Abstrak
Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam hal pendapatan petani dan sumber devisa negara melalui perolehan nilai ekspor. Salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki pertanian kakao sebagai penyokong ekonomi terbesar adalah Kabupaten Ende. Dusun Tebowea adalah salah satu dusun yang berada di Desa Wolosambi Kecamatan Lio Timur Kabupaten Ende yang dimana warganya memiliki peternakan babi dan sebagai petani kakao. Namun di Dusun tersebut, warganya belum memanfaatkan limbah padat peternakan babi sebagai pupuk dan teknik budidaya bibit kakao pun belum maksimal. Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk limbah padat peternakan babi terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) di Dusun Tebowea Desa Wolosambi Kecamatan Lio Timur Kabupaten Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan variasi 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 20 unit perlakuan. Hasil pengamatan pada rerata tinggi bibit tanaman kakao yang tertinggi yaitu pada P3 (1200 gr tanah : 800 gr pupuk) dengan tinggi 8,28 cm, rerata jumlah daun yang tertinggi yaitu P0 (2000 gr tanah : 20 gram pupuk TSP) dengan jumlah daun 5,00 helai, rerata diameter pangkal batang bibit tanaman kakao tertinggi terdapat pada P3 (1200 gr tanah : 800 gr pupuk) dengan ketebalan 2,59 cm dan rerata lebar daun bibit tanaman kakao tertinggi terdapat pada P3 (1200 gr tanah : 800 gr pupuk) dengan jumlah 4,66 cm. Dari parameter pengukuran tinggi tanaman, lebar daun, dan diameter pangkal batang memiliki pengaruh yang nyata, sedangkan jumlah daun tidak memiliki pengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan peningkatan pertumbuhan bibit kakao pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan diameter pangkal batang. Namun dari hasil sidik ragam Anova tidak ada pengaruh pada parameter jumlah daun, sedangkan tinggi bibit tanaman kakao memiliki pengaruh yang signifikan dengan hasil terbaik pada P3 (1200 gr tanah : 800 gr pupuk).