Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: KATA KUNCI: Keanekaragaman
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Dan Kelimpahan Teripang (Holothuroidea) Pada Zona Intertidal Pantai Landu Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai merupakan daerah terjadinya interaksi antara tiga unsur alam utama yaitu, daratan, perairan, dan udara. Pada pesisir pantai ditandai dengan kelandaian perubahan ekologi yang tajam. Zona intertidal adalah daerah yang terletak diantara pasang tertinggi dan surut terendah. Daerah ini merupakan daerah peralihan dari kondisi lautan ke kondisi daratan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan Teripang pada Zona Intertidal Pantai Landu di Desa Landu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Transek Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Teripang yang ditemukan di perairan Pantai Landu dikategorikan dalam 2 famili yaitu Aspidochirota dan Holothuriidae dengan 4 spesies yang tersebar di 5 transek pengamatan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis Teripang yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan indeks keanekaragaman dan kelimpahan . Berdasarkan hasil perhitungan indeks keanekaragaman spesies Teripang yang terdapat pada transek I 1,32, transek II 1,29, transek III 1,37, transek IV 1,30 dan transek V 1,35, nilai indeks keanekaragaman tersebut berada pada kateogori sedang. Kelimpahan jenis teripang yang ditemukan pada lokasi penelitian transek I memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 7,4 ind/m3 dengan diikuti transek III memiliki kelimpahan 7 ind/m3. Teripang jenis H. scabra memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 3 ind/m3 dengan kepadatan relatif 29,7%, Teripang jenis H. leucospilota memiliki kelimpahan terendah yaitu 0,6 ind/m3 dengan kelimpahan relatif 20,48%. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengenai keanekaragaman Teripang pada Zona Subtidal pada musim kemarau. KATA KUNCI: Keanekaragaman, Kelimpahan, Spesies Teripang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail