Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

MENGGUGAT BUDAYA PATRIARKI “Studi Naratif Terhadap Ester 1:10-20 dan Implikasinya bagi Partisipasi Perempuan di Panggung Politik di Provinsi Nusa Tenggara Timur”

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Narasi tentang Ratu Wasti membuka kitab Ester. Pada saat Raja Ahasyweros sedang bersuka karena anggur dalam pestanya, ia memerintahkan Ratu Wasti untuk memperlihatkan kecantikannya kepada para tamu undangan. Sang Ratu menolak dan tindakan ini berdampak sangat buruk. Ia diturunkan daripada posisinya sebagai isteri maupun sebagai ratu Persia. Ratu Wasti mendapat cap pemberontak dan hukuman atasnya merupakan kewajaran. Penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang tindakan penolakan Ratu Wasti terhadap perintah Raja Ahasyweros dan hukuman yang diterimanya sebagaimana tercatat dalam Ester 1:10-20. Kajian ini menggunakan metode penafsiran kritik naratif, yaitu sebuah pendekatan yang dilakukan dengan menganalisis alur cerita (plot), tema, motif-motif, watak (karakteristik), gaya, gambaran pidato, simbolik, bayangan, pengulangan, kecepatan waktu dalam naratif, sudut pandang dan lain-lain. Kajian ini bermaksud untuk memperoleh kerygma teologis, dan kemudian direfleksikan dalam konteks partisipasi perempuan di panggung politik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ada tiga kerygma teologis yang diperoleh, yaitu: kebijakan yang tidak ramah terhadap perempuan, berani berkata tidak, dan perubahan merupakan perjuangan jangka panjang. Penulis menemukan bahwa tindakan penolakan Ratu Wasti terhadap perintah Raja Ahasyweros merupakan upaya untuk mempertahankan martabat perempuan dalam konteks sosio-kultiral yang menindas Ratu Wasti dengan berani menentang perintah raja, sekalipun itu berakibat ia kehilangan posisi istimewanya. Keberanian Ratu Wasti ini dapat menjadi contoh yang baik bagi para perempuan, khususnya politisi perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk berani berpendapat dalam ruang-ruang publik.Oleh karena itu, kajian ini menegaskan bahwa penting untuk para politisi perempuan terus bersuara di ranah publik dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi kepentingan semua masyarakat.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1MENGGUGAT BUDAYA PATRIARKI “Studi Naratif Terhadap Ester 1:10-20 dan Implikasinya bagi Partisipasi Perempuan di Panggung Politik di Provinsi Nusa Tenggara Timur”2021 · oai:ais:library-item:7833