ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IDENTIFIKASI PENERAPAN TEKNIK KONSERVASI TANAH PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA ONDOREA KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE Yoseph. W*) Nainiti. N. P. P. E.**)) Marthen. M**)) Pertambahan penduduk dari tahun ke tahun membutuhkan lahan yang semakin banyak sehingga memicu terjadinya konversi lahan dan pertambahan lahan kritis yang mengakibatkan erosi. Penerapan teknik konservasi tanah dan air yang baik dapat mencegah terjadinya erosi. Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah dan erosi. Penelitian ini dilakukan di Desa Ondorea yang dilaksanakan pada tanggal 20 November sampai tanggal 15 Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sempel dalam penelitian ini adalah Desa Ondorea. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan teknik konservasi dan dampak dari upaya penerapan teknik konservasi tanah di lahan petani Desa Ondorea. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Desa Ondorea didominasi oleh teknik vegetatif dimana kebun campur, pekarangan, tanaman pelindung dan pagar hidup adalah metode yang paling banyak diterapkan masyarakat setempat. Selebihnya dari sesi mekanik, masyarakat belum begitu banyak menerapkannya walaupun ada beberapa orang yang menggunakan teras batu dan teras kayu sebagai upaya konservasi tanah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA TANAH TERDEGRADASI DI KECEAMATAN LEMBOR KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2020 ( Studi Kasus Di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta Dan Desa Pondo) Nagar. L.*) Lano. M. L.**) Haba Bunga. F. J.**) Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukakannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Penelitian ini dilakukan di daerah konservasi yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo yang dilaksanakan pada tanggal 28 September 2020 sampai pada tangal 28 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta, dan Desa Pondo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui input dan Output dari proses konservasi lahan di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo sudah sesuai dengan kriteria penerapan Konservasi Tanah dan Air, khususnya ditinjau dari aspek kemiringan lereng. Teknik KTA yang diterapkan masyarakat di tig desa tersebut yaitu teknik vegetatif 56% dari total responden berupa kebun campuran, dan wanatani. Sedangkan metode sipil teknis berupa teras bangku sebanyak 44%. Penerapan teknik KTA yang sesuai dengan pedoman ditemukan pada semua kelas kelerengan, sedangkan yang berkategori sesuai ditemukan pada kelerengan 0-6%, 13 – 23%, 23 – 43%, dan >43%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukakannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Penelitian ini dilakukan di desa Oben yang dilaksanakn pada tanggal 19 Desember 2020 sampai tanggal 19 Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah desa Oben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan teknik konservasi dan dampak dari upaya penerapan teknik konservasi tanah dan air di lahan petani desa Oben. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik konservasi tanah dan air (KTA) di desa Oben. Didominasi oleh teknik vegetatif dimana kebun campuran, Pekarangan dan penghutanan kembali adalah metode yang paling banyak diterapkan masyartakat setempat. Selebihnya dari sisi mekanik, masyarakat belum begitu banyak menerapkannya walaupun ada beberapa orang yang menggunakan teras batu dan teras kayu sebagai upaya konservasi tanah dan air.