Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 58 dari 195

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ROTE NDAO

SHELLA ANGGRAINY PELLO
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.

PENGARUH KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021)

MEGAWATI AMNAHAS
· Thesis · Open Access

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Komite Audit Terhadap Manajemen Laba. (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Komite Audit penting bagi perusahaan untuk mengontrol atau bertanggung jawab untuk memastikan laporan keuangan bagi perusahaan. Selain itu Manajemen Laba dibutuhkan sebagai control kondisi perusahaan dan kinerja perusahan untuk mengetahui laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji, Apakah komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI? Konsep penelitian ini adalah Komite audit yaitu komite yang beranggotaan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris dan dapat meminta kalangan luar dengan berbagai ke ahlian,pengalaman, dan kualitas lain yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan komite audit. Manajemen laba yaitu salah satu strategi dalam akuntansi yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi perusahaan dan kinerja perusahaan. Selain itu, pada umumnya strategi manajemen digunakan oleh manajer perusahaan dalam melakukan intervensi informasi dari laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021, sedangkan sampel 15 perusahaan sub sektor makanan dan minuman. Sampel diperoleh dengan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komite audit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap manajemen laba.

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN RASIO AKTIVITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI BUDI ARTHA KABUPATEN ALOR

GINO RELEGIUS PANDU
· Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul: Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerjarja Keuangan Pada Koperasi Budi Artha” masalah yang diambil dalam penelitian ini adalahPengaruh Rasio Profitabilitas Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan Pada Koperasi Budi Artha. Adapaun konsep pemikiran dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut Profitabilitas merupakan salah satu indikator yang penting untuk menilai suatu perusahaan.Profitabilitas selain digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga untuk mengetahui efektifitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya, Rasio Aktivitas merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya, atau dapat pula dikatakan rasio digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan, Kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efesiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi budi Artha 2016 – 2020 Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi budi artha tahun 2016 - 2020 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan melihat, mempelajari dan menguntip dukumen-dokumen yang berupa laporan keuangan yang dimiliki oleh koperasi budi artha cabang alor Pada analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator emprik masing-masing konsep sebagai berikutRasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas Kinerjarja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengn menggunakan regresi berganda sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikutSecara umum rasio profitabilitas berpengaruh positif terhadap rasio kinerja keuangan koperasi Budi Artha.Secara umum rasio aktivitas berpengaruh positif terhadap rasio kinerja keuangan koperasi Budi Artha.Koperasi Budi Artha perlu mempertahankan rasio profitabilitas kerena ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan.Koperasi Budi Artha perlu mempertahankan rasio profitabilitas kerena ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS 1 DI SMP NEGERI 5 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

SAVRET TOMMY SEMUEL KOLIBEL
· Thesis · Open Access

Media merupakan sebagai sarana untuk membawah informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidika dan siswa. Penelitian ini adalah merupakan penggunaan media pembelajaran online terhadap pembelajaran penjasorkes. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran online terhadap pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas Vll di SMP Negeri 5 Kota Kupang. Metode penelitian:Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Hasil dan pembahasan:penggunaan media dalam proses pembelajaran online meggunakan whatsap dan zoom sehingga memudahkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. siswa di SMP Negeri 5 Kota Kupang dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran penjasorkes pada SMP Negeri 5 Kota Kupang5 menggunakan media whatsap dan zoom sehingga mempermudah siswa dalam dalam mengikuti proses pembelajaran. Ada juga kendala dalam menggunkannya seperti jaringan dan hp android yang tidak dimiliki semua siswa. Simpulan: Penggunaan media pembelajaran online terhadap pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas Vll di SMP Negeri 5 Kota Kupang meggunakan whatsap dan zoom sehingga memudahkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Kendala dalam menggunkannya seperti jaringan dan hp android yang tidak dimiliki semua siswa

IMPLEMENTASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SD INPRES NOELBAKI

LOID JIBRAEL TAFULLY
· Thesis · Open Access

ABSTRAK IMPLEMENTASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SD INPRES NOELBAKI Loid J. Tafully1*, M. Rambu P. Wasak2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, implementasi pola hidup bersih dan sehat di SD Inpres Noelbaki sudah di terapkan namun masih ada beberapa siswa yang mampu menerapkannya secara baik dan benar, di karenakan usia yang masih sangat mudah sehingga mereka kurang memahaminya. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pola hidup bersih dan sehat dalam hubungan dengan pendidikan karakter siswa pada SD Inpres Noelbaki. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes, dan siswa kelas III di SD Inpres Noelbaki. Hasil dan pembahasan: Implementasi pola hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan para guru dan siswa untuk hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pola hidup bersih dan sehat dalam pendidikan karakter sudah di terapkan di SD Inpres Noelbaki dan siswa/siswi sudah dapat menyikapinya namun masih ada beberapa siswa yang menerapkannya secara baik dan benar, di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah. Simpulan: Implementasi pola hidup bersih dan sehat yang di laksanakan di SD Inpres Noelbaki sudah di jalankan dengan baik. Namun dalam mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat masih ada siswa yang menerapkannya secara benar. Hal ini di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah. Katakunci: Pola hidup bersih dan sehat; ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF CLEAN AND HEALTHY LIFESTYLE IN CHARACTER EDUCATION AT SD INPRES NOELBAKI Loid J. Tafully1*, M. Rambu P. Wasak2, Yahya J. Palinata3 1,2, Recreation, Health and Physic Study Program, Teacher Training Faculty, Artha Wacana Christian University email. [email protected] Backgroud: Latar belakang: SD Inpres Noelbaki has implemented the clean and healthy lifestyle however; some students did not equally apply well in their daily life. It happened as the students were too young to understand the concept of clean and healthy lifestyle. Aim of study: the aim of study was to know the implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki. Research method: Descriptive qualitative method was used as a technique to collect the data. The data was collected through observation, interview, and documentation. The techniques of analysing the data were data reduction, data presentation, and conclusion. The samples of research were the headmaster, sports teachers, and the third year students of SD Inpres Noelbaki. Result and discussion: The implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki was one of the strategies to increase teachers and students’ healthy lifestyle. The result showed that the implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki increased significantly, however, some students did not implement well in their daily life due to the age problem. Conclusion: The clean and healthy lifestyle ran perfectly in SD Inpres Noelbaki. However, some students found it difficult to implement in their daily life due to the age issue. Key words: Clean, healthy, lifestyle

ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA DOSEN FAKULTAS EKONOMI UKAW KUPANG

FRANSISKA FINELDA BERE
· Thesis · Open Access

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan batas tidak kena pajak pada pajak subjektif yang diberikan kepada wajib pajak, yang ditentukan dari keadaan diri wajib pajak dan status perpajakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peningkatan PTKP terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada dosen fakultas ekonomi ukaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang memiliki NPWP yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) memberikan pengaruh yang positif dan Signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW, yakni meliputi kepatuhan dalam membayar pajak tepat waktu, mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, melaporkan SPT tepat waktu, dan melunasi denda/sanksi administrasi. Sehingga Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak bisa mendorong Wajib Pajak Orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang untuk tetap patuh atau taat terhadap pemerintah dan signifikan sebesar 96,4%

IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL, DAN MENENGAH PADA LAPORAN KEUANGAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

CHATRYN GRACELA DEBORA HOLBALA
· Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Implementasi SAK EMKM dalam menyusun laporan keuangan dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi EMKM di era revolusi industi 4.0. Dalam industri 4.0 tidak bisa dihindari oleh pelaku UMKM, dalam era baru ini merupakan hal yang harus dijadikan peluang besar untuk meningkatkan kinerja usaha para pelaku UMKM dengan kemajuan teknologi pelaku usaha bisa memasarkan produk dan dapat mempromosikan produk melalui internet. Dalam dunia berbisnis dituntut untuk menyesuaikan proses bisnis ndalam menciptakan jejaring dan peluang pasar melalui digital marketing. Dengan adanya SAK EMKM pelaku usaha dibantu untuk menyusun laporan keuangan yang layak agar dapat nmengetahui pemasukan setian hari, bulan bahkan tahunan karena laporan keuangan sangat penting untuk masa depan usaha.SAK EMKM merupakan standar yang dibuat sederhana karena mengatur gtransaksi umum yang dilakukan oleh EMKM dan standar pengukurannya murni menggunakan biaya historis sehingga EMKM cukup mencatat aset dan liabilitas. Dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan merupakan suatu bentuk peningkatan kualitas laporan keuangan yang akan memberikan dampak dalam peningkatan kredibilitas laporan keuangan dimaksud. Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu SAK EMKM merupakan standar akuntansi keuangan yang berdiri sendiri dapat digunakan oleh entitas yang memenuhi entitas tanpa akuntabilitas public yang signifikan sebagaimana yang diatur dalam SAK ETAP dan karakteristik dalam undang-undang No 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di Kecamatan Oebobo dengan sampel sebanyak 20 UMKM, untuk memperoleh data yang relevan dalam penelitian ini maka, digunkana teknik pengumpulan data yang objektif agar pembahasan lebih mendekati keadaan yang sebernarnya yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan Tanya jawab secara langsung kepada UMKM terkait pemahaman tentang SAK EMKM dan kendala yang dihadapi. Dokumentasi adalah teknik yang mengumpulkam imformasi dari teori-teori dengan mempelajari serta mencatat bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan materi penelitian. Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dengan wawancara 20 pelaku UMKM hanya 2 UMKM saja yang menerapkan SAK EMKM dalam menyusun laporan laporan keuangan, sedangkan 18 pelaku UMKM belum menerapkan SAK EMKM karena pelaku UMKM memiliki kendala dalam menyusun laporan keuangan dan menyatakan bahwa dalam penyusunan laporan keuangan belum memahami pentingnya laporan keuangan bagi usaha yang dijalankan sehingga mereka masih menggunakan pencatatan yang sangat sederhana meliputi pemasukan dan pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional usahanya, mereka menyampaikan dalam menyusun laporan keuangan belum menerapkan SAK EMKM karena belum paham tentang SAK EMKM dan karena laba yang dihasilkan tidak tentu, oleh sebeb itu kebanyakan UMKM di Kecamatan Oebobo tidak mencatat dalam laporan keuangan, hanya memperkirakan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam transaksi.

