Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Keywords : Salt
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Garam Krosok di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Garam Konsumsi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam krosok merupakan usaha komoditi yang dilakukan petani garam, bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan yang menjadi mata pencaharian utama yang menunjang kehidupan setiap harinya. Selain itu garam krosok dapat membantu perekonomian rakyat pada saat musim kemarau. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1979, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengetahui teknik pembuatan garam krosok, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan logam berat Kadmium (Cd), Merkuri (Hg) dan Tembaga (Cu) Di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 ada beberapa tahap yaitu Pengujian Organoleptik di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pengujian Kadar Air, NaCl dan logam berat ( Cd, Hg dan Cu) di PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei dan wawancara di lapangan, melalui teknik pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan yaitu pada petak 1, petak 2 dan petak 3, Sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu 6,86%, Kadar NaCl 85,08% organoleptik parameter warna dan bau garam tergolong pada garam K3 (kualitas sedang) dan logam berat (Cd, Hg dan Cu) tidak terdeteksi. Kata Kunci : Garam, NaCl, dan Organoleptik SUMMARY ANGRIAN BESSIE (16391610). Analysis of the Quality of Krosok Salt in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village as a Basic Material for Making Salt for Consumption: Umbu P. L. Dawa S.Pi, M.Sc as a firt advisor and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Sias a second advisir). Fishery Products Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Salt is one of the strategic commodities because apart from being a basic human need, it is also useful as an industrial raw material. For the needs of human consumption salt, salt has been used as a means of fortification of iodine substance into iodized salt for consumption in order to overcome disturbances due to iodine deficiency. Tiberias salt business group is one of the salt business groups located in Oesapa Barat Village, Kelapa Lima District, Kupang City. This salt business group was founded around 1980, at that time, this salt cooking group used raw materials from pond soil. The purpose of this study was to determine the technique of making krosok salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and heavy metals Cadmium (Cd), Mercury (Hg) and Copper (Cu) in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was carried out in June-July 2022 in several stages, namely Organoleptic Testing at the Exact Laboratory of the Artha Wacana Christian University Kupang, testing for Moisture Content, NaCl and heavy metals (Cd, Hg and Cu) at PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. This research uses qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods and field interviews, through sampling techniques 3 times, namely in plot 1, plot 2 and plot 3, while the quantitative method used in this study is the method of testing in the laboratory. The results of this study indicate that the value of water content is 6.86%, NaCl content of 85.08% organoleptic color and odor parameters of salt belong to K3 salt (medium quality) and heavy metals (Cd, Hg and Cu) are not detected. Keywords : Salt, NaCl, and Organolepic

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kualitas Garam Masak Yang di Proses Secara Tradisional Di Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri, kebutuhan konsumsi antara lain digunakan untuk konsumsi rumah tangga, industri makanan, industri minyak goreng, industri pengasinan dan pengawetan ikan, sedangkan kebutuhan industri antara lain industri perminyakan, tekstil dan peramakan kulit, industri pakan ternak, industri chlor alkali (CAP), dan industri farmasi. Metode yang digunakan dalam pengujian adalah metode deskriptif komparatif yaitu suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data penelitian yang diperoleh dengan fakta-fakta yang ada (SNI 4435-2017) serta menjelaskan hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lainnya (Sugiyono, 2008). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu. Penelitian ini dilaksanakan selama Januari sampai Februari 2022 di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu untuk Observasi dan untuk pengambilan sampel. Laboratorium Eksakta UKAW untuk organoleptik, serta di Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian kadar air, kadar garam, iodium, mineral (kalsium dan magnesium). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu meliputi tanah digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama ± 1 jam, pemasakan/perebusan selama ± 7 jam, penerisan selama ± 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu untuk pengujian Kadar air: 7,94%, NaCl: 83,42%, Iodium: 20,36 mg/kg, Magnesium: 645,68 mg/100 g dan Kalsium: 848,54 mg/100 g Desa jenilu perlu memperhatikan proses teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan SNI 4435-2017. Kata Kunci : Garam, kualitas, industri, produksi SUMMARY JEVRINO EVANDER BERE (15390004) Quality of Cooked Salt Traditionally Processed in Jenilu District Kakuluk Mesak District, Belu Regency: (Yunaldi H. Teffu, S.Pi, M,Si Supervisor I and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si Supervisor II) Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Kupang Christian University. Salt has a strategic role, namely as a staple for consumption needs and is also a raw material for various industries, consumption needs include being used for household consumption, food industry, cooking oil industry, salting and fish preservation industry, while industrial needs include the petroleum industry, textiles and leather forecasting, animal feed industry, chlor alkali (CAP) industry, and pharmaceutical industry. The method used in testing is a comparative descriptive method, which is a method used to compare research data obtained with existing facts (SNI 4435-2017) and explain the relationship between one factor and another (Sugiyono, 2008). This study was conducted to determine the quality characteristics of cooking salt produced traditionally in Jenilu Village. This research was carried out from January to February 2022 in Jenilu Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency for Observation and for sampling. UKAW Exact Laboratory for organoleptics, as well as in the PT. Saraswati Indo Genetech (GIS), Bogor for testing water content, salt content, iodine, minerals (calcium and magnesium). The results of this study show that the technique of making cooking salt produced traditionally in Jenilu Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency includes soil scratched/collected and seawater accommodated in trap ponds, filtration for less than ± 1 hour, cooking / boiling for ± 7 hours, sprinkling for ± 2 hours, packaging and distribution. The quality of cooking salt produced traditionally in Jenilu Village for testing Moisture content: 7.94%, NaCl: 83.42%, Iodine: 20.36 mg / kg, Magnesium: 645.68 mg / 100 g and Calcium: 848.54 mg / 100 g Jenilu village needs to pay attention to the process of making good cooking salt and the salt that has been processed must be continued with the drying process so that the water content is in accordance with SNI 4435-2017. Keywords : Salt, quality, industry, production

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail