2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN SAWI HIJAU DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES Asakameng, F. A*) Nainiti, N. P.P.E. **) Makaborang, M***) Penelitian mengenai pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. pada berbagai jenis tanah yang berbeda, dan telah dilakukan mulai bulan April hingga Mei 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik (perbedaan antara perlakuan) pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Perlakuan yang dicoba yaitu A (Tanah organosol) B (tanah pasir), C (tanah lateril) dan D (tanah kapur). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Data dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA). (A Tanah Laterit) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 12 daun, lebar daun 15,833 cm, panjang daun 23,333 cm dan berat tanaman 173,5 gr (B Tanah Pasir) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 12,833 cm, panjang daun 19,667 cm dan berat tanaman 94,333 gr. (C Tanah Organosol) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 10 daun, lebar daun 12,500 cm, panjang daun 19,000 cm dan berat tanaman 88,333 gr.( D Tanah Kapur) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 14,500 cm, panjang daun 18,833 cm dan berat tanaman 142,167 gr. Kata kunci: Sawi Hijau (Brassica juncea L), Tanah Laterit *) Peneliti **) Pembimbing 1 ***) Pembimbing 2
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA FERMENTASI SELAMA PEMBUATAN KEFIR SUSU KACANG KEDELAI Bhoko E*) Nuhamara Ir.N**) Nubatonis L.M**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu kefir susu kacang kedelai dan menentukan mutu organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan penerimaan secara keseluruhan.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan Lama Fermentasi 12 jam, 14 jam, 16 jam dan 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan Bdengan Lama Fermentasi 14 jam terhadap rasa kefir susu kacang kedelai yang tertinggi dengan skor 4,833 (sangat suka), aroma kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,750 (sangat suka),warna kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,295 (sangat suka). Kata kunci : Kefir, Kacang Kedelai, Organoleptik dan Susu Kacang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT Feronika Mo’i*) , Lesybeth M Nubatonis**) Zet Malelak**) ABSTRAK Biskuit adalah produk panggang dalam bentuk potongan kecil dan mempunyai tekstur atau konsistensi yang kering, renyah dan tekstur berpori lebih rapat Penelitian ini tentang Penambahan tepung labu kuning pada tepung terigu terhadap sifat fisik kimia dan organoleptik biskuit dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. analisis menunjukan bahwa Perlakuan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik biskuit yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur biskuit. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit terdapat pada perlakuan D 15 menit yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma biskuit (4,611) sangat suka, rasa biskuit (4,77) sangat suka, warna biskuit (4,567) sangat suka tekstur biskuit (4,711). Kata Kunci : labu kuning, pembuatan ,biskuit, aroma, rasa, warna, tekstur.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP COOKIES SUSPENSI BUAH LONTAR(borassus flabellifer) AGUSTINUS MAU LOE1), LESYBETH M. NUBATONIS2),ZET MALELAK2) ABSTRAK Cookies adalah salah satu jenis makanan ringan yang banyak digemari oleh semua kalangan, seperti: anak-anak, remaja, maupun orang tua.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi suhu dan lama pemanggangan dalam membuat cookies dan metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap suhu dan waktu pemanggan dalam membuat cookies yaitu warna,rasa, tekstur dan daya terima. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh suhu dan waktu pemanggangan dalam membuat cookies terdapat pada suhu 60°C,70°C,80° dengan waktu pemanggangan 20,25,30 menit Kata Kunci: suhu,waktu, cookies, daya terima, RSM
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA WAKTU PEMASAKAN GULA DALAM MENGHASILKAN KARAKTERISTIK TENTENG KACANG TANAH Rolan K.A.Nenomataus1), Lesybeth M.Nubatonis1)Zet Malelak2) ABSTRAK Kacang tanah merupakan salah satu produk yang banyak dijumpai di Belu dan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kacang tanah dapat diolah menjadi beberapa produk salah satunya adalah tenteng kacang tanah. Penelitian bertujuan untuk mengatahui lama waktu pemasakan gula dalam menghasilkan tekstur tenteng yang terbaik dan untuk mendapatkan salah satu perlakuan lama waktu pemasakan pada pembuatan tenteng. Metode yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik organoleptik tenteng kacang tanah yaitu warna, rasa dan tekstur memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik tenteng kacang tanah yang terbaik terdapat pada perlakuan B ( lama waktu pemasakan 5 menit) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan rasa tenteng kacang tanah (4,861) sangat suka, warna tenteng kacang tanah (4,611) sangat suka dan tekstur tenteng kacang tanah (4,722). Kata Kunci : kacang tanah, pemasakan, tenteng, rasa, warna, tekstur.