ANALISIS PENGARUH SUASANA TOKO DAN LOKASI TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN GRALY PENFUI KOTA KUPANG

THEODORA TERESA INA
· Thesis · Open Access

ANALISISPENGARUHSUASANATOKODANLOKASITERHADAPMINATBELI KONSUMENDISWALAYANGRALYPENFUIKOTAKUPANG Oléh: THEODORATERESAINA NIM:18410165 ABSTAK PénélitianinibértujuanuntukméngétahuipéngaruhSuasanaToko,danLokasi TérhadapMinatBéliKonsuménDiSwalayanGralyPénfuiKotaKupang.Pénélitianini mérupakanpénélitiansurvéydénganménggunakamkuésionérsébagaiinstruménnya. PopulasiyangdigunakandalampénélitianiniadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupang.SampélyangdigunakanadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupangyangbérjumlah100orangdénganménggunakanmétodéPurposivé Sampling. Téknikpéngumpulandatayangdigunakandalam pénélitianiniadalah kuésionér.Métodéangkétataukuésionéradalahtéknikpéngumpulandatayang dilakukandéngancaramémbérsépérangkatpértanyaantértulisképadaréspondén untukdijawabnya.UjivaliditasinstruménménggunakanujiT(ujipérsial),ujiF (Péngujiansécarasimultan)dankoéfisiéndétérminasi(R2) Téknikanalisisyangdigunakanadalahanalisisrégrésilinéarbérgandadéngan tujuanuntukmémbuktikanhipotésisméngénaiadanyapéngaruhsuasanatoko(X1) lokasi(X2) térhadapminatbéli(Y)pérsamaanrégrésibérgandasécaraumum adalahY=a+ 1x1+ 2x2+é.HasilanalisisdénganménggunakanaplikasiSSPS dipéroléhpérsamaanrégrésilinéarbérgandasébagaibérikutY=1,404+0,373X1+0,204 X2+é. Dikétahuithitunglébihbésardarittabél(9,971>1,984),makaHoditolakdan Haditérimadéngandémikiandapatdisimpulkanbahwasuasanatoko (X1) bérpéngaruhtérhadapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfuiKotaKupang. Variabéllokasi(X2)térhadapminatbéli(Y)adalah:0,001>0,05danttabél=t (0,05:100-3-1)=(0,05:96)=1,984.Bérartinilaithitung lébihbésardarittabél (3,4451,984),makaHaditérimadanHoditolakdéngandémikiandapatdisimpulkan bahwalokasi(X2)bérpéngaruhtérhadaapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfui KotaKupang,nilaiFhitungsébésar86.646dantingkatsignifikan0,0000,05maka HoditolakdanHaditérimadapatdisimpulkanbahwasuasanatokodanlokasi bérpéngaruhsignifikantérhadapminatbélikonsuméndisawlayanGralyPénfuiKota Kupang. Hasilpénélitianménémukanbahwa:(1)SuasanaTokobérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(2)Lokasibérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(3) SuasanaToko,Lokasibérpéngaruhsignifikantérhadapminatbéli.Bésarnyapéngaruh SuasanaToko,danLokasitérhadapMinatBéli Darihasipénélitianyangdilakukan,saranpénélitiadalah pérusahaanpérlu mémpérhatikanfactor-faktordalamménciptakansuasanatokokarénasalahsatu usahayangdilakukanpérusahaanuntukmémpértahankanpélanggannyaadalah dénganmémbéripélayanandanfasilitasyangbaik.Pérusahaanpérlulébihmampu mémvariasikandanményésuaikanmusikdéngansuasanatokokarénamusikyang ményénangkanakanmémbuatképutusankonsuménsadardanmémbuatdampak konsuménpadaniatpémbélian.Diharapakanadajugapénélitianlébihlanjut méngénaisuasanatokodanlokasiyangdilakukanséhinggadapatmémbuatinovasi téoribarudibidangusahalainnya. MénurutKotlérdanKélér(2015)méngatakanbahwaminatbélimérupakan sébuahpérilakukonsuméndimanakonsuménmémilikikéinginandalam mémilih, ménggunakan,danméngkomsumsiataubahkanménginginkansuatuprodukyang ditawarkan. Sélainituménurutschiffmandankanuk(2012)bahwapéngaruhékstérnal, késadaranakankébutuhan,péngénalanprodukdanévaluasialtérnatifadalahhal yangdapatménimbulkanminatbélikonsumén.Péngaruhékstérnalinitérdiridari usahapémasarandanfaktorsosialbudaya.Adapunusahapémasaranyang dimaksudadalahbaurankomunikasipémasaran,yaituiklan,promosipénjualan,acara dan péngalaman,hubungan masyarakat dan publistas,pémasaran langsung,pémasaran intéraktif,pémasaran dari mulut kémulut,dan pénjualan pérsonal. Minat béli mérupakan rasa kétértarikan yang dialami oléh konsumén térhadap suatu produk(barang atau jasa)yang dipéngaruhi oléh sikap diluar konsumén dan di dalamnya konsumén itu séndiri.

PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG

ROMARIO WIEGERS PUTRA THEODORUS PANDIE
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG Menjelang era perdagangan bebas, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu hal yang dapat yang ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan adalah meningkatkan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut, karena faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu perusahaan adalah manusia. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat, kreativitas dan semangat bagi perusahaan serta memegang peran penting dalam fungsi operasional perusahaan. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan. Salah satu cara mengoptimalkan kinerja karyawan adalah dengan pemberian balas jasa (insentif) diberikan kepada karyawan agar di dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga produktivitas dan kinerjanya meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan, peneliti serta bagi peneliti berikutnya. Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga sangat penting untuk diperhatikan manajemen perusahaan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pada karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut. Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Dan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi liniear berganda, dengan variabel bebas, yaitu Insentif dan Lingkungan Kerja dan variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa variabel Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,dan variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2 ) adalah sebesar 74,3%, faktor-faktor kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang dapat dijelaskan oleh Insentif dan Lingkungan Kerja. Sedangkan sisanya 25,7% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

STUDI PERBANDINGAN AIR DAN MINYAK KAYU PUTIH YANG DIHASILKAN DARI DESTILASI UAP UNTUK MENETAPKAN VOLUME AIR YANG DIGUNAKAN DAN LAMA PROSES DESTILASI

RIVALDHY SUWANDI U.PATI
· Thesis · Open Access

Penelitian ini tentang studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi. Dengan Pra perlakuan volume air yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian selama 2 minggu pada tanggal 07 juni – 21 juni . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga akan menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi yaitu daun utuh dengan jumlah bobot daun tanaman malaleuca leucadendron masing masing 3 KG. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan volume air yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan A, volume air 1 liter dengan nilai volume minyak 0.007 dan presentase redemen 0.75

PENGARUH KAPASITAS SDM TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KANTOR LURAH SIKUMANA

DENKRI ALDISAN LASSA
· Thesis · Open Access

PENGARUH KAPASITAS SDM TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KANTOR LURAH SIKUMANA ABSTRAK Oleh : Denkri Aldisan Lassa NIM : 15190052 Beberapa dekade terakhir ini, sering dijumpai fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia, salah satu diantaranya adalah menguatnya tuntutan atas kualitas laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah daerah dimasing-masing daerah dan provinsi termasuk pemerintah pusat. Laporan keuangan pemerintah yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip Kualitas Laporan Keuangan yaitu tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Dalam penyusunan laporan keuangan diharapkan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang merupakan standar mutlak. Masih banyaknya fenomena laporan keuangan pemerintah yang belum menyajikan data-data yang sesuai dengan peraturan dan masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang berhasil ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pemerintah membuat tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance government) meningkat. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kapasitas SDM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kantor Lurah Sikumana”. Sumber Daya Manusia meliputi kapasitasnya yaitu kemampuan seseorang atau individu, organisasi, lembaga, atau suatu sistem umtuk melaksanakan fungsi dan kewenangannya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Laporan keuangan adalah suatu alat pertanggungjawaban atas kinerja keuangan manajemen suatu pemerintahan kepada publik yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Kompetensi sumber daya manusia sangat diperlukan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan. Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah dengan menyampaikan laporan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan. Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi. Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaanya secara efisien, efektif, dan ekonomis. Dalam hal ini pekerjaan yang dihasilkan tidak akan tepat waktu dan terdapat pemborosan waktu serta tenaga. Dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik, SKPD harus memiliki sumber daya manusia berkualitas, yang didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, sering mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mempunyai pengalaman di bidang keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Manfaat dari pada penelitian ini diharapkan dari dapat memberikan sumbangsih sarah dan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan sistem pengendalian laporan keuangan daerah. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan Staf yang keberka pada lingkup Kantor Lurah Sikumana dimana berjumlah total 30 orang yang terdiri dari kepala staf dan seluruh staf yang ada pada kantor Kelurahan Sikumana. metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui cara pembagian kuisioner kepada para responden dan dianalisis menggunakan model analisis regresi linear berganda. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji rehabilitas. Setelah itu dilakukan uji hipotesis yaitu analisis regresi berganda dan juga pengujian secara bersama-sama dan pengujian hipotesis secara persial dengan menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis. Sebelum data yang diperoleh dilakukan uji hipotesis, data harus dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang berkualitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a + β1x + e. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan: berdasarkan hasil analisis regresi nilai signifikansi untuk pemanfaatan teknologi informasi Akuntansi sebesar 0,014 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,01<0,05). Selain itu dapat juga dilihat hasil perbandingan t hitung > t tabel dimana nilai t hitung sebesar -0,21< dari nilai t tabel 1,096. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Kapasitas SDM tidak Berpengaruh terhadap Kualitas laporan Keuangan. Para pegawai di tuntut untuk dapat mengerjakan laporan keuangan sesuai standar Ukuran-ukuran kualitas laporan keuangan tersebut adalah relevan, andal, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan. Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi. Aspek yang paling penting dari pengendalian internal adalah personil. Jika karyawan adalah orang yang kompeten dan bisa dipercaya, pengendalian lain bisa tidak ada dan laporan keuangan yang bisa diandalkan masih bisa dihasilkan. Berdasarkan hasi penelitian ini diharapkan agar pegawai di kantor kelurahan sikumana mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas Sumber daya manusia. Pelatihan adalah proses sistematis mengubah tingkah laku sesorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan yang baik, harus berkaitan dengan keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaanya. Pengalaman dilihat dari lamanya seseorang bekerja. Dengan pengalaman, seseorang akan terbiasa melakukan suatu pekerjaan dan mempunyai wawasan yang luas serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

EKSPLORASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MENDUKUNG HASIL BELAJAR SISWA

GERTRUDIS KAUNAN
· Thesis · Open Access

Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa di SD Inpres Lasiana. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan jasmani di SD Inpres Lasiana adalah 66 sarana dan 1 prasarana tetapi dalam kondisi baik atau yang layak di pakai berjumlah 62 sedangkan yang buruk atau yang tidak layak di pakai berjumlah 4. Untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal, tentunya diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana yang penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana dan dapat memanfaatkan dengan tepat dan seoptimal mungkin pasti akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajarnya. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana dalam kategori cukup memadai

ANALISIS PROFITABILATAS SESUDAH DAN SEBELUM PENERAPAN INTERNET BANKING DAN BRANCLESS BANKING DI PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

