Abstrak
ABSTRACT ALDONY BISSILISIN (16382927). Analisis Hasil Tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) Menggunakan Alat Tangkap Payang Berdasarkan Umur Bulan Di Desa Onan Balu Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Produksi cumi-cumi (Loligo sp) di perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 21 Kabupaten/Kota tercatat pada tahun 2012 sebesar 833,21 ton, pada tahun 2013 sebesar 911,67 ton atau mengalami peningkatan sebesar 8,61%, tahun 2014 sebesar 1.645,5 ton atau mengalami peningkatan sebesar 44,90%, tahun 2015 sebesar 1.701,3 ton atau mengalami peningkatan 7,89%, tahun 2016 sebesar 753 ton atau mengalami penurunan sebesar 119,72%. Cumi-cumi merupakan moluska laut yang paling luas penyebarannya di dunia. Cumi-cumi (Loligo spp) termasuk hewan lunak yang banyak digemari karena mengandung nilai gizi tinggi. Kebanyakan hewan cumi-cumi bersifat fototaksis positif (tertarik pada cahaya) oleh karena itu sering tertangkap dengan menggunakan cahaya saat fase bulan gelap. Perubahan umur bulan dapat dikatakan mempengaruhi pola tingkah laku mencari makan, migrasi dan reproduksi cumi-cumi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hasil tangkapan dalam setiap perubahan umur bulan. Informasi mengenai perubahan umur bulan adalah fenomena alam dapat terjadi setiap bulannya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp) menggunakan alat tangkap payang berdasarkan umur bulan di Desa Onan Balu Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp) pada fase bulan gelap tertinggi sebanyak 106 kg pada hari ke-4, fase bulan kuadran I (sabit I) hasil tangkapan tertinggi pada hari ke-5 sebanyak 50 kg, fase bulan purnama hasil tangkapan tertinggi pada hari ke-1 sebanyak 16 kg, dan fase bulan kuadran II (sabit II) hasil tangkapan tertinggi pada hari ke-4 sebanyak 73 kg.Secara keseluruhan jumlah total hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp) tertinggi pada fase bulan gelap sebanyak 546 kg, diikuti dengan fase kuadran II (sabit II) sebanyak 371 kg, fase kuadran I (sabit I) sebanyak 231 kg. Sedangkan hasil tangkapan terendah diperoleh pada fase bulan purnama sebanyak 87 kg. Jadi tidak direkomendasikan penangkapan cumi-cumi (Loligo sp) pada fase bulan kuadran I (sabit I) dan fase bulan purnama.