OKTAVIANUS JOWA DAIRU
2022 · Book · Open Access
Judul Skripsi penulis adalah Analisis Hukum Pembatalan Putusan Pengadilan Niaga Oleh Mahkamah Agung Dalam Sengketa Merek, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Pengadilan Niaga menolak gugatan penggugat sedangkan mahkamah agung dan peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat dalam sengketa pendaftaran merek. Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk mengetahui alasan pertimbangan hakim mahkamah agung dan peninjauan kembali yang membatalkan putusan pengadilan niaga dalam sengketa pendaftaran merek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah Alasan Pertimbangan Hakim MA Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Niaga Dalam Sengketa Pendaftaran Merek, dan variable terikat yakni; Pendaftaran Merek Hasil penelitian adalah Pengadilan negeri, menolak gugatan penggugat karena gugatan penggugat memenuhi syarat formil, penggugat tidak dapat membuktikan sebagai pemilik merek, sedangka mahkamah agung dan peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat karena gugatan penggugat memenuhi syarat formil, penggugat dapat membuktikan sebagai pemilik merek, pengadilan niaga salah menerapkan hukum dan putusan judex juris sudah tepat dan benar.. Sebaiknya direktorat Merek perlu meningkatkan kesejahteran bagi aparat direktorat perorangan atau badan hukum yang dengan itikad tidak baik mendaftarkan merek yang sama dengan merek yang sudah ada atau merek yang sudah terlebih dahulu terdaftar, perlu adanya peraturan pemerintah mengenai kriteria merek-merek terkenal sebagaimana yang dimaksudkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Kata Kunci : Analisis Hukum, Pembatalan putusan, pengadilan niaga, Sengketa Merek
YOTAM MAIKA
2022 · Book · Open Access
Judul Skripsi penulis adalah :analisis yuridis pembatalan putusan bebas Pengadilan Negeri Oleh Mahkamah Agung dalam tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana. Rumusan Masalah yang dikaji adalah Mengapa pengadilan negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana tetapi dibatalkan oleh Mahkamah Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif yakni dalam hal ini penulis mendeskripsikan atau mengambarkan, menguraikan serta menjelaskan. Data yang digunakanaadalah data primer dengan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaanya itu merupakan kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka yang menjadi kesimpulan sesuai dengan masalah ini adalah, Tidak terbuktinya unsur tindak pidana dalam membantu melakukan pembunuhan berencana dalam pasal 340 sebagai dakwaan primair, Tidak terbuktinya unsur tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencan dalam pasal 338 kuhp sebagai dakwaan subsaidir, Tidak terbuktinya semua dakwaan primair,susidair,lebih subsidair ,lebh-lebih subsidair, Keterangan terdakwa bersesuaian dengan keterangan saksi korban dan juga visum et repertum (VE R) pada puskesmas, Kesalahan dalam penerapan hukum oleh Pengadilan Negeri, Perbuatan terdakwa terbukti memenuhi unsur tindak pidana pasal 340 jo pasal 56 kuhp dan dakwaan primair dan Terdakwa terbukti memberikan sebilah parang. Saran dari penulis diharapkan agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan pertimbangan hukum yang baik mengenai hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa dan teliti untuk melihat kualitas perbuatan terdakwa. Kepada pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk’ lebih berhati-hati memberikan/meminjamkan barang/alat tajam kepada orang lain untuk melakukan tindak pidana atau melakukan kejahatan lainnya karena dapat dikenakan sanksi pidana. Kata Kunnci : Pembatalan Putusan Bebas, Mahkamah Agung, Pembunuhan Berencana
NOFRIANUS ATI MALI
2022 · Book · Open Access
Judul Penelitian Penulis Adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Kepada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Klas 1AKupang. Rumusan masalahnya yang dikajiadalah: dasar pertimbangan hakim menjatuhkan pidana penjara dengan percobaan kepada anak pelakutindak pidana pencurian dengan pemberatan.Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif yakni dalam hal ini penulis mendeskripsikan atau menggambarkan, serta menjelaskan. Data yang dugunakan adalah data primer dengan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu merupakan kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topic atau masalah yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka yang menjadi kesimpulan sesuai dengan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. Pertimbangan Terhadap Kondisi anak 2. Pertimbangan terhadap faktor penyebab anak melakukan tindak pidana 3. Pertimbangan terhadap kepenntingan baik kepada anak 4. Pertimbangan terhadap hal yang merigankan dan memberatkan pada anak dalam persidangan Saran dari penulisan ini adalah: 1. Diharapkan kepada orang tua agar lebih meluangkan waktunya untuk memperhatikan pergaulan anak baik di lingkugan tempat tinggal maupun di lingkugan anak bergaul 2. Sebaiknya kepada aparat penegak hukum dan masyarakat utuk memberikan sosialisasi hukum secara aktif dan menyeluruh khususnya anak di bawah umur mengenai dampak dalam melakukan tindak pidana yang akibatnya merugikan anak itu sendiri. Kata kunci : Tindak Pidana, Pencurian Dengan Pemberatan, Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.
RICHARDO MARDIANS MAHODIM
2022 · Book · Open Access
INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi tentang motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku dalam melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 2).Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 3). Apa akibat hukum dari tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak terhadap pelaku dan negara. Tujuan penelitian adalah 1). Untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 2). Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 3). Untuk Mengetahui akibat hukum dari tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak terhadap pelaku dan negara. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus, dan akibat hukum tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak.sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan putusan-putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yakni : 1) Putusan Nomor : 279/Pid.Sus/2018/PN/Jkt.Ps 2) Putusan Nomor 1298/Pid.Sus/2021/PN.Jkt 3) Putusan Nomor : 280/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst 4) Putusan Nomor : 1337/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Ut 5) Putusan Nomor : 788/Pid.B/2017/PN.Smg. Motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak sebagai berikut : motif, faktor ekonomi yaitu untuk mendapat keuntungan, modus yaitu, membeli faktur pajak, mengisi faktur pajak dan menjual kembali faktur pajak serta akibat hukum bagi pelaku, dijatuhi pidana penjara dan pidana denda, terhadap negara : negara mengalami kerugian. Saran yang penulis berikan adalah Pilihan sistem perpajakan yang berlaku (self assesment sistem) sudah terlanjur dijalankan, olehnya itu perbaikan dan peningkatan yang dilakukan oleh pemerintah tidak boleh berhenti sampai disini. Perlu ada perbaikan yang dilakukan seperti meningkatkan pengawasan, memberikan sanksi maksimal kepada wajib pajak yang melanggar serta masih perlunya perbaikan undang-undang yang berlaku saat ini untuk menyempurnakan apa yang telah baik didalamnya. Kata Kunci : Motif, Modus, Akibat Hukum, Tindak Pidana, Faktur Pajak Fiktif
KRISPIANUS PEREIRA
2022 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul : “Analisis Yuridis Penggabungan Tindak Pidana Korupsi Dan Pencucian Uang”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Mengapa terjadi penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, 2. Bagaimanakah penjatuhan sanksi terhadap pelaku tindak pidana korupsi dan pencucian uang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, dan penjatuhan sanksi terhadap pelaku tindak pidana korupsi dan pencucian uang, Sifat Penelitian ini adalah, “Deskripsi, mengguraikan permasalahan yang berkaitan dengan penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, dan jenis penelitian adalah, “ Normatif, suatu putusan pengadilan tentang penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Variabel dalam penelitian ini adalah, “Variabel bebas adalah, alasan terjadinya penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. “Variabel terikat adalah, tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Sumber data yang digunakan adalah, bahan hukum primer yang terdiri dari bahan hukum yang mengikat seperti putusan-putusan pengadilan. Putusan pengadilan Nomor 53/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst, Putusan Nomor 74/Pid/TPK/2014/PT.DKI, Putusan Pengadilan Nomor 1261 K/Pid.Sus/2015, Putusan pengadilan Nomor 246 PK/Pid.Sus/2018, Putusan Pengadilan Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst, Putusan Pengadilan Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2021/PT.DKI. Bahan hukum sekunder adalah, yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, misalnya rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum, dan hukum tersier adalah, yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, misalnya kamus, ensiklopedia. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan terjadi penggabungan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, a). Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, b). Uang suap merupakan hasil kejahatan, dan Penjatuhan sanksi terhadap pelaku tindak pidana korupsi dan pencucian uang adalah, Ancaman pidana pokok yang paling berat. Saran penulis terhadap penelitian ini adalah diharapkan para penegak hukum dapat memberantas lebih banyak lagi kasus tindak pidana korupsi penyuapan, dan diharapkan para penegak hukum dapat memberantas lebih banyak lagi kasus tindak pidana pencucian uang. Kata kunci: Penggabungan Tindak Pidana Korupsi Dan Pencucian Uang
MARIUS BISIK LUAN
2022 · Book · Open Access
Judul skripsi penulis adalah “Analisis Hukum Putusan Hakim Terhadap Alat Bukti Sertifikat Ganda Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah” Rumusan masalah dalam penelitian Mengapa Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi membatalkan gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni: Alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung kabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, dan variable terikat yakni; Putusan Hakim Terhadap Sengketa alat bukti sertifikat ganda hak milik atas tanah. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian karena mempertimbangkan Sertifikat Hak Milik yang diterbitkan terlebih dahulu yang mmempunyai kekuatan hukum mengikat dan penggugat dapat membuktikan bukti kepemilikan (Alas Hak) atas tanah. Apabila seseorang memiliki sebidang tanah maka ia harus membuatkan tanah tersebut sertifikat dengan memakai sistem pendaftaran (kadesteral). Struktur sarana dan pra sarana, Sistem hukum pertanahan masih memakai sistem administrasi manual, walaupun sekarang sudah mulai proses perbaikan data-data seperti sertifikatsertifikat yang sudah ada barkodenya. SDM yang masih korup, dengan adanya pejabat atau aparat pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya. Tanah tersebut sudah bersertifikat akan tetapi adanya oknum yang berkuasa dengan sengaja melakukan pembuatan sertifikat lagi dengan objek tanah yang sama. Budaya Hukum, masyarakat itu sendiri yang tidak memiliki kesadaran atau, dengan artian pemilik tanah itu sendiri yang tidak memperhatikan tanah miliknya dan tidak memanfaatkanya dengan baik sehingga di ambil alih oleh orang lain dan kemudian di manfaatkan karna merasa bahwa tanah tersebut tidak bertuan atau tidak ada pemiliknya. Kata Kunci : Analisis Hukum, Putusan Hakim, Alat Bukti Sertifikat Ganda dan Kepelikan Tanah.
ALDI RAHMADI MUHAMMAD
2022 · Book · Open Access
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Perkara Warisan Menurut Hukum Islam. Rumusan Masalah yang penulis kaji adalah Apa yang menjadi Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Perkara Warisan Menurut Hukum Islam ada yang dikabulkan dan ada yang ditolak?.Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutus perkara warisan menurut hukum Islam ada yang dikabulkan dan ada yang ditolak”. Jenis penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, analisis data yang digunakan adalah menggunakanan alisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu : 1. Pertimbangan Hakim mengabulkan gugatan a. Gugatan penggugat lengkap dan sempurna b. Penggugat dapat membuktikan sebagai ahli waris c. Penggugat dapat membuktikan objek sengketa sebagai harta warisan 2. Pertimbangan Hakim menolak gugatan a. Gugatan tidak lengkap dan tidak sempurna b. Penggugat tidak dapat membuktikan gugatan c. Tergugat dapat membuktikan sangkala / bantahan Saran dari penulis terkait penulisan ini adalah 1. Terkait dengn putusan yang ada pada setiap tingkat pengadilan baik itu tingkat pengadilan terkait dengan kasus pembagian warisan menurut hukum islam. Maka penulis mengaharapkan kepada hakim dalam mengabil keputusan perlu melihat bukti-bukti yang ada sehingga keputusan diberikan kepada para pihak yang berperkara sesuai dengan bukti-bukti maupun fakta-fakta persidangan yang ada 2. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu untuk lebih meningkatkan integritas dalam pengambilan putusan secara adil, dan juga memberikan pengetahuan dan masukan kepada masyarakat umum dalam memehami hukum kewarian islam. Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Warisan, Hukum Islam
YULIANA KANDI PARONA
2022 · Book · Open Access
ABSTRAKSI Sistem pengelolaan dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa termasuk didalamnya mekanisme penghimpunan dan pertanggungjawaban merujuk pada UU NO 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah . dalam pengelolaan APBDes terdapat 5(lima) tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Dalam pengelolaan dana desa, sistem pengendalian internal APBDes sangat penting. Sistem pengendalian intern meliputi 5(lima) komponen penting yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, pengawasan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik mengambil “ Analisis Sistem Pengendalian Internal Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa berdasarkan Permendagri No 113 Tahun 2014” Untuk mengetahui pengendalian internal Pengelolaan anggaran pendapatan belanja desa (APBDesa) berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengendalian Internal Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa APBDesa Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No 113 Tahun 2014 (Desa Tana Mete Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengendalian Internal Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa berdasarkan Permendagri No 113 Tahun 2014” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengendalian internal pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa ( APBDESA) berdasarkan permendagri no 113 tahun 2014, metode pengumpulan yang digunakan adalah wawacara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, dalam peneggelolaan APBDes berdasarkan permengri no.113 tahun 2014 telah dilaksanakan oleh pemerintah desa tana mete yang terlah menerapkan system pengendalian internal dimulai dari lingkungan internal, penilaian resiko,aktivitas penggendalian, informasi dan komunikasi,dan pengawasan. Untuk lingkungan pengendalian struktur organisasi serta pembagian tugas dan tanggun jawab dalam pelaksanaan APBDesa didesa tana mete sudah memenuhi kriterial dalam system pengendalian internal. Penilaian resiko telah dilaksanakan dengan baik dalam proses pelaksanaan APBDes, pemerintah desa tanah mete mengambil tindakan melaksanakan seluruh penerimaan dan prosedur-prosedur menggunakan aplikasi SISKEUDES,.Aktivitas pengendalian telah dijalan kan dengan baik oleh pemrintah desa tana mete dalam pengendalian aplikasi pencatatan keuangan desa talah menggunakan SISKEUDES dan yang dapat menggunakan hanyapihak internal saja pengawasan dilakukan dengan baik dimana setiap kegiatan yang telah dilaksanakan harus disertakan bukti serta meninjau proses serta hasil dari kegiatan serta mengevaluasi hasi kegiatan Dalam APBDesa inilah terlihat apa yang akan dikerjakan pemerintah desa dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 pasal 1 ayat (12), menyatakan bahwa APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan Negara yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang tentang anggaran pendapatan dan belanja Negara pada ayat selanjutnya (ayat 13) dinyatakan bahwa APBD merupakan bagian dari internal perangkat kebijakan pembangunan dan rumah tangga desa. Tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat diuraikan untuk mengetahui pengendalian internal pengelolaan anggaran pendapatan belanja desa (APBDesa) berdasarkan permendegeri Nomor 113 tahun 2014. Perencanaan adalah pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunaan sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembagunan kabupaten atau kota. Menurut Manila 1 GK (1996:25) mengatakan bahwa perencanaan merupakan aktivitas menyusun hal-hal apa saja yang dikerjakan atau dilakukan di masa yang akan datang, sekaligus bagaimana cara melaksanakannya pemerintah desa dalam menyususn perencanaan pembanggunan desa harus sesuaidengan kewenanganya dan mengacu perencanaan pembanggunan desa disusun untuk memberikan keterkaitan dan konsisiten dalam perencanaan, pengangguran, pelaksanaan dan pengawasan Menurut parmendagri no. 20 Tahun 2018 pengelolaan keuangan desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan ,pelaksanaan ,penatausahaan,pelaporan , dan pertanggungjawaban keuangan desa .menurut permendagri NO 20 Tahun 2018 keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat di nilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa. Pelaksanaan dana desa merupakan proses kedua dalam melaksanaan penggelolaan keuangan Desa ,dimana dalam proses pelaksanaan ini ditentukan skala prioritas dari perancanaan awal Musyawarah Desa .skala prioritas tersebut terkait dengan pelaksanaan pembangunan ,yang mana pembangunan yang harus dikerjakan lebih dahulu maka akan dikerjakan , sehingga untuk proses pembangunan tersebut sudah tertata dan tinggal mengerjakan saja . Berdasarkan hasil wawancara bahwa “Pelaksanaan Dana Desa Tana Mete ini biasanya ketika perencanaan awal MUSDES tersebut ditentukan skala prioritas pembanggunan yang sekiranya pembangunan tersebut yang sekitarnya pembangunan tersebut dirasa harus dilaksanakan terlebih dahulu “ Pada bagian ini akan dilakukan pembahasan tentang sistem pengendalian internal pengelolaan APBDes berdasarkan permendagri NO.113 tahun 2014 telah dilaksanakan oleh pemerintah desa tana mete dimana pemerintah telah menerapkan system pengendalian internal dalam pengelolaan APBDes yang dilalui dari lingkungan internal, penilain resiko, aktivitas pengendalian ,informasi dan komnikasi ,dan pengawasan .untuk lingkungan pengendalian di Desa Tana Mete dengan adanya struktur organisasi yang berdasarkan perda serta pembagian tugas kegiatan yang tertuang dalam RPJMDes tahun 2016 ,dimana setiap aparat desa diberikan tugas dan tanggungJawab masing-masing dalam pelaksanaan APBDes sehingga lingkungan pengendalian yang dilakukan di Desa Tana Mete sudah memenuhi kriteria struktur organisasi serta pemberian wewenang dan tanggungJawab yang ada dalam system pengendalian internal Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa pengawasan/monitoring di Desa Tana Mete dilakukan dengan baik dimana setiap kegiatan yang telah dilaksanakan harus disertakan bukti serta meninjau proses serta hasil dari kegiatan serta mengevaluasi hasil kegiatan sehingga kepala desa mengetahui langsung segala suatu yang berhubungan dengan pelaksanaan APBDes maka kriteria pengawasan /monitoring sesuia system pengendalian internal tentang kegiatan yang berlangsung secara terus menerus ,evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya sudah terpenuhi dalam pengendalian internal . Berdasarkan analisis dan hasil bahasanya telah di uraikan pada BAB sebelumnya ,maka tertarik kesimpulan bahwa system pengendalian internal pengelolaan dana desa sudah meningkatkan kinerja yang baik dan sudah sesuai kriteria , dapat di lihat dari peraturan menteri dalam negeri nomor 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa dan peraturan pemerintah NO 60 tahun 2008 tentang sisitem pengendalian internal pemeritah yang digunakan Sebagai acuan dalam pengelolan dana desa (APBDes ). Adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk merberikan keyakinan memandai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, pelaporan keuangan, pengamanan aset Negara kepatuhan terhadap peraturan perundung-undangan. Sesuai dengan PP No 60 Tahun 2008, SPIP
NI KETUT SHINTIA ANANDA PRATIWI
2022 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar, 3. Bagaimana akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 2. Untuk mengetahui modus tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 3. Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel yang digunakan adalah variable bebas dan variable terikat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa : 1. Motif Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Untuk mendapatkan keuntungan b. Menghindari pembiayaan c. Keinginan menjual secara bebas. 2. Modus Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Memproduksi b. Memperdagangkan bahan olahan pangan tanpa izin edar c. Membeli dan menjual kembali bahan olahan pangan tanpa izin edar 3. Akibat Hukum Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti a. Terhadap Pelaku 1) Pelaku ditahan 2) Pelaku dikenakan pidana penjara 3) Pelaku dibebankan biaya perkara. b. Terhadap Barang Bukti. Barang bukti dirampas untuk dimusnahkan atas perintah hakim pengadilan. Saran yang penulis berikan adalah pemerintah diharapkan lebih aktif melakukan pengawasan keamanan mutu dan gizi, pelaku usaha pangan harus memiliki izin edar usaha
SRIYOLANDA DJASING
2022 · Book · Open Access
Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Indonesia. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi ke empat setelah padi, jagung, dan ubi kayu serta mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan diversifikasi pangan dalam masyarakat. Ubi jalar sebagai sumber pangan, mengandung energi B karoten, vitamin C, niasin, rihoflavin, thiamin dan mineral (Martani, 2009) sebagai pewarna makanan antosin. Umbi tanaman ubi jalar ada yang berwarna ungu,merah, kuning dan putih. Warna ungu pada ubi jalar ungu disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging umbinya. Konsentrasi anosianin inilah yang menyebabkan beberapa jenis ubi ungu mempunyai gradasi warna ungu yang berbeda. Antosianin pada ubi jalar ungu mempunyai aktivitas sebagai antioksida. Dengan demikian ubi jalar ungu mempunyai potensi besar sebagai sumber antioksida alami dan sekali gus sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari penambahan pasta ubi jalar ungu terhadap karakeristik roti. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan 1 dengan 0% tanpa pasta ubi jalar ungu, perlakuan 2 dengan 5% pasta ubi jalar ungu, perlakuan 3 dengan 10% pasta ubi jalar ungu dan perlakua 4 dengan 15% pasta ubi jalar ungu. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5% pasta ubi jalar ungu berpengaruh terhadap citarasa roti dengan tingkat kesukaan 3,833.
LENAWATI TINDAON
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai
MARLEN YOLANDA KARIMOY
2022 · Book · Open Access
ANALISIS HUBUNGAN KINERJA CUSTOMER SERVICE DENGAN PENYELESAIAN KELUHAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG SOE Oleh : Marlen Yollanda Karimoy Nim : 20410226 ABSTRAK Sumber daya manusia adalah salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi karena kinerja mereka sangat diperhitungkan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan. Bank dalam kehidupan ini sangat memegang peranan penting, apalagi sejak berkembangnya masalah ekonomi, sehingga dalam perekonomian saat ini hubungan bank dalam masyarakat sangat sulit untuk dipisahkan, karna bank juga sangat membutuhkan dana-dana yang berasal dari masyarakat, yang mana hal ini merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pihak perbankan. Maka kinerja customer service sangat penting karena baik buruknya image suatu Bank bergantung dari kualitas pelayanan serta daya manusia yang dimiliki Bank tersebut. Menurut Mangkunegara (2017:67) “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”Sumber daya manusia merupakan suatu modal dasar paling utama dalam setiap organisasi. Dalam perbankan, sumber daya manusia yang sangat berperan dalam menarik nasabah adalah Customer Service. Menurut Kotler (2017): “Keluhan pelanggan adalah bentuk aspirasi pelanggan yang terjadi karena adanya ketidakpuasan terhadap suatu barang atau jasa Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Bagaimana Kinerja Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe, Bagaimana Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe Bagaimana Hubungan Kinerja Customer Service Dengan Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe. Dalam penelian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan data deskriptif kuantitatif, baik library research maupun field research. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Kinerja customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (38,54%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (37 responden). 2. Penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (39,58%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (38 responden). 3. Terdapat hubungan cukup erat antara kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe termasuk kategori interpretasi cukup erat dengan nilai 0,40-0,599 Penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Hal ini ditunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan harga koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, termasuk kategori interpretasi cukup kuat dengan nilai 0,40-0,599. Jumlah responden yang ditetapkan peneliti 96 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara mendatangi nasabah yang sedang mengantri untuk menemui bagian customer service, baik nasabah baru maupun nasabah lama di PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi signifikan antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Implikasi teoritis yang di gunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini sebagai berikut : menurut Kasmir (2018, 216) pengertian customer service secara umum adalah“ setiap kegiatan yang diperuntukan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah”. Bell & Luddington (20017): “Keluhan pelanggan (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang ditunjukkan kepada perusahaan yang cenderung bersifat negatif. Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh maka saran yang dapat menjadi bahan masukan yaitu: Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe, agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja customer service, maka kantor dapat memperoleh kinerja yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan skill serta product knowledge dan penanganan komplain secara efektif agar memberikan peluang untuk mengubah seorang nasabah yang tidak puas menjadi nasabah produk / jasa perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi nasabah yang loyal). Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya.
ORLANDO SERAN
2022 · Book · Open Access
Tanaman Sawi dan Penyiraman menggunakan alat timer
BALTASAR ENO
2022 · Book · Open Access
Salah satu penyebab yang menghambat produktivitas penanam benih jagung adalah karena proses penanaman masih dilakukan secara manual ,dengan menggunakan tenaga manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem ini dibuat untuk penanaman benih jagung dengan proses menamam benih secara mekanik.Penanaman dilakukan secaramekanikdengan menggunakan besih holow yang di rancang atau desain agar bisa menanam benih jagung dengan mudah. Melalui penelitian yang telah dilakukan, proses penanaman benih jagungterdiri dari bagian Kotak corong (mulut pemasukan), bagian sistem penanaman, Saluran benih jagung (rangka alat) dan Alu pelubang . Dari hasil pengujian 1kali percobaan dengan jumlah 32 biji jagung didapatkan 2,777%. Atau jika dihitung, dihasilkan kapasitas mesin sebesar 0,000018 ha/jam , itu karena tempat benih pisah dari alat tersebut, sehingga pekerja membutuhkan akurasi yang tepat dengan mengunakan mesin atau dinamo.
PETRUS OSCAR SAKUNAB
2022 · Book · Open Access
Salah satu penyebab yang menghambat produktivitas pengupasan kulit kacang tanah adalah karena proses pengupasan masih dilakukan secara manual , DENGAN menggunakan tenaga manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem ini dibuat untuk mengupas kulit kacang tanah dengan proses pemisahankulitkacangtanahsecaramekanik.Pemisahkankulitdilakukansecaramekanikdengan menggunakan dua roller yang dilapisi karet, yang didesain agar bisa mengupas kulit kacang dengan mudah. Melalui penelitian yang telah dilakukan, pembuatan pemisah kulit kacang tanah terdiri dari bagian hopper (mulut pemasukan), bagian sistem pengupas, rangka mesin, kipas pelempar kulit, dan hopper penampung. Dari hasil pengujian 3 kali ulangan, dengan jumlah 1 kg gr setiap pengulangan, didapatkan 70% kulit kacang tanah terkupas. Atau jika dihitung, dihasilkan kapasitas mesin sebesar 2,87 gram/detik dan persentase pemisahan 0,49%, itu karena karet pada roller tidak terlalu seimbang, sehingga pekerja membutuhkan akurasi yang tepat dengan mengunakan mesinpemotong.
ANGELUS SERAN
2022 · Book · Open Access
Pemerintah Indonesia terus - menerusberupaya agar pertanian di Indonesia lebihproduktif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah. Metodewaterfalmerupakanmetodepengembanganperangkatlunaktertuasebabsifatnya yang natural.Rancangansistemirigasi tetes terdiridari pipa, selang, driperulir, dan konektor. Diameter pipa yang digunakanadalah: ¾ incidenganpanjang 30 cm jumlah pipa yang digunakanadalah 1 buah yang dihubungkandenganselang dan selangdihubungkandengandriperputarsebanyak 28 utput yang digunakan pada jaringanirigasi tetes ini. Peralatanutam yang mendukungjaringanirigasi tetes adalah: bakpenampung dan katup. Bakpenampungdigunakanuntukmenampung air yang dipakaisebagai air irigasiberasaldari ember yang berkapasitas 70 liter. Sedangkankeran yang digunakanberfungsiuntukmembuka dan menutupaliran air menujuselangpembagi. Keran yang digunakandipasang pada pipa utama.Komponen – komponenpentingdarisuatusistemirigasi tetes terdiridari pipa utama, selang dan drip putar. Dari pipa utamamengalirkeselang dan dariselangmengalirkeselangpembagi. Drip putardipasang pada selangbpembagi yang berfungsiuntukmendistribusikan air kepolibek.Instalasisistemirigsi tetes denganalatpengaturwaktupenyiramandapatberjalandenganbaik. Yaitu timer hidupsesuaidenganwaktu yang kitaatur dan timer matisesuaidenganwaktu yang sudahkitatentukan. Debit air yang besaryaitu pada waktupenyiraman 10 menitdengamnialai rata-rata sebesar 32,62442 ml. Sedangkan, debit air yang rendahterdapat pada waktupenyiraman 2 menitdengannilai rata-rata sebesar 9,926667 ml.. Dari hasilpengukur pada polibekinikitabisamengetahui volume tertinggiterdapat pada polibek A dan B dan volume air terendahterdapat pada polibek I Hal inidipengaruhi oleh suplay air pada pot A dan B lebihcepatdarripada pot I.
JEFRIANUS FAHIK
2022 · Book · Open Access
Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) Kacang panjang merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk di kembangkan karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.Kacang panjang juga membutuhkan unsur hara nitrogen yang tinggi untuk dapat tumbuh secara maksimal. Kebutuhan air bagi tanaman kacang panjang didefenisikan sebagai tebal air yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah air yang hilang melalui evapotranspirasi suatu tanaman sehat, tumbuh pada areal yang luas, pada tanah yang menjamin cukup lengas tanah, kesuburan tanah, dan lingkungan hidup tanaman cukup baik sehingga cara potensial tanaman akan berproduksi secara baik(sudjarwadi,1979).Perhitungan analisis kebutuhan irigasi dapat dilakukan dengan Cropwat 8.0.Cropwat ini merupakan sebuah program komputer untuk perhitungan kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan data iklim, tanah,dan tanaman yang bertujuan untuk mempermudah dalam perencanaan dan menajemen proyek sistem irigasi (Smith et, al, 2002). pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan.Evapotranspirasi adalah banyaknya air yang hilang oleh adanya proses penguapan dari permukaan. Curah hujan efektif (Peff) adalah curah hujan yang diduga efektif digunakan oleh tanaman.Data selanjutnya yang perlu dimasukkan dalam software Cropwat 8.0 adalah data karakteristik tanaman yaitu nilai koefisien tanaman (Kc). Pemberian air dengan jumlah dan waktu yang tepat akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal dengan kualitas yang baik.Perlakuan pemberian air berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan pemberian air dari estimasi Cropwat memberikan pengaruh terbaik untuk tanaman kacang panjang.
DAVID AGUSTO ABI
2022 · Book · Open Access
Teknologi dan peralatan pompa untuk memperoleh air telah tersedia dan mudah diperoleh, tetapi pada daerah-daerah tertentu, ketersediaan tenaga penggerak pompa sering menjadi kendala, misalnya karena ketiadaan jaringan listrik PLN atau pada daerah yang sudah mampu menyediakan generator set (genset) tetapi sulit mendapat suplai BBM. Di wilayah tropis seperti di pulau Timor.perubahan setelah Pembebanan,di table tersebut dilihat punya perubahan,pada jam 11:00-1:30 tegangganya 0,1V di jam 12:00 0,2V jam 12:30 tegangannya 0,1V di jam 1:00 teganggannya 0,2V jam 1:30-2:00 tegangannya 0,1V sedangkan jam 2:00-4:00 tetap sama 0,3V tidak mempunyai perubahan. perubahan Arus setelah pembebanan di bawah ini membahas tentang naik turunnya Arus di tabel di bawah ini sudah bisa dilihat bahwa arusnya akan mempunyai perubahan jadi pada jam 11:00 arusnya -0,3A, jam 11:30-12:00 Arusnya -0,8A di jam 12:30 arusnya -1,2A arus pada jam 12:30 arusnya bagus karena arus yang masuk dari panel ke Accu bagus jam 1:00 arusnya 0,0A karena arus yang diberikan dari panel ke Accu kurang baik, jam 1:30 Arusnya -0,2 jam 2:00 arusnya 0,2 arusanya bagus karena arus yang diberikan dari panel ke accu bagus pada jam 2:30 arusnya -0,3 pada jam 3:00 arusnya 0,1 bagus karena arus yang diberikan bagus , jam 3:30 -4:00 arusnya berbeda beda yaitu -0,2 dan -0,3A. Data debit air yang di hasilkan Yaitu pada jam 11:00 debit air yang dihasilkan 0,18 liter/detik,jam 11:30 debit air yang dihasilkan 0,17 liter/detik,jam 12:00 debit air yang dihasilkan 0,16 liter/detik,jam 12:30-2:00 debit air yang dihasilkan 0,15 liter/detik dan di jam tersebut tidak mengalami perubahan karena keadaan cuaca membaik dan arus yang dihasilkan juga bagus , jam 2:30-4:00 debit air yang dihasilkan 0,16 dan di waktu ini juga bagus. uji kinerja daya listrik panel di tabel di bawah ini kita sudah bisa melihat bahwa arus yang baik ditemukan pada jam 11:00-12:30 sedangkan sampai jam 1:00 ada perubahan arus yaitu 25,97 jam 1:30-2:30 arus mulai membaik dan arus mulai memburuk pada jam 3:00-4:00 disimpulkan bahwa kinerja daya panel listrik semua dilihat dari intensitas sinar matahari. uji kinerja daya listrik pompa dan pompa akan bekerja jika arus dan tegangan dari panel ke accu itu baik teapi di bawah tabel ini menjelaskan bahwa arus dan tegangan yang baik terdapat pada jam 11:00-2:30 sedangkan tegangan melemah di jam 3:00-4:00.
MELISSA CORNELIA MBADI
2022 · Book · Open Access
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung dengan pemberian air berdasarkan analisis kebutuhan air menggunakan Cropwat 8.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Data klimatologi selama kurang lebih 5 tahun menyangkut data hujan bulanan, data kelembaban, data lama penyinaran dan kecepatan angin, data suhu maksimum minimum data, data tanaman dan bahan-bahan untuk budidaya tanaman kangkung.
Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari Lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan yaitu P1 (hasil estimasi Cropwat), P2 (Hasil estimasi cropwat ditamban 50%), P3 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%), P4 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 25%), dan P5 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 50%) Kebutuhan air tanaman kangkung dipengaruhi kondis iklim dan koefisien tanaman yang berubah setiap fasenya. Evaotranspirasi tanaman (ETc) dengan menggunakan software CropWat 8.0 selama masa pertumbuhan adalah 294.8.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan pemberian air dari estimasi Cropwat memberikan pengaruh terbaik untuk tanaman kangkung di wilayah semi arid. Berdasarkan hasil penelitian untuk usaha tanaman kangkung di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 dan P3 yaitu masing – masing perlakuan adalah 16 gram . Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.
ANNA MARIA DELAROSA SERAN
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui cara menduga kebutuhan air tanaman bayam hijau menggunakan metode software CropWat 8.0. Metode yang digunakan dalam pengoperasin CropWat adalah data klimatologi bulanan (temperatur maksimus-minimum atau rata-rata, penyinaran mata hari, kelembaban, kecepatan angin, dan curah hujan). Pemberian air aktual diberikan pada sebagian percobaan tanaman bayam hijau sesuai analisis kebutuhan air CropWat 8.0. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Terdiri dari lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan dengan model analisis perlakuan sebagai berikut :P1 ( Hasil estimasi Cropwat) P2 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 50%)P3( Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%)P4 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 25%)P5 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 50%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penelitian untuk usaha tanaman bayam hijau di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 (18 gram) dan P1(17 gram ). Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.