Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: ANGELUS SERAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUJIAN ALAT PENGATUR WAKTU PENYIRAMAN PADA SISTEM IRIGASI TETES

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemerintah Indonesia terus - menerusberupaya agar pertanian di Indonesia lebihproduktif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah. Metodewaterfalmerupakanmetodepengembanganperangkatlunaktertuasebabsifatnya yang natural.Rancangansistemirigasi tetes terdiridari pipa, selang, driperulir, dan konektor. Diameter pipa yang digunakanadalah: ¾ incidenganpanjang 30 cm jumlah pipa yang digunakanadalah 1 buah yang dihubungkandenganselang dan selangdihubungkandengandriperputarsebanyak 28 utput yang digunakan pada jaringanirigasi tetes ini. Peralatanutam yang mendukungjaringanirigasi tetes adalah: bakpenampung dan katup. Bakpenampungdigunakanuntukmenampung air yang dipakaisebagai air irigasiberasaldari ember yang berkapasitas 70 liter. Sedangkankeran yang digunakanberfungsiuntukmembuka dan menutupaliran air menujuselangpembagi. Keran yang digunakandipasang pada pipa utama.Komponen – komponenpentingdarisuatusistemirigasi tetes terdiridari pipa utama, selang dan drip putar. Dari pipa utamamengalirkeselang dan dariselangmengalirkeselangpembagi. Drip putardipasang pada selangbpembagi yang berfungsiuntukmendistribusikan air kepolibek.Instalasisistemirigsi tetes denganalatpengaturwaktupenyiramandapatberjalandenganbaik. Yaitu timer hidupsesuaidenganwaktu yang kitaatur dan timer matisesuaidenganwaktu yang sudahkitatentukan. Debit air yang besaryaitu pada waktupenyiraman 10 menitdengamnialai rata-rata sebesar 32,62442 ml. Sedangkan, debit air yang rendahterdapat pada waktupenyiraman 2 menitdengannilai rata-rata sebesar 9,926667 ml.. Dari hasilpengukur pada polibekinikitabisamengetahui volume tertinggiterdapat pada polibek A dan B dan volume air terendahterdapat pada polibek I Hal inidipengaruhi oleh suplay air pada pot A dan B lebihcepatdarripada pot I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGUJIAN ALAT PENGATUR WAKTU PENYIRAMAN PADA SISTEM IRIGASI TETES

2022•Koleksi Perpustakaan

Pemerintah Indonesia terus - menerusberupaya agar pertanian di Indonesia lebihproduktif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah. Metodewaterfalmerupakanmetodepengembanganperangkatlunaktertuasebabsifatnya yang natural.Rancangansistemirigasi tetes terdiridari pipa, selang, driperulir, dan konektor. Diameter pipa yang digunakanadalah: ¾ incidenganpanjang 30 cm jumlah pipa yang digunakanadalah 1 buah yang dihubungkandenganselang dan selangdihubungkandengandriperputarsebanyak 28 utput yang digunakan pada jaringanirigasi tetes ini. Peralatanutam yang mendukungjaringanirigasi tetes adalah: bakpenampung dan katup. Bakpenampungdigunakanuntukmenampung air yang dipakaisebagai air irigasiberasaldari ember yang berkapasitas 70 liter. Sedangkankeran yang digunakanberfungsiuntukmembuka dan menutupaliran air menujuselangpembagi. Keran yang digunakandipasang pada pipa utama.Komponen – komponenpentingdarisuatusistemirigasi tetes terdiridari pipa utama, selang dan drip putar. Dari pipa utamamengalirkeselang dan dariselangmengalirkeselangpembagi. Drip putardipasang pada selangbpembagi yang berfungsiuntukmendistribusikan air kepolibek.Instalasisistemirigsi tetes denganalatpengaturwaktupenyiramandapatberjalandenganbaik. Yaitu timer hidupsesuaidenganwaktu yang kitaatur dan timer matisesuaidenganwaktu yang sudahkitatentukan. Debit air yang besaryaitu pada waktupenyiraman 10 menitdengamnialai rata-rata sebesar 32,62442 ml. Sedangkan, debit air yang rendahterdapat pada waktupenyiraman 2 menitdengannilai rata-rata sebesar 9,926667 ml.. Dari hasilpengukur pada polibekinikitabisamengetahui volume tertinggiterdapat pada polibek A dan B dan volume air terendahterdapat pada polibek I Hal inidipengaruhi oleh suplay air pada pot A dan B lebihcepatdarripada pot I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail