Abstrak
ABSTRAK PERAN GURU PENJASORKES DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI LOMPAT JAUH DI MASA NEW NORMAL PADA SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG Geri Yohandri Tupu1 . M. Rambu P. Wasak2. Andry Sinlaeloe3 123 Program studi pendidikan jasman, kesehatan, dan rekreasi, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Universitas kristen artha wacana kupang. Indonesia. email. [email protected] Latar Belakang: Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok manusia sepanjang hidup. Dimana pun dan kapan pun manusia berada ia senantiasa membutuhkan pendidikan. Pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 10 kota kupang anak-anak saat melakukan pembelajaran penjasorkes khususnya materi lompat jauh anak-anak kelihatan belum mengerti tentang aturan permainan dan tata cara bermain permainan lompat jauh. Tujuan Penelitia: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha guru penjasorkes dalam meningkatkan hasil belajar materi lompat jauh di masa new normal pada siswa kelas VIII Smp negeri 10 kota kupang? Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian Tindakan Kelas ini berupa catatan tentang hasil pengamatan melalui pengamatan (data Observasi) dan hasil tes siswa. Metode Penelitian: Pendekatan penelitian yang di gunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian Tindakan Kelas ini berupa catatan tentang hasil pengamatan. Hasil pengamatan dikumpulkan melalui pengamatan (data Observasi) dan hasil tes siswa. Hasil dan Pembahasan: Pelaksanaan pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata keseluruhan dari 29 siswa yaitu 75% dengan rincian 8 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 68,41% dan jumlah yang tuntas yaitu 13 orang siswa dengan nilai rata-rata 74,55% dari kriteria ketuntasan hasil belajar 75%. pelaksanaan siklus II di peroleh rata-rata keseluruhan siswa adalah 29 siswa (100%) dinyatakan tuntas. Oleh karena itu berdasarkan hasil presentase yang diperoleh terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 100% pada siklus II dibandingkan dengan siklus I. Simpulan: Dari hasil pengamatan 29 orang siswa pada kondisi awal prasiklus jumlah siswa yang mencapai nilai KKM 75 baru 8 (31,5%) siswa, dan pada siklus I meningkat menjadi 13 (50%) siswa, dna siklus II, meningkat menjadi 29 (100%) siswa yang mencapai nilai KKM 75, Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah mencapai100% siswa yang tuntas belajar. Sesuai hasil tersebut maka dapat di simpulkan bahwa siswa dapat memahami akan peran dan permasalahan dalam materi lompat jauh. Kata Kunci: Meningkatkan hasil belajar materi lompat jauh