Abstrak
Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo merupakan salah satu persekutuan jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kota Kupang. Ketika penulis diundang untuk mengikuti Sidang Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta, ada keluhan dari anggota jemaat terkait pelayanan pembinaan jemaat yang dijalankan oleh gereja atau pelayan. Dalam penelitian penulis menemukan bahwa pemimpin atau pelayan yang ada dalam Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo, belum secara penuh memberdayakan anggota jemaatnya atau anggota komunitasnya dalam hal mendampingi dan saling mendukung di dalam upaya untuk menemukan makna hidup mereka. Terlihat dari perkunjungan yang dilakukan tidak secara rutin dan dikemas dalam bentuk ibadah oleh gereja serta peran pemimpin dalam mendampingi UPP dan BP untuk menjalankan program-program yang direncanakan masih kurang terlihat. Pemimpin atau pelayan memberi tugas dan membiarkan setiap UPP dan BP untuk menjalankan tugas atau programnya tanpa adanya pendampingan. Pelayan akan mengevaluasi program yang telah dijalankan ketika UPP atau BP memasukkan laporan pertanggung jawabannya. Pemimpin harus menyadari akan keterpanggilannya untuk menjalankan perintah dari Yesus. Dalam Matius 28:19-20, Yesus memerintahkan para murid untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya. Perintah ini juga ditujukan bagi pemimpin yang melayani di dalam jemaat. Pemimpin harus memaknai akan keterpanggilannya dalam melakukan pembinaan di jemaat. Pimpin harus mampu menjadikan semua anggota jemaat menjadi murid Yesus. Cara yang digunakan untuk menjadikan anggota jemaat murid Yesus ialah membaptis dan mengajar. Kedua cara ini harus dijalankan secara maksimal oleh gereja sehingga adanya perubahan di dalam diri anggota jemaat untuk mengikuti apa dikehendaki oleh Allah. Selain dari itu, untuk menjawab akan permasalahan jemaat, penulis menawarkan model PWG pendekatan komunitas iman. Pendekatan komunitas iman memiliki tujuan untuk membangun komunitas yang mendorong perkembangan autentik manusia dan menolong orang-orang untuk menjadi bagian dari komunitas. Disinilah dibutuhkan peran seorang pemimpin, dalam pendekatan komunitas iman, pemimpin atau pelayan memiliki peran sebagai fasilitator bagi kehidupan anggota jemaat atau warga gereja agar dapat mencapai misi gereja.