Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Hela Keta
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HELA KETA "Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual terhadap tradisi Hela keta dan Implikasinya bagi Kehidupan Keluarga Kristen di Jemaat GMIT Getsemani Halilulik Mata jemaat Manoinhau Motasokon Klasis Belu"

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari realitas komplek tradisi Hela Keta dalam kehidupan keluarga Kristen di jemaat GMIT Getsemani Halilulik Mata Jemaat Manoinhau Motasokon, Klasis Belu. Tradisi Hela Keta merupakan praktik adat masyarakat Tetun yang bertujuan untuk melepaskan sumpah leluhur dan memperoleh kedamaian dalam pernikahan, namun menimbulkan pertanyaan teologis karena masih melibatkan pengorbanan darah hewan. Permasalahan jemaat bersifat kompleks, mencakup aspek budaya, kepercayaan, sosial, ekonomi, dan spiritual yang berdampak pada pemahaman jemaat tentang keselamatan dan pendamaian sejati dalam Kristus.Tulisan penelitian ini memahami konteks jemaat Manoinhau Motasokon, menganalisis pelaksanaan dan makna tradisi Hela Keta, serta merumuskan tinjauan teologi kontekstual berdasarkan teori Robert J. Schreiter tentang model kontekstual dalam pengembangan teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif melalui wawncara, pengamatan langsung, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pendeta, dan anggota jemaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hela Keta mengandung nilai-nilai teologis positif yang sejalan dengan iman Kristen, yaitu kerinduan akan pendamaian, pemulihan hubungan yang rusak, dan kesadaran akan dampak lintas generasi. Namun, praktik ini juga mengandung aspek yang memerlukan transformasi, khususnya pemahaman tentang sumber keselamatan, fungsi darah dalam ritual, dan ketakutan terhadap kutuk leluhur. Penelitian ini mengusulkan model transformasi dialogis yang mempertahankan identitas budaya sambil mengarahkan makna Hela Keta menuju pemahaman yang sejalan dengan iman Kristen, yakni melalui doa bersama, rekonsiliasi yang sadar, pengampunan, dan pengharapan dalam Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK HELA KETA (Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Praktik Hela Keta dalam Tiga Kelompok yakni Kelompok Masyarakat Adat, Agama Katolik, Agama Protestan, dan Implikasinya Bagi Upaya Penciptaan Rekonsiliasi dan Perdamaian di Kabupaten Timor Tengah Utara)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Praktik Hela Keta merupakan praktik yang dilakukan oleh orang Dawan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Praktik ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa nenek moyang mereka pernah berkonflik. Konflik tersebut diikuti dengan sumpah bahwa tidak boleh ada perkawinan antara keturunan yang berkonflik, dan jika terjadi perkawinan maka perlu dilakukan Hela Keta. Ritual Hela Keta sebagai suatu bentuk perdamaian dengan harapan bahwa acara selanjutnya (acara pernikahan) akan berlangsung dalam keadaan baik, dan kehidupan rumah tangga dari pasangan yang hendak menikah pun baik adanya. Ini hal yang menarik menurut penulis. Karena itu, penulis menggunakan metode kualitatif untuk meneliti sehingga tercapai tujuan yakni upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam masyarakat yang berkonflik di Timor Tengah Utara. Penulis menggunakan teori-teori utama untuk mengkaji praktik Hela Keta, antara lain: teori konflik, rekonsiliasi, dan perdamaian. Lalu, teori-teori pendukung, antara lain: teori kebudayaan dan adat, ritual, perkawinan, simbol, dan kurban. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya nilai-nilai dari praktik Hela Keta yang dikaji secara teologis. Kajian teologis terhadap praktik Hela Keta ini menghasilkan dua pokok refleksi teologis, yakni konsep azazel sebagai tanda suatu rekonsiliasi untuk perdamaian, dan Yesus Kristus sebagai jalan menuju perdamaian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail