Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 68 dari 195

INDUSTRI TAMBAK GARAM Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Kehadiran Tambak Garam di GMIT Imanuel Walurede Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Walurede

RAGANOF MILEDU BIHA
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi berjudul: Industri Tambak Garam dengan sub judul: Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Kehadiran Tambak Garam di Jemaat Imanuel Walurede dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Walurede yang ditulis oleh Raganof Miledu Biha. Penelitian ini berfokus pada persoalan ekoteologi yang sejauh mana kehadiran industri tambak garam di jemaat GMIT Imanuel Walurede mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat setempat. Fokus ini muncul dari kenyataan efektifitas kehadiran tambak garam di tengah-tengah jemaat yang sangat mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat dalam bersosialisasi antar jemaat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan ekoteologi Emanuel Gerrit Singgih untuk menganalisis bagaimana pengaruh kehadiran tambak garam dan dapat memberikan sumbangan teologis dan praktis bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehadiran tambak garam tidak serta-merta jemaat memperoleh lapangan pekerjaan, penghasilan yang menetap setiap bulan, pasokan garam yang banyak, tetapi juga terkandung dampak negatif, yaitu kerusakan alam yang membuat struktur tanah tidak subur, ketidakberlanjutan ekonomi dan ketegangan sosial jemaat serta munculnya pembangunan ekonomi yang tidak lagi berjalan seimbang dengan tanggung jawab terhadap ciptaan dan kehidupan sosial jemaat. Nilai-nilai yang terkandung dalam ekoteologi mengajak manusia untuk menghidupi cara mengelola dan juga tawaran dalam memelihara alam. Relevansi nilai-nilai ekoteologi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede terletak pada panggilan untuk menghidupi nilai-nilai tersebut sebagai tanggung jawab terhadap alam. Gereja diajak untuk menghidupi dan mengajarkan nilai-nilai kepada jemaat serta berpartisipasi dalam pengelolaan alam. Demikian pengelolaan industri tambak garam bukan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi jemaat dalam melestarikan alam, melainkan kehadiran alam dapat dikelola dan dirawat dengan baik menjadi anugerah dari Allah dan bagian tersendiri dalam membangun pertumbuhan ekonomi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede.

PASTORAL BAGI PELAKU SABUNG AYAM “Sebuah Studi Kasus Pastoral Terhadap Keterlibatan Majelis Jemaat dalam Praktik Sabung Ayam di Jemaat GMIT Lederui-Ledeunu, Klasis Sabu Barat Raijua”

CHINDY SISILIA WIDIAYARTI RADJA KUDJI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam yang mengandung unsur perjudian sebagai persoalan teologi pastoral dan etika pelayanan gereja. Praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai iman Kristen dan tata kehidupan bergereja, tetapi juga memunculkan krisis kepemimpinan dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keterlibatan pelayan gereja dalam praktik ini berdampak pada melemahnya integritas kepemimpinan, terganggunya relasi pelayanan, serta menurunnya kepercayaan jemaat terhadap gereja sebagai komunitas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kasus, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan majelis jemaat, menafsirkan kasus tersebut secara teologis, serta merumuskan rencana aksi pastoral yang bersifat kontekstual, operasional, dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Interpretasi teologis dilakukan dengan merujuk pada teks 1 Samuel 2:11-26 yang menggambarkan krisis kepemimpinan rohani akibat pembiaran terhadap dosa dan kegagalan tanggung jawab pelayan Tuhan. Teks ini menjadi dasar refleksi untuk memahami relasi antara jabatan pelayanan, tanggung jawab etis, dan kehidupan iman pelayan gereja. Kerangka teologi pastoral Howard Clinebell digunakan sebagai landasan untuk menata rencana aksi pastoral melalui fungsi pembimbingan, penopangan, penyembuhan, pemulihan, dan pemeliharaan sebagai proses yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam dipengaruhi oleh kebiasaan sosial yang terinternalisasi, tekanan ekonomi, lemahnya penghayatan jabatan pelayanan sebagai panggilan iman, serta kurangnya pendampingan pastoral yang personal dan berkelanjutan. Dampak dari praktik tersebut terlihat dalam krisis kepemimpinan gerejawi dan kebingungan nilai di tengah jemaat. Oleh karena itu, rencana aksi pastoral difokuskan pada pemulihan majelis jemaat sebagai subjek utama, dengan keterlibatan gereja, jemaat, dan keluarga sebagai ruang pendukung pemulihan iman dan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral tidak dapat berhenti pada teguran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan yang menyentuh dimensi personal, relasional, dan struktural, sehingga kepemimpinan gerejawi dapat dipulihkan dan persekutuan jemaat dibangun secara sehat dan bertanggung jawab.

IDEOLOGI KEKERASAN DALAM KITAB ESTER: Suatu Tinjauan Kritik Ideologi terhadap Ester 9:11-17 menurut Gale A. Yee dan Implikasinya bagi Pewartaan Firman yang Bertanggung Jawab di GMIT

ANDINI YULIANI LIUNIMA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ideologi kekerasan dalam Ester 9:11–17 dengan menggunakan pendekatan kritik ideologi menurut Gale A. Yee serta merefleksikan implikasinya bagi pewartaan firman yang bertanggung jawab di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Ester 9:11–17 merupakan bagian yang paling problematis dalam Kitab Ester karena memuat narasi pembalasan orang Yahudi terhadap musuh-musuh mereka yang dilegitimasi secara politis dan religius. Narasi ini tidak hanya merekam pengalaman keselamatan umat Yahudi di masa diaspora, tetapi juga membentuk cara pandang tertentu mengenai identitas komunal, relasi kuasa, dan pembenaran terhadap tindakan kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Metode tafsir yang digunakan adalah kritik ideologi, yang dilakukan melalui analisis intrinsik terhadap struktur naratif, penokohan, serta oposisi biner “kami” dan “mereka”, dan analisis ekstrinsik terhadap konteks sosial-politik serta ideologi yang melatarbelakangi teks. Melalui pendekatan ini, teks Alkitab dipahami bukan sebagai narasi yang netral, melainkan sebagai konstruksi ideologis yang mereproduksi dan melegitimasi kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam Ester 9:11–17 merupakan produk ideologis yang berperan dalam membentuk identitas komunal orang Yahudi dan menormalkan pembalasan sebagai bagian dari narasi penyelamatan. Dalam konteks GMIT, pembacaan kritis ini menolong para pelayan firman untuk tidak memberitakan teks secara literal dan normatif, melainkan secara reflektif, etis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pewartaan firman tidak menjadi sarana pembenaran kekerasan atas nama iman, tetapi berfungsi membentuk iman yang peka terhadap keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab moral Kata Kunci: Kritik Ideologi, Gale A. Yee, Ester 9:11–17, Kekerasan, Pewartaan Firman GMIT ABSTRACT This study aims to examine the ideology of violence in Esther 9:11–17 using the ideological criticism approach developed by Gale A. Yee and to reflect on its implications for responsible proclamation of the Word within the Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Esther 9:11–17 is one of the most problematic passages in the Book of Esther because it presents a narrative of Jewish retaliation against their enemies that is politically and religiously legitimized. This narrative not only records the experience of Jewish deliverance in the diaspora but also shapes particular perspectives on communal identity, power relations, and the justification of violence. This research employs a qualitative method with a library research approach. The interpretive method used is ideological criticism, carried out through intrinsic analysis of the narrative structure, characterization, and the binary opposition of “us” and “them,” as well as extrinsic analysis of the socio-political context and ideological background underlying the text. Through this approach, the biblical text is understood not as a neutral narrative, but as an ideological construction that produces and legitimizes violence. The findings indicate that the violence depicted in Esther 9:11–17 functions as an ideological product that shapes Jewish communal identity and normalizes retaliation as part of the deliverance narrative. In the GMIT context, this critical reading helps ministers of the Word avoid proclaiming the text in a literal and normative manner, and instead encourages a reflective, ethical, and responsible interpretation. Thus, the proclamation of the Word does not serve to justify violence in the name of faith, but contributes to the formation of faith that is sensitive to justice, humanity, and moral responsibility. Keywords: Ideological Criticism, Gale A. Yee, Esther 9:11–17, Violence, GMIT Proclamation of the Word

PELAYANAN KESEMBUHAN YANG HOLISTIK “Suatu Kajian Naratif dari Injil Markus 8:22-26 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina, Klasis Rote Barat Daya”

NORIS OKTOVIANA FOEH
2026 · Thesis · Open Access

Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada menafsir teks Injil Markus 8:22-26 untuk memberi makna dan sumbangsih bagi gereja khususnya gereja di GMIT Imanuel Oebitina dalam mengatasi masalah kesehatan. Kesembuhan perlu diberikan perhatian karena merupakan suatu tanggung jawab gereja sebagai persekutuan Kristus. Pelayanan gereja khususnya Jemaat Imanuel Oebitina, belum menerapkan dan memberikan pelayanan bagi mereka yang sakit secara holistik. Pelayanan gereja berfokus pada mendoakan dari mimbar gereja tanpa ada upaya praktis yang dilakukan serta program gereja yang belum menyentuh aspek kesehatan. Tujuan dari penulisan skripsi ini Adalah untuk menyikapi masalah sakit-penyakit dan upaya pelayanan yang dilakukan gereja dengan memaknai tindakan pelayanan Yesus terhadap mereka yang sakit sesuai hasil penafsiran teks Markus 8:22-26. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode tafsir naratif. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal penting. Pertama, pelayanan penyembuhkan Yesus bersifat holistik. Kedua, pelayanan aksi nyata yang dilakukan Yesus adalah dengan pendekatan personal dan intim dengan mereka yang sakit. Ketiga, pentingnya komunitas dalam proses penyembuhan. Selain itu Tindakan praktis yang dapat dilakukan gereja adalah memberikan perhatian bagi pelayanan yang telah dirumuskan dalam pokok-pokok eklesiologinya bahwa diakonia tidak hanya diperuntukkan bagi janda, duda dan yatim piatu tapi juga bagi mereka yang sakit. Kata-kata kunci: Injil Markus, Kesembuhan Holistik, Gereja, GMIT Imanuel Oebitina.

PENGASUHAN ANAK-ANAK PANTI ASUHAN : Suatu Tinjauan Teologi Pastoral terhadap Nilai-nilai dalam Pengasuhan Anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang

VEREN AYUNDA AMA KII
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang dan berangkat dari realitas pengasuhan anak-anak panti asuhan yang tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dimensi emosional, sosial, dan spiritual anak. Dalam praktiknya, pola pengasuhan yang diterapkan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai pastoral yang mendukung pertumbuhan holistik anak, seperti kasih, penerimaan, pemeliharaan, dan pembimbingan yang aman dan membangun. Berdasarkan realitas tersebut, persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai pastoral diwujudkan dalam praktik pengasuhan anak-anak panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengasuhan anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang serta meninjaunya secara teologis berdasarkan pendekatan konseling pastoral. Kerangka teoretis penelitian ini menggunakan teori konseling pastoral Howard Clinebell, khususnya lima fungsi pastoral, yaitu menyembuhkan (healing), menopang (sustaining), membimbing (guiding), memulihkan (reconciling), dan memelihara pertumbuhan (nurturing), namun penulis lebih fokus pada fumgsi membimbing (guiding). Teori ini digunakan untuk menilai sejauh mana nilai-nilai pastoral terealisasi dalam praktik pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengasuh dan anak-anak panti asuhan, serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori konseling pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pastoral telah diupayakan dalam praktik pengasuhan, namun belum dijalankan secara konsisten dan optimal. Refleksi teologis dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menegaskan bahwa anak-anak adalah pribadi berharga di hadapan Allah yang berhak menerima pengasuhan yang manusiawi, memerdekakan, dan membimbing. Pengasuh dipanggil sebagai rekan sekerja Allah untuk menghadirkan relasi yang aman, menerima, dan menyembuhkan, sementara gereja memiliki tanggung jawab pastoral untuk memperlengkapi dan mendampingi pengasuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan yang utuh memerlukan sinergi antara pengasuh dan gereja untuk menumbuhkan kesejahteraan holistik dan nilai-nilai pastoral pada anak-anak panti asuhan.

MENJADI MITRA ALLAH DALAM PENDIDIKAN "Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Program The Parenting Project di Sanggar Belajar "School of Life" dan Implementasinya di Jemaat GMIT Efrata Karisin"

NAEMA BENU
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kerap kali dalam dunia pendidikan perhatian masyarakat lebih tertuju pada guru, sekolah, metode pengajaran, dan kurikulum sebagai penentu utama keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak, sementara peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama kurang mendapat perhatian. Cara pandang tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak, termasuk dalam konteks pendidikan nonformal di Jemaat GMIT Efrata Karisin melalui Sanggar Belajar School of Life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Program The Parenting Project di Jemaat GMIT Efrata Karisin serta merefleksikannya dalam perspektif teologi sosial sebagai bentuk kemitraan orang tua dengan Allah dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan majelis jemaat, tutor School of Life, serta orang tua peserta Program The Parenting Project, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan teori keterlibatan orang tua dari Joyce L. Epstein sebagai kerangka analisis pendidikan dan pendekatan teologi sosial menurut Banawiratma yang menempatkan penyelidikan sosial sebagai dasar refleksi iman dalam memahami realitas pendidikan jemaat secara kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program The Parenting Project berperan penting dalam menggeser cara pandang orang tua dari sikap menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah menuju kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak. Program ini mendorong pola pengasuhan yang lebih dialogis, mendukung perkembangan belajar anak, serta memperkuat peran gereja sebagai agen transformasi sosial di bidang pendidikan. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan evaluasi yang konsisten agar dampaknya tetap terjaga.

ALLAH MEMBERKATI PEREMPUAN “Suatu Tafsir Feminis Kritis Terhadap Hakim-Hakim 4:17-24; 5:24-27 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Alfa Omega Labat”

HILDA MARIA MUSUS
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penindasan gender merupakan persoalan serius yang masih dihadapi dalam kehidupan bergereja di GMIT. Keberadaan jemaat yang hidup dalam konteks masyarakat dengan budaya patriarki yang kuat turut membentuk sistem sosial yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat, kurang didengar, dan kerap dipahami sekadar sebagai pelengkap laki-laki. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkapkan suara, perasaan, emosi dan tindakan Yael dalam teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27 yang selama ini terpinggirkan dalam pembacaan Alkitab yang dipengaruhi struktur patriarki serta mengimplikasikannya bagi jemaat GMIT Alfa Omega Labat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode feminis kritis Elisabeth Schüssler Fiorenza yang menafsirkan teks dari pengalaman konkret perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27, menegaskan bahwa kekerasan tidak dibenarkan, melainkan dipahami dalam konteks krisis kehidupan dan ketiadaan sistem keadilan, sehingga penekanan teks terletak pada keberpihakan Allah terhadap kehidupan dan pembebasan dari penindasan. Suara Yael dalam teks ini menegaskan keberanian, kepekaan, dan tanggung jawab moral sebagai sikap iman yang berpihak pada kehidupan. Temuan ini menegaskan bahwa Allah memberkati perempuan bukan karena status sosial atau kepatuhan pada struktur patriarki, melainkan karena keberanian dan tanggung jawab etisnya, sehingga Jemaat GMIT Alfa Omega Labat dipanggil untuk keluar dari struktur patriarki yang menindas serta secara berani, bertanggung jawab, peka, dan cerdik menghadirkan pembebasan

MEMBERI DENGAN KERELAAN HATI Suatu Tafsir Historis Kritis Terhadap 1 Tawarikh 29:1-9 dan Implikasinya Bagi Pemaknaan Persembahan Pembangunan di GMIT Bait’EL Naimata

MELFIN LEDOH
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini membahas makna teologis tindakan memberi dalam konteks pembangunan rumah Tuhan melalui kajian terhadap 1 Tawarikh 29:1–9. Teks ini dipilih karena secara eksplisit menekankan kerelaan hati sebagai dasar utama dalam memberi, yang sering kali diabaikan dalam praktik kehidupan bergereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks historis dan teologis 1 Tawarikh 29:1–9, merumuskan kerygma teologis yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji implikasinya bagi pemaknaan persembahan pembangunan di GMIT Bait’EL Naimata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir historis-kritis, yang dilengkapi dengan refleksi teologis normatif. Data primer diperoleh dari teks Alkitab 1 Tawarikh 29:1–9, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir, buku teologi, dan sumber akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan memberi dalam teks ini merupakan respons iman atas kasih karunia Allah, yang diwujudkan melalui kerelaan hati, keteladanan pemimpin, dan partisipasi komunal. Memberi tidak dipahami sebagai kewajiban struktural atau tekanan sosial, melainkan sebagai ekspresi syukur, ketaatan, dan sukacita dalam relasi dengan Allah. Implikasi teologisnya bagi GMIT Bait’EL Naimata menegaskan pentingnya membangun spiritualitas memberi yang berpusat pada kerelaan hati, sehingga persembahan pembangunan tidak dipahami sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman umat.

KERUSAKAN PANTAI Suatu Tinjauan Eko-teologi terhadap Kerusakan Pantai Akibat Aktivitas Penambangan Pasir dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur”

FIGA PAULINA LONGO
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berfokus pada permasalahan kerusakan pantai akibat aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Manuoen. Aktivitas penambangan tersebut terus berlangsung meskipun jemaat menyadari dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Fokus penelitian ini berangkat dari realitas kerusakan lingkungan pesisir yang semakin meningkat dari waktu ke waktu sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia, yang berdampak signifikan baik bagi keberlangsungan kehidupan manusia maupun bagi kelestarian alam itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan jemaat, menganalisis penyebab serta dampak kerusakan pantai, dan mengkaji implikasi kerusakan tersebut bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami pengalaman hidup dan realitas jemaat dalam keterlibatannya pada aktivitas penambangan pasir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tinjauan ekoteologi, khususnya teori ekofeminisme Sally McFague tentang The Body of God. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, penyebab utama kerusakan pantai adalah dominasi pandangan antroposentris, meningkatnya tuntutan ekonomi, serta budaya jemaat yang cenderung memandang alam semata-mata sebagai objek eksploitasi. Kedua, kerusakan pantai memberikan dampak yang signifikan tidak hanya terhadap keberlanjutan kehidupan jemaat, tetapi juga terhadap keseimbangan ekosistem lingkungan pesisir. Ketiga, kerusakan pantai tidak hanya merupakan persoalan ilmiah dan ekologis, melainkan juga mencerminkan krisis moral dan spiritual, sehingga gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat. Keempat, perspektif alam semesta sebagai tubuh Allah mendorong jemaat untuk memandang alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari tubuh Allah yang harus dihargai, dirawat, dan dilestarikan sebagai wujud tanggung jawab iman kepada Sang Pencipta.

PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KELURAHAN SULAMU

JEKLIN JULIANA NAFI
2026 · Thesis · Open Access

Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Sulamu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu, serta menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara simultan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Akuntansi (X1), Skala Usaha (X2), dan Penggunaan Informasi Akuntansi (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu UMKM yang berada di Kelurahan Sulamu sebanyak 149 usaha sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji koefisien determinasi, uji t dengan bantuan Software SPSS. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Ditemukan juga bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebutuhan yang ditentukan oleh ukuran usaha lebih dominan dari pada kemampuan memahami akuntansi dalam menentukan penggunaan informasi akuntansi sehingga penggunaan informasi akuntansi tidak tergantung pada seberapa paham seseorang tentang akuntansi, melainkan pada seberapa besar atau kompleks usaha yang di kelola karena skala usaha yang berbeda membuat informasi akuntansi menjadi perlu atau tidak perlu.

AGAMA SIPIL (CIVIL RELIGION) DALAM RUANG PUBLIK : Kajian Sosio-Teologis atas Pemikiran Robert Neelly Bellah dan Implikasinya bagi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Nusa Tenggara Timur (NTT)

PUTRA DINO EFRIAN SUEK
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji konsep Civil Religion (agama sipil) dalam pemikiran Robert N. Bellah serta implikasinya bagi refleksi teologi Kristen dan peran Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Agama sipil dipahami sebagai bentuk religiusitas publik yang menampilkan simbol, ritus, dan nilai-nilai transenden dalam ruang kenegaraan tanpa terikat pada agama formal tertentu. Bellah melihat agama sipil bukan sekadar alat legitimasi negara, melainkan juga memiliki fungsi profetis untuk mengoreksi penyimpangan moral dalam kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui penelitian kepustakaan terhadap karya-karya utama Robert Bellah serta literatur teologi dan sosiologi agama yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan kritis-reflektif untuk menilai kontribusi dan keterbatasan konsep agama sipil dari perspektif teologi Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama sipil memiliki potensi positif dalam membangun nilai moral bersama dan memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat majemuk. Namun demikian, agama sipil juga mengandung risiko teologis apabila gereja terjebak dalam sakralisasi negara, nasionalisme berlebihan, atau kedekatan yang tidak kritis dengan kekuasaan. Dalam konteks GMIT sebagai gereja mayoritas di Nusa Tenggara Timur, agama sipil tampak dalam keterlibatan gereja di ruang publik, baik melalui ritus kenegaraan maupun peran sosialnya. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk bersikap kritis dan profetis, menjaga kesetiaan pada pengakuan iman bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan kasih dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya refleksi teologi publik agar gereja mampu berperan secara relevan tanpa kehilangan identitas dan integritas iman Kristen.

BERJUMPA DENGAN ALLAH DI SAWAH : Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual terhadap Kehidupan Para Petani dan Relevansinya Bagi Peran Gereja di GMIT Kasih Karunia Oesao, Klasis Kupang Timur

BERLIAN YAKOBA KAPITAN
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah mengenai kehidupan para petani di GMIT Kasih Karunia Oesao, ditinjau dari teologi kontekstual dan relevansinya bagi peran Gereja di GMIT Kasih Karunia Oesao. Dalam realitas yang ditemukan bahwa kehidupan para petani juga menjadi tempat perjumpaan dengan Allah di sawah, melalui kerja, penderitaan, dan keberhasilan para petani. Maka penulis menemukan bahwa Gereja masih memiliki keterbatasan untuk menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani. Gereja diharapkan untuk melihat kehidupan para petani yang merupakan tempat Allah hadir dan berkarya di dalamnya untuk membangun suatu program yang menjawab kebutuhan para petani. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis, dan reflektif. Dalam menganalisis kehidupan petani, penulis menggunakan teori C.S Song yang menekankan kehadiran Allah dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawah tidak hanya sebagai sumber kehidupan para petani, tetapi sawah merupakan pusat kehidupan. Maka itu, teologi para petani dibangun dari penderitaan, kerja keras, dan ketergantungan pada alam. Untuk itu, penulis memberikan sumbangsih bagi pelayanan Gereja untuk dapat menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani berdasarkan teologi para petani dengan menjadi Gereja yang kontekstual, berdampak pada masyarakat sosial, dan menjalankan pelayanan yang holistik bagi masyarakat pedesaan.

SPIRITUALITAS SOSIAL DALAM DOA BAPA KAMI: Tafsir Sosio-Historis terhadap Injil Matius 6:5-15 dan Implikasinya bagi Kehidupan Spiritualitas Pemuda di Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, Klasis Pantar Barat

ANGGRI ESTERINA PUTRI DETHAN
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa Doa Bapa Kami dalam Injil Matius 6:5-15 kerap dipahami terutama sebagai praktik spiritual personal, sementara dimensi sosial dan komunal yang melekat pada doa tersebut kurang mendapat perhatian. Situasi ini juga tampak dalam kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, yang meskipun hidup dalam budaya komunal, cenderung memaknai doa sebagai relasi individual dengan Allah dan belum sepenuhnya menghayati implikasi sosialnya. Karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada pemaknaan Doa Bapa Kami sebagai dasar spiritualitas sosial serta implikasinya bagi kehidupan spiritualitas pemuda dalam konteks jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji latar belakang dan orientasi teologis Injil Matius, merumuskan kerygma teologis Matius 6:5-15, serta menjelaskan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan spiritualitas pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Penelitian ini juga bertujuan menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami tidak hanya berfungsi sebagai formula doa, tetapi sebagai ajaran yang membentuk cara hidup beriman dalam relasi dengan Allah dan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui metode tafsir sosio-historis, dengan memperhatikan latar belakang sosial, historis, dan religius komunitas Kristen-Yahudi penerima Injil Matius. Melalui pendekatan ini, teks Injil Matius 6:5-15 dipahami dalam konteks kritik Yesus terhadap kesalehan yang bersifat performatif serta upaya pembentukan identitas komunitas yang setara dan solider. Hasil penafsiran kemudian didialogkan dengan konteks kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami mengandung kerygma tentang spiritualitas sosial, yaitu spiritualitas yang mengintegrasikan relasi intim dengan Allah dan tanggung jawab etis dalam kehidupan bersama. Struktur doa yang bersifat komunal, penggunaan kata ganti jamak, serta penekanan pada pengampunan dan kebergantungan bersama menegaskan bahwa doa ini membentuk kesadaran kolektif dan solidaritas komunitas. Dalam konteks pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, Doa Bapa Kami menolong pemuda mengembangkan spiritualitas yang tidak hanya berorientasi personal, tetapi juga peka terhadap kehidupan bersama dalam kehidupan bergereja.

KRISTUS SEBAGAI KURBAN YANG FINAL Suatu Tafsir Historis–Kritis terhadap Ibrani 9:11-14 Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Folbo', Klasis Alor Barat Laut

ARTHUR BARRY IMANUEL GILBERT
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Dalam kehidupan bergereja, masih ada segelintir orang yang terjebak di dalam suatu sikap sinkretis karena terpaku kepada kebudayaan. Kebudayaan memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, namun dalam kebudayaan terdapat bagian-bagian yang bertentangan dengan sisi teologis Kekristenan, terkhususnya pada sistem kurban dalam kebudayaan yang dianggap masih perlu dan masih dapat dilakukan dengan mengacu pada sisi teologis. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan esensi dari kurban yang masih dilakukan jemaat, sehingga mereka dapat memahami secara teologis apa yang mereka lakukan. Di sini penulis menggunakan pendekatan tafsir Historis-Kritis terhadap teks Ibrani 9:11-14 dan menggunakan mix method sebagai bagian dalam proses penulisan sehingga tidak hanya melihat dari segi pustaka tetapi juga dari segi kehidupan jemaat. Setelah melakukan penafsiran dan menggali kerygma, penulis menemukan bahwa dalam teks yang ada, Kristus digambarkan sebagai seorang Imam Besar yang datang sebagai penggenap dan menjadi kurban yang hidup bagi perjanjian yang baru, sehingga dengan pemberian diri Kristus, manusia tidak lagi memerlukan pencurahan darah lain karena semuanya itu telah ada di dalam Kristus sebagai kurban yang final, akan tetapi dalam kebudayaan yang sulit untuk dirubah, perlu adanya reinterpretasi atau menggali esensi lain yang ada dalam sistem yang berbalut kebudayaan dan bagaimana kaitannya dengan Kristus.

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK Suatu Tinjauan Historis Kritis Terhadap 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 dan Implikasinya Bagi Majelis Jemaat di GMIT Kemah Ibadat Airnona

FRICHA ELISABETH HAWU HABA
2026 · Thesis · Open Access

Dalam teks 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 menceritakan tentang kemerosotan moral keluarga imam Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Teks mengungkapkan bahwa sebagai imam, Hofni dan Pinehas melakukan kejahatan yang merendahkan Allah, bahkan melibatkan para perempuan untuk melakukan dosa perzinahan di kemah pertemuan. Berdasarkan persoalan moral ini, penulis hendak meneliti untuk mencari tahu faktor-faktor penyebab kemerostan moral Hofni dan Pinehas. Metode penelitian yang dilakukan penulis ialah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan historis kritis. Analisis yang dilakukan penulis berangkat dari kajian konteks historis, analisis kata Ibrani, sehingga pada bagian menafsir penulis dapat mengetahui setiap makna dan ayat kunci untuk menemukan kerygma yang terkandung dalam teks. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor penyebab kemerosotan moral Hofni dan Pinehas, yaitu diri sendiri yang menolak otoritas Allah, pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan Eli sebagai orang tua. Dalam kaitannya dengan konteks masa kini, teks ini relevan dengan pergumulan majelis jemaat di GMIT kemah Ibadat Airnona terhadap kemerosotan moral anak yang melakukan miras, merokok, perjudian, malas bergereja, pernikahan beda agama, mencuri dan malas beribadah. Berdasarkan data yang didapatkan penulis, faktor penyebab kemerosotan moral anak majelis jemaat ialah individual, pola pengasuhan orang tua dan lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, maka penulis mengusulkan agar persoalan mengenai kemerosotan moral anak tidak bisa dilihat sebagai persoalan biasa, melainkan persoalan relasional dengan Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak secara rohani harus dilakukan berulang-ulang kali, tanpa dibatasi oleh usia.

TRANSFORMASI KONFLIK KARENA KEHADIRAN ALLAH : Tafsir Naratif Kejadian 37:1-11 dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Sarfat Daeloni, Klasis Rote Tengah

