2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Metusalak Modu, 2021. Analisis Yuridis Pembatalan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh Hakim Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu , Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam menjatuhkan putusan Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen? Dengan tujun penelitian yakni untuk mengetahui bagaimnana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; pembatalan putusan Arbitrase Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh hakim di Pengadilan, dan variabel terikat yakni; dasar pertimbangan hakim pengadilan dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 291/Arbitrase/BPSK-BB/III/2017 adalah sebagai berikut. 1. Hakim Pengadilan Negeri membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Karna berdasarkan fakta-fakta yang terungkapkan dipersidangan serta berkas dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kabupaten Batu Bara, tidak terdapat fakta yang menunjukan pemohon keberatan dan termohon keberatan telah bersepakat untuk menyelesaikan sengketa mereka melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Batu Bara. Dan berdasarkan surat perjanjian pembiayaan terkait dengan pilihan hukum tersebut dikatakan bahwa jika suatu saat terjadi perselisihan dalam pembiayaan ini maka Pengadilan Negerilah yang punya Wewenanag menyelesaikan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. 2. Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) karena berdasarkan fakta-fakta dalam perkara a quo Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo, dimana hubungan hukum antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan berdasarkan perjanjian pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia dan berdasarkan fakta Termohon Keberatan telah wanprestasi yaitu berhenti membayar angsuran atau cicilannya kepada Pemohon Keberatan, sehingga secara absolut sengketa antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan merupakan kewenangan Peradilan Umum (PN) dan bukan merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsum Kata Kunci : Pembatalan Putusan Badan Penyelesaiana Sengketa Konsumen(BPSK)
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTI SARI Remigius Besin, 2021 Dengan judul .Analisis Yuridis Penjatuhan Putusan Oleh Majelis Hakim Terhadap Pembatalan Pendaftaran Merek Di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat. Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadialan negeri niaga Jakarta pusat. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dasar pertimbangan hokum oleh hakim dalam menjatuhi putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadilan negeri niaga Jakarta pusat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni; penjatuhan putusan bagi tergugat yang melakukan peniruan merek-merek penggugat, dan variable terikat yakni; dasar pertibangan hakim dalam menjatuhi putusan terhadak pihak atau para tergugat yang bersalah. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhi putusan berdasarkan putusan nomor 31/Pdt.Sus Merek/2019/PN.Jkt.Pst putusan nomor 43/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pst ; putusan nomor: 58/Pdt.Sus-Merek/2014/PN.Jkt.Pts; putusan nomor : 60/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pts adalah sebagai berikut : Kualitas perbuatan antara lain; Merek-merek yang didaftarkan tergugat mempunyai persamaan yang signifikan dengan merek-merek penggugat. Penggugat terlebih dahulu mendaftarkan merek. Adanya itikad tidak baik oleh tergugat. Kata Kunci : Analisis Yuridis, Putusan Hakim, Pembatalan Pendaftaran Merek
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah :Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Di Pengadilan Negeri Baturaja. Hakim dalam hal ini juga harus dapat me mberi putusan yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam putusannya hakim dituntut tidak boleh sekedar melaksanakan undang undang, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan sosial. Putusan hakim sangat berpengaruh atas suatu perkara karena keadilan menjadi hal yang sangat diharapkan. Putusan hakim tersebut mencerminkan proses penegakan hukum yang erat kaitannya dengan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Putusan hakim seperti inilah yang banyak menuai persoalan dari masyarakat, misalnya terkait dengan putusan yang berbeda Judul adalah: Disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di pengadilan Negeri Baturaja. Masalah dalam penelitian ini dalah: Bagaimana dasar pertimbanagan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadapa Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Tujuan penelitan yaitu: Untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 4 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Negeri baturaaja sehingga terjadinya disparitas putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekeasan . 1. Tuntutan Yang Berbeda Dari Jaksa Penuntut Umum 2. Indenpedensi Hakim 3. Kualitas Perbuatan Terdakwa 4. Hal-Hal Yang Memberatkan Dan Meringankan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul: Deskripsi Tentang Pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali Dalam Menjatuhkan Pidana Lebih Rendah Terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pertimbangan majelis hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif ? Tujuan dari penelitian ini adalah: pertimbangan majelis hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan pertimbangan Hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan non aktif berdasarkan pada: 1). Hakim mempertimbangkan unsur-unsur pasal dalam dakwaan yang terdiri dari dakwaan primer dan subsidair dalam tuntutan penuntut umum; 2). Hakim mempertimbangkan kerugian keuangan Negara yang timbul dari perbuatan terdakwa; 3). Hakim mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa. Sarankan bagi hakim perlu konsistensi dalam pertimbangan yang seadil-adilnya berdasarkan etika dan profesi hakim dalam menegakkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi bagi masyarakat sesuai dengan undang undang tindak pidana korupsi dan bagi terdakwa agar tidak perlu melakukan korupsi. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim dan tindak pidana korupsi
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI JudulSkripsi:AnalisisYuridisPutusan Hakim DalamSengketaPelanggaranHakCipta Di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusat, denganRumusanmasalahputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanadayang dikabulkanPenelitianinibertujuanuntukmengetahuiputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan. Pertimbanganhasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbangan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan, Hasilpenelitianyangdigunakandalampenelitianinipenelitiannormatif,Varibelyangdingunakanada 2(dua)yaituVariabelbebasdanVariabelterikatdalampenelitianini variable bebasadalahpelanggaranhakciptadan variable terikatadalahputusan hakim terhadappelanggaranhakcipta Hasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbanganhakimdalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegariniaga Jakarta pusatdanmengapaputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkanyaitu: 1. Gugatanpenggugattidakdapatditerimakarenagugatanpenggugattidakmemenuhisyaratformilyaitu : a. Gugatankaburdantidakjelas ( obscuur libel) b. Penggugattidakmemilikikewenanganuntukmengajukangugatan (legal persona standi in judicio ) 2. Gugatanpenggugatdikabulkankarenapenggugatberhasilmembuktikandalilgugatnya KataKunci:Putusan ,Hakim ,pelanggaran, hakdancipta
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
“ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG DI BIDANG
PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)”. Pilihan karir merupakan suatu proses dari seseorang ketika mengambil keputusan sebelum masuk dalam dunia pekerjaan. Salah satu preferensi karir yang masih sangat dibutuhkan dan masih kurang peminatnya adalah karir dibidang perpajakan. Hal ini merupakan suatu peluang bagi para lulusan fresh graduate. Namun terkadang ada berbagai factor yang mempengaruhi seseorang dalam memilih karir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pilihan berkarir mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha wacana Kupang angkatan 2017 & 2018 dengan pertimbangan telah mengikuti mata kuliah perpajakan. Rumus yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS ( Statistical Product and Service Solution) 16.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel motivasi berkarir berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir, variabel minat berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan
berkarir dibidang perpajakan, variabel pengetahuan mahasiswa tentang pajak berpengaruh terhadap preferensi pilhan berkarir dibidang perpajakan, dan variabel persepsi berkarir, motivasi berkarir, minat berkarir, dan pengetahuan mahasiswa tentang perpajakan berpengaruh secara simultan terhadap prefernsi pilihan berkarir dibidang perpajakan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
“ANALISIS REALISASI ATAS TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UPTD DINAS PENDAPATAN DAN ASET DAERAH
KABUPATEN ROTE NDAO” Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana realisasi tunggakan pajak kendaraan bermotor dan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukanUPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao untuk meminimalisir tunggakan pajak. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data dokumen-dokumen yang ada. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa realisasi pajak kendaraan bermotor berdasarkan targetnya pada UPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao selama periode 2018-2020 tergolong rendah. Berdasarkan hasil analisis kendaraan roda 2 dan 4, yang menjadi pengaruh signifikan cukup besar adalah kendaraan roda 2 disebabkan objek pajak yang terus bertambah karena masyarakat bisa dengan mudah memperoleh kendaraan, realisasi objek pembayaran sangat minim dikarenakan kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam membayar pajak, pelaku kepatuhan wajib pajak yang tidak segera melunasi pajak terutang meskipun telah melewati masa pajak yang telah ditetapkan, selain itu terjadi pemindahan atau terjadi jual beli kendaraan ke luar daerah dan tidak melapor untuk dimutasikan kendaraan tersebut sehingga masih tetap tercatat sebagai tunggakan pajak. Strategi yang dilakukan UPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam meminimalisir tunggakan pajak kendaraan bermotor belum sepenuhnya meningkatkan kesadaraan kesadaraan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi bagi pengusaha kecil di Pusat Oleh-oleh C&A Sentra UKM NTT dan membuktikan bahwa penetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan akan menyebabkan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan laba akuntansi.