Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pemulihan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PASTORAL BAGI PELAKU SABUNG AYAM “Sebuah Studi Kasus Pastoral Terhadap Keterlibatan Majelis Jemaat dalam Praktik Sabung Ayam di Jemaat GMIT Lederui-Ledeunu, Klasis Sabu Barat Raijua”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam yang mengandung unsur perjudian sebagai persoalan teologi pastoral dan etika pelayanan gereja. Praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai iman Kristen dan tata kehidupan bergereja, tetapi juga memunculkan krisis kepemimpinan dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keterlibatan pelayan gereja dalam praktik ini berdampak pada melemahnya integritas kepemimpinan, terganggunya relasi pelayanan, serta menurunnya kepercayaan jemaat terhadap gereja sebagai komunitas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kasus, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan majelis jemaat, menafsirkan kasus tersebut secara teologis, serta merumuskan rencana aksi pastoral yang bersifat kontekstual, operasional, dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Interpretasi teologis dilakukan dengan merujuk pada teks 1 Samuel 2:11-26 yang menggambarkan krisis kepemimpinan rohani akibat pembiaran terhadap dosa dan kegagalan tanggung jawab pelayan Tuhan. Teks ini menjadi dasar refleksi untuk memahami relasi antara jabatan pelayanan, tanggung jawab etis, dan kehidupan iman pelayan gereja. Kerangka teologi pastoral Howard Clinebell digunakan sebagai landasan untuk menata rencana aksi pastoral melalui fungsi pembimbingan, penopangan, penyembuhan, pemulihan, dan pemeliharaan sebagai proses yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam dipengaruhi oleh kebiasaan sosial yang terinternalisasi, tekanan ekonomi, lemahnya penghayatan jabatan pelayanan sebagai panggilan iman, serta kurangnya pendampingan pastoral yang personal dan berkelanjutan. Dampak dari praktik tersebut terlihat dalam krisis kepemimpinan gerejawi dan kebingungan nilai di tengah jemaat. Oleh karena itu, rencana aksi pastoral difokuskan pada pemulihan majelis jemaat sebagai subjek utama, dengan keterlibatan gereja, jemaat, dan keluarga sebagai ruang pendukung pemulihan iman dan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral tidak dapat berhenti pada teguran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan yang menyentuh dimensi personal, relasional, dan struktural, sehingga kepemimpinan gerejawi dapat dipulihkan dan persekutuan jemaat dibangun secara sehat dan bertanggung jawab.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GILA AIR LUMPUR Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual terhadap Fenomena (Gila Air Lumpurr “Kalango Wee Karijakka) dan Implikasinya bagi Pelayanan di GKS Jemaat Patiyala.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tulisan ini berjudul Kalango Wee Karijaka dengan Sub judul Suatu Tinjauan Kontekstual terhadap Fenomena (Gila Air Lumpurr “Kalango Wee Karijakka”) dan Implikasinya bagi Pelayanan di GKS Jemaat Patiyala. Tulisan ini menggeksplorasikan tentang penderitaan yang dialami masyarakat Laboya pada Bulan Paddu/Bulan Oktober. Gila Air Lumpurr adalah penderitaan, yang disembuhkan dengan menggunakan air dan lumpurr. Tujuan penulisan ini adalah, bagaimana pandangan GKS jemaat Patiya, dan cara menyikapi kalango wee karijaka. Penulis juga ingin mengetahui makna yang terkandung didalamnya dan merefleksikan tinjauan teologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara pada yang terkait. Untuk mengganalisis penulis menggunakan Teori model antropologis salah satu model yang dipaparkan oleh Bevans tentang bagaimana jadi diri budaya dalam pandangan seorang beragama Kristen. Dimalam dalam budaya itu Allah menyatakan diri-Nya, dengan menawarkan kesembuhan dan keutuhan. Menurut hasil penelitian Kalango wee karijaka terjadi akibat dosa-dosa yang masyarakat Laboya perbuat selama satu tahun itu. Pemahaman inilah yang memicu timbulnya refleksi dari para tua-tua adat, bahwa masalah ini berkaitan dengan relasi mereka dengan yang Ilahi, maka harus dilakukan ritual penghapusan dosa. Dalam refleksi teologi penulis menekankan tentang Yesus Sang Korban yaneg kekal, yang berkoban sekali untuk selamanya demi mengahapus dosa menusia dan telah dikerjakan secara tuntas. Penulis juga menekankan bagaiman peranan gereja untuk menyuarakan suara Kristus dan bertindak sebagai representasi kehadiran Allah. Gereja harus terus mengarahkan dan membebaskan jemaat dari penderitaan musiman yang dialami dengan iman Kepada Yesus Kristus Sang pembebas. Kata Kunci: Fenomena, Pemulihan, Hubungan Horizontal dan Vertikal. Email : [email protected]

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail