Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

C

1.035 karya publik ditemukan.

2026: 342025: 252024: 202023: 1412022: 1932021: 3892020: 782018: 202016: 12013: 12009: 11018: 1

Disiplin Gereja dalam GMIT “Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Dampak Penerapan Disiplin Gereja di Jemaat GMIT Imanuel Oenali Klasis Soe Timur”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.

GEREJA DAN STUNTING STUDI TEOLOGI SOSIAL TERHADAP PERAN GERAJA DALAM MENYIKAPI PERSOLAN STUNTING PADA ANAK DI JEMAAT GMIT IMANUEL KUATNANA, KLASIS SOE TIMUR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting merupakan kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu masalah sosial yang terjadi di lingkungan gereja adalah masalah kesehatan jemaat. Masalah yang diangkat penulis ialah persoalan Stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. GMIT Imanuel Kuatnana terletak di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jemaat ini memiliki 52 rayon dengan jumlah jemaat 3620 jiwa. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak yang mengalami stunting dengan jumlah 164 anak. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana gereja menyikapi dan menangani masalah stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Populasi dalam penelitian ini ialah orangtua anak yang menderita stunting dengan jumlah sampel yakni 20 orang dari 164 orang tua anak. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penulis menemukan bahwa gereja belum sepenuhnya terlibat secara sosial dalam mengatasi persoalan Stunting. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ketidakpahaman gereja dan jemaat mengenai masalah stunting. Faktor lainnya yang juga mempengaruhi ialah faktor ekonomi, kesehatan dan budaya masyarakat GMIT Imanuel Kuatnana. Dari hasil analisis yang ada, penulis menemukan bahwa gereja harus terlibat secara sosial dalam menanggapi masalah stunting dengan meningkatkan pemahaman jemaat mengenai Stunting dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi karena anak-anak yang menderita stunting adalah bagian dari gereja yang merupakan kesatuan Tubuh Kristus.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan 40 sisawa kelas X MIA( X MIA I kelas eksperimen dan X MIA II kelas kontrol) sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi Keterampilan Proses Sains. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada kelas eksperimen sudah memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 78,44 dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol belum memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 45,86 dengan kriteria kurang. Pada kelas eksperimen Keterampilan Proses Sains siswa lebih tinggi karena menggunakan model pembelajaran Berbasis Proyek. Hal ini dapat dibuktikan pada peran aktif siswa ketika mengikuti pembelajaran dan kegiatan proyek. Berdasarkan data uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (12,947 >2,024), maka dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Fakta tersebut menunjukan bahwa Media Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa.

PROGRAM BUDI DAYA BABI Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Program Budi Daya BabiOleh Kaum Bapak GMIT Lanud El Tari Penfui dan Implikasinyabagi Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesenjangan ekonomi merupakan suatu realita kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat yang sering terlihat dalam kehidupan setiap hari. Kesenjangan ekonomi sendiri timbul karena adanya kesenjangan pendapatan, kesenjangan kekayaan, dan jurang antara kaya dan miskin. Kesenjangan-kesenjangan ini mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antar negara. Gereja dalam hal ini Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui berupaya untuk menghadapi masalah kesenjangan ekonomi di jemaat. Upaya gereja dalam mengatasi kesenjangan adalah dengan membuat sebuah program yang dikoordinir oleh UP Kaum Bapak, program ini bernama “budi daya babi bibit”. Penulis melakukan penelitian terhadap program ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada pembangunan ekonomi dalam jemaat. Melalui penelitian ini penulis melihat gambaran umum Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, kemudian bagaimana kehadiran program budi daya babi, apakah program ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat, lalu penulis merefleksikan upaya pembangunan jemaat melalui program ini. Dari poin-poin ini penulis kemudian melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode ini penulis pilih dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya, dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, agar dapat menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Penulis menyajikan hasil penelitian dengan memakai metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa di Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui juga tercipta kesenjangan ekonomi seperti; ada jemaat yang memiliki pendapatan yang tetap dan ada yang tidak, ada jemaat yang memiliki pendapatan sesuai upah minimum rupiah bahkan lebih, namun ada juga jemaat yang hidup dengan pendapatan yang tak pasti. Hal-hal ini membuat terciptanya kesenjangan ekonomi di dalam jemaat ini. Program budi daya babi yang diupayakan dalam gereja ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat. Penulis juga menggunakan analisis sosial yaitu analisis,Strength, Weaknesses, Oportunities, Threats(SWOT) untuk melihat seberapa besar dampak yang dimiliki program seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada program. Melalui program ini penulis menemukan bahwa jemaat berhasil diberdayakan secara ekonomi. Secara perlahan kehidupan jemaat menjadi lebih baik dan kesejahteraan dalam jemaat perlahan mulai terpupuk. Kesenjangan secara perlahan mulai terkikis dan pembangunan jemaat terwujud dalam jemaat. Dengan demikian gereja berhasil mengupayakan tanda-tanda Kerajaan Allah, dengan memunculkan adanya Shalom Allah di tengah-tengah jemaat.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI SMA NEGERI 1 NEKAMESE KABUPATEN KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran di SMA Negeri 1 Nekamese berlangsung dengan metode ceramah, diskusi dan presentasi. Hal ini membuat peserta didik menjadi pasif karena pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam hal menganalisis, mengevaluasi dan mencipta masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Open Ended Learning Terhadap Berpikir Tingkat Tinggi di SMA Negeri 1 Nekamese Kabupaten Kupang Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post-test only control grup desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas XA dengan jumlah siswa 15 dan XB dengan jumlah siswa 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test. Data dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh niai F sebesar 0,802 serta hasil uji t sebesar 10,473 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan adanya pengaruh model Open Ended Learningterhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik.Model pembelajaran Open Ended Learning memiliki kelebihan yaitu peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide, peserta didik dari kelompok lemah tetap memilki kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Hal ini dikarenakan model Open Ended Learning membuat peserta didik menggembangkan pola pikir sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan tidak bergantung pada jawaban orang lain.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Open Ended Learmig terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

A DESCRIPTIVE STUDY ON ENGLISH LEARNING STRATEGY FOUND IN TEACHING AND LEARNING PROCESS ON YOUTUBE VIDEOS

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The title of this writing “A Descriptive Study on English Learning Strategy Found in Teaching and Learning Process on Youtube Videos” The research problems of the study were: 1) What are the types of learning strategies applied by the teacher on youtube video? and 2) How are the teacher on Youtube applied the learning strategies in teaching and learning? The method used in this writing is qualitative method. The data of this resarch was taken from three youtube videos. The writer collected and analyzed: 1) The types of learning strategies applied by the teacher on youtube video and 2) The teacher on Youtube applied the learning strategies in teaching and learning. After analyzed the data, the writer found that the types and the meaning of learning strategies applied by the teacher on youtube video namely: 1) Direct learning strategies (direct instruction), 2) Indirect learning strategy (indirect instruction), 3) Interactive learning strategies (interactive instruction) dan 4) Independent learning strategy. The writer hope this research can add more knowledge about teaching strategies in teaching and learning process.

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SD GMIT OENAEK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Novilia Rossince Siki; Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek; “Analisis SWOT Terhadap Peran Sekolah GMIT dalam Membudayakan Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek Kupang Barat.” Pembimbing I: Pdt. Merensiana Hale, M.Th; Pembimbing II: Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, MA. Tulisan ini mengkaji persoalan pendidikan multikultural yang berlangsung di SD GMIT Oenaek. Sejauh mana pendidikan multikultural menjadi prioritas untuk diwujudkan dan dibudayakan melalui kajian kurikulum dan metode pembelajaran yang mencakup berbagai pengetahuan tentang keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, gender, sosial dan agama, sebab melalui peranan pendidikan multikultural dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersikap terbuka dengan perbedaan yang ada serta mampu untuk mencegah dan menangani konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Untuk itu, SD GMIT Oenaek sebagai sekolah yang berbasis agama Kristen Protestan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membudayakan pendidikan multikultural ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah pertama, mendeskripsikan dan mengkaji konteks SD GMIT Oenaek. Kedua, mengkaji dan menganalisa sejauh mana peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Ketiga, merefleksikan peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut, maka metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian dan penulis juga menggunakan penelitian pustaka untuk memahami literatur-literatur yang menunjang penulisan karya ilmiah ini. Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT dan ditarik kesimpulannya menggunakan Balance Scorecard dan diakhiri dengan merefleksikan peran dari SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Mengacu pada hasil penelitian, maka penulis menemukan bahwa SD GMIT Oenaek sebagai sekolah berbasis agama Kristen Protestan belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dan berdasarkan analisis yang telah dikaji dalam beberapa aspek yakni sejarah, struktur organisasi, visi misi, komposisi guru dan siswa, keadaan infrastruktur, keadaan sosial masyarakat dan sistem pendidikan, maka terdapat kekuatan dan peluang yang bisa menolong, akan tetapi terdapat juga kelemahan dan ancaman yang bisa menjadi penghambat. Adapun nilai-nilai multikulturalisme yang termuat dalam dasar biblis, serta bentuk tindakan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus dapat menjadi kunci utama yang harus dimiliki semua orang agar mampu hidup berdampingan dengan damai dalam keberagaman dan menjadi acuan bagi pendidikan dalam konteks majemuk serta menjadi jalan bagi manusia untuk bisa saling mengenal dan mengasihi satu dengan yang lain. Dengan belajar hidup dalam perbedaan, berpikir terbuka untuk belajar budaya lain, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjadi penyalur kasih merupakan peran atau nilai-nilai multikulturalisme yang diharapkan dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi peran-peran tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal oleh SD GMIT Oenaek. Untuk mencapai peran-peran tersebut, maka membutuhkan kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak baik itu pengelola pendidikan, peserta didik, orang tua dan sistem pendidikan beserta fasilitas pendukung lainnya yang perlu ditingkatkan lagi, serta diharapkan dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan kualitas SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah kehidupan masyarakat majemuk yang semakin modern.

