk Made Harro, Menurut Orang Sabu di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami konsep kutuk dalam perspektif masyarakat Sabu, khususnya dalam konteks peristiwa Made Harro, yakni kematian yang dianggap tidak wajar dan diyakini terjadi kepada orang yang telah melanggar aturan, perintah, dan larangan dari Deo Ama (Tuhan). Penelitian ini juga mengkaji mekanisme yang ditempuh oleh masyarakat Sabu untuk membebaskan diri dari kutukan tersebut serta refleksi teologis terhadap fenomena ini dalam komunitas Kristen GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat–Raijua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang menitikberatkan pada pengamatan mendalam. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk melakukan kajian fenomena yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kutuk masih sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Sabu Mesara. Meskipun banyak jemaat Kristen mulai meninggalkan praktik ini, beberapa masih melakukannya sebagai bentuk perpaduan antara tradisi budaya dan kepercayaan agama Kristen. Kutukan dianggap sebagai penyebab utama peristiwa Made Harro dan berdampak pada relasi sosial serta harmoni dalam komunitas. Kutukan ini diyakini dapat ditularkan oleh orang yang sudah meninggal dan juga keluarganya kepada orang lain, sehingga memerlukan ritus adat tertentu, yang di dalamnya termasuk penggunaan simbol-simbol tertentu, pengorbanan hewan, dan ritual pembersihan yang dipimpin oleh tokoh adat seperti Rue dan Deo Rai yang bertujuan untuk memutus rantai kutukan tersebut. Secara teologis, penelitian ini merefleksikan bagaimana pemahaman kutukan dalam tradisi Made Harro dapat dilihat dari kaca mata ajaran Kristen. Penelitian ini menggunakan berbagai teori, termasuk pandangan Kristen tentang kematian dan kutuk, serta perspektif antropologis yang melihat kutukan dari sudut pandang berbagai budaya. Selain itu, teori “Kambing Hitam” dari Rene Girard digunakan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Sabu menyalurkan ketegangan sosial ke satu objek tertentu, yang kemudian dijadikan sebagai korban dalam ritus adat untuk menciptakan rekonsiliasi dan solidaritas dalam masyarakat yang sedang mengalami krisis. Berdasarkan teori Girard, ritus tersebut dapat dipahami sebagai mekanisme kambing hitam. Namun, René Girard justru mengkritik mekanisme kambing hitam sebagai upaya manusia untuk mengatasi dampak negatif dari dosa dan mencari pembebasan melalui kekuatan sendiri dan tidak memberikan solusi yang sejati terhadap dosa dan konsekuensinya. Sebagai gantinya, Girard menekankan bahwa solusi sejati terletak pada karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Penelitian ini menyoroti peran gereja sebagai agen transformasi dan pendamaian di tengah masyarakat Sabu, membantu mereka menemukan makna kehidupan yang sejati dan kematian di dalam Kristus, serta menolong jemaat terlepas dari belenggu kepercayaan akan kutuk atau pengucilan sosial.

RITUS TOUT NINIK: Suatu Tinjauan Teologi Tentang Ritus Tout Ninik (Bakar Lilin) di Jemaat GMIT Eklesia Bestobe-Klasis Mollo Utara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritus diyakini sebagai suatu tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu tempat tertentu untuk tetap menjaga identitas dirinya. Pelaksanaan ritus juga diyakini sebagai suatu upaya manusia untuk menjaga hubungannya dengan leluhur atau pendahulunya. Pelaksanaan ritus semacam ini juga masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat Bestobe, khususnya anggota jemaat GMIT Eklesia Bestobe. Di tempat ini, jemaat masih memelihara ritus Tout Ninik atau secara harafiah diartikan sebagai membakar lilin. Ritus ini masih tetap dihidupi dengan maksud melibatkan secara penuh eksistensi dari para leluhur dalam rencana kehidupan keturanannya untuk kehidupan yang akan datang, misalnya dalam melanjutkan studi. Ritus ini kemudian dia nggap menjadi suatu problem iman ketika jemaat yang ada masih tetap mempertahankan budaya ini. Ada dualisme yang muncul dalam praktik budaya ini yakni apakah Kristus masih menjadi pusat iman atau sebaliknya leluhur mengambil alih peran ini. Atas dasar itu maka tulisan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kesenjangan ini dan sejauh mana iman Kristen merespons ritus yang sudah berurat akar dalam kehidupan masyarakat Bestobe. Guna mencapai tujuan ini maka tulisan ini akan menggunakan metode penelitian lapangan dan diimbangi dengan studi Pustaka. Data yang didapat dari wawancara akan diolah dan kemudian dielaborasikan dengan teori yang mendukung atau juga mengkritisi budaya yang ada. Tujuan dari hal ini yakni memperlihatkan kesenjangan budaya dan iman dan bagaimana keduanya ada di dalam pertemuan dan ketegangan di waktu pelaksanaan ritus Tout Ninik di Bestobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritus Tout Ninik pada satu pihak memiliki nilai-nilai positif dan perlu dilestarikan tetapi di pihak lain mengandung unsur sinkritisme yang mengarah kepada penyembahan kepada leluhur sehingga gereja perlu mendidik warganya untuk tetap menjadikan Kristus sebagai titik sentral iman Kristen.

THEODORE SUMARTANA Studi Pemikiran Theodore Sumartana dan Implikasinya Bagi Dialog Umat Beragama di FKUB Kota Kupang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umat beragama berupaya mempertahankan identitas dan meraih aspirasi mereka, tetapi di sisi lain, mereka juga diminta memberikan kontribusi penting untuk memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa. Dalam situasi ini, dibutuhkan kebijaksanaan dan kedewasaan di kalangan umat beragama untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan nasional. Kerukunan dalam hidup bersama adalah keharusan dan harapan setiap individu, terutama di tengah kemajemukan agama di masyarakat Indonesia. Meskipun semua manusia dan agama memiliki nilai-nilai perdamaian serta komitmen anti-kekerasan, sayangnya, kekerasan atas nama agama sering kali terjadi, merugikan umat dengan jumlah yang tidak sedikit. Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, dalam menghadapi kebuntuan atau disebut juga sebagai kemandulan teologi, Theodore Sumartana menyarankan suatu bentuk tanggapan dengan mengembangkan dialog umat beragama yang disebut sebagai upaya refleksi teologis untuk menempatkan pluralisme sebagai pusat perhatian. Kebebasan beragama merupakan unsur yang sangat penting dalam menjalankan kesejahteraan dan keamanan di tingkat nasional dan internasional. Mengingat signifikansinya bagi individu, bahwa negara seharusnya tidak memiliki hak untuk menentukan agama bagi warganya. Ia meyakini bahwa setiap agama perlu mengembangkan konsep theologia religionum sebagai dasar untuk membangun dialog dan kerja sama antar-agama di masa yang akan datang. Tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks FKUB di Kota Kupang. Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep dialog Umat Beragama di konteks Kota Kupang harus dilihat secara positif sekaligus kritis. Dalam wacana dialog antar umat beragama, diperlukan kolaborasi yang selaras antara pihak-pihak yang terlibat, termasuk GMIT, FKUB, dan pemerintah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam dialog, yang juga melibatkan upaya advokasi, seperti pembimbingan dan pendampingan. Setiap individu maupun kelompok didorong untuk adanya inisiatif mengembangkan konsep dialog yang aktif untuk perubahan dan pembaharuan, semuanya menjadi esensial dalam membangun dan memperkuat hubungan antar agama. Prinsip kesatuan dalam keberagaman menjadi inti untuk mengajarkan tentang pentingnya hidup bersama dalam kasih dan memberikan dukungan yang saling membangun bagi kehidupan umat beragama.

HUKUMAN MATI “Suatu Tinjauan Teologis Etis terhadap Pemahaman Jemaat Gloria Kayu Putih mengenai Hukuman Mati dan Implikasinya bagi Gereja Masehi Injili di Timor”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hukuman mati bagi para pelaku kejahatan menjadi polemik dalam setiap lapisan masyarakat dan juga warga gereja. Hukuman mati dianggap baik bagi yang menyetujui hukuman mati karena telah merusak diri orang lain, tetapi bagi yang menolak hukuman mati mereka mengatakan bahwa hanya Tuhan yang dapat mengambil nyawa manusia. Manusia tidak berhak atas hak hidup seseorang. Gereja menghargai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, tetapi Gereja juga menjalankan perannya sebagai mitra kritis pemerintah dalam perjuangan mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. Penolakan terhadap hukuman mati adalah wujud kepedulian gereja terhadap penegakan HAM dan kehidupan yang bermartabat. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih mengenai putusan Hukuman Mati. GMIT menyatakan bahwa Tuhan memberi kehidupan untuk dirawat dan dipelihara. Hak untuk mengambil kembali kehidupan berada di dalam tangan Tuhan. Tugas manusia adalah menjaga kehidupan yang dianugerahkan-Nya. Apabila kehidupan manusia tercemar oleh dosa, tidak berarti manusia berhak mengakhiri kehidupan itu. Manusia terpanggil untuk turut serta dalam karya penebusan Allah di dunia dengan cara memperbaiki kehidupan yang rusak. Tugas negara sebagaimana diterima dari Tuhan adalah untuk memajukan kesejahteraan dan menghukum pelaku kejahatan, tetapi bukan untuk mengambil napas hidup manusia. Penelitian dilakukan di jemaat GMIT Gloria Kayu Putih dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Kata Kunci: Hukuman mati, Hak Hidup, Gereja

SPIRITUALITAS PEREMPUAN PENENUN SUMBA Suatu Tinjauan Teologis terhadap Spiritualitas Perempuan Penenun di GKS Jemaat Payeti, Klasis Waingapu.

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.

Ekonomi Mikro - Teori dan Aplikasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini penulis susun sebagai bahan pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S1, baik pada Fakultas Ekonomi maupun program studi lainnya yang memiliki mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Materi yang ada dalam buku ini tidak hanya digunakan pada mahasiswa pemula pada tahapan pengantar, tetapi bisa juga digunakan pada jenjang yang lebih tinggi. Pembahasan diawali dengan dijelaskan konsepkonsep atau dalil-dalil ataupun menggunakan analisis grafi s dan matematis. Analisis matematis tidak bisa dihindarkan, untuk menjelaskan realistic teory dan aplikasi dalam bentuk lati han soal. Tentu saja latihan soal ditujukan agar para mahasiswa bisa lebih memahami materi. Pada setiap akhir bab terdapat pertanyaan-pertanyaan latihan. Pertanyaan latihan bertujuan melihat daya para mahasiswa pada materi yang sudah dijelaskan. Materi dalam buku ini diselaraskan dengan beberapa buku teks yang penulis anggap penting ditambah dengan pengalaman penulis yang telah mengajar mata kuliah Ekonomi Mikro selama puluhan tahun.

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PENJELASAN PASAL 280 AYAT (1) HURUF H UNDANG UNDANG NO. 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Deskripsi tentang pembatalan Penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan yang diteliti adalah: Mengapa pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi? dan Mengapa Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada penjelasan Pasal 280 Ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945? Tujuan dari penulisan ini adalah: untuk mengetahui alasan pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi dan untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada Pasal 280 ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian normatif menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab masalah penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan jawaban sebagai berikut: Pertama, Alasan Pemohon melakukan Pengujian karena: Pemohon tidak dapat berkampanye dan Norma hukum yang diuji multitafsir, Kedua, Alasan Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Permohonan Pemohon karena: Pemohon mampu membuktikan dalil permohonannya dan Pasal 280 Ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi menimbulkan ketidakpastian hukum. Berdasarkan pada kesimpulan tersebut dapat disarankan sebagai berikut: Bagi warga negara yang mengikuti pemilihan umum agar lebih memperhatikan larangan dalam norma pokok agar tidak disalahgunakan dalam pemilihan umum yang dapat merugikan pihak lain dan bagi para legislator atau pembuat undang-undang agar memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia dengan benar pada norma pokok dan penjelasan, sehingga setiap pasal dan penjelasan jelas dan tidak multtafsir.

PERAYAAN NATAL PEMUDA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perayaan Natal adalah tradisi Kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Makna Natal yang demikian mengalami degradasi karena pengaruh budaya populer yang masif. Pengaruh budaya populer bagi kebudayaan memberi perubahan yang mencolok pada perayaan Natal. Pengaruh budaya populer ini paling banyak dibawa oleh anak-anak muda yang memang lebih terbuka dengan pengaruh budaya baru dan terbawa dalam perayaan Natal. Budaya yang dimasukkan dalam perayaan Natal cenderung ke arah negatif yang mempertontonkan euforia keagamaan yang berisi pesta pora, mabuk-mabukan, sikap konsumtif atau hedonisme, dan lain sebagainya. Akibatnya Natal yang ditunggu bukan lagi untuk mendalami makna kelahiran Yesus melainkan euforianya perayaan yang hedon. Tujuan dari tulisan ini agar anggota jemaat memahami makna Natal yang penuh dengan kasih karunia Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat manusia. Merayakan Natal adalah tindakan rasa syukur atas karya Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Metode metode penelitian kualitatif digunakan oleh penulis dalam penulisan untuk memahami dan menganalisa suatu fenomena secara mendalam di Jemaat GMIT Oemathonis, Tepas, Klasis Amanatun Selatan. Data-data yang diperoleh berdasarkan fakta, peristiwa dan realita melalui observasi dan wawancara dengan berbagai pihak yang menjalankan kebiasaan ini. Natal hendaknya tidak kehilangan makna yang sesungguhnya. Natal mestinya dirayakan secara sederhana, selayaknya tradisi yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Perayaan Natal adalah tradisi kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Dengan demikian, makna Natal tidak mengalami degradasi meskipun berhadapan dengan budaya populer yang masif.

Analisis Varians Dan Pertumbuhan Untuk Mengukur Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Kupang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKS ANALISIS VARIANS DAN PERTUMBUHAN UNTUK MENGUKUR ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUPANG NAMA : CARMELITA D. SERAN NIM : 19410195 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varians realisasi pendapatan dan belanja daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang, serta menganalisis pertumbuhan realisasi pendapatan dan belanja daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, dengan mengumpulkan data dengan cara mempelajari catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang ada di instansi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Kupang dan sampel penelitian adalah laporan realisasi anggaran kabupaten Kupang dari tahun anggaran 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Analisis Varians pendapatan daerah kabupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan kurang baik. (2) Analisis Varians belanja daerah kabupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan baik. (3) Pertumbuhan pendapatan daerah kebupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan negatif. (4) Pertumbuhan pendapatan belanja kebupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan negatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan diatas, penulis memberikan saran Bagi Pemerintah Dinas BPKAD Kabupaten Kupang (1) Dengan diketahuinya analisis varians pendapatan dan belanja daerah di harapkan pemerintah kabupaten Kupang meningkatkan realisasi pendapatan agar anggaran dan realisasi lebih efektif (2) Dan rasio pertumbuhan pendapatan dan belanja daerah diharapkan pemeerintah kabupaten Kupang meningkatkan anggaran pendapatan dari tahun sebelumnya agar pertumbuhan mengalami pendapatann yang positif juga mampu membelanjakan dan mengalokasikan belanja daerahnya. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain, seperti pemanfaatan dana alokasi umum, dana alokasi khusus, sisa lebih pembiayaan anggaran dan lain variabel lainnya yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kata Kunci : Analisis Varians, Rasio Pertumbuhan Dan APBD

ANALISIS RASIO AKTIVITTAS DAN RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU DI BURSA EFEK INDONESIA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja keuangan keuangan pada perusahaan manufaktur sub sektor pabrik tembakau yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan menggunakan metode pendekatan yaitu deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari website bursa efek indonesia yaitu berupa laporan keuangan perusahaan sub sektor pabrik tembakau dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, analisis rasio yang dipakai adalah analisis rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan perhitungan pada perusahaan. Perhitungan menggunakan rasio aktivitas receivable turnover PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 44,99 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar industri rata rata yaitu 15 kali. Untuk PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 36,97 kali dengan kriteria baik. Untuk PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 14,722 dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Untuk PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 17,28 kali dengan kriteria baik. Untuk PT. Wismila Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 25,81 kali dengn kriteria baik karena melebihi standar industri. Perhitungan menggunakan inventori turnover pada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,38 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Untuk PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 4,62 kali.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,37 kali. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 3,64 kali. PT. Wismilak Inti Makmur Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,55 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Hasil perhitungan menggunakan total asset turnover PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,22 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 2 kali.PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,44 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,27 dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri yaitu 2 kali. PT. Bentoel Internasional Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,55 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 5,35 dengan kriteria sangat baik karena melebihi standar industri rata rata rata yaitu 2 kali. Perhitungan menggunakan gross profit margin pada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 12% dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri yaitu 24,90%.PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria kurang baik. PT.Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 27% dengan kriteria baik, karena melebihi standar industri yaitu 24,90%.PT.Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 11% dengan kriteria kurang baik.PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 25% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 24,90%. Hasil perhitungan menggunakan net profit marginpada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 4% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri rata rata yaitu 3,92%.PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 6% dengan kriteria baik. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 5% dengan kriteria baik. PT. Wismilak Inti Makmur tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik.Hasil perhitungan menggunakan return on investmentpada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 10% dengan kriteria baik karena melebihi standar yaitu 3,98%.PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria baik. PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria baik.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 12% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri.Hasil perhitungan menggunakan return on equityPT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 9% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 8,32%> PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 25% kriteria baik. PT.Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 dengan hasil 5% dengan kriteria kurang baik karna berada dibawah standar industri. PT.Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 dengan hasil 20% kriteria baik.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 15% dengan kriteria baik karenA melebihi standar industri yaitu 8,32%.

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Persaingan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk lebih meningkatkan nilai perusahaannya. Karena dengan nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis dan ditambah dengan situasi perekonomian negara yang tidak menentu mengharuskan manajemen perusahaan bekerja lebih efektif dan efisien dalam melakukan aktivitas operasi perusahaan agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Berdirinya suatu perusahaan pasti didasarkan dengan tujuan yang jelas. Secara umum, tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba atau keuntungan dengan maksimal. Namun hanya mendapatkan laba yang maksimal saja tidak akan menjamin keberlangsungan suatu perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaan dibutuhkan suatu tujuan lain yaitu memaksimalkan nilai perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini Untuk Menganalisis pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 8 Perusahaan dan sampel sebanyak 8 perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi, menurut Sugiyono (2013:240) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seorang. Sesuai dengan pengertian diatas maka sumber data tertulis yaitu yaitu laporan keuangan tahunan berupa laporan neraca, laba rugi dan harga saham dari perusahaan sub sektor farmasi dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Rata-rata periode profitabilitas dari tahun 2020- 2021 mengalami penurunan dan Rata-rata periode likuiditas dari tahun 2020-2021 mengalami fluktuasi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,017 dan nilai koefisien regresi sebesar (-9.892) yang berarti semakin tinggi profotabilitas semakin menurun nilai perusahaan dan sebaliknya. Sedangkan likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,016 dan nilai koefisien regresi sebesar 7.200 yang berarti semakin tinggi likuiditas maka semakin tinggi nilai perusahaan. Kata Kunci : Profitabilitas, Likuiditas, dan Nilai Perusahaan

PUKAI ALU “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Pukai Alu (buka tas) Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Arit Bi’Ito, Klasis Amanuban Timur”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dewi Jomida Nitiano Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email: [email protected] Salah satu tradisi di Timor ialah pukai alu mama. Alu mama dianggap sangat penting dalam kehidupan seseorang, alu mama sebagai simbol jati diri seseorang. Tradisi ini dilakukan hanya pada saat kedukaan. Dalam mengkaji masalah diatas, penulis memakai Tipologi Richard Niebuhr yakni kristus adalah transformator budaya (Christ the Transformer of Cultura). Tipologi Kristus adalah transformator, pengubah atau pembaharuan kebudayaan adalah tipologi yang menyatakan bahwa didalam setiap kebudayaan Kristus dating sebagai pengubah atau memberi arah baru dari budaya tersebut. Tradisi Pukai Alu merupakan sebuah tradisi yang masih dijaga dengan baik oleh masyarakat amanuban Timur khususnya daerah Bi’Ito. Dalam penelitian ini penulis menggunakan. Metode Peneltian yang akan Penulis gunakan adalah Penelitian Lapangan (Field Research) yakni pengamatan langsung terhadap subjek dan permasalahan yang diangkat, dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) yakni menggunakan dokumen-dokumen atau sumber data berupa bahan puskata yang mendukung penelitian. Data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemkan hipotesis.

MESIAS YANG MENDERITA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Song adalah seorang Teolog yang berteologi tentang Teologi Pembebasan. pembebasan ini tumbuh dalam pengalamannya bahwa hanyan Pembebasanlah yang merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan penderitaan yang dialami masyarakat Asia. Song merasa penderitaan yang dialami oleh masyarakat Asia ini tidak akan berakhir kalau masih menggunakan cara berteologi dari Barat, Song juga berpendapat bahwa semua orang bebas berteologi dengan konteks mereka masing-masing tanpa dipengaruhi oleh konteks orang lain. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara kritis terhadap nilai yang dapat digali dari pokok pikiran Song mengenai penderitaan. Transposisi juga dapatlah kita maknai sebagai salah satu konsep untuk memerangi penderitaan yang terjadi di lingkup GMIT. Konsep teologi pembebasan ini menjadi relevan dalam konteks GMIT yang sedang mengalami penderitaan kemiskinan dan penderitaan bencana alam. GMIT harus bekerja memerangi penderitaan tersebut, tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks GMIT.

PEREMPUAN DAN KEPERAWANAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEREMPUAN DAN KEPERAWANAN Alvania Nomegani Titus Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email: [email protected] Perempuan dan konsep keperawanan hal yang telah membudaya yang dibawa dari masa ke masa. Ada pemahaman yang menjadikan perempuan tidak hanya harus cantik juga menawan tapi juga tentang keperawanan mereka. Nilai keperawanan dikaitkan dengan aturan moral dan ajaran agama. Sehingga label tersebut harus dimiliki perempuan yang belum menikah. Konsep keperawanan di kehidupan sosial semua sama, bahwa keperawanan adalah mereka yang belum melakukan hubungan seksual. Dengan melihat hal tersebut akhirnya perempuan sering dipandang tidak baik di kalangan masyarakat. Kedua, perempuan tidak lagi merasa penting untuk menjaga keperwanan. Sehingga, keperawanan yang harusnya dianggap suatu yang penting tidak menjadi suatu tolak ukur yang penting dalam masyarakat. perempuan dengan mudah terlibat dalam perilaku seks bebas. Hal yang demikian tidak hanya bertentangan dengan aturan, norma dan nilai kehidupan, tapi juga bertentangan ajaran dalam agama serta memiliki dampak buruk bagi Kesehatan fisik perempuan. Tujuan penulisan adalah untuk menyadarkan jemaat khusunya pemuda untuk menjaga keperawanan karena hal tersebut adalah penting bagi kehidupan mereka dalam gereja dan masyarakat. Bertolak dari masalah tersebut penulis tertarik mengkaji lebih dalam tentang perempuan dan keperawanan di jemaat GMIT Elim Naibonat. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode Deskriptif-Analisis-Refleksi lalu menariknya dalam sebuah refleksi teologis di bagian akhir. Hasil kajian menerangkan bahwa pemuda di Jemaat GMIT Elim Naibonat harus menggunakan belas kasihan dan pengampunan, keadilan dan kesadaran dosa, serta melindungi martabat perempuan untuk menjaga keperawanan dalam kehidupan pemuda di Jemaat Elim Naibonat. Kata Kunci: Keperawanan, Perempuan, Tubuh, Keadilan, Martabat.

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT RIDE MANDIRI KOTA KUPANG

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Menurut Mangkunegara (2017) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Wibowo (2017) Melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut dan tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya disebut dengan kinerja sedangkan menurut Mathis & Jackson (2016) Pada dasarnya Kinerja adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan. Kinerja merupakan hasil perilaku karyawan yang menunjukkan sikap positif terhadap organisasi mereka. Kinerja juga diartikan dengan sekumpulan nilai dari kontribusi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk mencapai tujuan organisasi. Kinerja optimal yang diberikan oleh karyawan akan memudahkan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Borman & Brush dalam Hasmalawati, 2018). Dalam hal menunjang kinerja karyawasn Motivasi menjadi penting karena dengan motivasi setiap karyawan akan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi Sunyoto (2012:11). Motivasi seseorang dipengaruhi dan dirangsang oleh keinginan, pemenuhan kebutuhan serta tujuan dan kepuasan. Rangsangan timbul dari dalam dan dari luar. Hal ini akan menciptakan dorongan pada seseorang untuk melakukan aktifitas. Menurut Sutrisno (2013: 109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Menurut Marihot (2007: 292) Kualitas kehidupan kerja merupakan sebuah proses yang merespons pada kebutuhan karyawan dengan mengembangkan suatu mekanisme yang memberikan kesempatan secara penuh pada karyawan dalam pengambilan keputusan dan merencakanan kehidupan kerja mereka. Kualitas kehidupan kerja dimaksudkan pada suatu filosofi manajemen dalam meningkatkan harga diri karyawan, memperkenalkan perubahan dalam budaya organisasi serta memperbaiki keadaan fisik dan emosional para karyawan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas kehidupan kerja merupakan sebuah proses yang merespons pada kebutuhan karyawan atau cara pandang manajemen tentang manusia, pekerja dan organisasi atau perusahaan berdasarkan pengambilan keputusan. PT Ride Mandiri Kupang memiliki standar penilaian kinerja dengan kategori yang dinilai yaitu : kedisiplinan, kualitas kerja, kerja sama, dan tanggung jawab dari standar penilaian yang ditetapkan ini PT Ride Mandiri memberikan rata-rata nilai yang harus dicapai oleh para karyawan minimal mencapai 90% namun berdasarkan data diatas Dimana kinerja karaywan pada tahun 2022 berada pada kategori baik sekali Dimana kinerja karyawan mencapai 86,75% terlepas dari data yang didapatkan, terdapat masalah lain yang perlu di lihat dan dipertimbangkan pada tahun 2023 yang terjadi dalam lapangan pekerjaan yang Dimana para karyawan dalam kualitas kehidupan kerja mereka mengalami kesulitan dalam mengalami naik jabatan oleh karena itu berdasarkan permasalahan ini tidak bisa menjamin bahwa perusahaan dapat mempertahankan kinerja para karyawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda, uji pengaruh parsial (uji t), uji pengaruh simultan (uji f), dan uji koefisien determinasi (R2) menggunakan software SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Ride Mandiri yang berjumlah 35 karyawan dengan sampel sebanyak 30 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal tersebut bisa dilihat dari hasil pengujian data dengan Uji t yang diperoleh nilai t hitung sebesar 2,384 lebih besar dari nilai t tabel 2,05183 dan nilai signifikansi sebesar 0,02 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian hipotesis 1 diterima atau terbukti. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal tersebut bisa dilihat dari hasil pengujian data dengan Uji t yang diperoleh nilai t hitung sebesar 2,998 lebih besar dari nilai t tabel 2,05183 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian hipotesis 2 diterima atau terbukti. Berdasarkan tabel uji anova atau F test didapatkan nilai F hitung 10,441 F tabel 3,35 dengan tingkat signifikansi uji F 0,00 0,05. Jadi dapat diartikan bahwa variabel independen yang dimasukan dalam model secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Hal ini menunjukan bahwa kualitas kehidupan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil output SPSS untuk uji koefisien determinasi (R2) diketahui nilai adjused R Squared sebesar 0,394. Hal ini berarti bahwa 43,6% besarnya pengaruh kualitas kehidupan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), sedangkan sisanya 56,4% dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak diajukan dalam model penelitian ini. Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,02 0,05. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,00 0,05

Pemuda dan Organisasi Pelayanan Gereja- Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMUDA DAN ORGANISASI PELAYANAN GEREJA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda Dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu” Email: [email protected] Pemuda adalah generasi penerus pelayanan dan kepemimpinan dalam gereja sehingga kehadirannya dalam gereja tidak dapat diabaikan. Gereja adalah tempat di mana pemuda dididik dan bertumbuh dalam iman. Pemuda gereja merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan gereja dengan meneruskan perjuangan dan melaksanakan tugas panggilan gereja secara terus menerus. Peran pemuda dalam organisasi Pelayanan diwujudkan salah satunya melalui Komisi Pemuda, yakni melalui berbagai program dalam bidang kesaksian, persekutuan dan pelayanan. Namun realitas yang ada menunjukkan bahwa banyak pemuda yang mengabaikan perannya dalam gereja. GKS Kangeli menunjukkan realitas tersebut, bagaimana pemuda tidak menjalankan perannya dengan maksimal. Program yang dibuat tidak berjalan dan partisipasi pemuda-pemudi sangat minim dalam pelayanan Bertolak dari masalah di atas penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda dalam organisasi Pelayanan di GKS Jemaat Kangeli. Demi mencapai tujuan penelitian ini maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa peran pemuda melalui Komisi Pemuda di GKS Jemaat Kangeli dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya dalam gereja. Kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya juga ikut mempengaruhi jemaat mengambil keputusan untuk membatasi perannya. Dari 139 jumlah pemuda yang terlibat dalam pelayanan hanya 24 orang . Oleh karena itu gereja perlu melakukan pembinaan yang bertujuan bukan saja untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin tetapi membentuk karakter pemud yang mau melayani dan terlibat dalam pelayanan. Pembinaan di dalamnya meliputi memberikan pengajaran dan nasihat, menunjukkan teladan, serta memberikan kepercayaan untuk bertanggung jawab atau memimpin.

Allah, Aku, dan Sesamaku; Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Pemikiran Henri Nouwen Tentang Spiritualitas dan Implikasinya Bagi Pelayanan di GMIT

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Spiritualitas merujuk pada, kesadaran individual atas dimensi ilahi atau keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dalam perjalanan waktu, terasa menurunnya kesadaran yang berdampak pada tidak autentiknya spiritualitas, terutama di kalangan pendeta dan calon pendeta. Perilaku dan kecenderungan hedonis, materialistis, dan konsumeris spiritualitas. Ketidakautentikan spiritualitas ini merugikan tidak hanya individu secara pribadi, tetapi juga masyarakat dan komunitas keagamaan secara keseluruhan. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan ketidaksinambungan antara konsep Spiritualitas Nouwen dengan realitas praktik spiritualitas seorang pelayan GMIT. Melalui metode penulisan deskritif-analisis-reflektif terhadap pemikiran Henri Nouwen tentang spiritualitas, terungkap ketidaksinambungan khususnya dalam Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Nouwen menekankan pentingnya dimensi vertikal spiritualitas melalui hubungan pribadi dengan Tuhan, yang berimplikasi pada kepedulian kepada sesama. Namun, praktik spiritual para pelayan seringkali teralihkan pada urusan duniawi. Dimensi horizontal spiritualitas, yang melibatkan hubungan dengan sesama, juga kurang mendapat perhatian aktif dalam membangun relasi yang sehat. Begitu pula, dalam dimensi interior spiritualitas yang menyoroti hubungan individu dengan diri sendiri, terlihat kurangnya kesadaran diri dan kesiapan menghadapi tantangan pribadi. Data diperoleh dari analisis terhadap karya-karya Nouwen serta praktik spiritual para pelayan dalam konteks GMIT yang tertuang dalam karya-karya pelayan GMIT. Tulisan ini memberikan wawasan yang mendalam kepada para pelayan GMIT mengenai konsep spiritualitas Henri Nouwen dan realitas praktik pelayanan. Melalui pemahaman ini, para pelayan dapat merefleksikan spiritualitas mereka yang memerhatikan keseimbangan antara relasi dengan Allah, sesama dan dirinya sendiri. Tulisan ini diharapkan menjadi panduan motivasional untuk mendorong para pelayan GMIT menuju pencapaian spiritualitas yang lebih autentik dan mendalam.