Abstrak
Salah satu teks yang berbicara tentang kesatuan jemaat ialah Kolose 3:12-17. Teks ini bercerita tentang bagaimana Paulus menasehati serta mengubah pemahaman para jemaat pada saat itu yang diperhadapkan dengan pengajaran - pengajaran yang bertentangan dengan apa yang Paulus ajarkan. Sebagai akibatnya sekelompok orang dalam jemaat di Kolose menganggap dirinya lebih baik daripada yang lain. Saat itu jemaat di Kolose sedang mengalami permasalahan karena ada perbedaan pengajaran dan pemahaman. Paulus mengajarkan setelah menjadi manusia baru milikilah kesatuan. Langkah awal mengelola perbedaan menjadi suatu kesatuan. Bertolak dari kisah tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang kesatuan pemuda dalam Gereja di dalam persekutuan pemuda jemaat GMIT Efata Bello; bagaimana kesatuan dilihat dari sudut pandang teks ini, dengan melakukan kajian pustaka dengan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma, yaitu; Kristus yang mempersatukan perbedaan lewat kasih dan memakai kehidupan baru supaya menjadi satu. Hasil kajian menerangkan bahwa persekutuan pemuda di Jemaat GMIT Efata Bello harus menggunakan kasih Allah untuk mempersatukan tiap perbedaan, menggunakan nasihat Paulus untuk melihat keragaman sebagai sesuatu yang menguntungkan persekutuan dan menyadari bahwa pemuda adalah orang-orang pilihan Allah.