Abstrak
PT. Muria Sumba Manis terletak di Kecamatan Umalulu, Kabupten Sumba Timur. Namun, perkebunannya tersebar dibeberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Sumba Timur. Kehadiran PT. Muria Sumba Manis bertujuan untuk menanam saham, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kehadiran perkebunan tebu di wilayah pelayanan GKS Jemaat Kahambi Kalelangu menimbulkan pro dan kontra sebab lahan yang dijadikan perkebunan tebu adalah lahan milik masyarakat dan tanah ulayat. Jemaat juga tidak mudah menerima keberadaan perkebunan tebu oleh karena perkebunan tebu membawa dampak yang cukup serius terhadap jemaat setempat, terlebih yang bekerja sebagai petani. Hal tersebut disebabkan karena petani mengalami kekurangan air akibat dari pihak perkebunan tebu menutup mata air yang mengalir ke daerah persawahan jemaat. Penulis melakukan penelitian di GKS Kahambi Kalelangu, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara penulis dengan fenomena yang ingin diteliti. Dalam refleksi yang dibangun ditemukan bahwa, keberadaan perkebunan tebu membawa dampak positif terhadap jemaat juga membawa dampak negatif yang berakibat pada gagal panen bagi para petani sawah. Melalui keberadaan perkebunan tebu yang membawa dampak negatif yang cukup serius pada jemaat setempat, gereja dapat belajar bahwa keberadaan gereja di tengah situasi yang dialami oleh jemaat setempat sangat penting. Melalui dampak yang dihadirkan perkebunan tebu, gereja dapat belajar untuk mengembangkan sebuah pelayanan yang benar-benar dibutuhkan jemaat ditengah krisis yang terjadi.