Abstrak
ABSTRAK Jemaat GMIT Galed Kelapa Lima merupakan hasil pemekaran dari Jemaat GMIT Talitakumi Pasir Panjang sejak tahun 1963, yang merupakan wilayah pelayanan Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba, yang terbentuk pada tahun 1952. Jemaat yang mula-mula dominasi dari suku Rote dan belakang suku lainnya, karena itu, jemaat ini terdiri dari berbagai etnik, yang tergolong jemaat pinggiran kota bukan tergolong jemaat kota. Dalam sejarah dan sampai saat ini, jemaat ini sudah dilayani 12 pendeta, namun belum selesai dalam pergumulan sosial jemaat, seperti badai yang sudah ada namun kini masih dilanda jemaat. Badai demikian, yakni tantangan secara ekonomi, moral, dan keutuhan persekutuan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk jemaat ini dan dampaknya bagi pelayanan masa kini. Tujuan ini dapat tercapai dengan penelitian lapangan dan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat terkait topik yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, badai yang dihadapi sejak semula seperti perzinahan dan mabuk telah mengalami perubahan bentuknya pada masa kini, yakni Pijit Tradisional (Pitrad), Bar di Hotel Sasando dan Hotel Citra, serta juga pergumulan penyelewengan keuangan jemaat dan dampaknya masih dirasakan dalam persekutuan ini. Badai ini berasal dari dalam jemaat, yang telah membuka ruang bagi Pitrad, minim relasi karena konflik internal jemaat, minimnya manajemen dan pengawasan. Badai ini berdampak beberapa anggota jemaat memilih bergereja ke tempat lain atau denominasi lain dan terjadi krisis kepercayaan. Persoalan demikian belum diatasi atau dikurangi, sebab dalam sejarah bahkan saat ini, pelayanan gereja lebih berfokus pada konsolidasi internal, sehingga belum memperhatikan pola pelayanan terhadap persoalan sosial di jemaat. Maka dari itu pelayanan gereja belum ada dampak terhadap pergumulan jemaat. Peran yang harus dihidupi oleh Galed ialah kehadirannya diimani hasil karya Roh Kudus perlu merengkuh persekutuan secara utuh. Dalam menjalankan misi-Nya di tengah kehidupan jemaat, maka para pelayan Galed perlu meneladani sikap pastoral Yesus untuk merangkul jemaat, termasuk di dalamnya pemilik dan pekerja Pitrad. Galed mempunyai peran sebagai lingkungan pembentukkan moral, peran manajemen gereja (Galed) bagi kelangsungan pelayanan jemaat, dan persekutuan Galed sebagai tubuh Kristus yang mempersatukan setiap etnik.