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA GEL RUMPUT LAUT DALAM PEMBUATAN PUDING Ayu Dima *) Nubatonis M Lesybeth **) Malelak Zet **) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Puding merupakan salah satu jenis hidangan penutup (dessert) yang digemari oleh masyarakat dari berbagai usia. Penelitian ini tentang fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik puding yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian yang tebaik pada fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding terdapat perlakuan B. 5% tepung keloryang menghasilkan tingkat kesukaan aroma puding (4,72) sangat suka, rasa puding (4,861) sangat suka, warna puding (4,583) sangat suka dan tekstur puding (4,787). Kata Kunci : kelor,rumput laut,puding
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN PADA PEMBUATAN SIRUP SUSPENSI BUAH LONTAR Frengki Mbepa Landu Amah, Lesybeth,M, Nubatonis, Zet Malelak ABSTRAK Penilitian ini dilaksanakan di laboraturium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu sirup suspensi buah lontar dan menentukan mutu organaleptik meliputi rasa,warna,dan aroma.dan penerimaan secara keseluruhan metode yang digunakan adalah metode eksprimen dan menggunakan rancangan alat lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan masing masing diulang tiga kali dengan presentase 0,5%,1%,1,5% gelatine hasil penilitian menunjuka bahwa uji analisis organaleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B 1% gelatine terhadap rasa sirup suspensi buah lontar dengan skor nilai tertinggi rata rata 4,76(sangat suka)aroma sirup dengan skor tertinggi nilai rata rata 14,1(sangat suka) dan warna sirup yang paling tinggi dan disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor rata rata 4,63(sangat suka) Kata kunci : Suspensi lontar gelatin sirup. 1.Peneliti 2 Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) DONI U PILA), LESYBETH M. NUBATONIS1), ZET MALELAK2) ABSTRAK Ubi jalar ungu adalah salah satu komoditas pertanian jenis umbi-umbian yang cukup penting di Indonesia sebagai sumber pangan dan sebagai salah satu sumber karbohidrat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2021 di laboraturatorium eksata fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar dalam menghasilkan tekstur sarutan goreng ubi jalar ungu metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap gula tebu dan gula lontar yaitu warna, rasa, tekstur dan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar terhadap pembuatan sarutan goreng ubi jalar ungu terdapat pada gula tebu 12,15,20,25,dan 27 dengan gula lontar 62,65,70,75,dan 77gram Kata Kunci : Gula tebu, gula lontar sarutan goreng tekstur, RSM
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asam asetat dapat dibuat dari substrat yang mengandung etanol, yang dapat diperoleh dari berbagai macam bahan pertanian salah satunya adalah nira. Tersedianya nira gewang dalam jumlah besar di Indonesia merupakan potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cuka yang semakin bertambah di industri makanan, laboratorium (kimia, biologi), pabrik farmasi dan sebagainya. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama Fermantasi terbaik terdapat pada perlakuan D dengan lama fermentasi 12 hari dengan nilai rata-rata 8,560% yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan C dengan nilai rata-rata 7,053% dengan lama fermentasinya selama 9 hari, namun sangat berbeda nyata dengan perlakuan B selama 6 hari dengan nilai rata-rata 5,360% dan sangat berbeda nyata juga dengan perlakuan A dengann nilai rata-rata 1,107% selama 3 hari merupakan nilai rata-rata yang terendah. Selain perbedaan asam asetat terjadi penurunan pH asam asetat (cuka) pada setiap tindakan perlakuan berdasarkan lama fermentasi yang berbeda. Nilai asam tertinggi terdapat pada fermentasi 3 hari, yaitu 3,033 dan yang terendah, adalah lama fermentasi 12 hari dengan kadar pH yaitu 2,200 . Terjadinya perubahan pH pada perlakuan menunjukan adanya perombakan alkohol membentuk asam asetat yang menyebabkan pH larutan menurun. Kata Kunci : fermentasi, Nira Gewang asam asetat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFEK WAKTU FERMENTASI TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) Rassi N. M*) Godlief F. Neonufa**) Zet M**) Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang populer di Indonesia dan dibuat dari kacang-kacangan (Syam dan Patang, 2018). Melalui proses fermentasi, kacang-kacangan yang dicampur dengan ragi tempe akan membentuk padatan kompak berwarna putih. Warna putih disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kacang-kacangan yang menghubungkan biji-biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek waktu fermentasi tempe kacang tunggak Terhadap organoleptik (rasa,warna, aroma, dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari kacang tunggak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase fermentasi 1 hari, fermentasi 2 hari, fermentasi 3 hari, fermentasi 4 hari tempe kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari, yang dimana proporsi tempe kacang tunggak fermentsi 2 hari terdapat tekstur tempe kacang tunggak yang tertinggi dengan skor 3,7, rasa tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan skor 3,9,aroma tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentsi 2 hari dengan skor 3,7, warna tempe kacang tunggak yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan indikator warna 16 PMS 142 kuning kecoklatan. Kata kunci : Bahan Pengolahan Pangan, Tempe Kacang Tunggak *) Penelitian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR Yulita K Mbaring*) Nubatonis M.Lesybeth**) MalelakZet**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Eksata universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 8-9 juli 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan gula dala m menghasilkan permen lontar. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gr, 100 gr, 120 gr, 140 gr gula. Hasil penelitian menunjukan bahnwa uji analisis organoleptik pada Aroma permen tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan penambahan 120 gr gula yang menghasilkan nilai rata-rata 4,25, rasa pada permen yang paling tertinggi (suka) terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,25, dan Tekstur permen yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,416. Penambahan 140 gr gula menunjukan tingkat kekerasan tertinggi yaitu 4,533 berbeda nyata terhadap perlakuan penambahan gula 80,100,120 gr. Kata Kunci :permen, buah lontar, warna, rasa, dan tekstur.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH RATIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa Oleifera ) TERHADAP KUALITAS KUE BAKPIA Laurensius Bala Maran1), Melkianus Nuhamara2), Lesybeth M. Nubatonis2) ABSTRAK Daun kelor sangat kaya akan nutrisi diantaranya kalsium, besi, protein, dan vitamin. Daun kelor dapat diolah bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan bakpia. Bakpia merupakan salah satu jenis jajanan tradisional dengan isian keju, coklat, kacang hijau, kacang tanah yang berbentuk sedang tanpa penambahan bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ratio kue bakpia yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan tepung daun kelor dan untuk mengetahui formulasi pembuatan kue bakpia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Parameter yang dianalisa adalah nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu dengan tepung daun kelor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik dengan rasio tepung terigu dan tepung daun kelor 100% : 2,5% menghasilkan kue bakpia yang disukai.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) Dominggus P. Rohi*) ( Nuhamara M **) I.D.A.A.R.R.Adi**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor (Moringa Oleifera Lam) bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei tahun 2021 bertempat di Rumah Pengering Bahtera Juragan Kelor.Metode yang di gunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dan masing -masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 12 unit percobaan.Daun kelor yang digunakan sebanyak 2 kg dengan masin- masing perlakuan suhu yang di berikan yaitu 500C,550C,600C dan 650C selama 5 jam .Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik terhadap warna,raroma dan rasa teh daun kelor .Hasil penelitian menunjukan pada suhu 600C menghasilkan kategori kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan suhu 600C yang menghasilkan nilai rata-rata 4,639 (sangat suka).Aroma teh kelor yang paling tinggi di sukai yaitu pada perlakuan C dengan nilai ratarata 4,722(sangat suka).Dan rasa teh daun kelor yang pling tinngi di sukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan skor 4,778 (sangat suka. Sedangkan hasil analisis kimia kadar air yang paling rendah pada teh daun kelor terdapat pada perlakuan D dengan suhu 65 0C menghasilkan nilai rata-ratya 8,542. Kata kunci: Suhu,Teh Kelor,Organoleptik teh kelor *(Peneliti) **(Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR DARI LOKASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK LARU PUTIH. TALAEN MELTUS*), NUBATONIS M.L**), MALELAK ZET**) ABSTRAK Pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase, pH, kadar gula, dan organoleptik warna dan rasa yang dihasilkan oleh pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) yang di fermentasi secara spontan.yang di ambil dari lima Desa yang berbeda yaitu Desa Baumata, Naimata, Oebelo, Oesapa, dan Tuapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran pH dengan menggunakan alat pen tipe pH meter menunjukan adanya perbedaan yang signifikan yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,200) dan Desa Naimata (3,050O) di