ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tibu yang diolah melalui proses lama pelumuran bumbu yang berbeda yang diolah melalui proses pembumbuhan, pembungkusan menggunakan bambu merupakan salah salah satu produk lokal yang sering dilakukan oleh masyarakat Desa Pocolia, Kabupaten Manggari Timur pada saat musim penangkapan melimpah. Produk ini memberikan cita rasa tersendiri yang lezat, gurih dengan aroma khas disebabkan oleh adanya kombinasi aroma dari bambu dan daun serai sebagai pembungkus bagian dalam serta bumbu-bumbu tambahan yang sebelum diolah dilakukan pelumuran selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit sehingga menghasilkan aroma dan rasa, tekstur daging yang empuk serta warna kuning keemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pelumuran bumbu yang berbeda terhadap organoleptik ikan tibu tongkol. Ikan tongkol yang sudah dibersihkan dilumuri bumbu dan didiamkan selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit, kemudian dilakukan pemanggangan diatas bara api. Parameter yang diamati meliputi parameter sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan kadar air. Data organoleptik dan kadar air dianalisi dengan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap 3x3 dengan tiga kali ulangan, metode lama pelumuran bumbu yang berbeda berpengaruh sangat nyata (p>0,05) terhadap uji organoleptik dan kadar air ikan tibu. Berdasarkan diagram pengujian, uji organoleptik meliputi parameter warna dengan kategori suka, rasa menunjukan suka, aroma menunjukan suka dan tekstur menunjukan suka. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur dengan nilai 4-5 karena adanya perpaduan antara daging ikan dengan bumbu-bumbu tambahan dan daun serai sebagai pembungkus dibagian dalam serta aroma dari bambu. Kadar air berkisar 64,73-67,30%.