Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 6 dari 177

PENGARUH KARAKTERISTIK DAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KELURAHAN NONOHONIS KABUPATEN TTS

VIKTOR BERNADINO KASE
2026 · Book · Open Access

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia. UMKM merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pemerataan pendapatan, serta meningkatkan produk domestik bruto. Namun demikian, di tengah peran penting yang dimainkan oleh UMKM, kinerjanya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kompetensi dan karakteristik kewirausahaan pelaku usahanya. Kondisi ini juga dialami oleh UMKM yang berada di Kelurahan Nonohonis, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang mengalami fluktuasi jumlah dan jenis usaha dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana karakteristik dan kompetensi kewirausahaan memengaruhi kinerja UMKM di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden pelaku UMKM di Kelurahan Nonohonis, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik kewirausahaan dan kompetensi kewirausahaan, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja UMKM. Instrumen pengukuran menggunakan skala Likert 1–10 dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik kewirausahaan maupun kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Secara parsial, karakteristik kewirausahaan berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,274 dan nilai signifikansi sebesar 0,006, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki rasa percaya diri, berorientasi pada hasil, mampu mengambil risiko, memiliki kepemimpinan yang baik, serta berpikiran ke depan, cenderung memiliki kinerja usaha yang lebih baik. Sementara itu, kompetensi kewirausahaan juga terbukti berpengaruh positif dengan koefisien regresi sebesar 0,250 dan signifikansi sebesar 0,032. Kompetensi ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sifat kepribadian yang relevan dengan keberhasilan dalam menjalankan usaha. Secara simultan, kedua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM, dengan nilai F hitung sebesar 23,735 dan signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Hal ini berarti peningkatan pada karakteristik maupun kompetensi pelaku UMKM secara bersama-sama dapat mendorong peningkatan kinerja usaha mereka. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah:Y = 17,771 + 0,274X₁ + 0,250X₂,di mana Y adalah kinerja UMKM, X₁ adalah karakteristik kewirausahaan, dan X₂ adalah kompetensi kewirausahaan. Meskipun nilai rata-rata indeks untuk variabel karakteristik dan kompetensi kewirausahaan berada dalam kategori “sedang”, hal ini tetap memberikan sinyal positif terhadap potensi pengembangan UMKM di Kelurahan Nonohonis. Namun, ada beberapa indikator yang memiliki indeks rendah, seperti kemampuan menambah variasi produk dan menciptakan produk unik yang sulit ditiru pesaing. Demikian pula pada aspek kinerja usaha, beberapa indikator seperti penambahan tenaga kerja menunjukkan nilai indeks rendah, menandakan adanya keterbatasan dalam pengembangan skala usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakteristik dan kompetensi kewirausahaan adalah hal yang esensial untuk meningkatkan performa UMKM. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pendamping usaha diharapkan dapat melakukan pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha, tetapi juga akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing UMKM di pasar lokal maupun nasional. Kontribusi akademik dari penelitian ini adalah penguatan literatur terkait hubungan antara karakteristik dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM dalam konteks daerah rural atau semi-perkotaan seperti Kelurahan Nonohonis. Secara praktis, hasil ini dapat dijadikan dasar oleh stakeholder terkait untuk merumuskan program pemberdayaan yang berbasis pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.

PENGARUH KERAGAMAN PRODUK, KUALITAS PRODUK DAN CITA RASA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA RESTO MILI DESSERT CABANG OESAPA

JIDRO IRNANDO BENU
2026 · Book · Open Access

Perkembangan industri makanan dan minuman di kota kupang sangat cepat dan cenderung meningkat setiap tahunnya, hal ini terbukti dari banyaknya pilihan restoran dan kafe yang menawarkan produk sejenis mendorong pelaku usaha untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif agar mampu menarik minat konsumen. Dalam hal ini usaha resto mili dessert salah satu resto yang menjual makanan dan minuman siap saji dengan beraneka ragam dan jenis mengikuti trend dan kemajuan bisnis kuliner sekarang. Untuk meningkatkan minat beli pelanggan, resto Mili dessert cabang oesapa harus membuat kebragaman pada produknya, meningkatkan kualitas bahan baku dan mempertahankan cita rasa khas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keragaman produk, kualitas produk, dan cita rasa terhadap minat beli konsumen pada Resto Mili Dessert Cabang Oesapa. dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Menurut Kotler & Keller (2012:164) melalui model AIDA, ada empat tahapan dalam minat beli antara lain: perhatian (attention), tertarik (interest), hasrat (desire) dan tindakan (action). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Keputusan pembelian dari seorang konsumen, salah satunya Keragaman Produk. Dengan adanya Keragaman Produk, akan mendorong sebuah toko dalam menarik minat seorang pelanggan untuk datang berkunjung dan melakukan pembelian (Trisno et al. 2020). Menurut Tjiptono dan Chandra (2016:115) menyatakan bahwa kualitas produk sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Hubungan kualitas produk dengan minat beli adalah apabila suatu perusahaan telah menghasilkan produk atau jasa dengan mengutamakan kualitas, perusahaan tersebut akan mendapat nilai lebih di mata masyarakat karena perusahaan tersebut sudah terbukti dapat dipercaya. Menurut Drummond & Brefere (2010:3) cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa (taste) makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi bau, rasa, tekstur dan suhu.Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, sehingga inovasi pada variasi menu, peningkatan kualitas, dan pengelolaan cita rasa menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian sebanyak 96 responden yang merupakan konsumen Resto Mili Dessert Cabang Oesapa, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keragaman produk (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), kualitas produk (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dan cita rasa (X3)berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Secara simultan, ketiga variabel yaitu keragaman produk(X1), kualitas produk(X2), dan cita ras(X3) berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta ɑ sebesar 4,452 sedangkan Koefesien regresi b1= 0,076, b2= 0,351 dan b3= 0,442. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y 4,452+ 0,076 X1 + 0,351 X2 + 0,442 X3. Hasil uji t untuk hipotetsis pertama yaitu keragaman produk (X1), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Hipotesis kedua kualitas produk (X2), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Dan hipotesis ketiga, nilai T hitung 3.876> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,001 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Ketiga yaitu Cita Rasa berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Untuk pengujian uji f ditetapkan, F hitung 29.999> 2,70 dengan tingkat sig. F 0,001< 0,05. Maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa Keragaman Produk (X1), Kualitas Produk (X2) dan Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan secara bersama- sama terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya koefisien determinasi R2 0,494 atau 49,4%. Hal ini berarti bahwa variabel Keragaman produk (X1), kualitas produk (X2) dan Cita rasa (X) secara bersama- sama mampu menjelaskan variasi Minat Beli Konsumen (Y) adalah sebesar 49,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, pihak Resto Mili Dessert disarankan untuk terus mengembangkan variasi produk yang menarik, menjaga konsistensi kualitas, serta mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA PADA MUTIARA TIMOR STAR KOTA KUPANG

MARFIN JOHANIS HIDI HINA
2026 · Book · Open Access

Menurut Kotler dan Keller (2012:325) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain. Selain unsur produk, Harga Menurut Tjiptono (2014) merupakan satu- satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Dan harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama halnya dengan variabel produk, harga dan promosi juga mempunyai fungsi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen dan hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan. Menurut Suryadi (2011:8) promosi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia mengakui kehebatan produk tersebut, membeli dan memakai produk tersebut, juga mengikat pikiran dan perasaannya dalam suatu wujud loyalitas terhadap produk. Setelah melihat sisi produk, harga, dan promosi, konsumen juga memperhatikan tempat atau distribusi produk tersebut. Menurut Tjiptono (2014:295) tempat/saluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhir. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan. Berdasarkan hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan konsumen sebagai salah satu faktor terpenting dalam pasar, karena dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar. Jika faktor tersebut telah dipertimbangkan oleh perusahaan, maka dapat memberikan manfaat bagi perusahaan salah satunya konsumen akan membuat keputusan pembelian produk. Salah satu dari faktor tersebut biasanya ada yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Karena sesungguhnya masing- masing konsumen tentu memiliki motif yang berbeda dalam melakukan pembelian sepeda motor. Menurut Kotler dan Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sepeda motor honda pada mutiara timor star di masyarakat kota kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara bauran pemasarn terhadap peningkatan penjualan, peneliti mengunakan Uji analisis regresi linear berganda, Uji persial (Uji T), Uji simultan (Uji F) dan koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian iniyang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). Sedangkan secara simultan atau sacara bersana-sama produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) memiliki pengaruh singifikan terhadap peningkatan penjualan. Hal ini dibuktian dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peningkatan penjualan (Y) dengan nilai konstanta sebesar 9.599 sedangkan koefisien b1 = 0,277, b2 = 0,187, b3 = 0,100, b4 = 0,111. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peingkatan penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 9,588 + 0,277X₁ + 0,187X₂ – 0,100X₃ + 0,111X4 Selain itu hasil uji hipotesi pertama yaitu produk (X1) berpengaruh terhadap peningkatan penjualan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel produk (X1) diperoleh T hitung sebesar 7,966 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yaitu variabel produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). hasil pengujian yang kedua yaitu harga (X2) peningkatan penjualan (Y). Ditemukan bahwa untuk variabel harga (X2) diperoleh T hitung sebesar 5,127 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Dengan demikian, Harga berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang ketiga yaitu promosi (X3) terhadap peningkatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar -3,091 < -1,985 dan Sig. 0,003 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun karena nilai koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang keempat tempat (X4) terhadap peningatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar 2,599 > 1,985 dan Sig. 0,011 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Ini berarti Tempat/Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,770. Hal ini berarti bahwa variabel Produk (X₁), Harga (X₂), Promosi (X₃), dan Tempat/Distribusi (X₄) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,0% terhadap variasi Peningkatan Penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 23,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2016 DAN 2021-2024

FRANSISKUS CHARLES ASY
2026 · Book · Open Access

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2014 DAN 2021-2024 Pembimbing I : Dr. Christian D. Manu, SE., M.Sc.,Ak Pembimbing II : Herny C. Fanggidae, SE., M.Ak Nama : FRANSISKUS CHARLES ASY Nim : 21190201 Fakultas : Ekonomi Program studi : Akuntansi Tahun Penulisan : 2025 Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk antara periode tahun 2013-2016 dan 2021-2024. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Martina Berto Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel berupa laporan keuangan pada dua periode, yaitu 2013-2016 dan 2021-2024, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, Karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio likuiditas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (2) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio solvabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (3) Tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio aktivitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 dan periode 2021-2024 tidak baik. (4) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio profitabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas menunjukan bahwa periode 2021-2024 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2013-2016.

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG

JOHAN BENEDICT LOPULALAN
2026 · Book · Open Access

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG Bank Indonesia melalui QRIS telah mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesia Standard) mulai per 1 Januari 2020. Di mana penggunaan QRIS untuk memberikan keamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, dikarenakan QRIS memudahkan regulator untuk mengawasi dari satu pintu, dapat digunakan untuk lintas platform dan aplikasi pembayaran. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang menggunakan standar internasional. Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan sistem QR wajib mengadopsi QRIS. Hal ini diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur/PADG No. 21/18/2019 tentang Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran. Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Davis, Baggozzi, dan Warshaw mengenai Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dapat digunakan sebagai faktor pertimbangan dalam memutuskan untuk menggunakan atau tidaknya suatu teknologi. Persepsi kemudahan penggunaan digunakan untuk mengukur besaran usaha yang diperlukan dalam menggunakan suatu sistem teknologi. Hal tersebut didukung oleh penelitian Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi (2023), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan QRIS. Persepsi keamanan didefinisikan sebagai bentuk kepercayaan konsumen bahwa informasi pribadi yang diberikan hanya dapat diakses oleh mereka sendiri, dan tidak dapat diakses, bahkan dimanipulasi oleh pihak manapun (Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi, 2023). Adanya system keamanan pada suatu teknologi harus dapat mencegah, melindungi, dan menghindarkan dari risiko kejahatan. Faktor keamanan ini menjadi salah satu hal penting bagi seseorang saat akan menentukan sebuah keputusan yang menyangkut hal-hal pribadi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Astriyanita dan Rahmawan (2022), yang menyatakan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan e-wallet. Literasi digital merupakan dasar penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menyajikan, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital (Rizkinaswara, 2020). Penelitian Nurdien dan Galuh (2023), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital terhadap preferensi menggunakan QRIS Mobile. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman yang baik akan literasi digital dapat berdampak pada peningkatan penggunaan cashless. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi dan Literasi Digital Pelaku UMKM Perdagangan Terhadap Penggunaan QRIS di Kelurahan Fontein Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif, dengan sampel sebanyak 55 pedagang dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara Persepsi Dan Literasi Digital Terhadap Penggunaan QRIS, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial persepsi (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y) dan literasi digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y). Sedangkan secara simultan persepsi (X1) dan literasi digital (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS pelaku UMKM Perdagangan di Kelurahan Fontein. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta sebesar -0,850 poin sedangan koefisien b1 = 0,835; b2 = 0,188. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh persepsi (X1) dan literasi digital (X2) terhadap penggunaan QRIS (Y) adalah sebagai berikut : Y = -0,850+ 0,835X1 + 0,188X2. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu persepsi (X1) berpengaruh terhadap penggunaan QRIS (Y). Diketahui bahwa untuk variabel persepsi (X1) ditemukan nilai thitung (13,662) > ttabel (2,006) dan Sig (0,000) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial persepsi berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS. Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu literasi digital (X2) ditemukan nilai thitung (3,195) > ttabel (2,006) dan Sig (0,002) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Untuk pengujian F, hasil analisis diperoleh nilai Fhitung sebesar 2330,475 > Ftabel 3,16 dan pada signifikansi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, secara simultan Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Penggunaan QRIS (Y) pada Kelurahan Fontein. Dan hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,989 atau 98,9%. Hal ini berarti bahwa variabel Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) mampu menjelaskan 98,9% Penggunaan QRIS (Y) di Kelurahan Fontein. Sedangkan sisanya sebesar 1,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI KEUANGAN UMKM

