Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Escherichia coli
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU ASAL DESA HONUK KECAMATAN AMFOANG BARAT LAUT TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU ASAL DESA HONUK KECAMATAN AMFOANG BARAT LAUT TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Nakmofa, E.K)* Ledo, M.E.S)** Ballo, A)** Madu dari Desa Honuk diambil oleh masyarakat dari pohon dan celah batu biasanya digunakan sebagai obat,bahan makanan dan perawatan kulit. Madu memiliki manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai zat antibakteri, antioksidan dan mengandung banyak vitamin diantaranya tiamin, riboflavin dan niasin. Tujuan penelitian untuk menganalisis data aktivitas antibakteri madu terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Metode penelitian adalah eksperimen dengan variasi konsentrasi madu 80%, 90% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi konsentrasi madu terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. Madu yang diambil dari pohon dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat yang diukur dengan rata-rata diameter zona bening yaitu 21,4 mm, 27,5 mm dan 28,6 mm. Pertumbuhan E. coli juga di hambat oleh madu yang diambil dari pohon dengan rata-rata diameter penghambatan yaitu 19,6 mm, 25,5 mm dan 27,1 mm. Madu yang diambil dari celah batu memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus dengan rata-rata diameter zona bening yaitu 24,5 mm, 30,7 mm dan 34,8 mm, sedangkan untuk pertumbuhan E. coli rata-rata diameter zona bening yaitu 24,6 mm, 29,8 mm dan 51,5 mm. Daya hambat madu yang diambil dari pohon dan celah batu masuk dalam kategori daya hambat kuat dan sangat kuat Kata kunci :Antibakteri, madu, Staphylococcusaureus, Escherichia coli, Desa Honuk Keterangan : * Penulis **Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SKRINING SENYAWA AKTIF DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) ASAL DESA FENUN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SKRINING SENYAWA AKTIF DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Tefa, L.L) * Rupidara, A.D.N) ** Sabuna, A.Ch)* Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan buah-buahan yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia juga mengandung senyawa penting seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian untuk mengetahui senyawa aktif pada ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menggunakan metode skrining dan Mengetahui Uji Aktivitas Antibakteri Escherichia coli terhadap Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan metode kertas cakram. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen preparasi sampel menggunakan maserasi dengan 3 kali pengulangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Dari hasil penelitian diperoleh 4 senyawa aktif yaitu Alkaloid, Flavanoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji antibakteri kontrol positif berupa antibiotik tetracycline memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sedangkan kontrol negatif yaitu menggunakan aquades tidak memiliki aktivitas antibakteri. Konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis yang digunakan adalah 2%, 5%, 10% dan 20%. Diameter zona hambat bakeri Escherichia coli yang diperoleh tertinggi pada konsentrasi 10% dengan zona hambat 3,8 mm. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas antibakteri, semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis, semakin luas zona hambatnya. Ekstrak dinyatakan memiliki aktivitas antibakteri dapat ditandai dengan terbentuknya zona bening pada sekitar kertas cakram, setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C Kata Kunci : Senyawa aktif, kulit jeruk nipis, Escherichia coli Timor Tengah Selatan. Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR DAUN MANGROVE (Rhizophora stylosa Griff) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan mangrove merupakansalahsatuekosistempantai yang mendominasiwilayahpantaisuatudaerahdanberpotensiuntukdikembangkandalampenanggulanganberbagaipenyakitbaikinfeksipadaikanbudidayamaupunsebagaimediapengobatanalamibagimanusia, karenasenyawametabolit sekunder yang terkandungdidalamnyamampuberkhasiatsebagaiantibakteri.Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahuipengaruhekstrakkasardaun mangrove R. stylosa Griff terhadappertumbuhanbakteriE. colidankonsentrasi optimum dari ekstrakkasardaun mangrove R. stylosa Griff dalammenghambatpertumbuhanbakteriE. coli. Metode yang digunakandalampenelitianinimetodeeksperimenlaboratoriumdengan 4 perlakuanyaitukonsentrasi40 mg/mL, 60 mg/mL, 80 mg/mL, 90 mg/mL dan 1 kontroltanpapemberianekstrakdengan 3 kali ulangan. Hasilpengamatan diameter zona hambatdianalisissecarastatistikmenggunakananalisisvariansi (ANOVA) satujalurdengansignifikansi 5%.Analisisstatistikdilakukanmenggunakan program SPSS versi23.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaekstrakkasardaun mangrove R. stylosa Griff berpengaruhterhadappertumbuhanbakteriE. coli. Hal inidapatdilihatdarikonsentrasi yang digunakanmulaidari40 mg/mL, 60 mg/mL, 80 mg/mL, 90 mg/mL memiliki rata-rata zona hambat yang berkisarantara3.33 mm, 7.66 mm, 9.5 mm dan11.16 mm. Dengandemikiansemakintinggikonsentrasiekstrak yang digunakan, makasemakinbesardayahambat yang terbentuk dan konsentrasi 90 mg/mLmerupakan konsentrasi optimum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Gamal (Gliricidia sepium) Terhadap Bakteri Staphylococcus ureus dan Escherichia coli

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gamal (Gliricidia sepium) adalah tanaman dalam golongan Leguminosae, dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 30 m di atas permukaan laut (DPL) dan di tanah yang kurang subur yang dimanfaatkan sebagai pagar hidup, dan pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kuli batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang, dengan menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang di amati zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dianalisis menggunakanan analisis ANOVA satu jalur dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh uji antibakteri ekstrak kulit batang gamal (Gliricidia Sepium) berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan tidak memberi pengaruh terhadap bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak kulit batang gamal yang memberi pengaruh sangat tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 10,67 mm kategori kuat dan pada bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 7,67 mm kategori sedang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail