Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: kerja sama
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG Lingkungan kerja merupakan segala kondisi yang ada yang berada disetiap pekerja, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi diri dalam melaksanakan tugas yang di bebankan. Lingkungan kerja merupakan suatu tempat yang terdapat sejumlah kelompok dimana di dalamnya terdapat beberapa fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan (Sedarmayanti, 2013:23). Menurut Mangkunegara (2013:105) lingkungan kerja adalah semua aspek fisik kerja, psikologis kerja, dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian produktivitas. Kerja sama tim merupakan suatu kebutuhan dalam mewujudkankeberhasilan kerja. Menurut (Triatmanto, 2017: 51) Kerjasama tim adalah pengelompokan dua ataupun lebih orang yang berhubungan dan penyerasiantentang sebuah kegiatan beserta usaha agar meraih sasaran spesifik. Menurut Sarwono (2011:139) kerjasama merupakan bentuk kelompok yang terdiri dari lebih dari seseorang yang melakukan tugas dengan sejumlah peraturan dan prosedur. Menurut Meintere (2016 :126) tim yang efektif adalah adalah sebuah tim yang memungkinkan anggotanya untuk menghasikan penyelesaian tugas yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan hasil kerja perorangan karna hasil kerjanya merupakan hasil kontribusi anggota-anggota tim secara bersama-sama. Kepuasan kerja merupakan hal yang positif dalam meningkatkan kualitas kerja di setiap orang bekerja, sehingga kenyamanan dan tingkat kualitas kerja dapat diukur dengan mengetahui seberapa puas seseorang menekuni pekerjaannyaKepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaa. Menurut (Wirawan, 2013 :732). Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan bagaimana cara pekerja memandang pekerjaan mereka. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang karyawan yang bekerja di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang dan kerja sama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Sedangkan secara simultan lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 11.585 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.327, b² adalah 0.328.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkungan kerja (X1) dan kerja sama tim (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 11.585+ 0,327 X1 + 0,328 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja(X1) ditemukan t hitung = 1.994 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kerja sama tim (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kerja sama tim(X2) ditemukan t hitung = 2.337 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 7.244 lebih besar F tabel = 2,87 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja dan variable kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.681 atau 68,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 68,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 31,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Kerja Sama Tim, Kepuasan Kerja Karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MOTIF TENUNAN KAIMNAFA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Tenun ikat merupakan salah satu hasil kebudayaan yang harus dilestarikan oleh setiap generasi. Dalam kehidupan bermasyarakat, tenunan dihargai dan diakui sebagai komoditas di semua kalangan masyarakat, mulai dari penguasa hingga para petani dan dengan demikian digunakan juga sebagai benda berharga penanda status sosial. Tenun ikat yang sangat berpengaruh sebagai simbol status sosial seseorang merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dan karena itu, tenun ikat memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Amarasi Barat, tak terkecuali di Desa Soba, khususnya dalam Jemaat GMIT Elohim Soba. Motif-motif tenunan dibuat berdasarkan suatu peristiwa penting dan diberi nama sesuai dengan bentuk serta ciri khas dari motif tenunan tersebut. Setiap motif yang ditampilkan bercerita tentang keyakinan konsep makna dan nilai-nilai religius-sosial yang dianut oleh masyarakat pemilik motif tersebut. Tenun ikat yang dibuat dengan menampilkan motif tertentu memiliki arti tersendiri bagi para penenun, sehingga para penenun di Jemaat GMIT Elohim Soba biasanya membuat motif-motif tenunan dengan motif yang beragam dan sangat indah. Salah satu motif yang ditenun adalah motif Kaimanfafa. Lalu apa arti dari motif Kaimanfafa? Motif Kaimanfafa dulunya dikhususkan untuk digunakan oleh Raja, yang menunjukkan kedudukan dan status sosialnya yang tinggi dalam masyarakat pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, hal ini berubah, tidak ada batasan untuk penggunaan motif tenun ikat tertentu dalam menentukan strata sosial dalam masyarakat. Di masa kini penggunaan tenunan dengan berbagai motif, bebas digunakan oleh siapa saja, dalam status sosial yang beragam. Biasanya hasil tenunan berupa selimut dan sarung, digunakan pada acara-acara tertentu. Hal ini berubah karena Raja membutuhkan kehadiran masyarakatnya untuk saling kerja sama, tanpa memandang kedudukan dan status sosial. Melalui tulisan ini, penulis berusaha untuk memaparkan berbagai hal seputar motif tenunan kaimanfafa. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji makna dari matif tenunan kaimanfafa dengan menggunakan salah satu teori dari Stephen B. Bevans yakni model antropologis dengan menggunakan metodologi pendekatan kualitatif. Motif kaimanfafa menekankan tentang pentingnya kerja sama dalam masyarakat dan gereja, sebab manusia saling membutuhkan satu sama lain. Oleh sebab itu, sikap saling kerja sama tanpa memandang status sosial, sangat diperlukan agar tercipta kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, bahkan bergereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENIPUAN DAN PENGGELAPAN DALAM KERJA SAMA EKSPLOITASI MANGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian penulis adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Penipuan Dan Penggelapan Dalam Kerja Sama Eksploitasi Mangan, Berikut Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah:Bagaimanakah motif tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi mangan, Bagaimanakah modustindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi manga, Bagaimanakahakibat hukum tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama pelaku dan korban eksploitasi mangan. Berikut Tujuan penelitian ini adalah:Untuk mengetahui motif tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi mangan, Untuk mengetahui modus tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi mangan, Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama pelaku dan korban eksploitasi mangan. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakuakan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan ditarik kesimpulan sebagai berikut:Motif pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi mangan adalah: Untuk mencari keuntungan dan Untuk melakukan pelunasan piutang. Modus Pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama eksploitasi mangan adalah: Mengaku sebagai Ketua Primkopol Polda NTT, Membuat perjanjian penjualan dengan Pt Asia Mangan Grup, Menerima pembayaran dari Pt. Asia Mangan Grup dan Pengiriman batu mangan tidak sesuai perjanjian. Sedangkan Akibat hukum tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kerja sama pelaku dan korban eksploitasi mangan adalah:Akibat hukum terhadap pelaku yaitu: Terdakwa dikenakan penahanan, Terdakwa di pidana penjara, Terdakwa di denda, Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban adalah korban mengalami kerugian Kata Kunci :Motif,Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Penipuan Dan Penggelapan Dalam Kerja Sama Eksploitasi Mangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail