2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus kekerasan pada perempuan, anak, dan perdagangan orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan persoalan sosial yang sudah ada pada tingkat darurat. Akibatnya banyak masyarakat dan jemaat yang sudah menjadi korban. Hal ini membuat banyak lembaga-lembaga masyarakat dan keagamaan terlibat dalam upaya pemberantasan. Rumah Harapan GMIT, yang merupakan shelter atau rumah aman bagi para korban, adalah salah satu lembaga gerejawi yang didirikan GMIT dalam menggumuli ketiga kasus di atas. Kehadiran shelter ini bertujuan untuk membebaskan mereka yang menjadi korban. Apa yang melatar-belakangi terbentuknya pelayanan sosial Rumah Harapan GMIT? Apa yang membedakan Rumah Harapan GMIT dan instansi lain dalam pelayanan sosial? Secara teologis, refleksi apa yang bisa dikembangkan terhadap keterlibatan sosial Rumah Harapan GMIT?
Dalam tulisan ini, penulis pertama-tama mendeskripsikan tentang latar belakang dan sejarah berdirinya Rumah Harapan GMIT. Setelah itu, penulis juga melihat Teori Teologi Sosial Gustavo Gutierrez yang berjuang bagi kesejahteraan kaum miskin dengan menghasilkan sebuah teologi pembebasan (Theology of Liberation) bagi kaum miskin di Amerika Latin. Teologi yang dikembangkan Gutierrez ini menjadi sebuah landasan teori bagi penulis untuk melihat konteks sebagai sumber berteologi, kemudian penulis menggunakan 4 aspek Teologi sosial dari J.B Banawiratma untuk menganalisa konteks dan menemukan tema yang dapat dikembangkan sebagai refleksi kritis terhadap pelayanan sosial yang dilakukan Rumah Harapan GMIT.
Tema yang dimaksud adalah pembebasan. Alkitab mencatat berbagai karya pembebasan, terutama yang dilakukan Allah dalam Perjanjian Lama, yaitu: Pembebasan Allah melalui tradisi Tahun Yobel dan Tahun Sabat, Pembebasan Allah pada masa Pembuangan di Babel, sementara dalam Perjanjian Baru pembebasan itu terjadi melalui karya pelayanan Yesus, para Rasul dan Jemaat Mula-mula. Kepedulian dan keberpihakan kepada kaum yang tertindas dan para korban menjadi pergumulan bersama yang dihadapi dalam konteks Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Amerika Latin dan konteks pelayanan GMIT.
Dalam konteks GMIT pada masa kini, idealnya karya pembebasan Allah hadir melalui Pelayanan Rumah Harapan GMIT. Karya pembebasan Allah bagi bangsa Israel dan umat Perjanjian Baru dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi tindakan pembebasan yang sedang dilakukan oleh GMIT melalui Rumah Harapan GMIT. Sebagaimana karya Allah tersebut sungguh-sungguh membebaskan, demikian juga GMIT dalam pelayanan sosialnya lewat Rumah Harapan harus menunjukan kehadiran dan penyertaan Allah bagi para korban karena ketidakadilan yang dihadapi. Upaya pembebasan seperti yang dilakukan Allah adalah standard dalam pelayanan sosial, sehingga kesaksian GMIT menjadi bukti nyata bahwa Allah selalu ada bagi orang-orang yang membutuhkan keadilan untuk menolong mereka tetap melanjutkan kehidupan.
Kata-kata Kunci : Peran Sosial, Teologi Pembebasan, Rumah Harapan GMIT, keadilan, Pembebasan Allah
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penambahan perekat pada pembuatan briket limbah penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk limbah daun penyulingan minyak kayu putih yang diolah menjadi partikel dengan mesin pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 4 perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada variabel pengamatan ketahanan, lama nyala, massa jenis, dan kadar air. Perlakuan D (perekat 20%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai ketahanan tertinggi 93.66667 %, lama nyala tertinggi 1.724999 gr/t, massa jenis tertinggi 539.486 gr/f namun berbeda nyata dengan perlakuan A (perekat 5 %) kadar air terendah 13.93333333 %.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi adalah “Kajian Yuridis Tentang Penyebab Terjadinya Sengketa Kepemilikan Tanah Warisan Dalam Keluarga Konay”. Rumusan Masalah penelitian penulis, adalah Apa dasar pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan dan gugatan tidak diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dasar pertimbanga hakim sehingga menolak gugatan dan gugatan tidak diterima.
Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, dan jenis penelitian adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen.
Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Dasar Pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan penggugat dan gugatan tidak diterima, adalah:
1. Dasar Pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan penggugat
a. Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 20/Pdt.G/2015/PN. Kpg.
1). Alat-alat bukti yang diajukan Para Penggugat dan Tergugat sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara dan dalam hubungannya satu sama lain, ternyata bahwa Para Penggugat tidak berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya sedangkan Tergugat berhasil membuktikan bahwa sebagian objek sengketa telah dijual oleh Penggugat I dan Penggugat II sehingga Para Penggugat tidak patut lagi menuntut objek sengketa yang masih dikuasai oleh Tergugat tersebut, dengan demikian majelis hakim menyatakan bahwa gugatan Para Penggugat pada petitum ke- 4 tidak beralasan hukum sehingga patut ditolak.
2). Gugatan Para Penggugat merupakan inti dari keseluruhan petitum gugatan Para Penggugat sehingga tidak ada urgensinya lagi dalam hal menuntut pembagian harta warisan berupa tanah.
b. Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 78/Pdt.G/2018/PN.Kpg yang dikuatkan oleh Putusan Nomor 70/PDT/2019/PT.Kpg dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1505 K/Pdt/2020.
Pertimbangan hakim menolak gugatan penggugat karena berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan, Majelis Hakim menilai bahwa bukti P-24, T.I.VIII-1 dan 2, T.III,VI, XI-1, T.VII-9 berupa Putusan No : 8/1951 tanggal: 25 Mei 1951 yang Disyahkan Pengadilan Tinggi/Banding Gubernur Sunda Kecil Putusan No: 19/1952 tanggal: 28 Agustus 1952, lalu dikuatkan dalam tingkat kasasi melalui Putusan Mahkamah Agung RI Reg No : 63/K/Pdt/1953 tanggal : 31 Agustus 1955, yang menjadi asal muasal putusan yang dieksekusi, pada pokoknya telah dipertimbangkan, diputuskan dan dinyatakan bahwa Penuntut (Victoria Anin) berhak tetap atas milik-milik yang tersebut pada tuduhan sedangkan Bertholomeus/ Bartolomeos Konay tidak berhak atas tanah objek sengketa yang merupakan milik Johannis Konay, yang dalam Putusan No : 19/1952 tanggal: 28-8-1952, dirubah diktum Kwalifikasinya sehingga berbunyi Meluluskan tuntutan dan penuntut berhak atas milik seperti tersebut dalam tuntutannya.
2. Dasar Pertimbangan Hakim gugatan penggugat tidak diterima.
Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 157/Pdt.G/2015/PN.Kpg gugatan penggugat tidak diterima, karena:
a. Majelis hakim menilai obyek maupun subyek dalam perkara ini yakni perkara No.157/Pdt.G/2015/PN.KPG Tgl 04 September 2015 pada intinya sama dengan obyek maupun subyek dalam perkara No.20/PDT/G/2015/ PN.KPG Tgl 03 Pebruari 2015 yang telah diputus Tgl 04 Agustus 2015 yang menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya, dimana putusan tersebut juga telah diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No.160/PDT/2015/ PT-KPG dan terhadap putusan yudex factie Pengadilan Tinggi Kupang tersebut para penggugat dalam perkara ini telah mengajukan permohonan pada tingkat kasasi.
b. Obyek Tanah Pagar Panjang yang merupakan salah satu obyek tuntutan dalam perkara ini masih bergantung dalam perkara lain yakni Perkara Perdata No.35/PDT/G/2012/PN-KPG jo Perkara Perdata No.36/PDT/G/ 2013/PT.K yang saat ini masih dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi
c. Majelis hakim menyatakan pembuktian serta fakta yang terungkap di persidangan dalam Perkara Perdata No.20/PDT/G/2015/PN-KPG Tgl 04 Agustus 2015; telah ternyata obyek-obyek tuntutan sebagian besar telah dikuasai oleh pihak lain baik yang mendapat hak dari para penggugat maupun dari tergugat II dan Tergugat III dan tidak diikutsertakan pihak-pihak yang menguasai obyek-obyek tuntutan sebagai turut tergugat dalam perkara ini, maka gugatan para penggugat kurang pihak sehingga dinyatakan tidak dapat diterima
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
”. Perumusan masalah adalah 1). Apa yang menjadi motif terdakwa anggota Tentara Nasional Indonesia melakukan tindak pidana kesusilaan?; 2). Bagaimana modus terdakwa anggota Tentara Nasional Indonesia melakukan tindak pidana kesusilaan? Dan 3). Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana kesusilaan terhadap pelaku dan rumah tangga korban?. Tujuan penelitian yaitu 1). untuk mengetahui motif terdakwa anggota Tentara Nasional Indonesia melakukan tindak pidana kesusilaan; 2). Untuk mengetahui modus terdakwa anggota Tentara Nasional Indonesia melakukan tindak pidana kesusilaan, dan 3). Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana kesusilaan terhadap pelaku dan rumah tangga korban. Sifat penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian normatif. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka yang menjadi kesimpulan yaitu 1).Motif pelaku adalah ingin memuaskan hawa nafsu/kebutuhan Biologis; 2).Modus pelaku adalah dengan melakukan hubungan pasangan/pacaran dan berkomunikasi melalui telepon genggam/seluler serta 3).Akibat Hukum nya yaitu : a)Terhadap pelaku dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda, b).Terhadap korban adalah kehilangan keharmonisan dalam rumah tangganya dan c). Terhadap harta bersama terdapat pembagian hak yang sama terhadap suami dan isteri jika terjadi perceraian. Sehubungan dengan kesimpulan maka penulis mengemukakan saran sebagai berikit : Adanya peraturan 281 ke 1 KUHP (Kitab Undang- undang Hukum Pidana) Diharapkan Tentara Nasional Indonesia menaati peraturan yang ada, dilakukan agar menjaga kehidupan masyarakat yang tertib dan patuh kepada hukum serta tatanan kehidupan di negara ini. Untuk Korban dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu sexsual ,agar tidak terjadinya tindak percabulan atau perzinahan
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: a. Bagaimanakah modus tindak pidana korupsi di Bank Nusa Tenggara Timur? b. Bagaimanakah akibat hukum yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi di Bank Nusa Tenggara Timur terhadap pelaku dan bank/negara? Tujuan yang ingin dicapai penulis melalui penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) Modus tindak pidana korupsi di Bank Nusa Tenggara Timur. 2) Akibat hukum yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi di Bank Nusa Tenggara Timur terhadap pelaku dan bank/negara. Sifat penelitian ini ialah deskriptif kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif. Setelah melewati proses penelitian dan analisis, maka penulis merumuskan poin-poin kesimpulan antara lain: 1. Kasus korupsi di Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Surabaya dengan terdakwa Muhammad Ruslan, Didakus Leba dan Bong Bong Suharso dilakukan dengan modus: a. Terdakwa Muhhamad Ruslan memanfaatkan kedekatan saksi Stefanus Sulayman dengan pihak manajemen Bank NTT; b. Terdakwa Muhhamad Ruslan menggunakan data-data terkait legalitas perusahaan yang tidak benar atau dipalsukan; c. Terdakwa Muhhamad Ruslan menggunakan jaminan berupa agunan yang seluruhnya merupakan asset milik Stefanus Sulayman yang pada akhirnya sebagian besar tidak pernah diserahkan kepada Bank NTT Cabang Surabaya; d. Terdakwa Didakus Leba dan Bong Bong Suharso merupakan pimpinan dan wakil pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya mengabaikan kelengkapan permohonan kredit yang diajukan oleh para debitur. 2. Akibat hukum dari tindak pidana korupsi kredit modal usaha di Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Surabaya adalah: 1) Timbulnya kerugian keuangan negara/daerah dalam hal ini Bank Nusa Tenggara Timur sebesar Rp. 128.902.042.729,00 (seratus dua puluh delapan miliar sembilan ratus dua juta empat puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh sembilan rupiah). 2) Reputasi Bank Nusa Tenggara Timur menjadi tercoreng di mata masyarakat Nusa Tenggara Timur 3) Akibat hukum dari tindak pidana korupsi kredit modal usaha konstruksi di Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Surabaya terhadap terdakwa Muhhamad Ruslan, Didakus Leba, dan Bong Bong Suharso adalah para terdakwa dijatuhi sanksi hukum berupa pidana penjara dan denda serta membayar uang pengganti kerugian negara
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah Deskripsi tentang pembatalan putusan kasasi oleh hakim peninjauan kembali dalam sengketa kepemilikan tanah. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah apakah yang menjadi dasar pertimbangan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan kasasi dalam sengketa kepemilikan tanah. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan kasasi dalam sengketa kepemilikan tanah.Jenis metode penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yaitu terdapat kekeliruan hakim, kekhilafan hakim dan ada novum. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah agar dalam menjatuhkan putusan hakim harus lebih teliti dalam memeriksa alat bukti sehingga tidak terjadi kekeliruan dan kekhilafan hakim. Kata kunci : Sengketa Tanah Warisan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah produktivitas kerja karyawan Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh produktivitas kerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas waktu gilir kerja, etos kerja terhadap karyawan. Waktu gilir kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Selain itu etos kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai menganalisis perubahan waktu gilir kerja sebagai dampak covid-19 berpengaruh terhadap produktivitas Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, Untuk menganalisis etos kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh waktu gilir kerja.
Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah yang dimaksud dengan perubahan waktu gilir kerja dalam penelitian ini adalah bentuk perpanjangan waktu dari sistem shif kerja. Dimana merupakan suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan. yang dimaksudkan dengan etos kerja dalam penelitian ini adalah sebagai pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan kerja. Yang dimaksudkan dengan produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah suatu hubungan yang terjalin antara jumlah output yang dihasilkan dan sejumlah output yang diperlukan untuk membuat output tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode 3 kotak. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang karyawan dengan menggunakan rumus slovin. Rumus slovin ini digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan metode 3 kotak bahwa Waktu Gilir Kerja pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kriteria rendah. Etos Kerja berada dalam kriteria rendah, Produktifitas Kerja berada dalam kriteria rendah.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa waktu gilir kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182. dan nilai koefisien regresi sebesar -0,013 yang berarti semakin baik waktu gilir kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan, dan sebaliknya. Etos kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10,182 dan nilai koefisien regresi sebesar 0, 667 yang berarti semakin baik etos kerja semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan. Sedangkan produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap waktu gilir kerja dan etos kerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Dalam paradigma organisasi pemerintahan terdapat sejumlah aparatur
yang diangkat dan ditugaskan untuk menjalankan tugas-tugas publik, sehingga
aparatur harus dibina dan dikembangkan serta diatur penempatannya agar dapat
bekerja secara optimal. Pengaturan dan penempatan aparatur tersebut marupakan
bagian dari manajemen sumber daya manusia
Menurut Flippo (2005:28) kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat
diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh
sumber daya manusia atau sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan atau
sasaran perusahaan denga baik dan berdaya guna. Karena pada dasarnya untuk
melihat sampai sejauh mana peranan sumber daya manusia dalam suatu
perusahaan, maka dapat dilihat dari hasil kerja seorang pegawai yang ada dalam
perusahaan tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan pegawai pihak
manajemen harus senantiasa memperhatikan faktor-faktor yang mendorong
pegawai bekerja dengan produktif, salah satunya yaitu memperhatikan motivasi
kerja pegawai. Motivasi itu penting karena motivasilah yang menyebabkan,
menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan
antusias mencapai hasil yang diinginkan. Hal itu dapat dilihat dari pendapat
Siagian (2003:138) yang menyatakan bahwa motivasi sebagai daya pendorong
yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk
mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan
waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan
berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.
Menurut Hasibuan (2006) mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja
yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta
waktu.
Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Penelitian terdahulu yang di
lakukan oleh Savira Yenni (2020) dalam penelitian yang berjudul Pengaruh
Kualitas Kerja, Pengembangan karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Pegwai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya,
Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas kinerja berpengaruh signifikan
terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten
Aceh Barat Daya yang bererti semakin tinggi kualitas kerja maka semakin
meningkat kinerja pegawai. dan Penelitian terdahulu yang di lakukan Lisanapoati
Madoing (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Motivasi Kerja Pegawai Pada
Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone Bolango.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: Motivasi Kerja Di Kantor Dinas Kependudukan
Dan Catatan Sipil masih kurang efektif hal ini disebabkan karena tidak adanya
keterbukaan antara pimpinan dan bawahan, serta adanya kecemburuan sosial
antara pegawai yang satu dengan yang lainnya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Kerja Dan
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini melatar belakang data
pemohon dan percetakan KTP di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Kupang dari bulan Januarai sampai dengan Bulan Desember
Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada
Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebanyak
27 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan Populasi yakni
berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk
diisi oleh Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebagai responden pada penelitian ini.
Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan
hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi.
Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan
dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien
determinasi (R2)
Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan
Variabel Kualitas Kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel
Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai.
Kata Kunci : Kualitas Kerja, Motivasi Kerja Dan Kinerja Pegawai
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Faridah Kasim. 16418266. Skripsi ini berjudul “ Analisis Pengaruh Kebutuhan Fisiologis dan Kebutuhan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT”. Kupang 2022.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survey Kuesioner. Peneliti melakukan survey dengan cara menyebar kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berstatus PNS yang berjumlah 49 orang. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan rumus slovin sehingga berjumlah 44 orang. Teknik analisis lanjjutan dalam penelitian ini menggunakan Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan untuk uji hipotesisnya peneliti menggunakan Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial kebutuhan isiologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Sedangkan secara simultan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan Nilai konstanta sebesar 1.970 artinya jika nilai kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 1.970, sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0.610 dan koefisien regresi b2 sebesar sebesar 0,825. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 1.970 + 0,610 X1 + 0,825 X2 + e.
Uji hipotesis pertama ada pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan fisiologis (X1) ditemukan t hitung = 2.599 lebih besar t table = 1,219 dan tingkat Sig. = 0,013. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y).
Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan sosial (X2) ditemukan t hitung = 3.408 lebih besar t table = 1.219 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Untuk uji Simultan didapat hasil F hitung = 22.321 lebih besar F tabel = 3,23 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) dan variable kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil uji determinasi didapat nilai besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.521 atau 52,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai adalah 52,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil ini maka peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG
Setiap perusahaan pasti memiliki target tertentu yang harus dicapai. Dalam pencapaian targetnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mendayagunakan manusia atau proses memperoleh, memajukan, mengembangkan, dan memelihara tenaga kerja sampai sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien, Fauji (2013). Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia dengan baik supaya mendapatkan karyawan yang puas akan pekerjaannya. Menejemen yang telah dipercaya oleh perusahaan dituntut untuk memperhatikan semangat kerja karyawan agar mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Menurut Nitisemito (2002: 160) semangat kerja adalah Melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan lebih diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat didalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Semangat kerja merupakan hal penting yang harus dijalani oleh setiap karyawan di perusahaan manapun karena semangat kerja menggambarkan perasaan senang individu atau kelompok terhadap pekerjaannya. Menurut Utari (2020: 2) menjelaskan bahwa upaya meningkatkan semangat kerja karyawan pada sebuah perusahaan, tidak hanya kesejahteraan berupa gaji yang layak atau fasilitas yang memadai yang perlu diperhatikan, melainkan perlu memperhatikan kondisi psikologis karyawan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis karyawan yaitu stress kerja dan konflik kerja. Sehingga faktor yang paling dominan menyebabkan turunnya semangat kerja adalah konflik kerja dan stres kerja.
Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang merupakan Bank Perkreditan yang didirikan oleh Yayasan TLM pada tahun 2008 untuk melayani pinjaman kredit kecil, menengah dan simpanan. Demikian halnya BPR TLM (Tanaoba Lais Manekat) dengan jumlah karyawan total sebanyak 73 orang, yang terdiri dari 70 karyawan dengan 3 direktur (direktur utama, direktur kredit, direktur kepatuhan).
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh Negatif variabel Konflik Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai t hitung = -0.868 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.388. Oleh karena nilai sig > 0,05. Sedangkan variabel independen stres kerja berpengaruh negatif Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibukikan dengan perolean nilai t hitung sebesar = -0.642 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.523. Oleh karena nilai sig >0,05.
Kata Kunci :Semangat Kerja, Konflik Kerja, Stres Kerja.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
MARSELUS REMIGIUS TAHU (17382377). Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang; WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan ADI N. T. LANGGA, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang.
Gastropoda merupakan hewan moluska yang berjalan dengan bagian kaki perut. Nama gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu (gaster = perut dan podas = kaki) artinya hewan yang memiliki kaki perut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda yang meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, serta indeks dominansi di Perairan Pantai Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui observasi dan pengukuran di lapangan. Lokasi penelitian dibagi ke dalam 3 stasiun. Pengamatan gastropoda dilakukan dengan mengunakan line transek sepanjang 50 meter ke arah laut dan diletakkan kuadran/petak dengan ukuran 1 x 1 meter dengan jarak antara kuadran/petak 10 meter dan jarak antara transek 50 meter per stasiun, Jarak antara stasiun 100 meter per stasiun.
Hasil penelitian gastropoda di Perairan Pesisir Pantai Sulamu ditemukan sebanyak 43 jenis gastropoda dari 22 famili dengan total 532 . stasiun I terdapat 25 spesies dari 12 famili, stasiun II terdapat 32 spesies dari 19 famili dan stasiun III terdapat 15 spesies dari 12 famili. Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang memiliki nilai kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang trtinggi yaitu jenis Urosalpinx cinerea yakni 2,47 ind/m², 15,55 %, stasiun II yaitu jenis Canarium mutabile yakni 2,07 ind/m², 24,60 %, dan stasiun III yaitu jenis Nassarius pullus yakni 3,00 ind/m², 26,79 %. indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,21 stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,24 tergolong keanekaragaman sedang, pada stasiun III yakni 0,95. tergolong kategori keanekaragaman rendah (1 ≤ H ≤ 3). nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebessar 0,87, stasiun II sebesar 0,82 dan stasiun III sebesar 0,80 memiliki nilai antar spesies merata/stabil (0,74 < E < 1,00) dan nilai dominansi pada stasiun I yakni sebesar 0,08, stasiun II yakni sebesar 0,10, dan pada stasiun III yakni sebesar 0,15 tergolong rendah (0,00 ≤ C ≤ 0, 30).
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Analisis Hubungan Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional Dalam Mngukur Komitmen Organisasi Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang”.Skripsi ini ditulis oleh Maria Metriana Dahu Mali, NIM 17412205, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalus Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Personal (X1), Faktor Organisasional (X2), dan Faktor Non Organisasional (X3) terhadap Komitmen Organisasi (Y) Karyawan PT Telkom Witel NTT Kupang. Penelitian yang penulis lakuka disini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di PT. Telkom Witel NTT Kupang dan Sampel dari penelitian ini sebanyak 65 orang sebagai responden. Dalam mengumpulka Data Penulis menggunakan Kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Koefisien Korelasi. Hasil dari penelitian yang ini menunjukan bahwa Variabel Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Organisasional berhubungan positif dan Signifikan terhadap Komitmen Organisasi yakni Semakin baik Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional maka semain baik juga Komitmen Organisasi. Faktor Personal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Individu sangat memperngaruhi tingkat Komitmen Individu. Karyawan yang lebi bekerja lama dan tua tingkat Komitmennya lebih tinggi dibandingkan dengan Karyawan yang belum Lama bekerja dan usianya Masih muda. Jenis kelamin juga mempengaruhi Komitmen seseorang terhadap Organisasi, Karyawan Perempuan cenderung Lebih komit Terhadap Organisasional dibandingkan dengan Karyawan Laki-Laki. Menurut Larson (2005) bahwa pegawai yang mempunyai komitmen yang tinggi akan berusaha lebih dari pada mereka yang mempunyai komitmen yang rendah. Dalam bekerja disebuah organisasional atau perusahaan, seorang pekerja setidaknya pernah mengalami masalah, bahkan terkadang masalah yang dihadapi bisa mengancam perasaan untuk berkomitmen dengan organisasional atau perusahaan tersebut, misalnya ditegur dengan keras akibat kurang tanggap dalam menjalankan tugas, dipindah tugaskan dan diberikan beban pekerjaan yang melebihi deskripsi pekerjaan. Kata Kunci: Faktor Personal, Faktor Organisasional, Faktor Non Organisasional, dan Komitmen Organisasi
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH INSENTIF MATERIAL DAN NON MATERIAL TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA DEALER NUSANTAR SAKTI KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan penting dalam menjalankan perusahaan di dalam era globalisasi saat ini. Walaupun perusahaan tersebut memiliki sumber daya lain yang melimpah, jika semua itu tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai maka tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan akan sulit dicapai. Melihat peran SDM sangat penting dalam perusahaan, maka perusahaan perlu memberikan perhatian lebih kepada karyawan melalui kebijakan-kebijakan SDM yang dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. insentif material merupakan sarana motivasi, dapat berupa perangsang atau pendorong yang diberikan dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat kerja yang lebih besar untuk berprestasi dalam berorganisasi. Insentif non material merupakan segala persangsang yang tidak dapat dinilai dengan uang seperti pemberian gelar secara resmi, pemberian tanda jasa atau medali, pemberian piagam penghargaan, pemberian pujian lisan ataupun tulisan dan ucapan trimakasih secara formal ataupun informal. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai pengaruh insentif material dan insentif non material terhadap semangat kerja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Dalam penelitian ini populasi yang dipilih peneliti adalah karyawan yang ada pada PT. Nusantara sakti Kupang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi yaitu karyawan bagian marketing pada PT. Nusantara sakti kupang. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan penjualan sepeda motor data yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah pegawai yang bekerja pada PT Dealer Nusantara sakti kupang yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan yang bekerja dibagian marketing pada Dealer Nusantara Sakti Kupang sebanyak 38 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagi berikut: Diketahui bahwa insentif material berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pada dealer nusantara sakti kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t. Diketahui bahwa insentif non material berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pada dealer nusantara sakti kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2 .
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI PASIR PUTIH DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU
Pengembangan wisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan suatu objek wisata agar objek wisata tersebut lebih baik dan dapat menarik pengunjung ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Objek wisata adalah segala sesuatu yang ada didaerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang ingin datang berkunjung tempat wisata untuk menikmati atraksi yang ada pada objek wisata.
Hasil penelitian mengenai pengembangan obyek wisata berdasarkan analisis SWOT yang terdiri: 1) kekuatan adalah keindahan yang ada pada obyek wisata yang biasa dinikmati oleh wisatawan. 2) kelemahan adalah Saat ini Pantai pasir putih masih butuh banyak pembangunan dalam hal fasilitas yang dapat menunjang rasa nyaman wisatawan saat berkunjung.. 3) Peluang Lokasinya dekat dengan perbatasan timor leste sehingga dapat menarik wisatawan asing untuk berkunjung, 4) ancaman dilokasi obyek wisata ini belum mempunyai aliran listrik sehingga jam berkunjungnya terbatas.
Dalam hasil penelitian tentang pengembangan amenitas atau fasilitas pada obyek wisata pantai pasir putih belum lengkap maka dengan adanya pengembangan obyek wisata dapat memperhatikan fasilitas wisata seperti lopo-lopo alat transpotasi dan listrik pada obyek wisata pantai Pasir Putih.
Dalam pengembangan objek wisata adanya fasilitas pelayanan terhadap wisatawan, agar wisatawan lebih lama tinggal disuatu destinasi wisata. Pelayanan wisata yang baik dapat memberikan kenyaman bagi wisatawan serta keramahan masyarakat terhadap wisatawan dengan saling menghagai dan menghormati. Masyarakat dikawasan wisata dapat berintraksi dengan baik dengan terhadap para pengujung.
Kata kunci : Pengembangan Obyek Wisata
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pandemi covid- 19 membawa dampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Bebagai kelompok dalam lapisan masyarakat mengalami pemasalahan secara personal. Dalah datu pihak yang terdampak ialah GMIT Ora Et Labora. GMIT memaknai tugas panggilannya di dalam lima Panca pelayanan gereja yakni: Koinonia (Pesekutuan), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Persembahan), Liturgia (Ibadah) dan Oikonomia (Penatalayanan). Dengan demikian maka gereja perlu mencari strategi pelayanan agar panca pelayanan gereja tetap berjalan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah panca pelayanan gereja Ora Et Labora berjalan pada masa pandemi atau tidak, bagaimana dampak pandemi dalam panca pelayanan gereja, bagaimana strategi pelayanan yang dilakukan oleh gereja Ora Et Labora agar panca pelayanan tetap berjalan dan merefleksikan persoalan ini secara teologis serta menemukan bagaimana seharusnya sikap gereja Ora Et Labora ketika menjalankan strategi pelayanan. Tujuan ini dapat dicapai dengan pendekatan kualitatif. Metode yang dipakai untuk memperoleh data adalah penelitian lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panca pelayanan gereja tetap berjalan pada masa pendemi oleh karena gereja melakukan strategi-strategi pelayanan, sejauh mana kemaksimalan strategi pelayanan gereja, bagaimana bentuk strategi pelayanan yang dilakukan, apakah strategi yang dilakukan telah mencapai tujuan dari panca pelayanan atau tidak. Dalam persoalan ini penulis memakai teori dari pengertian “strategi pelayanan gereja” dan dalam persoalan ini penulis telah mendapati bahwa gereja telah melakukan perannya. Dari hasil penelitian di atas dilakukan refleksi teologis untuk melihat bahwa Allah telah mengaruniakan kecerdikan dan ketulusan, bagaimana kecerdikan dan ketulusan yang dimaksudkan Yesus dalam kitab suci, bagaimana gambaran tantangan atau hambatan dalam teks kitab suci, bagaimana sikap gereja dalam menjalankan strategi pelayanan di masa pandemi covid-19. Pemaknaan tentang kecerdikan dan ketulusan menjadi pesan yang harus dimaknai gereja dalam menjalankan panca pelayanan agar panca pelayanan dapat berjalan dengan baik dalam situasi apapun. Kata Kunci: Strategi pelayanan gereja, Panca pelayanan, Pandemi Covid-19, kecerdikan, ketulusan
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Gereja hadir di tengah dunia bukan dirinya sendiri, melainkan untuk mengemban sebuah tugas atau amant kerasulan. Dalam merumuskan pemahaman mengenai misi atau tugasnya sebagai gereja, GMIT menuangkan amanat kerasulan dalam Panca Pelayanan GMIT yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia, dan oikonomia. Jemaat GMIT Nazaret Oeekam juga melakukan tugas dan panggilannya sebagai gereja di dunia dengan melaksanakan panca pelayanan GMIT. Namun di dalam pelaksanaannya, teori tidak sejalan dengan praktek yang ada. Dalam menulis karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi-analisis-refleksi, yaitu dengan mendeskripsikan jemaat yang menjadi lokus bagi penulis untuk meneliti, menganalisis masalah berdasarkan realita yang ada. Melalui sidang majelis jemaat yang dilaksanakan pada tahun 2020, laporan mengenai hasil pelaksanaan program pelayanan baik dalam bidang pelayanan koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia tidak terlaksana dengan baik. Beberapa program pelayanan di antaranya berjalan sesuai harapan dan beberapa di antaranya tidak terlaksana. Gereja disebut juga sebagai alat untuk melaksanakan visi Kerajaan Allah di dunia. Karena itu gereja harus mampu melayani dengan baik. Untuk melaksanakan visi Kerajaan Allah di dunia, maka gereja-gereja khususnya Jemaat GMIT Nazaret Oeekam sebagai gereja mewujudkannya dalam panca pelayanan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perceraian merupakan persoalan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, namun ternyata perceraian pun bisa menimpa kehidupan para tokoh agama seprti mereka yang berprofesi sebagai pendeta. Penyebab perceraian yang sering dialami oleh para pendeta ini adalah melalui kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga perselingkuhan, dan juga dampak dari perceraian inilah yang juga memiliki pengaruh bagi anak-anak mereka sendiri. Yang diteliti saat ini adalah kehidupan anak-anak pendeta korban perceraian dengan aspek-aspek yang nampak dalam penelitian ini yaitu aspek fisik, menta, sosial, serta spiritualitas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendetakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan koisioner untuk mengumpulkan data terhadap anak-anak pendeta korban percerain yang memiliki gangguan psikologis dalam situasi perceraian kedua orang tua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa peristiwa perceraian dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai pendeta memiliki dampak atau pengaruh psikologis bagi anak-anak mereka. Dalam pergumulan yang dirasakan oleh anakanak pendeta korban perceraian, gereja sudah seharusnya hadir bukan hanya untuk mendampingi kedua orang tua anak-anak saja, tetapi juga membantu mendampingi serta membimbing anak-anak pendeta korban percerain ini agar dapat dimampukan dalam membangun iman serta spiritualitas mereka. Anak-anak korban perceraian ini sangat perlu untuk mendapatkan pendampingan yang baik oleh gereja, setelah peristiwa perceraian orang tua yang mereka alami. Maka itu penulis pun menemukan bahwa ada lima pendekatan pastoral yang sangat baik diterapkan untuk membantu gereja dalam pendekatan atau pendampinganya terhadap anak-anak pendeta korban perceraian, sehingga mereka pun dapat merasakan bahwa mereka tidak pernah sendiri dalam menjalani persoalan hidup yang sedang mereka alami. Kata Kunci: Keluarga, Perceraian, Anak-anak Pendeta, Pastoral, Peran Gereja.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Berdasarkan kesaksian Alkitab dan pertolongan Roh Kudus, Gereja mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Pegakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan ini selalu diikrarkan oleh jemaat pada setiap kebaktian Minggu. Yesus Kristus adalah Tuhan, artinya Ia mempunyai kuasa baik itu di surga maupun di bumi. Untuk itu ketika seseorang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka dalam kehidupan sehari-hari hendaknya ia taat dengan sungguh kepada-Nya. Hendaknya ia mengakui kuasa-Nya serta mempercayakan diri kepada-Nya. Namun, dalam realita kehidupan berjemaat, jemaat selalu dihadapkan dengan berbagai penderitaan, salah satunya adalah human trafficking atau perdagangan manusia. Mereka yang menjadi korban human trafficking adalah mereka yang lemah dan rentan untuk dieksploitasi. Orang-orang ini disiksa, ditindas dan bahkan kehilangan nyawa. Dalam realita seperti ini, apakah Yesus Kristus masih bisa diakui sebagai Tuhan? Jika Yesus Kristus adalah Tuhan dan benar bahwa Dia memiliki kuasa di surga maupun di bumi, mengapa orang-orang yang lemah dieksploitasi dan diperdagangkan? Dan apakah manusia masih dapat mempercayakan dirinya serta taat kepada Yesus Kristus yang diakui sebagai Tuhan tersebut? Karena itu melalui tulisan ini, yaitu dengan judul Yesus Kristus adalah Tuhan dan sub judul Suatu Tinjauan Dogmatis Megenai Makna Yesus Kristus adalah Tuhan dalam Pengakuan Iman Rasuli dan Implikasinya Bagi Persoalan Human Trafficking di GMIT. Penulis melihat hubungan antara makna Yesus Kristus adalah Tuhan dengan persoalan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan berjemaat. Penulisan ini didasarkan atas kajian pustaka tentang makna Yesus Krisus adalah Tuhan dalam Pengakuan Iman Rasuli. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pengakuan akan ke-Tuhan-an Yesus Kristus berkaitan erat dengan siapa Dia sesunguhnya serta apa yang dikerjakan-Nya untuk seluruh manusia dan segenap ciptaan. Bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, melalui dan di dalam Yesus Kristus Allah menyatakan solidaritas-Nya guna menyelamatkan manusia dari lumpur dosa. Dengan demikian kuasa Allah dipakai untuk menolong mereka yang membutuhkan, bukan untuk menerangkan superioritas Allah sendiri. Menyikapi persoalan human trafficking yang terjadi di tengah kehidupan berjemaat, maka tulisan ini mengarahkan suatu sikap yang didasarkan atas nilai yang terkandung di dalam pengakuan akan ke-Tuhan-an Yesus, yakni solidaritas. Dalam hal ini iman jemaat kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan menjadi dasar bagi jemaat dalam solidaritasnya terhadap sesama yang menderita. Dengan demikian kuasa pembeabasan dari Allah melalui Yesus Kristus dapat dirasakan dalam setiap kehidupan manusia.