KESIA KEREN HAPUKH OTEMUSU
2026 · Book · Open Access

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI KEUANGAN UMKM (Studi pada UMKM di Kelurahan Sikumana) Nama : Kesia Keren Hapukh Otemusu Nim : 20190141 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap peningkatan efisiensi keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman dan penerapan SIA pada UMKM, yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang efektif dan pengambilan keputusan yang tidak optimal. SIA berperan penting dalam pencatatan, pengelolaan, dan penyajian informasi keuangan secara akurat dan tepat waktu, sehingga dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 36 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan uji regresi linier berganda menggunakan SPSS 26 untuk menguji pengaruh SIA terhadap efisiensi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi keuangan UMKM. Pelaku UMKM yang menerapkan SIA secara konsisten mampu melakukan pencatatan transaksi yang rapi, pengendalian pengeluaran, penetapan harga jual yang tepat, serta menjaga kestabilan dan peningkatan keuntungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa SIA dapat menjadi alat manajemen keuangan yang efektif dalam mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi akuntansi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu, bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi dan pendampingan yang tepat sasaran guna mendorong digitalisasi dan profesionalisasi UMKM.

ANALISIS PENGARUH ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NTT

VERONIKA VIVILIANTI DUA KERON
2026 · Book · Open Access

ANALISIS PENGARUH ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NTT Memasuki era globalisasi saat ini terdapat banyak persaingan di berbagai aspek salah satunya persaingan antar sumber daya manusia. Sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi kelancaran organisasi dan perusahaan, berperan sebagai penggerak utama. Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja pegawai. Kinerja yang tinggi akan sangat menguntungkan baik bagi perusahaan maupun bagi pegawainya terutama untuk mensejahterahkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik di bidang teknis lingkungan hidup dan kehutanan. Dalam memberikan pelayanan publik, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi memiliki tugas dan fungsi untuk merumuskan kebijakan, melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah apakah etos kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 53 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang disebarkan secara langsung. Sedangkan teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel etos kerja setiap indikator berkisar antara 87,73-96,03. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 461,85 dan nilai rata-rata indeks 92,37, berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai nilai indeks jawaban responden variabel disiplin kerja setiap indikator berkisar antara 89,24-92,82. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 454,88 dan nilai rata-rata indeks 90,97, berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja pegawai setiap indikator berkisar antara 79,99-91,88. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 351,29 dan nilai rata-rata indeks 87,82 berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linear berganda Y= 4.712 + 0.414X1 + 0.249X2 di ketahui konstanta regresi sebesar 4.712, koefisien reegresi b1 = 0.414, dan koefisien regresi b2 = 0.249. Nilai konstanta sebesar 4.712 menunjukan bahwa jika nilai etos kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai (Y) sebesar 4.712. Artinya meskipun etos kerja dan disiplin kerja tidak memberikan kontribusi, masih ada faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model tetapi tetap mempengaruhi kinerja pegawai sehingga kinerjanya tidak nol, melainkan bernilai 4,712. Koefisien regresi linear (b1) sebesar 0.414 menunjukan bahwa jika etos kerja (X1) mengalami kenaikan 1%, maka kinerja pegawai (Y) meningkat sebesar 0.414. Artinya semakin baik etos kerja pegawai, maka kinerjanya juga akan meningkat. Koefisien regresi linear (b2) sebesar 0.249 menunjukan bahwa jika disiplin kerja (X2) mengalami kenaikan 1% maka kinerja pegawai (Y) meningkat sebesar 0.249. Artinya semakin tinggi disiplin kerja, maka kinerja pegawai juga akan meningkat. Implementasi Terapan : Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun etos kerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait mengerjakan tugas secara teratur dan tidak menunda-nunda pekerjaan masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kemampuan manajemen waktu dengan menyusun prioritas kerja, mengerjakan tugas segera tanpa menunda, serta menjaga konsistensi dalam mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun disiplin kerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait hadir tepat waktu saat bekerja masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kedisiplinan dengan selalu hadir tepat waktu, sementara instansi dapat memberikan pengingat dan pengawasan rutin agar kepatuhan terhadap jam kerja tetap terjaga. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun kinerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait saya dapat menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan dalam satu hari kerja masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kemampuan pengelolaan waktu dan fokus kerja agar penyelesaian tugas dapat dilakukan dalam satu hari kerja, sementara instansi dapat mendukungnya melalui pembagian beban kerja yang lebih proporsional serta pemantauan progres secara berkala. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial etos kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, secara parsial disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT dan secara simultan etos kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT.

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG

RAHEL YOSIRA MANANE
2026 · Book · Open Access

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, kepuasan kerja karyawan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Kepuasan kerja tidak hanya memengaruhi produktivitas dan kinerja individu, tetapi juga berdampak pada efektivitas organisasi secara keseluruhan. Hal ini sangat relevan dalam konteks organisasi pelayanan publik seperti Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang memiliki peran vital dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan fokus pada analisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan di perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan serta tantangan dalam membangun kerjasama tim yang optimal, yang berdampak pada menurunnya motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan landasan teori kepuasan kerja dari Robbins dan Judge (2013), Herzberg (reprint 2017), serta teori keadilan dari Adams (diperluas dalam edisi 2024). Teori-teori ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan refleksi dari evaluasi karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan, baik yang bersifat intrinsik seperti tanggung jawab dan pengakuan, maupun ekstrinsik seperti kondisi kerja, hubungan interpersonal, dan fasilitas. Lingkungan kerja dipandang sebagai faktor higienis yang jika tidak memadai dapat menimbulkan ketidakpuasan, sementara kerjasama tim diposisikan sebagai faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan dan meningkatkan komitmen karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan PERUMDA Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang berjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sehingga diperoleh 69 orang responden yang dianggap mewakili populasi berdasarkan pembagian bagian kerja, yakni bagian umum dan keuangan, bagian pelayanan pelanggan, serta bagian teknik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala interval 1–10. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan (a) sebesar 3,896, sedangkan koefisien regresi untuk Lingkungan Kerja b1= 0,477 dan Kerjasama Tim b2= 0,521. Dengan demikian, persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Lingkungan Kerja (X1) dan pengaruh Kerjasama Tim (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 3,896 + 0,477 X1+ 0,521 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 5,432 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05) Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Demikian pula, kerjasama tim (X2) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 3,985 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05). Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa kerjasama tim (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Secara simultan, kedua variable secara simultan, lingkungan kerja dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai F-hitung = 38,745 > F-tabel = 3,13 dan sig. = 0,000 0,05. Dan terakhir berdasarkan analisis hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,54,0 yang berarti 54,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh lingkungan kerja dan kerjasama tim, sedangkan sisanya sebesar 46,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien determinasi (R²) yang menunjukkan kontribusi keduanya terhadap variasi kepuasan kerja karyawan.

DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM MEMASUKAN MEDIA PEMBAWA HAMA DAN PENYAKIT TANPA SERTIFIKAT KESEHATAN DAN KARANTINA DARI MALAYSIA KE INDONESIA

NATALIA SARTONY DE FATIMA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK “Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia”. Natalia Sartony De Fatima Masalahan penelitian penulis adalah: Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam Memutuskan Perkara Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti? Tujuan Penelitian penulis adalah: Untuk Mengetahui Penerapan Pasal Terkait Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Untuk Mengetahui Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan gambaran permasalahan yang diteliti. Jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normative. Variable yang digunakan yaitu: Variabel bebas dan Variabel Terikat. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau studi dokumen. Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia adalah: a. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana b. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 5 huruf a dan c UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP yakni : 1) Memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. 2) Tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain. 3) Tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. 4) Menganjurkan orang lain dengan menjanjikan sesuatu untuk memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. c. Majelis hakim mempertimbangkan untuk memberikan pidana penjara dan denda kepada pelaku tersebut. 2. Akibat hukum dari tindak pidana memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia terhadap pelaku dan barang bukti. a. Pelaku yaitu Pelaku dipidana penjara, Pelaku membayar denda dan Pelaku membayar biaya perkara b. Barang Bukti dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan sebagai barang bukti dalam perkara lainnya.

PENJATUHAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024)

ANITA SENI GUINTA
2026 · Book · Open Access

x ABSTRAK Penjatuhan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024) Oleh Anita Seni Guinta NIM: 22310075 Tindak pidana menyebarkan berita bohong di media sosial yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat yang sangat luas dan sulit dibedakan dalam ruang digital dan ruang fisik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan adalah: Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon? Apa akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut yang berguna secara teori dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon adalah: Adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan, Adanya upaya kriminalisasi dan dilaporkan ke Kantor Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat yang mengkritik kebijakan pemerintah dan adanya ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kedua, Akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi adalah: Pembatasan penerapan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kerusuhan diruang digital, memberikan kepastian hukum dan hak kebebasan berpendapat, putusan Mahkamah Konstitusi mengikat semua warga negara dan Mahkamah Konstitusi sebagai legislator negative. Berdasarkan pada kesimpulan di atas dapat disarankan: Pertama, bagi DPR sebagai lembaga negara pembentuk undang-undang perlu merevisi Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik agar tidak terjadi kekosongan, Kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap memberikan putusan yang mengedepankan hak warga negara.

DASAR-DASAR MANAJEMEN

Juliana; Amelda Pramezwary; Arifin Djakasaputra; Sri Aprianti Tarigan
2025 · Book · Open Access

Buku Dasar-dasar Manajemen dibuat untuk mengulas secara rinci agar pembaca menjadi tertarik dan termotivasi untuk terus mempelajari dan mengembangkan peluang di bidang manajemen sehingga dapat meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta manajer-manajer handal di bidangnya, serta dapat menumbuhkan manajer-manajer yang proaktif dan berpendidikan tinggi, membangun networking dengan segala jenis bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Semoga melalui buku ini diharapkan akan timbul minat dan semangat menjadi manajer-manajer yang kreatif, inovatif, dan optimis dalam menciptakan sesuatu yang baru demi meraih sukses dalam persaingan global. Banyak cara yang bisa dilakukan orang agar tujuannya dapat tercapai. Sebagian orang memandang bahwa untuk mencapai tujuan hidupnya hanya akan dapat dicapai apabila orang tersebut mau bekerja keras dan tidak semata-mata menggantungkan hidupnya pada orang lain. Dalam perkembangan zaman, pemenuhan kebutuhan ataupun pencapaian tujuan hidup tidak lagi sesederhana seperti yang dilakukan masyarakat tradisional. Masyarakat modern sudah mulai memikirkan perlunya bekerja sama dan saling berinteraksi antara sesama. Interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya sering kali menimbulkan keinginan untuk hidup dalam satu kelompok, baik itu kelompok yang besar maupun kelompok kecil sekalipun. Kelompok-kelompok manusia yang di dalamnya terdapat lebih dari dua orang biasanya kita sebut sebagai anggota organisasi.

Manajemen Limbah Industri Perikanan

Latif Sahubawa; Indun Dewi Puspita
2025 · Book · Open Access

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mencanangkan Konsep Blue Economy dalam Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Konsep Blue Economy bertumpu pada 3 aspek utama, yakni industrialisasi, kawasan/sentra pengembangan serta nilai tambah dan zero waste. Percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan harus dibangun melalui kegiatan berskala industri, diversifikasi produk dan pemanfaatan limbah industri secara maksimal (konsep 5-R: reduce, reuses, recycle, recovery dan revalue) pada kawasan pengembangan ekonomi terpadu (minapolitan). Pengembangan industri perikanan selain memberikan manfaat ekonomi yang luas, juga selalu menimbulkan eksternalitas (menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan). Dengan kemajuan Ipteksbud (ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya), limbah industri perikanan dapat diolah menjadi beragam produk turunan (pangan dan nonpangan) bernilai ekonomis penting, yang dapat diaplikasikan di bidang pertanian, farmasi (obat-obatan), kosmetik, pengendalian pencemaran lingkungan dan aspek lainnya. Manajemen limbah industri perikanan dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan, seperti: kajian karakteristik, baku mutu, daya-tampung, beban pencemaran, teknologi penanganan, pedoman pengendalian serta aplikasi pemanfaatan di berbagai bidang kehidupan.

MANAJEMEN INDUSTRI HASIL PERIKANAN

Stephanie Bija; Aditya Putra Basir; Hasanah Hasanah; Deden Yusman Maulid; Nur Azizah Nasution; Susani Amperawati; Reinal Putalan; Arlina Hidayati; Widya Pangestika; Siluh Putu Sri Dia Utari
2025 · Book · Open Access

Buku Manajemen Industri Hasil Perikanan ini hadir sebagai referensi komprehensif bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang ingin memahami berbagai aspek strategis dalam pengelolaan industri hasil perikanan secara modern dan berkelanjutan. Setiap bab membahas tema penting mulai dari ruang lingkup, manajemen bahan baku, organisasi, fasilitas, hingga mutu, pemasaran, dan pengembangan produk, yang dikemas berdasarkan pendekatan ilmiah dan pengalaman lapangan para penulis. Dengan mengintegrasikan wawasan teknis dan manajerial, buku ini menjadi panduan aplikatif dalam mendukung daya saing industri perikanan nasional di tengah tantangan globalisasi dan perubahan lingkungan.

BIARKAN PEREMPUAN BERSUARA “Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Dina dan Sikhem Dalam Kejadian 34:1-31 Serta Implikasinya Bagi GMIT Yegar Sahaduta Bello”

YERIKHO UMBU NDAPAMERANG
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.

PERAN PERSEKUTUAN DOA DALAM KEHIDUPAN GEREJA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pengaruh Peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah di Jemaat GMIT Betesda Kiukenat, Klasis Fatuleu Timur”

JOICYE LEONI VIKTORIA MIHA BALO
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.

HOSPITALITAS BAGI SESAMA "Suatu Kajian Naratif Terhadap Teks Kejadian 18:1-15 dan Implikasinya bagi Pelayanan Hospitalitas di Jemaat GMIT Elim Lasiana

YANE ERLINA BEIS
2025 · Book · Open Access

Skripsi dengan judul “Hospitalitas Bagi Sesama: Suatu Kajian Naratif Terhadap Teks Kejadian 18:1- 15 dan Implikasinya Bagi Pelayanan Hospitalitas di Jemaat Elim Lasiana”, ditulis oleh Yane Erlina Beis. Masalah yang digumuli dalam penelitian ini adalah terhentinya program “beras jempitan” di jemaat GMIT Elim Lasiana, padahal program ini pernah menjadi bentuk nyata kepedulian jemaat terhadap sesama yang membutuhkan. Penulis melihat bahwa ada nilai-nilai iman yang terkandung dalam praktik sederhana tersebut, namun belum digali dan dihidupi secara mendalam. Fokus yang dibahas dalam skripsi ini adalah tindakan hospitalitas dalam Kejadian 18:1-15, khususnya sikap Abraham saat menerima tiga tamu asing. Tindakan Abraham yang penuh kesederhanaan, kesiapan, dan keterlibatan keluarga menjadi dasar untuk memahami makna hospitalitas menurut iman Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali makna hospitalitas dalam teks tersebut secara naratiff, dan menghubungkannya dengan praktik kehidupan jemaat GMIT Elim Lasiana, khususnya dalam pelayanan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian naratif terhadap teks Kejadian 18:1-15, didukung dengan data lapangan melalui wawancara terhadap jemaat dan pelayanan gereja yang pernah terlibat dalam program “beras jempitan”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan hospitalitas Abraham adalah bentuk iman yang menghadirkan kasih Allah serta menggugah hati Allah untuk hadir dan menyatakan janji-Nya. Hal ini menjadi dorongan bagi gereja untuk melihat kembali nilai-nilai hospitalitas melalui tindakan sederhana namun berdampak nyata, seperti program “beras jempitan” yang pernah dijalankan dan dapat dijadikan motivasi dimasa kini, bukan hanya di jemaat Elim Lasiana, tapi juga untuk gereja-gereja lain.

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

HERDINA FRANSISKA FELIAREXZA MEKO
2025 · Book · Open Access

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR ( DADANG NULANG LUNUNG TAPU ) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DI DESA UMBU JODU KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022

ASTI RAMBU TAGU HANA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR (DADANG NULANG LUNUNG TAPU) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA UMBU JODU,KEC AMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022 ASTI H)* LINTJE, P)* MANGGOA, M)** Budaya dan adat-istiadat di asyarakat pada mumnya berbeda. Budaya dan adat-istiadat ini mengacu kepada masyarakat pada umumnya dan cara menjalankannya yang berbeda, seperti: upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain-lain. Dalam Penelitian ini Tujuan untuk mengetahui Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu ) Dalam budaya masyarakat Di Desa Umbu Jodu,Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dalam tradisi adat sumba Tengah ada tiga tahap dalam proses adat, yaitu 1) Masuk minta, 2) Membawa sirih pinang, 3) Bungkus sirih pinang dengan tahapan di atas harus di selesaikan agar proses adat dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Deskriftif kualitatif .Teknik. Pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Dokumentasi, dan wawancara . Hasil yang diperoleh dalam menganalisis makna angkat bantal (Dadang nulang lunung tapu ) pada masyarakat desa umbu jodu,kecamatan umbu ratu nggay barat kabupaten sumba tengah yakni fungsi dari makna yang ditemukan adalah makna bertanggung jawab, makna memberi perlindungan, makna kebersamaan, makna sosial, dan makna Religius. Kata kunci : Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu). Keterangan : Mahasiswa : ** Dosen pembimbing

Bentuk-bentuk pelayanan pastoral bagi pasangan kawin lari di jemaat manggewar kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Kabupaten Sumba Tengah tahun 2022

RAHEL HEBI NIPA
2025 · Book · Open Access

Rumusan masalah dalam peneitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk pelayanan pastoral kepada pasangan kawin lari di jemaat Manggewar (palengidi wikung) di GKS Jemaat Manggewar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan pastoral bagi pasangan kawin lari di Jemaat Manggewar Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah Kabupaten Sumba Tengah. Imforman dalam penelitian ini adalah Pdt dan Kaum Awam yang berjumlah 8 orang yang ada di Jemaat Manggewar. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan rumusan masalah bagaiamana bentuk-bentuk pelayanan pastoral kepada pasangan kawin lari di jemaat Manggewar. berdasarkan hasil wawancara pdt, Umbu Balla Jurumana, Kaum Awam Markus Djami dan pasangan kawin lari yang bersangkutan pernah melakukan bimbingan konseling khusus kepada pasangan kawin lari. kesimpulan Dari hasil penelitian adalah konselor memberikan perhatian khusus bagi Jemaat yang terlibat dalam kasus kawin lari dan membimbing konseli dalam pertumbahan iman sehingga sehingga tidak dapat terjerumus dalam khasus kawin lari.Saran bagi pihak gereja perlu adanya suatu upaya dari gereja khususnya dari para majelis untuk dapat di teladani oleh pemuda yang ada di Jemaat GKS Manggewar untuk di jadikan sebagai beberapa input bagi pemuda. Kata kunci : Pelayanan Pastoral Terhadap Pasangan Kawin Lari Keterangan :* Mahasiswa : **Dosen Pembimbing I : *** Dosen pembimbing II

KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI SD GMIT 4 KEFAMENANU, TAHUN PELAJARAN 2022/2023

ATIKA VILANTI JIWA
2025 · Book · Open Access

KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI SD GMIT 4 KEFAMENANU, TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Jiwa. V. A (*) Natonis A. D (**) Timo N. I. E. (**) Penelitian ini membahas tentang keterampilan pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SD GMIT 4 Kefamenanu, Tahun Pelajaran 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketrampilan pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SD GMIT 4 Kefamenanu, Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 105 orang. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas V B dengan jumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SD GMIT 4 Kefamenanu, Tahun Pelajaran 2022/2023 adalah penataan ruang kelas dengan menetapkan tempat duduk siswa, mengantisipasi kondisi kelas dengan kondisikan semua siswa baik secara fisik maupun psikis, menetapkan aturan dengan tegas namun bersahabat dengan memberikan konsekuensi, sesuai dengan aturan yang telah disepakati, mengajak siswa untuk bekerjasama dan mengajak siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik, pastikan siswa tetap fokus dengan mepersiapkan banyak cara agar siswa tetap fokus memperhatikan saat pembelajaran, memberikan pertanyaan kepada siswa, mengajak siswa melakukan kegiatan yang mencairkan suasana (ice breaking), serius tapi santai dengan pembelajaran diselingi dengan homor dan intermezzo, jangan biarkan ada waktu tersisa yang kosong dengan memberikan pengayaan dan memberikan soal latihan, bersemangat sejak awal pembelajaran dengan mengelola emosi.