ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG
Menjelang era perdagangan bebas, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu hal yang dapat yang ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan adalah meningkatkan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut, karena faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu perusahaan adalah manusia. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat, kreativitas dan semangat bagi perusahaan serta memegang peran penting dalam fungsi operasional perusahaan. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan.
Salah satu cara mengoptimalkan kinerja karyawan adalah dengan pemberian balas jasa (insentif) diberikan kepada karyawan agar di dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga produktivitas dan kinerjanya meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan, peneliti serta bagi peneliti berikutnya.
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga sangat penting untuk diperhatikan manajemen perusahaan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pada karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut. Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Dan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi liniear berganda, dengan variabel bebas, yaitu Insentif dan Lingkungan Kerja dan variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa variabel Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,dan variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2 ) adalah sebesar 74,3%, faktor-faktor kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang dapat dijelaskan oleh Insentif dan Lingkungan Kerja. Sedangkan sisanya 25,7% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Pada dasarnya perusaan dituntut untuk menciptakan kinerja pegawai yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan. Kinerja atau Performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kinerja merupakan salah satu asset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan perilaku aktif dari setiap aktivitas organisasi mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan usia dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa dalam suatu organisasi. Dengan adanya pekerjaan yang tidak menjadi beban kerja terhadap kinerja pegawai maka pegawai akan selalu produktif dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi organisasi. Dari data kinerja pegawai Dinas Kelautan dan perikanan Prov NTT hasil pencapaian yang diperoleh 61%, 93%, 59% dapat diketahui nilai kinerja pegawai kurang dari 100% atau capaian kinerja pegawai belum bisa terlaksana dengan apa yang sudah ditargetkan. Dengan begitu beban kerja yang ada pada perusahaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai yang dihasilkannya. Stress dapat memberikan pengaruh positif dan negative terhadap pegawai. Pengaruh positif dari stress adalah dapat mendorong pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sehingga lebih terpacu lagi untuk bekerja sedangkan pengaruh negativnya dapat membuat pegawai tidak focus, salah satu tipe penghambat dalam kinerja pegawai diperusahaan adalah beban kerja yang mungkin berlebihan pada pegawai dan dapat mengakibatkan timbulnya stress kerja. Persoalan penelitian ini adalah apakah beban kerja mempunyai hubungan dengan kinerja Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT, Apakah stress kerja mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PNS Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT yang berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 48 responden yaitu pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT untuk dijawab secara benar dan lengkap. Untuk analisis pendahuluan peneliti menggunakan analisis deskriptif memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden ke dalam data table distribusi frekuensi berkaitan dengan beban kerja, stress kerja dan kinerja. dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variable. Berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment Pearson antara beban kerja terhadap kinerja sebesar -0,168 yang berarti hubungan kedua variable sangat lemah. Korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan beban kerja dan strse kerja tidak searah, artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dan sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,254 atau >0,05 (Ho diterima Ha ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Uji korelasi Product Moment Pearson antara stress kerja terhadap kinerja pegawai sebesar -0,116 artinya hubungan kedua variable sangat lemah, korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan antara stress kerja terhadap kinerja pegawai tidak searah, artinya semakin tinggi pegawai mengalami stress kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dn sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,432 atau >0,05 sehingga berdasarkan uji kriteria (Ha ditolak dan Ho diterima) atau dengan kata lain stress kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Dari hasil analisis yang dilakukan, kesimpulan yang didapat adalah: 1) beban kerja pegawai dinas kelautan dan perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan yang signifikan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai. 2) stress kerja pegawai Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Organisasi sektor publik diharuskan mempertimbangkan nilai uang dalam menjalankan kegiatan mereka. Tujuan yang diinginkan oleh masyarakat adalah pertanggungjawaban realisasinya dari nilai uang yang ekonom dalam penyediaan sumber daya lokasi, efisien dalam penggunaan sumber daya yang berarti meminimalkan penggunaan sumber daya dan memaksimalkan hasil, dan efektif dalam mencapai tujuan dan sasaran. Penelitian ini di lakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Efektifitas dan efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang, adapun persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana Efektifitas Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan bagaimana Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan anggaran belanja dalam menilai kinerja pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan untuk menganalisis efisiensi pelaksanaan anggaran belanja dalam menilai kinerja pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Variabel yang digunakan adalah tingkat efektifitas dan tingkat efisiensi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelitaian ini menunjukan tingkat dan kriteria efektifitas anggaran belanja Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang tahun 2016-2019 sangat bervariasi. Tingkat efektifitas tertinggi terjadi pada tahun 2019 dan terendah terjadi pada tahun 2016. Pelaksanaan anggaran belanja pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019 dikatakan efektif, tetapi pada tahun 2016 dan 2017 tingkat efektifitasnya masih cukup efektif karena realisasi anggaran belanja memiliki perbedaan yang jauh dengan target anggaran belanja. Perbedaan ini terjadi karena ada beberapa kegiatan yang dianggarkan tetapi tidak dilaksanakan, untuk kegiatan lain yang telah dianggarkan sudah cukup efektif. Pelaksanaan anggaran belanja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang tahun 2016-2019 secara keseluruhan sudah diolah secara efisien. Pelaksanaan anggaran belanja tahun 2016-2019 dikategorikan sangat efisien. Kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang di dalam pelaksanaan anggaran belanja sudah cukup baik. Kata kunci : Efektifitas, Efisiensi, Anggaran Belanja, Menilai Kinerja.