Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Film
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Suatu Analisa Mengenai Tindak Ilokusi yang Digunakan oleh Tokoh Utama dalam Film American Assassin

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Speech act always done by humans in daily life including in movies. Although it is not a real event, the utterances in a movie are produced naturally. Moreover, Language used can be observed and learned from movies. These is the ground reason of conducting the research under the title“An Analysis of Illocutionary Acts Used by The Main Character in the Movie ‘American Assassin’”. The research problems of this study are: (1) what are the types of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”?; (2) what is the dominant type of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin” ?. The aims of this research are: (1) to know the types of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”; (2) to find out the dominant type of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”. This research applied a descriptive qualitative method because the data were the utterances of the main characters in the “American Assassin” movie. The writer analyzed every utterance in the form of words, phrases, clauses, and sentences which utter by the main character in scenes and then divided each utterance into its respective classification of illocutionary act based on the Searle”s theory about illocutionary act and context underlying the utterances by using theory of Holmes. After collected the data, the writer analyzed the data and found out four types of illocutionary acts (representatives, directives, commisives, and expressives) performed by the main character in the movie “American Assassin”. First, representative acts that is statement whether it is true or not, for example: a. “yeah, I’ve figured out a lot about myself”(an agreeing); b. “I thought you were eyes on”(an opining); c. “Here, we are in beautiful Ibiza, Spain” (stating a fact); d. “So, we find Behruz, we find Hurley”(concluding). Second, directives acts is attempts by the speaker to get the hearer to do something, for example: a. “wait a second !”(ordering); b. “what do I need to know about this guy ?”(questioning) ; c. “can I just get two drinks, please?”(requesting); d. “I was gonna suggest we maybe speed this whole thing up ?”. Third, commisive, is speech act that commit the speaker to some future course action, for example: a. “no, thanks. I'm okay”(refusing); b. “I won't, I won't”(promising); c. “okay, I'm going with you”(offering). The last is expressive, is expression that shows psychological state of the speaker, for example: a. “sorry, Mr. Nazir”(apologizing); b. “I'm sorry about your handler.”(condoling). There are 196 data contains illocutionary acts. The representatives are the dominant type of illocutionary acts used by the main character. There are 78 data containing representative acts. Then, the main character used some communication function to conveyed his intention to the hearer, three of them are questioning which is the most frequent of the communication function with 26 data, requesting with 24 data and answering with 13 data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

An Analysis of Idiomatic expression found in Joker Film Script

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research aims to find out the types of idiomatic expressions and to find out the most used idiomatic expression found in Joker film script.This research employed a descriptive qualitative method. The data of this research were collected manually from the Joker film script. The result of this research showed that there were five types of idiomatic expression found in Joker film script they were phrasal verb for example: “Keeping up” means (Continue to do something) with percentage 48,51% and phrasal Compound for example: “Busy man” means (Having a lot to do) with percentage 17,91%. Which the others, slang with percentage 31,34%, allusion with the lowest percentage 0,75% and proverb with percentage 1,49%. Moreover, the dominant type of Idiomatic expression found in Joker film script was phrasal verb with 59%. It can be concluded that there were five types of Idiomatic expression found Joker film script namely phrasal verb, phrasal compound, slang, allusion and proverb. Wherefore, the dominant type presented by phrasal verb.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF POLITINESS STRATEGIES IN “WAR ROOM MOVIE” TRANSCRIPT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul penulisan ini adalah Analisis Strategi Kesopanan Dalam “Transkrip Film War Room”. Masalah penelitian akan dijawab dengan melakukan penelitian: Apa saja jenis-jenis strategi kesantunan dalam film war room? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis strategi kesantunan dalam fil m war room. Brown & Levinson (1987) menyatakan kesantunan adalah hubungan antara dua partisipan yang kita sebut diri sendiri dan orang lain. Mereka juga menyatakan tentang lima kesantunan dalam strategi kesantunan. penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam memperoleh data penulis menggunakan dokumenter sebagai instrumen. Penelitian ini mengambil data dalam bentuk dokumenter. Semua data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data dideskripsikan menggunakan kalimat tanpa menggunakan rumus. Berdasarkan analisis data, penelitian menemukan lima strategi yaitu : (1) Bald on Record, (2) Positive Politeness, (3) Negative Politeness, (4) Off Record dan (5) Don't Do the Face Threatening Acts (FTAs) dan katakter-karakter film war room adalah Strategi kesantunan juga dapat dilihat dari sikap pendengaran aktif para tokoh dalam film ini. Salah satu strategi kesantunan adalah menggunakan kalimat-kalimat sopan saat berbicara dengan orang lain. Selain itu, karakter-karakter di dalam War Room juga sering menggunakan bahasa yang tidak mengandung unsur kekerasan atau penghinaan terhadap orang lain. Strategi kesantunan juga dapat dilihat dari sikap pendengaran aktif para tokoh dalam film ini. Dalam situasi konflik antara dua karakter utama yaitu Tony and Elizabeth Jordan. Semua strategi kesantunan ini bertujuan agar komunikasi antara setiap karakter menjadi lebih efektif dan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar mereka yang tertarik dengan studi pragmatik dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai sumber informasi dan menyelidiki hal-hal yang bersangkutan lebih lanjut untuk informasi yang kaya tentang strategi kesantunan dalam dialog di film wa r room . Kata kunci : Strategi Kesopanan, Film War Room.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GURU PENGAJAR PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA TIDAK MENGGUNAKAN FILM ANIMASI SUPERBOOK DALAM PENGAJARAN PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER BILAMUN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini aalah untuk mengetahui faktor-faktor guru pelayanan anak dan remaja di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran pelayanan anak dan remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis data kualitatif memiliki 3 tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun faktor-faktor penyebab Guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook yaitu: Faktor Non Teknis yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan dan juga kesiapan seorang guru PAR di dalam menyampaikan materi pembelajaran. Faktor Pendukung yang berkaitan dengan alat bantu apa saja yang digunakan oleh seorang pengajar PAR untuk melakukan pembelajaran baik itu ruangan, LCD, dan juga laptop. Faktor kualitas yang berkaitan dengan kualitas maupun keterampilan seorang pengajar PAR di dalam memilih atau menggunakan media apa yang baik agar mampu menjawab kebutuhan anak zaman sekarang. Selain faktor-faktor di atas didalam penggunaan film animasi superbook membutuhkan kerja sama dan dukungan yang baik dari pihak gereja agar proses pelayanan bagi anak-anak semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor penyebab guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran PAR di Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun klasis Kupang Tengah, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Belum dijinkannya guru pengajar Persekutuan anak dan remaja untuk menggunakan fasilitas yang ada didalam gereja yaitu LCD dengan alasan LCD yang ada masih baru dan juga Kurangnya pengetahuan atau pemahaman guru pengajar Persekutuan anak dan remaja yang ada di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun didalam menggunakan LCD dan juga Film Animasi Superbook

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail