2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study title is Literature Analysis on Character of Gabriel in“I am Gabriel” the aims of this study are to find out: (1) the types of social relationship of character Gabriel portrayed in “I am Gabriel” movie? (2) the social relationship bring changes to the other character. The writer download the movie from https://youtu.be/mIBStAQMq3Y. The instrument is watching movie and the script of the film. The result of this study is associative social relationship consists of Cooperation found in every character work together to reach the goal of sewing mats for people of Promise city to use while praying. Accommodation found in form Police Station of Promise Town. Assimilation found in process of mixing one culture of talk to God do not have to go to church but can do it in pray. Acculturation found in Gabe mixing the culture pray of people in Promise in a new culture without eliminate the original culture. The second part is the writer found some character indentified as the character who had been changes. There are eight characters, Gabriel (He found refusal in the process to finish the mission and bring changes for people life), Ms. Ellen (a wife who lost the baby born, and she is enthusiasm to accept the existence of Gabe), Joe (Joe’s family is chosen for bring Gabe home and feel find hope of life), Sherriff Brody (He is going to cry, pray and thank God for the hope of life), Camrynn (she is believe about God can make everything better and find hope), Monroe (she is trusting that all incidents are just from the God mighty), Chad(he is trusting that all incidents are just because God Love), and Lucy (she goes to the doctor and hope that the blind will get heal just because of God Love).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI DI SMP KRISTEN 1 AMARASI SELATAN
Babu, F.E. M)* Meha, A. M)** Manu, L.)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran IPA Biologi di SMP Kristen 1 Amarasi Selatan tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman untuk selanjutnya diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah pendidikan karakter sudah diimplementasikan dalam pembelajaran IPA Biologi di SMP Kristen 1 Amarasi Selatan. Pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran IPA Biologi melalui a) mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dengan cara guru melakukan analisa Kompetensi Dasar melalai identifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam materi pembelajaran IPA Biologi dan guru mendesain RPP mata pelajaran IPA Biologi yang memuat fokus pendidikan karakter, b) melalui pilihan dan penggunaan metode pembelajaran untuk menanamkan dan mengembangkan karakter peserta didik, hal tersebut dapat dilihat dalam proses belajara mengajar guru selalu menciptakan suasana belajar dikelas dengan langkah kegiatan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan, c) melalui pengelolaan kelas, guru membentuk kelas menjadi kelompok untuk menumbuhkan sikap kerjasama dan toleransi antar teman sebaya.
Kata Kunci: Analisis, pendidikan karakter, pembelajaran IPA Biologi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati khususnya pada tanaman pangan. Masyarakat provinsi NTT umumnya mengkonsumsi pangan lokal (jagung, umbi-umbian dan kacang-kacangan) sebagai makanan pokok meskipun saat ini terdapat kecenderungan masyarakat konsumsi beras (Yusuf, 2015). Salah satu tanaman pangan yang dapat memberikan nilai ekonomi dan dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia adalah tanaman umbi-umbian khususnya ubi kayu dan ubi jalar. Ubi kayu (Mannihot esculenta Crantz) adalah salah satu umbi-umbian yang dikenal sebagai tanaman perdu yang berumbi, berdaun menjari dan berbuah kotak. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu dari tanaman umbi-umbian yang tipe pertumbuhannya merambat. Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki banyak tanaman umbi-umbian terkhususnya ubi kayu dan ubi jalar namun, pemahaman masyarakat tentang varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar serta upaya pembudidayaaan yang berkesinambungan masih kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inventarisasi dan pendataan kembali untuk mengetahui varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar yag terdapat di Kabupaten TTS . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar yang terdapat di Kabupaten TTS dan untuk mengetahui karakteristik morfologi dari setiap varietas tanaman ubi kayu dan ubi jalar yang ditemukan di Kabupaten TTS. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan melakukan wawancara kepada para petani yang menanam ubi kayu dan ubi jalar. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitain ini ditemukan 7 varietas ubi kayu yaitu varietas Darul hidayah, Adira 1, UK1 Agritan, Malang 1, Malang 2, Malang 6 dan varietas Litbang UK-2 dan 8 varietas ubi jalar, yaitu varietas Cilembu, Papua solossa, Muara takus, Antin 1, Antin 2, Kalasan, Boko dan varietas Sawentar
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa buku saku terhadap hasil belajar IPA terpadu di kelas VIII SMP N I Kupang Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variable terikat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 150 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIIB berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Posttest. Data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS versi 22. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 0,740 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 7,875 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar, ini membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konse dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan penggunaan media buku saku memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hasil ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi yaitu C1 96,15%, C2 94,32%, C3 86,15% dan C4 55,38%. Dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media buku saku terhadap hasil belajar siswa
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman anggrek merupakan jenis tanaman hias yang sangat prospektif dan mempunyai nilai ekonomis tinggi karena bentuk dan warna bunga yang menarik serta mempunyai daya tahan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenisdan karakteristik habitat Anggrek yang terdapat di kawasan Hutan Fatuleu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling melalui tahapan identifikasi. Metode yang digunakan metode jelajah (cruise method). Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman. Jenis tumbuhan anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Fatuleu kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang terdapat 7 jenis anggrek yaitu Calanthe triplicata, Dendrobium crumenatum, Nervilia punctata, Vanda tricolor, Platanthera angustata, Platanthera elegans dan Pomatocalpa spicata. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan anggrek masuk dalam kategori sedang yaitu 1,831201. Demikian dapat disimpulkan bahwa anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Camplong yaitu 7 jenis 3 jenis anggrek epifit dan 4 jenis anggrek terestrial. Parameter lingkungan habitat anggrek di kawasan hutan Camplong berdasarkan suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Berdasarkan kelembaban udara tergolong tinggi, berdasarkan suhu tergolong sedang hingga dingin dan berdasarkan intensitas cahaya tergolong sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas belajar IPA terpadu di SMP Negeri 1 Taebenu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatf. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes angket, dan dokumentasi. Tes angket yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengambil gambar disetiap tes berlangsung terhadap upaya peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai dengan minimal 80% dari jumlah siswa pada kategori baik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar IPA Terpadu siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tes angket. mengalami peningkatan 74%, pada nilai sikap dan nilai tanggung jawab sangat menurun. Aktivitas belajar IPA Terpadu pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu pada grafik 4.1 meningkat 80%, siswa pada kategori baik, sedangkan pada grafik 4.2 presentase yang paling baik yaitu nilai sikap 74% dan nilai tanggung jawab 68%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE PADA MATA KULIAH FISIOLOGI HEWAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Mbado, M)* Foeh, Y)** Ngginak, J)**
Pembelajaran online menjadi solusi terbaik terhadap proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Program studi Pendidikan Biologi sebagai salah satu program studi yang ikut menerapkan pembelajaran online, salah satunya pada mata kuliah fisiologi hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2019 dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2019 kelas B dengan jumlah 24 orang mahasiswa yang mengambil mata kuliah fisiologi hewan secara online. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui WhatsApp Group mahasiswa untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa pendidikan Biologi terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan dimasa pandemi COVID-19 termasuk dalam kategori baik, secara keseluruhan memperoleh hasil pada indikator penerimaan dengan persentase sebesar 66,60%, pada indikator evaluasi dengan persentase sebesar 66.4%, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa pendidikan Biologi terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 66.5%.
Kata kunci :Persepsi Mahasiswa, Pembelajaran Online, Fisiologi Hewan, COVID-19.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Etnobotani Tumbuhan Kosmetik Alami di Desa Haitimuk Kabupaten Malaka
Nahak, A.D)* Rupidara, A.D.N)** Bullu, N.I)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis-jenis tumbuhan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kosmetik alami. Penelitian ini termasuk penelitian survey eksploratif dengan metode teknik wawancara yang meliputi wawancara semi terstruktur (semi terstruktured interview), wawancara terbuka (tidak terstruktur). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 10 spesies dan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 8 spesies sebagai bahan kosmetik alami. Organ yang digunakan masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 5 organ yaitu Daun, Buah,Batang, Rimpang, Biji. Sedangkan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 organ yaitu Daun, Buah, Rimpang, Biji. Cara pengolahan oleh masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 cara pengolahan yaitu diparut, ditumbuk, diiris, dikunyah sedangkan masyarakat Haitimuk Umaau terdapat 5 cara pengolahan yaitu ditumbuk, diris, dikunyah, diparut, diremas. Kosmetik alami digunakan untuk menyuburkan rambut, memperkuat gigi, mencerahkan kulit wajah, menghilangkan bekas jerawat, menghilangkan ketombe, memperkuat rambut, pewangi rambut. Sumber perolehan mayarakat Haitimuk Wematan dan Haitimuk Umaau sama-sama memperoleh dari hutan dan lading atau Budidaya.
Perlu adanya dokumentasi tertulis tentang jenis-jenis tumbuhan bahan kosmetik alami dan cara pemanfaatannya, agar pengetahuan lokal tentang pemanfaatan jenis tumbuhan tetap terpelihara dan tidak punah.
Kata Kunci : Etnobotani, Kosmetik, Tumbuhan Alami, Haitimuk Malaka
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading Questioning Answeringterhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 135 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar.Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai sig. sebesar 0.569 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung 7,116 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Reading Questioning and Answering terhadap hasil belajar kognitif siswa.Hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan Reading Questioning and Answering lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan metode konvensional. Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe Reading Questioning And Answering memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 88,46 %, C2 75% dan C3 84,54% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaranReading Questioning and Answering terhadap hasil belajar siswa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Amanuban Barat. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh strategi sinergetic teaching terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang didesain dengan tipe intact-group comparision. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 114 siswa, sampel kelas VIIIA dan VIIIB berjumlah 27 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan bantuan SPSS versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai t-hitung sebesar 12,773 dengan signifikan 0,0000,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelebihan dari strategi sinergetic teaching adalah lebih mudah memahami materi, mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, siswa lebih aktif dalam belajar, pengajaran berjalan lebih menarik, merangsang stimulus motorik siswa. Hal ini terlihat saat proses pembelajaran, siswa terlihat sangat berantusias untuk mengikuti pelajaran. Sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan strategi sinergetic teching terhadap motivasi belajar siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman bayam merupakan tumbuhan C4 dan pengikat gas CO2. Selain itu, bayam juga banyak mengandung Vitamin A, B, C, mineral (kalsium, fosfor dan zat besi). Salah satu bentuk atau upaya meningkatkan produktifitas sayur bayam adalah pemanfaatan bahan organik sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman bayam. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah kompos limbah kulit pisang kepok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K0 : Kontrol, P1 : Perlakuan 1, P2 : Perlakuan 2, P3 : Perlakuan 3, P4 : Perlakuan 4. Data hasil pengukuran dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf 5%.. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 (1250 gr tanah + 750 gr pupuk kompos) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGGUNAAN MODIFIKASI MEDIA OLAHRAGA DALAM PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V Devitson Boimau1*, Ramona Mathias Mae2, Jimmy Charter Atty3 1,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia 2 email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah suatu proses modifikasi dalam pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang di desain oleh guru untuk membatasi masalah mengenai parasarana yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran penjasorkes khusunya pada pembelajaran lompat jauh. dikarenakan prasarana yang tidak tersedia dalam hal ini bak pasir. Menurut Ahmad Rusly (1989:142-143), memodifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru penjasorkes agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran penjasorkes. Salah satu materi pendidikan jasmani yang tercantum dalam kurikulum sekarang ini kurikulum 2013 yaitu lompat jauh (Depdiknas:2004). Adanya beberapa gaya yang terdapat dalam lompat jauh yaitu: gaya berjalan di udara, gaya jongkok, dan gaya menggantung. Tujuan penelitian: Tujuan yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk mendukung proses pembelajaran penjasorkes dan mengetahui pemahaman siswa dalam proses pembelajaran lompat jauh melalui modifikasi media. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Oehala, dan berupa lampiran data yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Pada proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok, khususnya kelas V dari ke 15 siswa diantaranya 10 orang siwa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan gerak dalam (kategori baik), dan 5 orang siswa dalam (kategori baik sekali), karena proses modifikasi media pembelajaran lompat jauh sangat tertarik bagi siswa dan dapat menguasai teknik-teknik dalam pembelajaran lompat jauh yaitu gaya jongkok. Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes melalui modifikasi media dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas V, dapat memacu siswa meningkatkan keterampilan gerak dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan kriteria baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This thesis is entitled A SEMANTIC ANALYSIS ON POLYSEMY AND HOMONYMY OF UAB METO LANGUAGE UTTERED BY FATULEU COMMUNITY. The research problems of this study are what are the types and meanings of polysemy and homonymy of Uab Meto used by people living in Fatuleu. The aims of this study are to find out the types and meanings of polysemy and homonymy in Uab Meto. Descriptive qualitative method is applied in this research. The object of this study is Fatuleu especially Passi village. To collect the data the writer needed eight peoples to be sample to take record in conversation. There are two types of polysemy, namely: 1. Regular Polysemy. 2. Irregular Polysemy. There are examples for regular polysemy: A. metnah ’lie’, and ‘black’ and fatu ’stones’, ‘ battery’ and irregular polysemy like nao, fanin, poe ’go out’. There are four types of homonymy, like: 1. Same Spelling-category, 2. Same Category-different Spelling (homophone), 3.Different category-same Spelling (homograph), 4.Different Category-Different Spelling. There are examples of homonymy: same spelling-category: nahan ‘sound’ and ‘cook’, some category-different spelling: na’lot ‘hungry’ and ‘boiling’, different category-same spelling: neno ’day’ and ‘skies’, different category-different spelling: hetpoe ’clean and hepoe ‘looking’. ’The data was collect by taking recording and transcribe, then translate to English. After analyzing the data polysemy and homonymy in Uab Meto language the writer found fifty data of polysemy and homonymy , that consists of : elevant regular polysemy, five irregular polysemy, eight same spelling-category, five same category-different spelling (homophone), thirteen different category-same spelling (homograph), eight different category-different spelling.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
A COMPARATIVE STUDY ON THE ENGLISH LEARNING ABILITY OF STUDENTS IN GRADE XII OF SCIENCE MAJOR AND LANGUAGE MAJOR AT SMA EFATA SOE DURING ONLINE LEARNING
The aims of this study are to know the differences and similarity of achievement outcomes between Science major and Language major students and to describe and compare which one major of the students that have the most ability in learning English. Quantitative research was used as the method of this research with population in grade XII science major and language major class, as a sample that is science major class consists of 30 students and language major class consists of 30 students. The documentation technique was used to collect the data to complete this study. Analysis the data by using calculate the average ability students and classify students’ score based on the ability level of students. The result of this study shows the ability in learning English of students in science major get 100% or 30 students have good ability in knowledge and skills, with the highest score is 93 and the lowest score is 84. The most students get a score of 86, students get the score in very high/advance level (81-100), the average score is 88.While the ability in learning English of language major students have 60% or from 30 students get the highest score is 92 and the lowest score is 76. The most students get a score of 76, with the average score is 80. For two types assessment in K13 program, 60% score of knowledge and 63,3% score of skills in as high/intermediate level (61-80), and then 40% score of knowledge and 36,7% score of skills in very high level (81-100). So, 60% students in language major have intermediate level ability, and 40% students have advance level ability in learning English. The ability to learning English for students in Science major is better or higher than ability to learning English of students in language major.
Keywords: comparative ability, learning English, science major, language major
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungi atau jamur merupakan organisme yang bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan menyerap nutrisi dari bahan organik seperti tumbuhan dan sisa-sisa hewan yang telah mati. Fungi parasit memperoleh nutrisi dengan menyerap dari tumbuhan ataupun hewan yang masih hidup. Kebiasaan masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai lauk untuk dimakan didasarkan pada pengetahuan tradisional dalam pengolahan jenis-jenis jamur sebagai bahan makanan. Masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai bahan makanan karena mudah didapat dan tidak memakai biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan manfaatnya di Taman Hutan Raya Prof Ir Herman Johannes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dan pengumpulan data jenis jamur dilakukan dengan metode jelajah di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes, terdapat 14 jenis jamur. Dari 14 jenis jamur tersebut ada yang diolah menjadi bahan makanan dan obat tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes Kecamatan Amarasi maka dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis jamur makroskopis yang ditemukan terdapat beberapa jenis jamur seperti jamur kipas, jamur shitake, jamur lapuk putih, jamur kuping, jamur merah dan jamur lingsih. Disarankan setiap mahasiswa atau calon sarjana agar melakukan penelitian lanjutan dari segi pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan karena dari beberapa jamur tersebut terdapat beberpapa jenis yang digunakan oleh masyarakat setempat baik untuk dikosumsi maupun digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisonal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahanutamapadapenelitianiniadalahrendahnyahasilbelajarsiswakelas VII SMP Negeri SatapMatawaiIwi.Tujuandaripenelitianiniadalah untuk mengetahuipengaruhmodel pembelajaran Scrambleterhadaphasil belajar siswa.Metode yang digunakanadalahmetodeeksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasiseluruhsiswakelas VIIberjumlah 50 siswadansampelkelas VIIAdankelas VIIBberjumlah 50 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS16.0. Berdasarkanhasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung9.049lebihbesardarinilaittable2.440dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5, hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelaseksperimen . Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaranScramble memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 75,5 %, C2 77,14 % dan C3 74,28 % dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami dan menerapkan apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Scramble terhadap hasil belajarsiswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L)” (Modok, Y.N)* (Solle, H.R.L)** (Theedens, R.G.P.M)** Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang sangat kaya akan sumber bahan pangan yang sangat tinggi salah satunya adalah terung (Solanum melongena L.). Buah terong memiliki kandungan mineral dan vitamin yang cukup lengkap, namun buah terong memiliki kandungan fosfor yang rendah. Terung memiliki manfaat sebagai obat kanker, hipertensi, dan asma. Terung digunakan sebagai sayur karena mengandung protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang paling tepat untuk menigkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Botani Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dari bulan November sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), faktorial yang terdiri dari 2 faktor 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 48 unit percobaan. Selanjutnya akan dianalisis dengan anova dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan hasil yang signifikan dari semua parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Dalam penelitian ini konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang tepat terdapat pada konsentrasi 150 ml dan konsentrasi 200 ml dengan perlakuan P3A3. Kata kunci : Pupuk Organik Cair NASA, Air Kelapa Muda Keterangan : * Penulis ** Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan ajar merupakan segala bahan baik informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar dapat menciptakan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku sebagai bahan ajar yang layak digunakan di dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis,design, development,implementation,evaluation). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data deskriptif kualikatif dan kuantitatif dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu: analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif. Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ahli materi 96,73%,, uji ahli desain 97,72%, uji ahli media 92,74%, uji kelompok kecil 94,70% dan uji kelompok besar 86,12%. dengan total keseluruhan memperoleh nilai 93,60% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena persentase uji validasi ahli materi, uji validasi ahli desain, uji validasi ahli media, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar ≥ 61%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi klasifikasi pada tumbuhan paku
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki potensi sumberdaya alam melimpah sehingga menjadi peluang dalam mengembangkan sumberdaya manusianya. Salah satunya adalah pembuatan pewarna alami yang dari bagian tumbuh-tumbuhan. Biji buah pinang adalah salah satu bagian dari tumbuhan pinang (Areca catechu L.) yang dapat dimanfaatkan menjadi pewarna alami karena memiliki kandungan pigmen pewarna dan juga mengandung senyawa kimia sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus dapat ditemukan pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, kain, dan kulit yang mengakibatkan penyakit infeksi kulit. Kandungan senyawa aktif yang bersifat antibakteri pada biji buah pinang yaitu polyphenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid (Wael dkk., 2017). Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat pewarna alami biji buah pinang dan konsentrasi hambat minimal pewarna alami biji buah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pada bulan Oktober – November 2020. Metode penelitian menggunakan difusi cakram dan plate count agar kemudian data dianalisis dengan ANOVA satu arah dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 11,305 dengan nilai sig 0,003 (0,003 0,05). Artinya bahwa pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) berpengaruh signifikan terhadap jumlah koloni Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kontrol memiliki tingkat perbedaan sangat nyata dengan perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakukan 3. Semakin naik konsentrasi perlakuan pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) menyebabkan daya hambat pertumbuhan bakteri makin baik dan jumlah koloni bakteri yang tumbuh semakin menurun.