SOLIDARITAS GEREJA Suatu Studi Teologi Sosial Mengenai Solidaritas Menurut Jon Sobrino Dan Implikasinya Bagi Gereja Masehi Injili Di Timor

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.

Analisis Ekonomi Dan Rantai Pemasaran Nelayan Pancing Kerapu (Serranidae) Di Desa Mausambi Kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN ALFIANUS KONTERIUS DESI (16382733) Analisis Ekonomi Dan Rantai Pemasaran Nelayan Pancing Kerapu (Serranidae) Di Desa Mausambi Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Alferd G.O Kase, S.Pi., M.Si danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Ikan Kerapu atau Grouper adalah ikan dari Famili Serranidae dengan subfamili Ephinephelinae, dengan jumlah spesies 159 di dunia, 39 jenis dapat di temukan perairan di Indonesia, sementara di Asia Tengara ada 46 jenis. Ikan kerapu memiliki habitat di dasar perairan laut teropis dan subteropis. Sebagian besar spesies kerapu berasosiasi dengan terubu karang di daerah dangkal dan beberapa tingal di daerah estuari dan berbatu, berpasir dan berlumpur, meskipun juvenile ikan kerapu di temukan di daerah lamun. Beberapa spesies juga di temukan kedalaman 100-200 meter, kadang-kadang sampe pada kedalam 500 meter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan kerapu dengan alat tangkap pancing adalah sebesar adalah 0,479. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap pancing kerapu di Desa Mausambi tidak layak atau rugi.

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP GILLNET DIKECAMATAN ALOR TIMUR KABUPATEN ALOR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JHON RICHY MAUTUKA (14380045) Analisis Usaha perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Alfred G. O. Kase S.Pi. M.Si. Ph.D, dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. Sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten Alor memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Alor adalah seluas 10,773 km dengan panjang garis pantai 287,1 Km. Potensi lestari sumber daya ikan di Kabupaten Alor sebesar 45,714,85 ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 36,571,88 ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumber daya ikan baru sebesar 17,85% untuk dikembangkan penangkapan sumber daya ikan di Kabupaten Alor. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020. Dengan Judul Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode Wawancara (Daftar pertanyaan) dan observasi (Pengamatan secara langsung) Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata nelayan gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor sebesar 6.250,000/bulan dalam melakukan penangkapan dan tingkat pendapatan nelayan gillnet sebesar 4.262,666/bulan dalam melakukan penangkapan. Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap gillnet ditinjau dari R/C yaitu sebesar 3,144 berarti usaha perikanan tangkap tersebut layak untuk diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya ROI diperoleh dalam usaha penangkapan gillnet sebesar 214,491 %. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan gillnet di Kecamatan Alor Timur.

STUDI PERTUMBUHAN ALGA MERAH (Kappaphycus alvarezii) VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI PERAIRAN GORANG FLORES TIMUR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN OCTODINATA WUNGU BULU (14380068), Studi pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar diperairan Gorang, Kecamatan Solor Timur; Alfred G. O. Kase., S.Pi., M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I, Imanuel J. Emola. S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Alga merah Sacol dan tambalang merupakan rumput laut lokal yang sudah lama di budidayakan petani. Straintambalang paling dominan dikembangkan karena memberikan hasil yang baik serta respon pasar pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan alga merah (Kappaphycusalvarezii) varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar di perairan Gorang, Kecamatan Solor Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Maret-April 2019 di perairanPantai Gorang, Kecamatan Solor Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Lepas Dasar. Metode ini dilakukan dengan cara mengikatkan bibit rumput laut pada tali dan di budidayakan di dasar perairan.Alga merah Kappaphycusalvarezii varietas SacolSulama dan Sacol Alor memiliki pertambahan berat yang bervariasi di setiap minggunya, sedangkan pada varietas lainnya mengalami kenaikan dan penurunan berat pada setiap minggunya. Hasil pengamatan dari kelima varietas, terlihat bahwa bibit alga merah varietas Sulamu Sacol memiliki pertumbuhan yang cukup baik jika dibandingkan dengan varietas lainnya. Hasil pengukuran pertumbuhan alga merah selama penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan yang baik terdapat pada Sacol Sulamu. Kata Kunci : Kappaphycusalvarezii, metode lepas dasar, Varietas Pantai Gorang

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF COLLABORATIVE WRITING METHOD

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT A DESCRIPTIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF COLLABORATIVE WRITING METHOD (A Study Of English Teacher Of SMA Negeri Bokong In The Academic Year Of 2020-2021) This thesis is entitled "A Descriptive Study On The Implementation Of Collaborative Writing Method".To improve the skills of the English writing method at SMA Negeri Bokong. This research method is a qualitative method. The subject of this research is the English teacher and students in teaching and learning about the collaborative writing method.The purpose of this study was to determine the collaboration of teachers and students in order to follow the rules and to find out students about the use of collaboration methods in English writers. In this research instrument is to help carry out theory and practice, the research where the data analysis is based on teacher and student responses to questions to obtain data, the author uses several questions to become part of the student and teacher collaboration method following the rules: The results of data analysis show that most of the teachers and students are able and understand writing well, how to write collaborative methods by following the procedures applied and students' perceptions about the use of the method.Collaborative writing means that everyone is able to give ideas to improve writing methods, group work and the learning process that can be evaluated.

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI BAKAU TESABELA DESA TESABELA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LEWIN RICARD BUAN (16381220). Struktur Komunitas Gastropoda Di Ekosistem Mangrove Pantai Bakau Tesabela Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi,. M.Si,. Ph.D dan Donny M. Bessie, S.Pi,. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan habitat dari berbagai jenis biota laut, termasuk biota penempel. Salah satu biota adalah gastropoda. Desa Tesabela mempunyai potensi hutan mangrove yang cukup baik untuk kehidupan gastropoda, karena keadaan substratnya yang berpasir dan berlumpur, sangat mendukung kehidupan gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda meliputi Kerapatan, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, dan Indeks Dominasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2020. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan metode transek plot/petak dengan ukuran 10 m x 10 m. Pengambilan data gastropoda dilakukan dengan menempatkan plot 10 m × 10 m mangrove, dimana pada plot tersebut terdapat sub plot ukuran 1m×1m yang diletakkan untuk mengamati dan mengidentifikasi biota gastropoda. Pengukuran parameter secara langsung di lokasi. Parameter lingkungan yang diukur pada penelitian ini adalah suhu, salinitas, pH, DO dan substrat dilihat secara visual. Hasil penelitian menunjukan di daerah bakau 5 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Soneratia alba, Rhizophora stylosa, Obsornia octodonta dan Scyphiphora hydrophyllaeae. Kerapatan jenis mangrove tertinggi adalah spesies Rhizophora mucronata dengan nilai kerapatan 0,11 ind/m² dan kerapatan jenis terendah adalah spesies Scyphiphora hydrophyllaeae dengan nilai 0.01 ind/m² sedangkan ditemukan 12 spesies gastropoda yaitu Nerita balteata,Nerita articulate, Terebralia palustris,Terebralia sulcata, Cerithium coralium, Clypeomorus pellucida, Nassarius olivaceus, Semiricinula muricoides, Monodonta sp, Nerita picea, Lataxiena blosvillei dan Littoraria scabra. Kelimpahan jenis tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 10.19 ind/m². Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.11 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 35.85%. Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.39 %, Keanekaragaman Gastropoda tertinggi mencapai 0.7 pada transek I, keanekaragaman terendah 0.6 pada transek II dan transek II. Nilai indeks dominansi gastropoda mencapai 0,3 pada transek I dan II, serta sebesar 0.23 pada transek III. Nilai indeks dominansi termasuk dalam kategori yang rendah karena nilai mendekati kriteria 0 ( Nol ). Parameter kualitas perairan yang ukur yaitu suhu, DO, pH dan substrat

A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research is about “A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO". The problems of this study are what are the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how does the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of Amanuban dialect. The aims of this research are to find out the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of amanuban dialect. Descriptive qualitative method is used in doing this research. The writer applies the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach of Goddard’s (2002) theory to find out the results with picture through interview. The ‘verb to take’ in Uab Meto has same meaning but different action. Based on the data analysis it was found that in Uab Meto of Amanuban dialect, the ‘verb to take’ can be expressed in fourteen lexicon, namely naiti, ntet, nabak, nloti, nseki, nhel, nau, nbok, naheun, nkui, nseu, nhetu, nbuti, nlefi. The semantic structure based on the argument show; if someone ‘take’ then the component can be mapped to ‘X do something to Y’ and because of this ‘Y move to X’ at the same time, X wants this , X do something like this.

PROFIL MUTU RUMPUT LAUT KERING Kappaphycus alvarezii DI DESA LOBOHEDE, KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IRWAN RICTOSON LEDE (14390024). Profil Mutu Rumput Laut Kering Kappaphycus alvarezii di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi.M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Lobohede adalah Desa pesisir disisi barat daya pulau sabu yang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensial penghasilan rumput laut kering pada tahun 2019 yang cukup tinggi.Kabupaten Sabu Raijua yang telah digunakan masyarakat sebagai kawasan budidaya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii diperairan Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara.Dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang baik, perlunya penanganan pasca panen yang lebih baik, terutama mulai dari penyediaan bibit, perawatan selama pemeliharaan dan pemanenan. Rumput laut dapat dipanen bila usia pemeliharaan mencapai 45-60 hari (sekitar 2 bulan). Sebelum proses pemanenan perlu adanya sarana dan prasarana dalam upaya untuk memperlancar pemanenan seperti perahu untuk menyangkut rumput laut yang akan dipanen, serta waring dan kayu untuk penjemuran. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan teknik penanganan pascapanen rumput laut oleh petani rumput laut di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua dan untuk mengetahui nilai organoleptik (kenampakan dan tekstur) dan kimiawi (kadar air) rumput laut yang diproduksi di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian telah dilaksanakan pada bulanDesember 2020 di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua untuk pengamatan teknik penanganan dan pengambilan sampel, serta Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian organoleptik, sedangkandi Laboratorium Politani Negeri Kupang untuk pengujian kadar air.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian rumput laut kering di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua untuk pengujian organoleptik parameter kenampakan metode waring yaitu 7,53 dan metode gantung 7,45, parameter tekstur metode waring yaitu 7,23 dan metode gantung 7,41 dan kadar air metode waring yaitu 41,93% dan metode gantung 39,31%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik penanganan rumput laut kering di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua meliputi pemanenan, pengangkutan, penjemuran, pengemasan, penimbangan, penyimpanan dan distribusi dan pengujian rumput laut kering di Desa Lobohede metode penjemuran waring dan gantung untuk organoleptik parameter parameter kenampakan dengan deskripsi sedikit kurang bersih warna kurang cerah dan spesifik jenis dan parameter tekstur dengan deskripsi kering kurang merata dan tidak mudah dipatahkan, kadar air melebihi Standar Nasional Indonesia (SNI 2690-2015).

“AN ANALYSIS OF ENGLISH LESSON PLANS DESIGN AMID COVID 19 PANDEMIC : A DESCRIPTIVE STUDY IN SMP NEGERI 10 KUPANG”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This study of this research is “An Analysis Of English Course Lesson Plans Design Amid Covid-19 Pandemic: A Descriptive Study In SMP Negeri 10 Kupang. The problem of this study are what is the model of the English Lesson Plans design in Covid-19 Pandemic? and how do English teachers design of English Course lesson plans? The objective of this research are To know the model of English Course Lesson Plans, and To explain the way the English teachers design the lesson plan. The subject of this study are five English teacher in SMPN 10 Kupang. The data was taken from documentation ( 10 Lesson Plans or two LP from each teacher ) and the result of interview (with 13 question) the teacher about designing the lesson plan. This study applied Descriptive Qualitative Methode and the instruments used are documentaries and interview. All the data gained are analyzed using descriptive qualitative analysis. The result of this research showed that the models of lesson plans design by the teachers is One sheet lesson plans. The Lesson Plans contains of 3 main components are Learning objective, activities and Assessment. The design process of lesson plans by the teachers are agree with the Standars Process in Designing 1 sheet Lesson Plans and suitable to use in Pandemic covid-19 Pandemic.

PENGEMBANGAN HANDOUT TUMBUHAN LUMUT (Bryophyta) BERBASIS FLORA DENGAN CIRI KHAS NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) PADA MATERI DUNIA BOTANI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahan ajar merupakan seperangkat alat yang memuat atau mengandung materi yang biasa dijadikan pembelajaran di kelas.Bahan ajar menjadi hal yang perlu diperhatikan karena guru dan peserta didik cenderung sangat bergantung pada bahan ajar. Akan tetapi, bahan ajar yang digunakan guru adalah buku teks sehingga siswa merasa jenuh karena dalam proses pembelajaran lebih cenderung menunggu penjelasan dari guru. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah handout. Handout adalah bahan ajar tertulis yang berisi konsep-konsep penting dari suatu materi pembelajaran. Bahan ajar ini berisi rangkuman konsep-konsep penting dari suatu materi sehingga dapat memudahkan pembaca menguasai,memahami dan mengingat konsep-konsep yang dipelajari. Salah satu bahan ajar dalam bentuk grafis yang dapat dikembangkan adalah handout berbasis flora. Penggunaan Handout flora sebagai bahan ajar mempunyai peranan yang sangat penting,yakni memiliki kemampuan dalam menciptakan minat belajar para siswa serta membantu siswa dalam mempermudah mengingat materi pelajaran yang dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis flora ciri khas NTT pada materi dunia botani lumut sebagai bahan ajar yang layak digunakan didalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dariuji ahli materi 75% dengan kualifikasi baik, uji ahli desain 93%, uji ahli media 95%, uji kelompok kecil 100% dan uji kelompok besar 98%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis flora yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout berbasis kflora yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis flora tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis flora ciri khas NTT yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout di buat dengan desain yang menarik dan gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi sdunia botani lumut (Bryophyta)

ANALISIS PRINSIP PEMILIHAN DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PRINSIP PEMILIHAN DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG Tande, A.L. )* Meha, A. M.)** Manu, T.S.N.)** Permasalahan utama pada penelitian ini adalah prinsip guru dalam pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran yang dilakukan guru pada saat kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian adalah agar Bapak Ibu/guru IPA di SMP Negeri 1 Kota Kupang dapat memperhatikan Prinsip Pemilihan Media terlebih dahulu sebelum Media dimanfaatkan. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian riset lapangan. Teknik pngumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Prosedur penelitiannya adalah: penelitian terdahulu, tahap perencanaan, dan tahap pelaksanaan, teknik analisisnya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 7 guru IPA dan 2 siswa, prinsip pemilihan efekitifitas dengan rata-rata hasil persentase 100% menunjukan bahwa 7 guru IPA memperhatikan prinsip efektifitas sebelum media di manfaatkan, pada prinsip efisiensi 55,5% 4 guru IPA tidak memperhatikan prinsip efisiensi dapat dilihat juga pada 1 siswa menunjukan bahwa guru IPA tidak memperhatikan prinsip efisiensi, pada prinsip relevansi 100% menunjukan bahwa ke 7 guru IPA memperhatikan prinsip relevansi, pada prinsip produktifitas 100% menunjukan bahwa ke 7 guru IPA memperhatikan prinsip produktifitas, sedangkan pada pemanfaatan media pembelajaran yang jelas dan menarik dengan rata-rata persentase 11,1% menunjukan bahwa 1 orang siswa tidak mendapatkan pelajaran yang jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif 11,1% menunjukkan bahwa 1 orang siswa tidak mendapatkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, dan kesulitan yang di temui dalam pemanfaatan media pembelajaran IPA 100% menunjukkan bahwa dari setiap guru dan juga siswa mengalami kesulitan dalam pemanfaatan media. Prinsip pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Kota Kupang “Cukup Baik” Kata kunci : prinsip Pemilihan, Pemanfaatan Media, Pembelajaran IPA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 2 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh Model pembelajaran Round robin terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 420 siswa dan sampel kelas VIIIE dan kelas VIIIF berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Posttest. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 1.0324 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 9.879 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh model Round Robin terhadap hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 89,23 %, C2 80,00% dan C3 83,07% .sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol belum mencapai KKM yaitu 47,2292. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami dan menerapkan apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin terhadap hasil belajar