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitaitif, data yang akan dianalisis adalah data primer yaitu dengan mengumpulkan, mengolah dan menginterprestasikan data yang diperoleh yang langsung mempengaruhi besarnya pajak berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi dengan cara mengumpulkan dokumen, harga pokok penjualan, biaya-biaya yang dibenarkan oleh peraturan perpajakan untuk dikurangkan serta penjualan kotor. Teknik analisis yang data yang digunakan dalam menjawab rumusan masalah adalah dengan menganalisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan perbedaan ketetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi pada Pusat oleh-oleh C&A sentra UKM NTT, serta memberikan saran terkait perbandingan kedua perhitungan tersebut mana yang lebih menghasilkan pajak lebih besar.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, perhitungan pajak penghasilan berdasarkan laba akuntansi adalah tepat dan pajak yang dihasilkan lebih kecil dan efisien untuk dibayarkan dibandingkan perhitungan menggunakan norma perhitungan. Oleh karena itu pengusaha kecil disarankan menggunakan metode perhitungan dengan laba akuntansi karena lebih mendekati nilai kewajaran.
Kata Kunci: PAJAK PENGHASILAN, NORMA PERHITUNGAN DAN LABA AKUNTANSI
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripikan realisasi dana desa tahun anggaran 2020 dalam penanganan covid19 di Desa Nauke Kusa Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka meliputi (1) penggunaan dana desa untuk pencegahan dan penaganan covid19, (2) padat karya tunai desa, (3) bantuan langsung tunai desa, untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif. Jumlah dana desa yang terlihat dalam dokumen dana desatahun 2020, data jumlah relawan covid19 desa,data jumlah anggaran pencegahan covid19 di desa yang bersumber dari dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD). Data dianalisis menggunakan metode dekriptif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan dana desa untuk pencegahan covid19 di desa nauke kusa sebesar Rp 93.944.000, penggunaan dana desa untuk padat karya tunai sebesar Rp 453.604.000 , dan penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai desa sebesar Rp 655.200.000 mampu mengkomordir sebanyak 182 orang penerima bantuan terhitung sejak April-Desember 2020.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Pengeluaran Pemerintah Bidang
Kesehatan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
0,147 dengan demikian hipotesis diterima. (2) Pengeluaran Pemerintah Bidang
x
Pendidikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
0,134 dengan demikian hipotesis diterima. (3) Pengeluaran Pemerintah Bidang
Infrastruktur tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
(3,77) dengan demikian hipotesis tidak diterima
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul skripsi penulis adalah: ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI YANG MENGUATKAN PUTUSANMAHKAMAH AGUNG DALAM PERKARA UTANG PIUTANG. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : bagaimana dasar pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali yang menguatkan Putusan Mahkamah Agung dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dalam perkara utang piutang? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah : Untuk mengetahui dan memahami alasan Pertimbangan Putusan Peninjauan Kembali yang menguatkan Putusan Mahkamah Agung dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dalam perkara utang piutang. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif Kualitatif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu bagaimana dasar pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali yang menguatkan Putusan Mahkamah Agung dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dalam perkara utang yaitu Hakim Peninjauan Kembali dan Mahkamah Agung Bahwa Termohon Kasasi tidak melunasi sisa utangnya yang adalah perbuatan melawan hukum, gugatannya kurang pihak dan tidak dapat diterima. Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi yaitu sisa utang Tergugat Kepada Penggugat yang tidak dibayarkan adalah perbuatan melawan hukum, Penggugat dapat membuktikan dalil-dalilnya sedangkan Tergugat tidak dapat membuktikan dalil-dalilnya. Kata Kunci : Putusan Hakim, Perjanjian, Wanprestasi.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini di latar belakangi Sumber daya Manusia (SDM) dapat menjadi modal utama dalam menunjang keberhasilan Organisasi apabila dikelola dengan baik dan pengelolaan tersebut sudah dimulai semenjak mereka akan dengan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut hasibuan (2001) kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.seorang karyawan akan dapat dengan lebih baik dan prestasi mereka akan meningkat pada saat mereka puas akan pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu semua tantangan yang ada diorganisasi harus bisa dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sasaran atau tujuan organisasi bisa tercapai, di antara sumber daya organisasi yang ada, sumber daya manusialah yang paling menentukan terhadap hasil yang ingiin dicapai organisasi.Aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik karena adanya kinerja organisasi yang baik pula, maka agar kinerja organisasi bisa optimal perlu dukungan kinerja karyawan yang optimal pula. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapaii seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kinerja, usaha dan kesempatan 9 (Prasttyo,2016). Untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja yang tinggi serta tenaga kerja yang mampu berprestasi kerja secara optimal, diperlakukan kompetensi yang ada yang sesuai dengan pekerjaan karyawan yang dapat mendukung kinerja karyawan. Kompetensi adalah apa yang dibawah seseorang kedalam pekerjaan dalam bentuk jenis dan tingkatan yang berbeda (Budiman dkk,2016). Dengan demikian semua yang mencakup kompetensi yang dimilki seorang karyawan akan menentukan kinerja karyawan dalam bekerja semakin tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan adalah kepuasan kerja. Menurut Wibowo dan Sutanto ( 2013) Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Maka semakin terpenuhinya kepedulian dan kebutuhan pada karyawan maka akan timbul kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menimbulkan meningkatnya kinerja karyawan. Kinerja adalah sesuatu yang dicapaiatauprestasi yang diperlihatkan atau kemampuan bekerja, dengan kata lain bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja, jika kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, maka kinerja merupakan output pelaksana tugas, kinerja mempunyai hubungan erat dengan seseorang dari pekerjaannyadan apa yang mereka peroleh. Orang yang paling banyak tidak merasa puas adalah mereka yang mempunyai keinginan yang paling banyak, namun mendapat sedikit, sedangkan yang paling merasa puas adalah orang yang mengingikan banyak dan mendapatkanya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu, setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai 10 dengan sistem nilai–nilai yang ada pada dirinya, Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pada tabel 1.1 diatas dapat diketahui kinerja pegawai dinas kependudukan kabupaten malaka sangat memuaskan dan maksimal. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kepusan kerja, kompetensi karyawan dan kinerja pegawai dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang dapat dari 49 orang,kemudian di ambil sampel sebanyak 49 responden dan kemudian data di proses menggunakan analisis regresi linier berganda sampel yang digunakan adalah pegawai Dina Kependudukan Kabupaten Malaka dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan hasil analisis regresi dan di dapat persamaan regresi linear berganda Y= 6,034+0,295+e selain itu berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu pada variabel kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bahwa untuk varibel kepuasan kerja di temukan t hitung lebih besar dari t tabelnilai thitung untuk koefesien (b1) adalah 2,637 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada kantor diinas Kependudukan Kabupaten Malaka dan uji kedua yaitu komptensi kryawan. nilai thitung untuk koefesien (b2) adalah 3,292 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Karyawan berpengaruh signifikan terhadapKinerja Pegawai pada kantor dinas Kependudukan kabupaten malaka. Pada hasil uji di dapati juga nilai R Square sebesar sebesar 0,488. Hal ini berarti menunjukan bahwa Interaksi antara Kepuasan Kerja(X1),Kompetensi Karyawan(X2) memiliki hubungan yang kuat terhadap Kinerja Pegawai(Y). Nilai R squere sebesar 0,488 atau 48,8% artinya pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Kompetensi Karyawan(X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesr 48,8% sedangkan sisanya 51,2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis Yuridis Tentang Disparitas Putusan Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya suatu disparitas putusan tentang pertimbangan hakim menjatuhkan pidana penjara dan tidak menerapkan pidana lain kepada anak yang melakukan tindak pidana pencurian, dapat dikategorikan dalam beberapa pertimbangan mendasar yaitu: Hakim berbeda dalam pemeriksaan perkara anak, kualitas perbuatan pidana terdakwa anak, kualitas nilai barang/ obyek curian, dan hal memberatkan dan meringankan. Oleh sebab itu rekomendasi penulis adalah Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena hakim memiliki kewenangan indepedensi, Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara, hal ini karena kualitas dari perbuatan pidana anak tersebut, Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena kualitas nilai barang/ obyek curian, dan Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena hal memberatkan dan meringankan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu, (Ngalim Purwanto,1998:73). Sedangkan fungsi motivasi menurut Sardiman A.M, (2009:85) ada tiga yaitu: Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi kerja adalah cara mengarahkan daya dan potensi bawahan agar mereka mau bekerja sama secara produktif dan berhasil mencapai dan mewujudkantujuan yang telah ditentukan.Proses terjadinya motivasi kerja yaitu dimulai dengan pengenalan kebutuhan, kemudian ditentukan sasaran yang akan dicapai yang kemungkinan akan dapat memenuhi kebutuhan, dilanjutkan dengan menetapkan serangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mecapai sasaran. Apabila sasaran tersebut tidak dapat dicapai, maka kebutuhan tersebut akan tetap menjadi kebutuhan yang menuntut untuk dapat dipenuhi, tetapi bila sasaran telah dicapai maka pada umumnya akan mempengaruhi motivasi kerjanya dan bahkan muncul kebutuhan baru yang ingin dipenuhi. Menurut Brennan (dalam Effendy 2009:122) “komunikasi internal adalah pertukaran gagasan diantara para administrator dan pegawai dalam suatu organisasi atau instansi yang menyebabkan terwujudnya organisasi tersebut lengkap dengan strukuturya yang khas dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal dalam suatu organisasi yang menyebabkan pekerjaan berlansung (operasi manajemen). Menurut Hasibuan (2001:34) megemukakan bahwa: “Performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapi tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika”. Sedangkan menurut Moeheriono (2012:95) mendefinisikan “kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksana suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi”. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja atau kebijakan pegawai yang diperoleh dalam Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui sebuah perencanaan dengan hukum yang berlaku. Kinerja seorang pegawai akan baik jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, keahlian untuk bekerja, adanya imbalan atau upah yang layak dan mempunyai harapan masa depan. ( Hasibuan, 2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan komunikasi internal dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang xii didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 57 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang pegawai yang bekerja di Dinas PUPR Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan hubungan komunikasi internal dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2 ). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial Komunikasi Internal tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang. Sedangkan secara simultan bahwa Komunikasi Internal dan Motivasi Kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda Komunikasi Interal tidak berpengaruh terhadap kinerja kerja pegawai di Dinas PUPR Kota Kupang ditunjukan dengan hasil uji t –tes yang dilakukan didapatkan hasil thitung sebesar = 0,009 dan t tabel sebesar = 1,674. Maka Ho diterima dan Ha Ditolak, Hal terjadi di karenakan t tabel 1,674> t hitung 0,009. Motivasi Kerja Berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Dinas PUPR Kota Kupang. Ditunjukan dengan hasil uji t –tes yang dilakukan didapatkan hasil thitung sebesar =8,772 dan t tabel sebesar = 1,674. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, Hal terjadi di karenakan t hitung 8,772 > t tabel 1,674.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul “PENGARUH FASILITAS KERJA DAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN DI PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN KUPANG” dengan persolanan utama dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan dan apakah kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas Karyawan, serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja terhadap produktivitas karyawan dan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas karyawan. Objek dalam penelitian ini adalah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang yaitu berjumlah 69 orang, kemudian sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah dari populasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 69 orang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan memberikan sejumlah kuesioner yang dibuat dalam bentuk googleform kepada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Kemudian dilakukan analisis dengan memasukan pengolahan data yang diperoleh dari responden tersebut ke dalam data tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui frekwensi intensitas kondisi masing-masing variabel dapat diketahui dengan perkalian antara skor tertinggi dalam setiap variabel yang kemudian dibagi menjadi 3 (Three Box Methods) yaitu kondisi rendah, sedang dan tinggi, dalam skor berikut ini : Skor (%F1x1) + (%F2x2) + (%F3x3) + (%F4x4) + (%F5x5) + (%F6x6) + (%F7x7) + (%F8x8) + (%F9x9) + (%F10x10) : 10, setelah itu dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini meliputi uji t (parsial), uji F (simultan), dan Uji R2. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang dan secara simultan fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap produktivitas karyawan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji t nilai thitung fasilitas kerja adalah 7,594 dan nilai sig adalah 0,000 sedangkan nilai thitung program kesehatan dan keselamatan kerja adalah 4.908 dan nilai sig adalah 0,000 dengan nilai ttabel adalah 1,984, thitung > dari ttabel dengan tingkat signifikasi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang, kemudian berdasarkan hasil uji F nilai Fhitung fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja adalah 388,37 dan nilai sig adalah 0,000 dengan nilai Ftabel adalah 3,14, Fhitung > dari Ftabel dengan tingkat signifikasi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Kemudian berdasarkan hasil uji R2 diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.922 atau 92,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitaas karyawan adalah 92,2%. Sedangkan pengaruh sebesar 7,8% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara efektiv dan efisien untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus dapat mengendalikan dan mengontrol kegiatan operasional diperusahaannya dengan memanfaatkan pihak-pihak yang berada dalam perusahaan yang memiliki wewenang, tugas dan tanggungjawab dalam pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu manajer harus memiliki pemahaman yang profesional, khususnya para manajer keuangan. Seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu memahami sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan sebagai pendukung modal kerja (working capital) perusahaan. Dalam mendirikan suatu perusahaan dibutuhkan modal yang memadai karena jika tidak ada dana yang tersedia maka perusahaan tidak akan mungkin bisa membiayai kegiatan operasinya. Dengan begitu menjadi tanggung jawab seorang manajer keuangan untuk me-menage atau mengelola sumber dana yang dianggap potensial tersebut untuk dirubah menjadi nilai tambah yang bersifat suistainable (berkelanjutan) dan profitable (prospek keuntungan). Modal kerja dalam suatu perusahaan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan oprasional perusahaan, dengan adanya modal kerja perusahaan dapat beroperasi secara ekonomis dan efisien serta tidak mengalami kesulitan keuangan dalam keadaan mendesak. Modal kerja dalam suatu perusahaan selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, perputaran modal kerja dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja hingga investasi tersebut menghasilkan kas kembali. Apabila perusahaan meremehkan atau bertindak tidak serius dalam mengelola modal kerja, maka perusahaan tersebut diprediksi akan bermaslah dalam berkompetisi di pasar, termasuk memungkinkan perusahaan tersebut tidak mampu memanfaatkan modal kerja yang telah termiliki secara maksimal serta tepat sasaran. Modal kerja tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil dan juga harus dijaga tingkat kestabilannya agar tidak menimbulkan masalah. Kebijakan modal kerja adalah keputusan-keputusan kebijakan dasar yang berhubungan dengan tingkat sasaran untuk masing-masing kategori aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut didanai. Dari penjelasan tersebut dapat di tafsirkan bahwa kebijakan modal kerja bersifat sangat hati-hati (Prudent), dalam artian jika pihak manajer bertindak gegabah dengan menempatkan dana yang terlalu besar pada salah satu akun atau sebaliknya terlalu kecil maka dampaknya akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengukur kebutuhan modal kerja perusahaan, peneliti menggunakan metode untuk memperkirakan kebutuhan modal kerja secara terpisah, dimana kebutuhan modal kerja merupakan seberapa besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan agar perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasinya dengan modal kerja yang cukup, yang artinya tidak berlebihan atau kekurangan. Oleh sebab itu untuk menghitung kebutuhan modal kerja, terlebih dahulu peneliti akan menganalisis dari masing-masing elemen kebutuhan modal kerja yang terdiri dari tiga yaitu Kas, Piutang, Persediaan. Penelitian ini dilakukan Pada PT Astra Otopart Tbk Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Untuk Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan begitu baik dikarenakan melebihi standar industri yaitu 10 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Kas mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan masi berada diatas standar industri yaitu 15 Hari. Untuk hasil Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 fluktuasi. Sedangkan Perolehan Rata-rata Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan tidak baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 15 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Piutang mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 60 Hari. Untuk Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk dapat dikatakan tidak baik dikarenakan perolehan perputaran persediaan berada dibawah standar industri yaitu 20 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Persediaan mengalami peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Persediaan dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan lamanya perputaran persediaan berada diatas standar industri yaitu 20 Hari. Untuk Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan perputaran modal kerja berada dibawah standar industri yaitu 6 kali. Untuk Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016-2020 dikatakan begitu baik dikarenakan pertumbuhan kebutuhan modal kerja mengalami fluktuasi dalam artian bahwa perusahaan mampu mengontrol kebutuhan modal kerja.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Setiap organisasi baik organisasi perusahaan, organisasi sosial maupun organisasi pemerintah mempunyai tujuan yang dapat dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu, dengan mempergunakan seluruh sumber daya yang ada didalam organisasi tersebut, dan yang paling berperan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi adalah sumber daya manusia. Berhasil tidaknya suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Manusia selalu berperan aktif dan paling dominan dalam setiap aktifitas organisasi karena manusia menjadi perencana, pelaku dan sekaligus penentu terwujudnya tujuan organisasi. Menurut Badeni (2013:2) kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan . Menurut Suradinata dalam Larius (2003:4) pendidikan dan pelatihan (Diklat) merupakan proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka peningkatan pelatihan pegawai yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku yang di perlukan dalam melaksanakan Tugasnya. Menurut Lijan Poltak Sinambela (2018:481) kinerja pegawai merupakan kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja xiv merujuk pada pencapaian tujuan pegawai atas tugas yang diberikan kepadanya. Kinerja pegawai sejauh mana pegawai tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam arti kata pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana, sehingga diperoleh hasil yang memuaskan agar tercapainya kinerja pegawai yang baik.Pegawai dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas yang mampu melaksanakan tugas sebagai aparatur sesuai dengan tugas yang dibebankan.Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja pegawaiYang dimaksud dengan kinerja pegawaipenelitian iniadalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. xv Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel kepemimpinan sebesar 2,720sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung > t tabel (2,720>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variable kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel tingkat pendidikan sebesar 4,090sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung < t tabel (2,720 t tabel (2,295>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variabel pelatihan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judulskripsipenulisadalah: PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH. Rumusanmasalah yang Penuliskajiadalah: mengapahakimPeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah? Tujuan yang inginPenuliskajiadalah: alasan hakim PeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah. Jenismetodepenelitian yang Penulisgunakanadalahjenispenelitiannormatifdansifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifyaknipenulisakanmemaparkansecaralengkap, rinci, jelasdansistematishasildalambentukkaryailmiah. Bahanhukum yang digunakanadalahbahanhukum primer yang terdiridariputusan hakim sertaperaturanperundang-undangan, traktat, kaidahdasarataunormasertaperaturandasar. BerdasarkanHasilPenelitian yang penulislakukanmaka yang menjadikesimpulansesuaimasalah yang penuliskajiyaitumengapa hakim peninjauankembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanahkarena: menurutPenggugattanahsengketaterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang, sedangkanmenurutTergugattanahsengketaterlatak di KampungBege, DesaTongko, KecamatanBaroko, KabupatenEnrekang. Berdasarkanhasilpemeriksaansetempat, diketahuibahwatanahsengketatersebutterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang.SehinggasesuaidenganketeranganndariPenggugat. Tanah sengketasudahmasukdalamdaftarobjekpajakatasnamaAla bin Duma (Penggugat). Tergugattidakmampumembuktikandalil-dalilnya.KeterangansaksiTergugattidaksesuaidenganapa yang dilihatataudialamilangsungsehinggaterkesansudahdiatur. KeterangansaksiTergugat yang menyatakanbahwaiaseringmelewatitanahsengketadenganmenggunakansepeda motor harusdiabaikankarenaberdasarkanhasilpenelusuransetempattanahsengketatersebutdikelilingiolehkebundanselokansehinggatidakadajalan. Berdasarkankesimpulandalampeniltianinni, makaPenulismemberikanbeberapa saran.Untuk hakim, dalampersidanganseorang hakim harusmampumemberikanputusan yang tepat, memperhatikankepastianhukumdankeadilan. Kata Kunci: Pembatalan Putusan Hakim, Sengketa Tanah
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KECEMASAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KARYAWAN KONTRAK BANK NTT KANTOR CABANG UTAMA KIPANG