Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: kitosan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI KITOSAN CANGKANG KEONG SAWAH ( Pila ampullacea L ) ASAL PERSAWAHAN AERBAUK DESA OESAO MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI NaOH DAN KOH YANG BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Optimasi merupakan pengukuran kemampuan kitosan menggunakan aktivator natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH). Sampel dalam penelitian ini adalah cangkang keong sawah (Pilla ampullacea L.) yang diperoleh dari area persawahan di desa Oesao, kabupaten Kupang. Optimasi kitosan memiliki keunggulan yaitu sampel yang digunakan dalam jumlah sedikit, waktu singkat, biodegradable, dan mudah terlarut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH. Metode penelitian ini menggunakan metode deasetilasi dan demineralisasi untuk menguji aktivitas kitosan pada variasi konsentrasi aktivator berbeda yaitu larutan NaOH 30%,40%,50% dan KOH 30%,40%,50% . Selanjutnya dilakukan uji kualitas kitosan yaitu persentase rendemen, kadar air, kadar abu dan uji adsorpsi Metilen Biru (MB). Hasil penelitian menunjukan bahwa % rendemen, kadar air, kadar abu yang terbaik pada konsentrasi aktivator 30% NaOH secara berturut-turut adalah 3,33%, 5,72% sedangkan pada konsentrasi aktivator 30% KOH secara berturut-turut adalah 3,17%, 6,67% pengujian daya adsorpsi dilakukan terhadap Metilen Biru (MB) pada konsentrasi aktivator NaOH dan KOH optimumsecara berturut-turut adalah 11,66 mg/g dan 1,63 mg/g. Dengan demikian, cangkang P. ampullacea L. dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kitosan. Kata Kunci : Kitin, kitosan, cangkang keong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keterangan: *) :Peneliti **) :Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN KARBON AKTIF TEMPURUNG SABOAK TERMODIFIKASI KITOSAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LOGAM TEMBAGA (II)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN KARBON AKTIF TEMPURUNG SABOAK TERMODIFIKASI KITOSAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LOGAM TEMBAGA (II) Boymau, J *) Nitsae, M **)          Ledo, M **) Lontar (Borassus flabellifer L) adalah sejenis palma (pinang-pinangan) yang tumbuh di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tanaman ini dimanfaatkan mulai dari daun, batang, buah hingga bunga untuk kebutuhan masyarakat setempat. Akan tetapi pemanfaatan dari tempurung lontar atau tempurung saboak (sebutan masyarakat NTT) belum maksimal. Kitosan (poly(β-1-4)-2-amino-2-deoxy-D-glucopyranose) merupakan biopolimer hasil deasetilasi dari kitin terdiri atas rantai yang mengandung gugus amina (-NH2) dan hidroksil (-OH) sebagai pusat afinitasnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan karbon aktif tempurung saboak termodifikasi kitosan terhadap kemampuan adsorpsi logam Cu2+. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan dua taraf perlakuan, yaitu : Arang aktif dari tempurung saboak dan Kitosan yang dimodifikasi dari arang aktif tempurung saboak menjadi komposit beads. hasil penelitian diperoleh bahwa aktivasi arang aktif tempurung saboak dengan aktivator H3PO4 (asam fosfat) dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan modifikasi material dengan karakteristik yang baik pada tiga pengujian yaitu kadar air antara 5,709%-6,631%, kadar abu 6,667%-8,333% dan penentuan bilangan iodine 253,86 mg/g. Daya adsorpsi modifikasi arang aktif kitosan berdasarkan variasi waktu terhadap zat CuSO4 terjadi secara cepat yaitu pada menit ke 5 dengan kapasitas adsorpsi 26.7 mg/g, hal ini menunjukan mekanisme adsorpsi yang stabil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail