Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan strategi pembinaan mental anak tunagrahita di SLB Negeri Benpasi. Dengan rumusan masalah tentang bagaimana strategi pembinaan mental anak tunagrahita di SLB Negeri Benpasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang sedang berlangsung saat ini ataupun saat lampau. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 1 kepala sekolah, seluruh guru pembimbing SLB Negeri Benpasi yang berjumlah 48 orang dan seluruh siswa tunagrahita yang berjumlah 102 orang dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang diantaranya guru pembimbing tunagrahita 3 orang, dan siswa tunagrahita 9 orang. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara dan pengamatan yaitu proses pengumpulan data melalui tanya jawab serta pengamatan secara langsung untuk memperoleh informasi tentang strategi pembinaan mental anak tunagrahita di SLB Negeri Benpasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak tunagrahita dapat berkomunikasi dan melakukan kontak dengan orang-orang disekitarnya. Tetapi pada saat anak tunagrahita melakukan komunikasi, ada yang lancar berbicara tetapi kurang perbendaharaan kata dan juga yang masih terbata-bata dalam berbicara. Ada beberapa strategi pembinaan mental yang dilakukan oleh guru pembimbing di SLB Negeri Benpasidiantaranya ialah Strategi pembinaan mental anak tunagrahita melalui komunikasidengan menggunakan bahasa reseptif dan ekspresif, strategi pembinaan mental anak tunagrahita melalui bina diri baik secara individu maupun kelompok, Strategi pembinaan mental anak tunagrahita melalui kemampuan interaksi sosial anak tunagrahita dengan orang lain, yakni hubungan pribadi antara anak dengan teman sebayanya, bermain dan waktu luang danStrategi pembinaan mental anak tunagrahita melalui motorik kasar dan halus.