ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yuni Kemala Dewi*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu pada proses pengeringan merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi kualitas warna, tekstur dan vitamin pada daun kelor. Suhu yang tepat pada proses pengeringan daun kelor akan menghasilkan kualitas yang baik. pemantauan suhu juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada proses pengeringan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana merancang penggunaan sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering.dan menguji kinerja sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan LCD, relay dan Fan sehingga hasil yang di peroleh dapat di baca oleh LCD. Pemantauan suhu dan kelembaban di ambil tiap 15 menit selama 7 jam , apabila ada perubahan suhu pada proses pengeringan setiap tahapan pengeringan maka kipas secara otomatis akan menyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras berupa Arduino Uno dan Sensor DHT 11, LCD dan Fan serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat di dapatkan rata-rata kadar air yang diperoleh adalah 7,2% dari kadar air awal 73%. Kata Kunci : Daun Kelor,Arduino Uno, DHT11,Suhu, Kelembaban
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sistem Pemantau Suhu Dan Kelembaban Greenhouse Berbasis Internet Of Things (Iot ) Sabuna Melani*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu dan kelembaban dalam pertumbuhan tanaman merupakan hal yang penting karena kedua faktor ini mempengaruhi tingkat pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas tanaman. Suhu yang tepat dapat mempengaruhi tingkat fotosintesis, transpirasi, dan perkembangan bunga dan buah. Kelembaban yang tinggi juga dapat membantu tanaman menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan, serta mengurangi risiko kerusakan akibat perubahan suhu yang drastis. Selain itu, pemantauan suhu dan kelembaban juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada tanaman. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana merancang Sistem pemantau suhu dan kelembaban pada tanaman greenhouse berbasis IoT dan menguji kinerja Sistem pemantau sebagai alat untuk mengamati suhu dan kelembaban pada tanaman greenhouse berbasis IoT. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino dengan bahasa C++ untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan NodeMCU ESP8266, dan Konfigurasi Blynk sehingga hasil yang di peroleh di teruskan dan terbaca di android yang telah terinstal aplikasi Blynk, menampilkan data suhu dan kelebaban yang sesuai dengan keadaan sekitar greenhouse. Sedangkan memantau suhu dan kelembaban di ambil setiap hari, apabila ada perubahan suhu yang terjadi pada setiap tahapan saat proses pengimplementasian alat yang dilakukan di sebuah greenhouse hidroponik yang ada di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras IoT berupa Node MCU ESP8266 dan Sensor DHT 11, serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide dan Aplikai Blynk telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat dengan hygrometer dan miji meter di dapatkan rata-rata presentase selisi suhu dan kelembaban di dalam greenhouse di dalam greenhous adalah 1,33% dan kelembaban 2,17% dan rata-rata eror suhu dan kelembaban di luar greenhouse Suhu udara di luar greenhouse adalah 1,40% dan kelembaban 2,35%. Kata Kunci: greenhouse, internet of things, blynk, suhu, kelembaban * Peneliti **Dosen Pembimbing