Abstrak
Kapas (Gossypium hirsutum L.) Merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting. serat kapas dapat dijadikan sebagai benang,bahan dasar baju dan kapas rumah sakit. salah satu kebiasaan masyarakat menanam bibit kapas secara langsung tanpa perlakuan apapun sehingga bibit kapas yang ditanam tidak tumbuh. Perlu adanya upaya yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang singkat agar dapat mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu upaya untuk meningkatkan bibit dan pertumbuhan tanaman kapas yaitu dengan pemberian giberelin dan air kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi giberelin dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan benih kapas. Penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial. faktor pertama berupa giberelin dengan 2 taraf perlakuan terdiri atas 0 ppm 150 ppm 200 ppm. Faktor kedua berupa air kelapa muda dengan 2 taraf perlakuan terdiri atas 0 ppm 150 ppm 200 ppm. Setiap perlakuan dan kontrol dikombinasikan sehingga tercipta 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT, jika Fhitung<dari Ftabel(a = 0,05). Berdasarkan hasil ANOVA, pemberian giberelin berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan sedangkan air kelapa muda juga berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dan kombinasi antara giberelin dan arah kelapa muda tidak berpengaruh nyata terhadap daya kecambah tetapi berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Uji DMRT menunjukkan daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun tercepat terdapat pada perlakuan G2A2.