Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

PENERAPAN KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SD NEGERI KANINO KECAMATAN AMABI OEFETO KABUPATEN KUPANG

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRACT THE APPLICATION OF TEACHER'S SOCIAL COMPETENCY IN PHYSICAL EDUCATION, SPORT AND HEALTH LEARNING AT SD NEGERI KANINO, AMABI OEFETO DISTRICT, KUPANG Gilbert Reynhart Babis1*, Lukas Maria Boleng2, Pnatmo Welhelmina Masi3 1,3Physical Education, Sport and Health Study Program, Faculty of Teacher Training and Education Artha Wacana Christian Universiy, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Teachers are a very dominant and vital factor in formal education. In general, for students, teachers are often used as role models, even become self-identification figures, so applying social competence is essential. Research objectives: This study aims to determine the application of social competence in physical education, sport, and health learning. Research method: This study used a descriptive qualitative research method. The subjects in this study were grade VI students, physical education teachers, and non-physical education teachers at SD Kanino, Amabi Oefeto District, Kupang Regency. The data collection techniques used 1) observation, 2) interviews, 3) documentation to complete the research data. The data analysis technique used was descriptive qualitative. Results and discussion: The application of teacher social competence in physical education learning makes teachers can be 1) inclusive, 2) objective, 3) non-discriminatory, 4) communicate subjectively, 5) empathize, 6) polite, 7) able to adapt, 8) able to communicate orally and in writing. Conclusion: The application of teacher social competence in physical education learning is where the teacher can communicate and interact with students, fellow educators, the school environment, and the school community. Keywords: teacher's social competence; Physical Education, sport and health Learning

ANALISIS COST VOLUME PROFIT DENGAN MENGGUNAKAN BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA” (Studi Pada CV Talenta Kupang)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa BEP penjualan CV. Talenta dari tahun 2016-2020 telah melewati titik impas, yang artinya perusahaan tidak mengalami kerugian dan mampu menghasilkan laba dari penjualan yang dilakukan.dan Perusahaan CV.Talenta merencanakan laba untuk tahun 2021 sebesar 32% dari total penjualan tahun 2020 atau dalam rupiah sebesar Rp.26.208.000 untuk mencapai target laba tersebut perusahaan harus menjual 9.154 bungkus atau dalam rupiah sebesar Rp.91.532.034.

KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMA KRISTEN 1 SOE

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah yang diidentifikasikan adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Jasmani dalam Mencapai Tujuan Pendidikan. 2) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Penjasorkes. 3) Bagaimana Kreativitas Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. 4) Seberapa Besar Kreativitas yang Dilakukan Oleh Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. Kemudian Rumusan Masalah, yaitu Bagaiman kreativitas guru dalam proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe? Tujan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kreativitas guru dalam proses pembelajaran penjasorkes. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan kreativitas guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima aspek, yaitu1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), dan 4) Originalitas (originality) dan 5) mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, terus bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.

DAMPAK IMPLEMENTASI DANA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN SKALA USAHA MASYARAKAT DI KELURAHAN NAIMATA KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengguliran Dana Pem Tahap VI Tahun 2019 (Nov 2019 S/d Juli 2021) Jumlah Penerima 30 Orang Jumlah Dana Yang salurkan Rp.227.000.000 Cicilan s/d Bulan lalu Rp.42.282.000. Cicilan Bulan ini Rp.1.270.000. Cicilan s/d Bulan ini Rp.43.552.000 Sisa Cicilan Rp 183.448.000.pada umumnya responden penerima bantuan pemberdayaan ekonomi berada pada usia produktif dan berpendidikan cukup memadai. usaha yang paling menonjol dikalangan responden penerima bantuan modal adalah usaha kios sembako dan usaha ternak babi. dengan jumlah bantuan terbesar pada kategori Rp. 5.000.000 - Rp. 15.000.000. sebagian besar peserta mengerjakan usahanya sendiri (tanpa bantuan orang lain atau tanpa menggunakan tenaga kerja).sesudah adanya program dana pemberdayaan ekonomi masyarakat 96,67% usaha yang dijalankan oleh responden masih dikelolah sendiri dan 3,33% usaha yang dijalankan oleh responden menggunakan tenaga kerja. 3,33% usaha dengan menggunakan tenaga kerja menggunakan sistem upah harian dan bulanan.dari realisasi penyaluran dana pemberdayaan ekonomi sebesar 53,3 % , dengan 83,33% respondennya mengelola usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kondisi demikian menunjukkan bahwa skala usaha atau aktivitas usaha responden masih terbatas atau relatif kecil, dan mengalami perkembangan modal usaha sebesar 34%. Adapun Responden yang melakukan pengembalian modal secara lancar sebesar 19,9%.peningkatan volume usaha responden terlihat mengalami peningkatan volume usaha sebesar 74,55% atau naik sebesar Rp.32.818.000 dari tahun 2018 ke tahun 2019, sedangkan dari tahun 2019 ke tahun 2020 peningkatan volume usaha sebesar 57,28% atau naik sebesar Rp.44.020.000. sebelum adanya dana pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Rp.44.020.000, dengan pendapatan rata ratanya adalah Rp.1.467.333, masing – masing responden mendapat bantuan modal dari dana pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan jumlah dana secara keseluruhan sebesar Rp.227.000.000. Bantuan modal dana dari pemerintah digunakan oleh responden untuk pengembangan usaha, adapun hasil secara keseluruhan dari semua responden adalah Rp.120.858.000, dengan pendapatan sesudah menerima bantuan modal rata-ratanya adalah Rp.4.028.600.

Keteladanan Abraham dalam Pendidikan Keluarga

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.

Pemanfaatan Tepung Uwi Ungu Sebagai Bahan Substitusi Dalam Pembuatan Kue Baruasa

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Kue baruasa adalah kue manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei sampai dengan 2 Juni 2021 di Laboratorium processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung uwi dan tepung terigu dalam pembuatan kue baruasa dan untuk memperoleh substitusi tepung uwi dan tepung terigu yang tepat dalam pembuatan kue baruasa dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 10%, 20%, dan 30%. Parameter yang diukur pada kualitas kue baruasa yang dihasilkan adalah uji warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan tepung uwi 10% terhadap warna dengan skor 4.694 (sangat suka), rasa pada perlakuan 10% dengan skor 4.833 (sangat suka) aroma pada perlakuan 10% dengan skor 4.667 (sangat suka) dan tekstur pada perlakuan 10% dengan skor 4.722 (sangat suka).

EFEK SUBSTITUSI TEPUNG TALAS (Colocasia. Esculenta (L.) Schoott) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE PUTU

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Abraham Bernadus.D* Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 21 Mei 2021 sampai tanggal 5 Juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahuiefek subtitusi tepung talas(colosasia. Esculenta(L) Schott) terhadap karakteristik organoleptik kue putudan bagaimana efek subtitusi tepung talas terhadap karakteristik organoleptik kue putu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik subtitusi tepung talas yang berbeda dalam karakteristik organoleptik kue putu terdapat pada perlakuan B dengan subtitusi 5% tepung talassehingga menghasilkan nilai rata-rata tekstur kue putu sebesar 4,6 (sangat suka), rasa kue putu sebesar 4,5 (sangat suka), dan warna kue putu sebesar 4,3 (sangat suka)

PENGARUH LAYANAN SAMSAT KELILING TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KOTA KUPANG

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

“PENGARUH LAYANAN SAMSAT KELILING TERHADAPKEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KOTA KUPANG”. Dari judul tersebut adanya rumusan masalah yaitu yang biasanya dilihat bahwa sering terjadinya antrian yang begitu banyak pada Kantor SAMSAT Kota Kupang sehingga kantor SAMSAT mengeluarkan suatu layanan inovasi berupa mobil layanan SAMSAT Keliling yang beroperasi di beberapa titik di daerah Kota Kupang agar dapat membantu memudahkan proses pemungutan pajak kendaraan bermotor. Masalah yang dirumusakan adalah pengaruh layanan samsat keliling terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di daerah kota Kupang. Berdasarkan masalah penelitian di atas maka tujuanpenelitianiniyaituuntukmengetahuipengaruhdarivariabellayanansamsatkelilingterhadapkepatuhanwajibpajakdalammembayarpajakkendaraanbermotor di daerah Kota Kupang. Penelitianinidilakukanmenggunakanmetode survey denganmemberikansejumlahkuesionerkepadawajibpajak yang terdaftarpada Kantor SamsatKota Kupang yang menggunakanlayanansamsatkeliling.Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar pada kantor SAMSAT Kota Kupang yaitu berjumlah 229.997 wajib pajak. Penentuansampel dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus slovin untukmenentukansampelwajib pajak yang akan di teliti. Selanjutnya data yang telahdikumpulkandianalisisdenganregresi linear sederhana, uji t (parsial)danujikoefisiendeterminasi (R). Jumlahsampelpadapenelitianiniadalahsebanyak 100respondendarikeseluruhanpopulasi.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwalayanansamsatkelilingberpengaruhsecarasimultanterhadapkepatuhanwajibpajakkendaraanbermotor di Kota Kupang.

Pengaruh Penambahan Uwi Ungu (Dioscorea alata) Terhadap Karakteristik Organoleptik Dan Overrun Es Krim

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan uwi ungu terhadap karakteristik organoleptik dan overrun es krim dan untuk mengetahui salah satu perlakuan yang tepat dari penambahan uwi ungu dalam pembuatan es krim. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga mengasilkan 12 unit percobaan. Dengan perlakuan penambahan uwi ungu 0. 100 gram, 200 gram, 300 gram. Variabel yang diamati yaitu sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan nilai overrun es krim. Hasil penelitian inii menunjukan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata warna 4,4, aroma 3,8, rasa 4,2, tekstur 4,33 dan Sampel atau produk es krim terpilih memiliki nilai overrun 21,77%.

Pengaruh Substitusi Tepung Talas Pada Tepung Terigu dalam Pembuatan Cookies Talas.

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TALAS PADA TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES TALAS (YULENS H. DAPA OLE*) (Ir ANDERIAS I. MEDAH, MP**)(Ir. ZET MALELAK**) Menurut SNI 01-2973-1992, Cookies merupakan salah satu jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan dan penampang potongannya, bertekstur padat (BSN, 1992). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan akan terigu adalah dengan melakukan pemanfaatan umbi umbian yang akan menghasilkan tepung dan sebagai pengganti tepung terigu ke dalam produk-produk berbahan baku tepung terigu. Di sini penulis mencoba untuk mengurangi pemakaian impor terigu yaitu dengan pemanfaatan tepung umbi talas. Pemanfaatan tepung talas sebagai bahan penganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung talas pada tepung terigu dalam pembuatan Cookies Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit percobaan, dengan persentase 100%, 5%,10% dan 15 %. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan tekstur 4,667 ( sangat suka )

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.

Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paradigma layanan publik berevolusi dari layanan yang terpusat untuk memberikan fokus yang lebih berorientasi pada layanan dalam mengelola pemerintah yang didorong oleh pelayanan kepada masyarakat. Untuk terwujudnya implementasi pelayanan publik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk melayani, memenuhi kebutuhan, merespons pengaduan masyarakat secara memuaskan, sesuai dengan harapannya melalui kebijaksanaan, instrumen hukum yang dijadikan referensi dalam control ( Hadian,2017). Kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi, baik secara organisasi produksi atau organisasi penyedia layanan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang layanan yang juga membutuhkan kinerja sebagai tolak ukur keberhasilannya ( Pawirosumanto & Sarjana, 2017) Indikator untuk mengukur kinerja pegawai meliputi kualitas kerja yang artinya mutu pekerjaan yang dihasilkan, kuantitas kerja yang artinya upaya untuk meningkatkan angka unit yang diproduksi dan hasil dari aktifitas kerja, lalu ketepatan waktu artinya ketepatan memaksimalkan waktu yang tersedia, menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat dan mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas artinya menggunakan fasilitas yang tersedia dan memaksimalkan pekerjaan yang diselesaikan. Dewasa ini muncul beberapa fenomena dalam organisasi salah satunya belum optimalnya kinerja pegawai. Indikasinya tercermin dari rendahnya tingkat ketercapaian sasaran kerja pegawai dengan target yang telah ditetapkan ( Sari & Hadijah,2016). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarganegaraan. Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yang diberikan (Donny & Tri,2017). Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan di awal karirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam perusahaan(Paramita, Lumbanraja & Absah, 2018). Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan mememcahkan masalah. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalaam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik. Faktor kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah “ happy employee, happy customer”, yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu member kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas member pelayanan yang optimal bagi customernya ( Ima & Gawi, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik pengambilan data kusioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang dan jumlah populasi sebanyak 49 orang karyawan yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 10.490 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.211.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan budaya organisasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 10,490+ 0,211 X1 + 0,452 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X1) ditemukan t hitung = 3.341 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,002.berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kepuasan kerja (X2) ditemukan t hitung = 6.525 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,000. Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 22.164 lebih besar F tabel = 5.93 dan tingkat Sig. = 0,000). berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.833 atau 82,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 82,6%.

Pengaruh Ekuitas Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Laptop Asus Di Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Ekuitas merek dan kualitas produk Terhadap keputusan pembelian produk Asus di kota kupang dan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket. Hasil penelitian ini menunjukan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi, maka dapat dilihat bahwa nilai konstanta (a) = 0,681 artinya bahwa jika kedua variabel independen (X1) yaitu 0,269 ekuitas merek,dianggap konstan maka nilai keputusan pembelian (Y) adalah 0,681. Sedangkan Kualitas prodk (X2) = 0,428. artinya Ekuitas Merek meningkat(X1), maka akan mampu meningkatkan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,681 dengan asumsi Ekuitas Merek konstan adalah 0,001 < 0,05 dan nilai t – hitung 3.440 > t tabel adalah 1,985. Ekuitas Merek Hipotesis yang diajukan adalah H0 = terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan Keputusan Pembelian, Ha = Terdapat Tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan keputusan Pembelian Konsumen Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Hasil uji parsial (uji-t) yang tercantum pada tabel 4. 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel Ekuitas Merek dari thitung 3,440 > dari ttabel 1,985 artinya signifikan. Signifikan di sini berarti H1 diterima, artinya Ekuitas merek secara parsial berpengaruh terhadap positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan nilai signifikan Ekuitas Merek 0,001 nilai thitung < ttabel kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05) maka ekuitas merek secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (menerima H0 dan menolak Ha). Variabel kualitas produk (X2), hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian, H1 = terdapat tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Variabel kualitas produk memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya tidak ada signifikan. Karena nilai Signifikan < 0,05, dari thitung 7,151 < dari ttabel 1,985 artinya tidak ada signifikan. H0 ditolak H1 diterima dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Signifikan namun berpengruh secara positif antara variabel kualitas produk terhadap keputusan pembelian yang berarti Ha diterima H0 ditolak, artinya kualitas produk secara parsial tidak keputusan pembelian.

Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Badan Pengelolah Perbatasan Provinsi NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAH PERBATASAN PROVINSI NTT Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pengelolah Perbatasan provinsi NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Suwanto (2001:228) mengemukakan pengertian disiplin kerja yaitu suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Lingkungan kerja pegawai dalam kategori sedang, disiplin kerja berada dalam kategori sedang dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa lingkungang kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,342 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, dan sebaliknya. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,458 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,133 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai . Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Dan Kinerja Pegawai

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya manusia (SDM) tentunya mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja perusahaan atau organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja menurut Dessler (1992:46) kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dan standar kerja yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja memfokuskan pada hasil kerja yang ditetapkan. Untuk dapat tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai potensi untuk dapat mengarahkan karyawannya. Perusahaan atau organisasi merasa diuntungkan jika karyawannya dapat mencapai hasil yang optimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari Pemimpin yang mampu mempengaruhi bawahannya agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin tergantung dari keahliannya menggerakkan orang lain untuk tujuan organisasi kedepannya. Menurut Moeheriono (2012:382) gaya kepemimpinan merupakan sesuatu bentuk persuasi, suatu seni menggerakkan dan pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui human realtions dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan memahami untuk mencapai segala sesuatu yang menjadi tujuan organisasi. Oleh sebab itu Hal pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepemimpinan. Menurut (Fahmi, 2013) bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh besar dalam mendorong peningkatan kinerja karyawannya. Sebagai pemimpin tentunya dapat mempengaruhi karyawannya dengan proses organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu kebutuhan individu, kelompok maupun kebutuhan organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain.Dari pola tingkah laku yang dibuat oleh pemimpin diharapkan dapat menjabarkan tujuan organisasi agar tercapainya tujuan bersama. Sedangkan (Hapid & Sunarwan, 2014) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ialah usaha-usaha pemimpin untuk mengelola, memotivasi, dan mengkategorikan keseluruhan elemen perusahaan untuk mencapai tujuannya. Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, tentunya ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja. Dimana menurut Menurut Melayu S.P Hasibuan (2014) disiplin kerja adalah kesadaran atau kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisplinan juga merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal dan kedisiplinan juga merupakan kesadaran,kesediaan karyawan menaati semua peraturan. Salah satu permasalahan pokok dalam organisasi ialah bagaimana menerapkan kedisiplinan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana orang-orang dapat bekerja sama, engikuti perintah perintah yang baik setuju maupun tidak setuju, patuh terhadap atasan dan sebagainya dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk dapat meningkatkan disiplin kerja yang baik tentu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Namun untuk mengatasi hal tersebut sebagai pemimpin dapat memberikan contoh dan arahan kepada karyawannya dengan menjelaskan peraturan-peraturan yang terdapat pada perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang struktur dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Lembaga ini berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada presiden yang mempunyai tugas dan fungsi membantu presiden dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar, melaksanakan koordinasi dan kerja sama serta mengembangkan dan membina statistik dasar dengan peraturan yang berlaku. Di BPS kegiatan kondisional periodenya pendek (kurang dari 1 tahun) dan membutuhkan tenaga yang lebih banyka (sensus dan survei berskala besar) pengolahan data yang harus cepat, tepat dan akurat, karena waktu yang diberikan hanya satu atau dua bulan. Pegawai harus bisa membagi waktu antara pekerjaan rutin, kodisional, pengolahan data, verifikasi lapangan dan pembuatan publikasi. Oleh karena itu diperlukan gaya kepemimpinan yang baik, kondisi organisasi dan sikap kerja yang mendukung sehingga target waktu dan cakupan pekerjaan dapat dilaksanakan. Dalam menyikapi tuntutan dan tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh BPS maka dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang handal dan didukung oleh pimpinan yang akan memunculkan kemampuan karyawan secara maksimal, yaitu pimpinan yang dapat memacu tumbuhnya inovasi dan berpandang jauh kedepan, mampu mensinergikan berbagai unit kerja dan sumber daya yang ada serta menggerakkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam operasional BPS diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan statistik. Kedua peraturan tersebut memberikan tugas dan fungsi serta peran Badan Pusat Statistik sebagai institusi yang menyelenggarakan penyediaan data, penyusunan rencana, penyusunan bijaksana, penetapan sistem informasi dan penyelenggaraan statistik dasar merupakan kebutuhan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada badan pusat statistik Kabupaten Belu. Alat dan pengumpulan metode pengumpulan data berupa kusioner dengan menggunakan 36 responden di Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis pertama terdukung, yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja, begitu juga dengan hipotesis kedua terdukung, yaituu disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.

Linguistics for Everyone: An Introduction

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

LINGUISTICS FOR EVERYONE: AN INTRODUCTION, Second Edition, will capture the interest of all students, regardless of major, and offer them a thorough, engaging introduction to the science of language. To achieve this goal, the authors devised a unique arrangement of chapters that distinguishes this book from conventional introductory linguistics textbooks. Without sacrificing rigor, the authors focus on larger themes rather than on technical details or formal analysis. The book opens with a strong introductory chapter addressing basics such as how to define language, prescriptive versus descriptive grammar, differences between the human language system and other animal communication systems, and so on. The second chapter, devoted to language, mind, and brain, addresses both psycholinguistic and neurolinguistic evidence for humans' innate capacity for language. To address core linguistics areas in depth, there are two chapters each on phonetics and phonology, morphology, syntax, and semantics. Throughout the text, special features relate the study of linguistics to the language we use in the real world and every chapter includes innovative and varied activities that review and practice the content and offer your students many opportunities to apply the knowledge in their own lives. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.