2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah kecamatan Larantuka dan terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Flores Timur mulai dari masalah NPWP, pelaporan SPT, serta masalah tunggakan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan Sampel yang diambil dalam penelitian sebanyak 30 UMKM dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yakni dengan kriteria Memiliki omzet maksimal Rp 4,8 Milliar/tahunUMKM yang memiliki NPWP Heterogen dari berbagai kelompok usaha seperti usaha bidang kuliner, fashion, konveksi, bidang elektronik dan jasa digital. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Kepatuhan Wajib Pajak pelaku UMKM di wilayah Kota Larantuka Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur di katakana patuh yang mana didukung dengan hasil presentase yang sudah dihitung yang berarti masuk dalam kualifikasi sangat baik dengan keterangan sangat layak dan tidak perlu direvisi. Keyword : UMKM,Kepatuhan wajib pajak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HENDRO UMBU SANGAJI (14390020). Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda.di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi.M.Sisebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI.S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Bakasang adalah produk yang dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam penyajian makanan. Lama proses fermentasi bakasang umumnya 30-45 hari. Fermentasi adalah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme yang bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Fermentasi asam laktat dapat terjadi sebagai akibat aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada bakasang ikan tembang menggunakan lumatan nanas dengan pemanasan suhu tinggi dan lama penyimpanan yang berbeda.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian pH sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk identifikasi Bakteri Asam Laktat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial.Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dan hasil sekuensing DNA dianalisis menggunakan programBLAST.
Hasil penelitian bakasang ikantembang yaitu total bakteri asam laktat padasuhu 75oC berkisar 0-35.000 koloni dan suhu 121oC berkisar 0-25.500 koloni, pH padasuhu 75oC berkisar 4,10-5,75 dan suhu 121oC berkisar 4,05-5,70, uji kemurnian sampel ekstrak pada sampel a1b3 dan a2b3 yaitu bentuk circular, elevasi konveks, tepian entire, warna putih, ukuran kecil dan kondisi aerob dan anaerob, uji molekuler untuk genomic DNA yaitu sampel a1b3 dengan konsentrasi DNA 64,26 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,210 dan A260/230 1,897, dan volume 30 µl dan sampel a2b3 dengan konsentrasi DNA 57,20 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,344 dan A260/230 2,334, dan volume 30 µl, gel electrophoresis image-pcr product untuk hasil pita DNA yaitu homosigot dominan (AA), squence assembly 4288: CAAGAC-GTTTTTN-TTGCAGAACC-TGCGGTTCC dan squence assembly 1517: CAAA-CCGTTTTC-TTGCGGAACC-TGCGGTTC.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu nilai pH tertinggi pada perlakuan suhu 75°C dengan penyimpanan 0 hari, yaitu 5,75, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,55 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,10. Sedangkan nilai pH tertinggi pada suhu 121°C dengan penyimpanan 0 hari yaitu 5,70, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,10 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,05.Hasil uji kemurnian pada bakteri tersebut, bentuk koloni bulat (circular), elevasi cembung (enterid), tepian koloni koveks, warna koloni putih dan kondisi aerob dan anaerob. Bakteri Asam Laktat yang teridentifikasi pada bakasang ikan tembang pada kode sampel a1b3 adalah Staphylococcus condimenti dan kode sampel a2b3 adalah Staphylococcus carnosus.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Wilhelmus L. Ratu (14380086). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima, Kota Kupang dibawah bimbingan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D, Pembimbing I dan Ir Izaak Angwarmasse sebagai Pembimbing II P.rogram studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang.
Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang saat ini mengalami pengembangan di wilayah pesisir seperti pembangunan hotel, jalan dan kegiatan reklamasi. Kegiatan pembangunan tersebut akan berdampak pada ekosistem wilayah pesisir dan organisme perairan seperti gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan komposisi jenis, kelimpahanan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi gastropoda Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima Kota Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi. hasil penelitian yang telah di lakukan di Pantai Pasir Panjang Kelapa Kota Kupang terdapat (9) jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Cypraea annulus sedangkan Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan kriteria indeks Shannon-wiener dikategorikan rendah, Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. dan nilai indeks Dominansi sedang. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvester Nahak Berek (14380077) Struktur Komunitas Manggrove di Desa Weseben Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Wilson L. Tisera, S.pi.M.si. Ph.D. Sebagai pembimbing I. Rockie R. L. Supit, S.pi. M.si. Sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu Kabupaten di Nusa tenggara Timur yaitu Kabupaten Malaka memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Malaka adalah seluas 10,773,62 KM₂ dengan Panjang garis pantai 287,1 KM. Potensi lestari sumber daya ikan di kabupaten Malaka sebesar 45,714,85 Ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperboleh kansebesar 36,571,88 Ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumberdaya ikan baru sebesar 17,85% untuk di kenbangkan penangkapan sumberdaya ikan di Kabupaten Malaka.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020 .Dengan Judul Struktur komunitas mangrove di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Metode yang di gunakan adalah metode Wawancara (Daftarpertanyaan) danobservasi (Pengamatansecaralangsung)
Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata Masyarakat di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka terdapat 4 jenis Mangrove /bulan dalam melakukan penelitian dan tingkat Bruguiera yang sangat dominan sebanyak 687 dan untuk kategori anakan jenis mangrove tertinggi terdapat pada Avicenia sp. 450 /bulan dalam melakukan penelitian. Struktur komunitas Mangrove kategori pohon yaitu sebesar 22,95 sedangkan untuk anakan Mangrove terdapat 4,21 dan untuk semai paling banyak 3,28 Angka ini menunjukan secara ekonomi Struktur komunitas mangrove terdapat di desa weseben kecamatan Wewiku kabupaten Malaka sangat bermanfaat bagi masyarakat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JHON RICHY MAUTUKA (14380045) Analisis Usaha perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Alfred G. O. Kase S.Pi. M.Si. Ph.D, dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. Sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten Alor memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Alor adalah seluas 10,773 km dengan panjang garis pantai 287,1 Km. Potensi lestari sumber daya ikan di Kabupaten Alor sebesar 45,714,85 ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 36,571,88 ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumber daya ikan baru sebesar 17,85% untuk dikembangkan penangkapan sumber daya ikan di Kabupaten Alor. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020. Dengan Judul Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode Wawancara (Daftar pertanyaan) dan observasi (Pengamatan secara langsung) Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata nelayan gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor sebesar 6.250,000/bulan dalam melakukan penangkapan dan tingkat pendapatan nelayan gillnet sebesar 4.262,666/bulan dalam melakukan penangkapan. Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap gillnet ditinjau dari R/C yaitu sebesar 3,144 berarti usaha perikanan tangkap tersebut layak untuk diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya ROI diperoleh dalam usaha penangkapan gillnet sebesar 214,491 %. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan gillnet di Kecamatan Alor Timur.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembuatan garam di Kelurahan Oesapa Barat umumnya melalui penyaringan dengan mengunakan karung plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya yang ingin dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl pada garam rakyat dengan modifikasi teknik penyaringan mengunakan ijuk yang dikombinasikan dengan penyaringan menggunakan sistim berlapis menggunakan ijuk, kerikil dan pasir. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan alat masak yang sudah dimodifikasi dari plat drum. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September-November 2020 bertempat di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei, pembuatan garam dan pengambilan sampel. Sedangkan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor untuk pengujian Kadar Air, NaCl, iodium, mineral (magnesium dan kalsium). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat masak modifikasi dari plat drum pada kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air berkisar antara 4,41-5,23%, kadar NaCl 91,02%, kadar iodium 79,69 mg/kg, mineral magnesium 183,70 mg/100 g dan mineral kalsium 503,70 mg/100 g.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research was conducted under the title “An Analysis of Figurative Language Found in Kidung Jemaat Lyric Songs”. The research problem of this research that solved by the writer stated as follow: (1) what are the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs?, (2) what are the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs”. The aims of the study are to find out, 1) the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs, 2) the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs. The method used in this study is descriptive qualitative method. The writer focus on the song living in faith every day, it is start from pages 356 up to page 418 consists of 64 songs. The writer is only takes 19 of the song by selected the songs and verses. The writer gets the finding of this research, such as: 1) the writer found nine kinds of figurative language as bellow: Anaphora 8 sentences (8.89%), metaphor 6 sentence (6.67%), simile 2 sentence (2.22%), metonymy 23 sentence (25.56%), synecdoche 1 sentence (1.11%), personification 3 sentence (3.33%), irony 2 sentences (2.22%), allegory 14 sentences (15.56%) and symbol sentence (1.11%). The most dominant type of figurative language found in this research is metonymy with 23 sentences (25.56%).The writer concluding that the Kidung Jemaat or songs of the congregation is very beautiful songs to worship God to express our feeling love to honor our Creator which is created effects and imposing to the worshiper in sing the songs.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengasapan merupakan pengolahan tradisional yang bertujuan untuk mengawetkan, membentuk warna dan menghambat kerusakan pada produk olahan. Asap cair merupakan salah satu alternatif yang di gunakan dalam upaya perbaikan pengolahan tradisional karena mudah diaplikasikan sehingga konsentrasinya dapat dikontrol, memberikan cita rasa dan warna yang seragam pada olahan.