bandingkan dengan Desa Oebelo (2,875), Oesapa (2,975), Tuapukan ( 2,775). dan pada pengukuran kadar gula dengan menggunakan alat refraktometer menunjukan hasil yang signiikan juga yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (8,750) di bandingkan pada Desa Naimata (5,250), Oebelo (4,750), Oesapa (4,700), dan Tuapukan (2,900) yeng paling terendah. Sedangkan pengukuran organoleptik di uji dengan menggunakan panelis sebanyak 15 yang memberikan respon secara signifikan berbeda yaitu pada warna menunjukan hasil kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,683), Naimata ( 3,483), Oebelo (3,150), di bandingkan dengan Desa Oesapa ( 2,483), Tuapukan ( 1,867) yang paling terendah. Sedangkan pada rasa menunjukan kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,817), Naimata (3,467), Oebelo (3,333), di bandingkan dengan Desa Oesapa (2,517), dan Tuapukan (1,783) yang paling terendah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESTILASI MINYAK KAYU PUTIH DARI POSISI DAUN PADA TANGKAI POHON TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI Yane M. Bani 1 ) Ir. A. Medah, MP 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang destilasi minyak kayu putih dari posisi daun pada tangkai pohon terhadap rendemen minuyak atsiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui perlakuan bahan baku yang tepat dari daun muda, setengah tua, dan tua terhadap rendemen minyak kayu putih. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 3 kg daun kayu putih. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak kayu putih yang dihasilkan dari proses destilasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova rendemen minyak kayu putih tertinggi terdapat pada perlakuan A (daun kayu putih muda) dengan skor rata – rata 0,916% . Kata kunci : Minyak Kayu Putih dan Rendemen *( Peneliti ) **( Pembimbing )
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L) Metriana EtiliaTaes ;* Ir. I.D.A.A.R.R.Adi, ** Ir. Melkianus Nuhamara. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] ABSTRAK Pericarp ( kulit luar) pada jagung dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan organoleptik emping jagung.Upaya perendaman( deffating) merupakan salah satu cara untuk melepaskan pericarp pada jagung supaya emping jagung yang di hasilkan berkualitas .Penelitian pengaruh lama waktu perendaman dalam larutan kapur ( Ca(OH)2) setelah perebusan Pada pengolahan emping jagung ( Zea Mays L) telah dilakukan pada bulan mei 2021.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman yang tepat untuk menghasilkan emping jagung yang berkualitas baik.Metode yang di gunakan dalam penelitain ini yaitu Rancangan acak legkap (RAL), dengan 4 Perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali ulangan. Proses perendaman menggunakan air dan kapur 3 % dengan lama waktu perendaman 10,11,12,dan 13 jam. Hasil penelitian dengan perlakuan terbaik dari perndaman dalam larutan kapur dengan lama waktu yang berbeda dalam pengolahan emping jagung terdapat pada perlakuan C yaitu lama waktu perendaman 12 jam dengan nilai rata rata warna 4.583, rasa 4.783 tekstur 111.667 g Kata kunci: Perendaman, jagung, emping jagung, organoleptik,pengukuran dengan alat textur analyser. *(Peneliti)**( Pembimbing)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KARAKTERISTIK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL.) DI KABUPATEN KUPANG ABRIYANTO R. DJAMI HAU1); ZET MALELAK2); LESYBETH M NUBATONIS 2) ABSTRAK Ubi jalar ungu jenis Ipomoea batatas var Ayamurasaki atau sering disebut Ipomoea batatas blackie memiliki warna ungu yang pekat. Warna ungu yang ada pada ubi jalar ungu disebabkan adanya pigmen ungu antosianin yang ada dibagian umbi sampai kulitnya. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik kimia ubi jalar ungu yang pada lima desa dikabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dari 5 desa dan 3 ulangan. Analisa data secara statistik dengan ANOVA, apabila menunjukan pengaruh yang nyata (P 0,05), dilanjutkan dengan uji Duncan pada uji lanjut Duncan ada beda antar perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, kadar air ubi jalar ungu, kadar serat ubi jalar ungu, karbohidrat ubi jalar ungu, kadar air tepung ubi jalar ungu, kadar serat tepung ubi jalar ungu dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu. Hasil sidik ragam menunjukan kadar air ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (70,120 a), berada pada Desa Kotabes, kadar serat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (0,477 a), berada padaDesa Fatukanutu, karbohidrat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (74,977 a), berada pada Desa Kotabes, kadar air tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (8,750 a),berada pada Desa Kotabes, kadar serat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (2,432 a), berada pada Desa Kotabes, dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (82,637a), berada pada Desa Naibonat.