Abstrak
ABSTRAK Tepung kunyit atau bubuk kunyit adalah hasil dari hancuran kunyit yang telah dikeringkan, kegunaan tepung kunyit antara lain untuk bahan baku industry obat-obatan, jamu, kosmetik, dan pewarna tekstil. Selain hal tersebut, tepung kunyit juga merupakan komuditas ekspor dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu yang diperlukan dalam proses pengeringan kunyit dengan variasi suhu 50C,60C dan 70C. Proses pengeringan ini dengan menggunakan tray drayer tipe rak dengan pemanas bohlam lampu pijar yang sudah dilengkapi dengan pengatur suhu (Thermostat), pemantauan suhu diambil setiap 15 menit selama 4 jam dan apabila suhu dibawah dari suhu yang digunakan maka, lampu menyala dan ketika suhu naik melebihi suhu yg digunakan maka, lampu akan padam. Hasil penelitian pada susut bobot bahan, perlakuan suhu terbaik adalah suhu 70C dengan hasil 138 gr dibanding dengan suhu 50C. Hasil penelitian pada laju penurunan kadar air selama 4 jam pada suhu 50C 6,2%, suhu 60C 4,9% dan suhu 70C 4,4% maka, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan dapat berpengaruh terhadap penurunan kadar air kunyit dengan hasil terbaik adalah pada suhu 70C. Hasil penelitian pada fraksi serbuk tepung kunyit yaitu berat tepung setelah diayak menggunakan pengayak (Tyler Sieve) adalah suhu 50C mesh 20 sebanyak 8,301 gr, mesh 40 sebanyak 14,299gr, mesh 60 sebanyak 5,927gr dan lolos sebanyak 38,048 gr, pada suhu 60C mesh 20 sebnyak 7,261 gr mesh 40 sebanyak 11,850 gr mesh 60 sebanyak 5,305 gr dan lolos sebanyak 48,262 gr dan suhu 70 mesh 20 sebanyak 4,855 gr mesh 40 sebanyak 14,725 gr mesh 60 sebanyak 7,113 lolos sebanyak 49,530 gr, sehingga mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh suhu terdapat kehalusan tepung kunyit yaitu dengan suhu 70C.