ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah mengenai kehidupan para petani di GMIT Kasih Karunia Oesao, ditinjau dari teologi kontekstual dan relevansinya bagi peran Gereja di GMIT Kasih Karunia Oesao. Dalam realitas yang ditemukan bahwa kehidupan para petani juga menjadi tempat perjumpaan dengan Allah di sawah, melalui kerja, penderitaan, dan keberhasilan para petani. Maka penulis menemukan bahwa Gereja masih memiliki keterbatasan untuk menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani. Gereja diharapkan untuk melihat kehidupan para petani yang merupakan tempat Allah hadir dan berkarya di dalamnya untuk membangun suatu program yang menjawab kebutuhan para petani. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis, dan reflektif. Dalam menganalisis kehidupan petani, penulis menggunakan teori C.S Song yang menekankan kehadiran Allah dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawah tidak hanya sebagai sumber kehidupan para petani, tetapi sawah merupakan pusat kehidupan. Maka itu, teologi para petani dibangun dari penderitaan, kerja keras, dan ketergantungan pada alam. Untuk itu, penulis memberikan sumbangsih bagi pelayanan Gereja untuk dapat menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani berdasarkan teologi para petani dengan menjadi Gereja yang kontekstual, berdampak pada masyarakat sosial, dan menjalankan pelayanan yang holistik bagi masyarakat pedesaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas padi dari tahun ke tahun perlu ditingkatkan seiring dengan lajunya pertumbuhan dan bertambahnya penduduk. Peningkatan padi mulai tak terkendali di beberapa daerah tertentu dengan kondisi lahan produktif yang semakin berkurang maka perlunya sebuah inovasi agar bisa memprtahankan produktifitas tanaman pangan. Lahan rawa/basah merupakan lahan alternatif yang berperan dalam meningkatkan produksi padi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui produktivitas padi sawah, mengatahui indeks produktivitas padi sawah,mengatahui efisiensi teknis, dan mengatahui gap efisiensi padi sawah di Desa forekmodok. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang imformasi yang diperoleh dari lapangan atau hasil yang didapatkan dari proses pengamatan langsung dan dilakukan wawancara kepada responden. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari pengamatan, dan wawancara langsung dengan petani sebagai responden dengan menggunakan daftar pertanyaan ( kuisioner ) sebagai bentuk Dokumentasi. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan Nilai Rata-rata Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 27689%, jumlah penghasilkan produktivitas petani padi sawah yang lebih kecil yaitu 553%, pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan produktivitas yang tertinggi dengan nilai 1600%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai Rata-rata Indeks Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 1731% dan pada Gambar 2, menunjukkan bahwa jumlah penghasilkan indeks yang lebih kecil yaitu 35% pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan indeks yang tertinggi dengan nilai 100%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai rata-rata efisiensi teknis 1731%, dan Berdasarkan data pada Gambar 3, menunjukkan bahwa petani padi di Desa Forekmodok yang memiliki nilai efisiensi yang paling rendah 35% (persen) yang terdapat pada petani nomor 17 dan nomor 23 yang terdapat pada dusun LaenAu dan Dusun Petes, dan nilai efisiensi yang tertinggi yaitu 100% yang terdapat pada petani nomor 18 yang ada di dusun LaenAu. Nilai rata-rata Gap efisiensi teknis adalah 1269%, dan pada Gambar 4, menunjukan nilai paling terendah 0% pada petani nomor 18 yang terdapat di dusun LaenAu, dan yang paling tertinggi yaitu 65%, pada petani nomor 17 dan 23 yang terdapat di dusun LaenAu dan dusun Petes. Untuk dapat melakukan usahatani padi yang efisiensi dan mendapatkan hasil produktivitas yang baik dan bisa menguntungkan, maka petani atau responden perlu mengurangi penggunaan input produksi yang masih berlebihan dalam melakukan kegiatan budidaya padi sawah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja dalam usahatani padi sawah di Desa Forekmodok adalah kelompok tani, kedepannya perlu untuk meningkatkan kelembagaan,dan jiwa gotong royong petani melalui kelompok tani, dengan program-program peerintah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu aspek kehidupan yang berpengaruh dalam tatanan manusia yaitu pertanian. Dalam aspek ini petani memiliki peranan penting dalam mengupayakan berbagai cara untuk memenuhi kehidupan. Namun dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh petani dapat membuat petani hidup dalam sistem sosial yakni sistem ijon yang berdampak pada ketidakadilan. Petani merasakan ketidakadilan dengan praktik sistem ijon yang dilakukan oleh warga jemaat. Skripsi ini membahas tentang praktik sistem ijon yang dilakukan oleh warga jemaat Toru Ahu yang berdampak pada ketidakadilan dengan judul “Gereja dan Sistem Ijon” (Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Keterlibatan Gereja Dalam Praktik Sistem Ijon di Warga Jemaat Toru Ahu Dan Implikasinya Bagi GKS Jemaat Toru Ahu). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keterlibatan gereja dalam menyikapi praktik sistem ijon di GKS Jemaat Toru Ahu yang menimbulkan ketidakadilan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yakni mengamati fenomena yang terjadi, mendeskripsikan dan menganalisis. Penulis menganalisis ketidakadilan dalam praktik ijon dengan menggunakan teori Paulo Freire tentang Pendidikan Kaum Tertindas. Freire membahas mengenai kebebasan bagi orang-orang yang mengalami ketidakadilan serta memberi penyadaran diri bagi penguasa (tengkulak), kaum tertindas (petani), dan gereja. Perilaku dan sikap yang baik dapat menghasilkan keadilan dan penyadaran diri dengan melandaskan Kasih Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dari hasil penelitian di GKS Jemaat Toru Ahu khususnya dalam praktik sistem ijon yang telah menimbulkan ketidakadilan bagi jemaat. Gereja memberi kesadaran bagi jemaat sehingga dalam melaksanakan praktik sistem ijon berpatokan pada persekutuan sehingga memperoleh keadilan. Keadilan merupakan sikap yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup berdasarkan kasih Kristus. Oleh karena itu, gereja harus bekerjasama dengan pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan jemaat. Bekerjasama dalam sebuah persekutuan merupakan keadilan dan wujud dari kesadaran manusia dalam merespon Anugerah Allah.