ALBERT GILBART BANA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk memandang konflik bukan semata-mata sebagai realitas yang bersifat negatif dan merugikan, melainkan sebagai ruang penyingkapan diri dan peluang transformasi dalam kehidupan manusia. Dengan tujuan tersebut, tulisan ini mengkaji Kejadian 37:1-11 melalui pendekatan tafsir naratif untuk memahami bagaimana konflik dalam keluarga Yakub, khususnya antara Yusuf dan saudara-saudaranya, berfungsi sebagai ruang awal pembentukan diri yang berlangsung melalui dinamika relasi yang tidak ideal. Konflik dipahami sebagai hasil dari pilihan dan tindakan manusia yang bebas, namun di dalamnya tetap terbuka kemungkinan terjadinya perubahan dan pendewasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pendekatan tafsir naratif dipakai untuk membaca teks sebagai sebuah kisah yang utuh dengan memperhatikan alur, tokoh, dan konflik, sehingga kerygma dipahami melalui dinamika cerita dan perkembangan relasi antartokoh. Dalam tafsir naratif ini, konflik tidak dilihat sebagai tujuan akhir narasi, melainkan sebagai medium yang membuka ruang refleksi diri, kesadaran akan keterbatasan manusia, serta peluang bagi terjadinya transformasi. Pemahaman tersebut kemudian dibaca secara sejalan dengan realitas konflik yang dialami oleh Jemaat GMIT Sarfat Daeloni, Klasis Rote Tengah. Konflik jemaat tidak dipahami sebagai kegagalan kehidupan bergereja, tetapi sebagai realitas yang mengandung potensi pembentukan diri apabila dihadapi secara reflektif dan bertanggung jawab. Dalam kerangka ini, kehadiran Allah dipahami bukan sebagai penghapus konflik atau penentu langsung tindakan manusia, melainkan sebagai kehadiran yang menyertai proses kehidupan manusia, bahkan ketika konflik terjadi sebagai hasil dari kebebasan manusia itu sendiri. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan tujuan untuk memperkuat pemahaman teologis bahwa konflik dapat menjadi ruang pendewasaan iman, pemulihan relasi, dan pertumbuhan kehidupan bersama dalam komunitas jemaat.

YESUS DAN NIR-KEKERASAN SUATU TINJAUAN KRITIK IDEOLOGI TERHADAP LUKAS 19:1-10 DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMAHAMAN NIR-KEKERASAN DI GMIT DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK

WILLIAM CORNELIS MBUILIMA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana narasi perjumpaan Yesus dan Zakheus dalam Lukas 19:1–10 memuat konstruksi ideologis tertentu, serta sejauh mana narasi tersebut dapat dibaca sebagai dasar teologis bagi pemahaman nir- kekerasan dalam upaya penyelesaian konflik di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Fokus ini muncul dari kenyataan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan bergereja di GMIT. Cara konflik ditangani mencerminkan pilihan-pilihan teologis dan struktural tertentu, yang penting untuk dianalisis secara kritis guna melihat sejauh mana penanganan tersebut berkontribusi pada pemulihan relasi dan penguatan persekutuan gerejawi. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi dominan yang bekerja di balik teks Lukas 19:1–10, menelusuri ideologi alternatif yang ditampilkan melalui tindakan Yesus, serta merumuskan kontribusi teologisnya bagi pengembangan pemahaman nir-kekerasan dalam konteks penyelesaian konflik di GMIT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui kritik ideologi dengan analisis intrinsik dan ekstrinsik, sehingga teks dibaca sebagai produk sosio-historis yang berelasi dengan struktur kuasa, eksklusi sosial, dan dinamika kekerasan yang dilembagakan dalam konteks Kekaisaran Romawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas 19:1–10 merefleksikan ideologi dominan berupa etnosentrisme religius yang melegitimasi eksklusi sosial dan kekerasan kultural terhadap Zakheus sebagai pemungut cukai. Di tengah konstruksi tersebut, tindakan Yesus menghadirkan ideologi alternatif berupa praksis nir-kekerasan yang bersifat relasional dan transformatif, yang membuka ruang pertobatan, pemulihan relasi sosial, dan keadilan ekonomi tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan bahwa nir-kekerasan dalam Injil Lukas berfungsi sebagai strategi teologis aktif yang relevan untuk mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik di GMIT yang berorientasi pada rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan.

GEREJA YANG MERANGKUL JEMAAT LANJUT USIA: Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Dalam Upaya Mengoptimalkan Pelayanan Bagi Jemaat Lanjut Usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa

KACI FEBRIANI SAEPITO
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tulisan ini berangkat dari realitas pelayanan gereja terhadap jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa yang belum berjalan secara optimal. Jemaat lanjut usia sebagai kelompok minoritas dalam jemaat ini kurang mendapat perhatian serius dari gereja. Permasalahan jemaat lanjut usia bersifat kompleks dan saling berkaitan, meliputi aspek fisik, ekonomi, sosial, dan spiritual, yang berdampak pada rendahnya partisipasi mereka dalam kehidupan bergereja serta program pelayanan yang dirancangkan menjadi kurang relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konteks jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa khususnya anggota jemaat lanjut usia, menganalisis pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia berdasarkan teori pendampingan pastoral dari Aart van Beek, serta merumuskan refleksi teologis terhadap pelayanan pastoral yang relevan bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari satu orang pendeta, satu koordinator kategorial lansia, satu koordinator unit pelayanan pastoral, dan tujuh anggota jemaat lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa belum menyentuh kebutuhan nyata jemaat secara holistik. Pelayanan yang ada cenderung berfokus pada program yang direncanakan tanpa melihat kondisi jemaat lanjut usia yang berhadapan dengan keterbatasan fisik dan kompleksitas pergumulan hidup. Berdasarkan analisis fungsi pendampingan pastoral Aart van Beek, penelitian ini menegaskan bahwa fungsi mengutuhkan menjadi pusat pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia. Pelayanan pastoral yang mengutuhkan, holistik, dan kontekstual menjadi wujud nyata kehadiran gereja yang merangkul jemaat lanjut usia sebagai subjek pastoral yang bermartabat dan bernilai bagi kehidupan bergereja.

KEBAHAGIAAN SEBAGAI PEMBERIAN ALLAH Tafsir Historis-Kritis atas Pengkhotbah 5:9-19 dan Implikasinya Bagi Pemaknaan Kekayaan Dalam Konteks Jemaat GMIT Kalvari Maumere

YUNI OKTAVIA NAWA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan teologis mengenai pemaknaan kekayaan dan kebahagiaan dalam kehidupan umat beriman. Dalam konteks masyarakat modern, termasuk di tengah jemaat GMIT Kalvari Maumere, kekayaan sering dipahami sebagai ukuran utama keberhasilan hidup sekaligus sumber kebahagiaan. Cara pandang ini berpotensi menimbulkan reduksi teologis, ketika kebahagiaan dilepaskan dari relasinya dengan Allah dan dipersempit menjadi capaian material semata. Pengkhotbah 5:9–19 menghadirkan kritik yang tajam terhadap kecenderungan tersebut. Namun, teks ini kerap dibaca secara normatif dan aplikatif tanpa pendalaman historis-kritis yang memadai, sehingga pesan teologisnya tidak selalu dipahami secara utuh sesuai dengan konteks kemunculannya. Oleh karena itu, diperlukan pembacaan yang lebih cermat untuk menangkap makna teologis teks sekaligus relevansinya bagi kehidupan jemaat masa kini. Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana konteks historis dan kerygma teologis Pengkhotbah 5:9–19 memahami relasi antara kekayaan dan kebahagiaan, serta bagaimana pesan tersebut dapat direfleksikan secara kontekstual dalam kehidupan jemaat GMIT Kalvari Maumere. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan Pengkhotbah 5:9–19 melalui pendekatan historis-kritis guna mengungkap pesan teologisnya dan mendialogkannya dengan realitas hidup jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir historis-kritis melalui studi pustaka, yang meliputi analisis konteks historis, kritik sumber, kritik redaksi, serta kajian terhadap terminologi kunci seperti hebel, amal, dan yithron. Selain itu, metode kualitatif melalui wawancara digunakan untuk membaca relasi antara dunia teks dan pengalaman konkret jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengkhotbah 5:9–19 tidak menolak kerja dan kekayaan, melainkan mengkritik sikap manusia yang memutlakkan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan. Teks ini menegaskan bahwa kemampuan menikmati hasil jerih lelah dan menjalani hidup secara bermakna merupakan pemberian Allah. Dengan demikian, kebahagiaan dipahami sebagai anugerah ilahi yang dialami dalam relasi yang benar dengan Allah, sehingga kekayaan ditempatkan secara proporsional dalam kehidupan iman jemaat.

YESUS DAN TRANSFORMASI CARA PANDANG TERHADAP INSAN DENGAN DISABILITAS: SUATU KAJIAN NARATIF TERHADAP INJIL LUKAS 18:35-43 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN INSAN DENGAN DISABILITAS DI JEMAAT GMIT EFRATA OELMASI

RILLA ANASTASYA SOLO
2026 · Thesis · Open Access

Pelayanan terhadap Insan dengan Disabilitas (IDD) dalam konteks gereja lokal masih menghadapi persoalan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan struktural. Hambatan akses, stigma, serta praktik pengucilan membatasi partisipasi dan pemulihan martabat IDD, sementara disabilitas kerap dipahami secara sempit dan belum ditempatkan sebagai isu teologis dan eklesiologis yang mendesak. Bertolak dari realitas tersebut, penelitian ini memfokuskan diri pada penafsiran teks Alkitab sebagai kontribusi teologis bagi pengembangan pelayanan gereja yang inklusif terhadap IDD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana narasi Lukas 18:35–43 merepresentasikan tindakan pemulihan Yesus terhadap IDD serta menghadirkan implikasi teologis dan praksis yang mentransformasi cara pandang gereja terhadap disabilitas, khususnya dalam konteks pelayanan Jemaat GMIT Efrata Oelmasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode kritik naratif, yang membaca teks sebagai satu kesatuan cerita dengan memperhatikan alur, karakter, latar, dan sudut pandang pencerita dalam konteks sosial dan teologis Injil Lukas. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, tindakan Yesus yang berhenti, mendengar, dan berdialog menegaskan bahwa pemulihan dimulai dari pengakuan martabat dan relasi yang memanusiakan, yang menjadi dasar tanggung jawab gereja dalam pelayanan terhadap IDD. Kedua, iman yang melihat bukan iman yang berhenti pada pengakuan, melainkan iman yang menuntut tindakan konkret gereja melalui pelayanan diakonia yang bergerak melampaui pola karitatif menuju diakonia transformatif. Ketiga, pemulihan Yesus bersifat transformasional karena tidak hanya memulihkan individu, tetapi juga mengubah sikap dan struktur komunitas menuju penerimaan dan partisipasi yang setara bagi IDD dalam kehidupan umat Allah.