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai kadar air, pH dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tektur) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2021 dimana masa pandemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode yang di desain dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan sehinggga diperoleh 6 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dengan nilai pH 5 36.77%, pH 7 38.05% dan pH 9 45.93%, nilai pH dengan nilai( pH 5) 6.2, (pH 7) 7.0, dan (pH 9) 7.2, dan tingkat penerimaan panelis dapat diterima oleh panelis dengan taraf suka menuju taraf sangat suka. Kesimpulan Pampis se’i cakalang yang diproses dengan asap cair pada pH yang berbeda terhadap tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik warna, aroma, tekstur dan rasa dapat diterima oleh panelis dengan taraf suka menuju taraf sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PERSIAPAN ATLET NTT CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI JARAK MENENGAH MENUJU PON XX TAHUN 2021 DI PAPUA Teodorus Hardinus Mbete1*, Andreas J. F. Lumba2, Christin P. M. Rajagukguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Istilah atletik berasal dari kata “athlon” (bahasa Yunani) yang berarti lomba atau perlombaan”. Atletik merupakan olahraga yang terdiri dari nomor lari, nomor lompat, dan nomor lempar. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana persiapan yang di lakukan oleh atlet dan juga pelatih atletik PON NTT. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan delapan temuan yaitu: 1) Persiapan pelatih atletik pon lari jarak menengah, 2) Persiapan hingga lolos ke PON, 3) Dukungan gizi yang diberikan kepada alet dalam masa persiapan, 4) persiapan atlet pon lari jarak menengah, 5) Perbedaan pola latihan sebelum dan sesudah lolos PON, 6) Psikologi atlet, 7) Peran penting medis dalam masa persiapan, 8) kebutuhan dalam tahap persiapan baik atlet maupun pelatih. Simpulan: Pelatih yang di ambil untuk melatih atlet dalam masa persiapan ini merupakan para pelatih- pelatih yang senior dan berpengelaman, atlet- atlet yang sekarang ini sedang mengikuti latihan persiapan PON merupaka atlet yang sudah lolos pra PON. Latihan persiapan tersebutpun sudah berjalan selama 1 tahun lamamnya dan hingaa saat ini berjalan dengan aman dan lancar meskipun masih memiliki kekurangan dalam hal sarana dan perasarana tetapi itu semua tdak menjadi kendala dalam berlatih, begitupun dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini yaitu covid 19, tidak menjadi halangan bagi mereka dalam berlatih. Kata kunci: Persiapan atlet PON atletik lari jarak menengah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HERMAN OKTOVIANUS TASOIN (14380041). Studi Komposisi Jenis
Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang.
Ir Izaak Angwarmasse M.Si dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai
pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan pelagis kecil adalah sumberdaya ikan ekosnomis penting dan sebagai
komponen utama secara ekologis di ekosistem laut. Sumberdaya ikan ini
termasuk sumberdaya neritik yang dominan ditemukan di sekitar pantai. (neritic
population). Pemanfaatan sumberdaya ikan pekagis kecil di perairan Teluk
Kupang dengan berbagai jenis alat tangkap. Dua jenis alat tangkap yang berperan
sebagai penghasil ikan pelagis kecil adalah bagan apung dan mini purse seine.
Penelitian ini berertjuan untuk mengetahui studi komposisi ikan pelagis
kecil yang tertangkap berdasarkan alat tangkap berbeda di perairan Teluk Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode
deskritif survey. Metode deskritif survei yaitu melalui teknik eksplorasi dan
eksperimental fishing terhadap ikan pelagis kecil pada alat tangkap mini Purse
seine dan bagan apung yang beroperasi di perairan Teluk Kupang.
Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Bagan apung, jenis ikan
yang memiliki proporsi dominan pada alat tangkap mini Purse seine yaitu jenis
ikan kembung (Rastrelliger kanagurta.) sebesar 55,50% (545 kg), diikuti jenis
ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 32,08% (315 kg) jenis ikan Peperek
(Leiognathus equulsu.) 11,10% (109 kg) dan jenis ikan tongkol (Euthynnus
affinis) sebesar 1,32% (13 kg). Sedangkan komposisi jenis ikan pada alat tangkap
bagan apung yaitu jenis ikan teri (Stolephous indicus), sebesar 72,21% (932 kg),
diikuti jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 15% (191 kg ) jenis ikan
tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 11,78% (150 kg). Pada alat tangkap mini
Purse seine diperoleh jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan
tongkol (Euthynnus affinis) sedangkan pada bagan apung tidak mendapatkan hasil
tangkapan kedua jenis ikan tersebut. Hal ini karenakan pada sifat dari alat tangkap
bagan apung yaitu pasif atau tidak bergerak untuk mengejar ikan, sedangkan sifat
jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis)
yaitu perenang aktif. Selain itu habitat dari jenis ikan kembung (Rastreliger
kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) cenderung ke daerah lepas pantai
(Oceanik), sedangkan daerah penangkapan alat tangkap bagan cenderung ke
daerah teluk atau daerah perairan dekat pantai (neritik). Pada alat tangkap mini
Purse seine tidak memperoleh jenis ikan teri dikarenakan ukuran mata jaring yang
digunakan yaitu 1 inchi dan 1,5 inchi sedangkan untuk mendapatkan jenis hasil
tangkapan ikan teri harus menggunakan ukuran mata jaring yg lebih kecil yaitu
0,2 inchi. Selain itu juga dipengaruhi oleh habitat dari ikan teri yaitu lebih
cenderung ke daerah dekat pantai sedangkan daerah penangkapan alat tangkap
mini Purse seine di daerah lepas pantai (Oceanik
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fransisko Tahu Kali (15380066) Strategi Pengembangan Perikanan Tangkap di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka, Wilson L.Tisera S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan Rockie R.L Supit, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penangkapan yang optimal menjadi sangat penting dalam pertimbangan untuk pengembangan sektor perikanan tangkap agar tingkat produksi di sektor kelautan dan perikanan memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi. Penelitian ini telah dilaksanankan pada bulan februari 2021. masalah yang ditemukan dalam penelitian ini yakni kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia yang menyebabkan kurang optimalnya hasil tangkapan yang diperoleh nelayan di Kecamatan Malaka Barat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk merumuskan kondisi internal dan kondisi eksternal yang mempengaruhi pengembangan perikanan tangkap serta bagaimana menerapkan strategi penangkapan yang tepat untuk mendapatkan pengembangan hasil tangkapan yang tepat di Kecamatan Malaka Barat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan strategi yang telah dirumuskan menggunakan analisis SWOT menjadi prioritas utama dalam upaya mengembangkan perikanan tangkap diantaranya: Strategi memanfaatkan luas wilayah penangkapan ikan yang cukup besar dengan menjalin hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan nelayan, merawat dan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada dan meningkatkan fasilitas lain yang belum tersedia sesuai kebutuhan nelayan perikanan, membangun sumberdaya manusia dengan melakukan sosialisasi terkait pengelolaan perikanan tangkap secara bijaksana, peningkatan fasilitas penangkapan yang dibutuhkan nelayan perikanan tangkap. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka penulis menyarankan agar campur tangan pemerintah sangat diperlukan untuk menyediakan sarana dan prasarana serta kemudahan memperoleh modal untuk menunjang kegiatan operasional nelayan agar dapat memperoleh hasil tangkapan yang optimal.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Dibimbing Oleh Pembimbing I Bapak Drs. Robert Alex Serang ,M.Si dan Pembimbing II Ibu Yuningsih Nita Kristiani, SST.,M.Ak dengan diuji oleh Ibu Helda M. Ala, SE.,M.Si dan Ibu Herry A. Manubulu, S.Sos., M.Si. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Apakah pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat? 2. Apakah dana perimbangan berpengaruh terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat?. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan: 1. Mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat 2. Mengetahui pengaruh dana perimbangan terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Adapun konsep dalam penelitian yaitu: (a) Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan yang diperoleh dari sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah (Menurut Mardiasmo (2002) Pendapatan Asli Daerah merupakan suatu komponen yang sangat menentukan hasil tidaknya kemandirian pemerintah Kabupaten atau Kota dalam rangka otonomi daerah saat ini. Salah satu komponen yang sangat diperhatikan dalam menentukan tigkat kemandirian daerah dalam rangka otonomi daerah adalah sektor Pendapatan Asli Daerah (Samsubar Saleh 2003) (b) Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah (otonomi) untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, dana perimbangan adalah untuk membantu daerah dalam mendanai kewenangannya, juga bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendanaan pemerintah antara pusat dan daerah serta untuk mengurangi kesenjangan pendanaan pemerintah antara daerah (c) Belanja Modal merupakan pengeluaran anggaran yang dilakukan dalam rangka perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi Menurut Halim (2007 : 101). Populasi dalam penelitian ini adalah mulai dari tahun 2010 sampai tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah dari tahun 2017 sampai tahun 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi, yaitu untuk memperoleh data ataupun informasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumba Barat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji kolerasi sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap belanja modal. Hal ini ditunjukan dengan nilai b = -2,545 bertanda positif. Pengaruh tersebut adalah tidak signifikan ditunjukan dengan nilai t-hitung nilai t-tabel (-2,103 0,170). Dana Perimbangan berpengaruh positif terhadap Belanja Modal. Hal ini ditunjukan dengan nilai b=0,978 bertanda positif. Pengaruh tersebut adalah signifikan ditunjukan dengan nilai t-hitung > nilai t tabel (2,462 > 0,133 (α = 10%).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor Semen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018-2020)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020. Sampel dalam penellitian ini adalah laporan keuangan dari 5 perusahaan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui antara lebih dari satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), rasio solvabilitas yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas yang diukur dengan Total Asset Turn Over (TATO) dan rasio profitabilitas yang diukur dengan Return On Assets (ROA) , sementara nilai perusahaan diukur dengan Price to Book Value (PBV) sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian ini menunjukan variable pengaruh rasio likuiditas terhadap nilai perusahaan nilai t hitung < t tabel (528 > 2,063) dengan tingkat signifikan 0,609 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel rasio likuiditas tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pengaruh variabel rasio solvabilitas terhadap nilai perusahaan t hitung < t tabel (0,-886 < 2,063) dengan tingkat signifikan 0,396 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel rasio solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pengaruh variabel rasio aktivitas terhadap nilai perusahaan nilai t hitung < t tabel (-215 < 2,063) dengan tingkat signifikan 0,834 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel rasio aktivitas tida berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. d. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pengaruh variabel rasio profitabilitas terhadap nilai perusahaan t hitung < t tabel (219 < 2,063) dengan tingkat signifikan 0,831 sehingga dapt disimpulkan bahwa variabel rasio profitabilitas tidak berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan ajar merupakan seperangkat alat yang memuat atau mengandung materi yang biasa dijadikan pembelajaran di kelas.Bahan ajar menjadi hal yang perlu diperhatikan karena guru dan peserta didik cenderung sangat bergantung pada bahan ajar. Akan tetapi, bahan ajar yang digunakan guru adalah buku teks sehingga siswa merasa jenuh karena dalam proses pembelajaran lebih cenderung menunggu penjelasan dari guru. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah handout. Handout adalah bahan ajar tertulis yang berisi konsep-konsep penting dari suatu materi pembelajaran. Bahan ajar ini berisi rangkuman konsep-konsep penting dari suatu materi sehingga dapat memudahkan pembaca menguasai,memahami dan mengingat konsep-konsep yang dipelajari. Salah satu bahan ajar dalam bentuk grafis yang dapat dikembangkan adalah handout berbasis flora. Penggunaan Handout flora sebagai bahan ajar mempunyai peranan yang sangat penting,yakni memiliki kemampuan dalam menciptakan minat belajar para siswa serta membantu siswa dalam mempermudah mengingat materi pelajaran yang dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis flora ciri khas NTT pada materi dunia botani lumut sebagai bahan ajar yang layak digunakan didalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dariuji ahli materi 75% dengan kualifikasi baik, uji ahli desain 93%, uji ahli media 95%, uji kelompok kecil 100% dan uji kelompok besar 98%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis flora yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout berbasis kflora yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis flora tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis flora ciri khas NTT yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout di buat dengan desain yang menarik dan gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi sdunia botani lumut (Bryophyta)