WIDIA NANDA FIRASARI
· Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan internet banking dan branchless banking pada ROA dan ROE. Secara umum survey pada tahun 2021 di Indonesia menyatakan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,35 juta pengguna atau setara 76,8%). Melihat potensi ini, banyak bank di Indonesia yang semakin gencar untuk mempromosikan layanan perbankan secara online, yaitu dengan menggunakan media internet. Secara umum Internet Banking merupakan bentuk inovasi di bidang teknologi yang diperuntukan untuk transaksi perbankan pada umumnya seperti transfer, deposito, pembayaran listrik, pulsa telepon dan yang terbaru dapat melihat mutasi rekening selama 6 bulan terkahir. Sedangkan Brancless banking merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dengan beragam yang sukses bertebaran di semua belahan dunia. Ide atau gagasan ini mencakup juga dengan perkembangan teknologi informasi setingkat telepon genggam dan peluang memperluas akses layanan keuangan termasuk perbankan. Aplikasi berbasis teknologi informasi di dunia perbankan ini telah menjadi fokus perhatian perusahaan perbankan di Indonesia. Karena mau atau tidak era globalisasi memaksa sektor perbankan untuk cerdas dalam melakukan bisnisnya mengikuti kemajuan teknologi dalam memanjakan para nasabah. Perbankan Elektronik (e-banking) atau disebut internet banking merupakan salah satu layanan yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan akibat dari perkembangan teknologi dari internet dari tahun ke tahun. Hubungan konsolidasi terhadap dunia perbankan harus mencapai kinerja yang lebih baik, konsolidasi perbankan perlu didukung oleh strategi perbankan agar tujuan konsolidasi dapat tercapai. Konsolidasi Internet Banking merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan daya saing industri perbankan. Dengan konsolidasi Internet Banking diharapkan terjadi peningkatan skalaekonomi bank serta kemampuan untuk menghadapi tantangan dan produk dan layanan berbasis teknologi sehingga memiliki kemampuan adaptasi lebih besar. Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu Return on assets (ROA) adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan biaya-biaya modal dikeluarkan darimanalisis (Kamsir, 2012) dan Return on equity (ROE) rasio profitabilitas yang membandingkan antar laba bersih (net profit) perusahaan dengan aset bersihnya ekuitas atau modal (Kamsir, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdapat 47 bank yang menjadi perusahaan terbuka. Metode dalam Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik penggambilan sampling menggunakan purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2015) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Alasan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang penulis tentukan, sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 44 yang berasal dari empat perusahaan perbankan di Indonesia yang memenuhi kriteria yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Danamon, Bank Tabungan Negara (BTN), Sumber data adalah data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perbankan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh dari ROA sebelum dan sesudah di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,199 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,005 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking sedangkan ROE di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,012 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,007 0,05 maka Ho ditolak dan H2 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking. Hasil penelitian ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pengunaan Internet banking dan brancless banking pada perusahaan perbankan. Hal ini disebabkan meningkatnya laba yang diperoleh bank karena mayoritas bank yang menjadi objek penelitian telah memaksimalkan fasilitas layanan internet banking dan brancless banking pada bank tersebut. Namun masih banyak kekurangan dalam penyediaan layanan internet banking dan brancless banking, sebagian besar hanya menyediakan layanan pengecekan saldo dan transfer dengan kelemahan jaringan, sehingga penggunaan layanan internet banking sebagian besar bank hanya berperan kecil dari keseluruhan transaksi perbankan. Belum maksimalnya penggunaan internet di Indonesia untuk bertransaksi perbankan juga masih menjadi hambatan berkembangnya layanan internet banking. Dengan internet banking bank mampu untuk menghasilkan pendapatan selain bunga lebih besar. Akan tetapi, pendapatan tersebut belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk operasional teknologi internet banking. Sehingga, penerapan internet banking berpengaruh positif dan tidak signifikan pada profitabilitas bank (ROE).

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL

NOVITA BAUNSELE
· Thesis · Open Access

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL PROVINSI Oleh : Novita Baunsele Nim : 17411170 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui‘‘Analisis Pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT” Dinas Sosial secara administratis menjadi salah satu dari Organiasasi Perangkat Daerah dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dasar pembentukan instansi yang membidangi urusan sosial sejatiya merupakan wujud tanggung jawab pemerintah, Urusan Sosial merupakan salah satu urusan wajib pelayanan dasar dalam keseluruhan tata urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. Dalam urusan wajib tersebut terdapat Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal 11 UU 23 Tahun 2014 adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar. Ini menegaskan penting eksistensi dari sebuah instansi penyelenggara urusan sosial di daerah, adapun beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu efikasi diri dan lokus kendali, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan di dukung oleh efikasi diri dan lokus kendali yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien. Organisasi didorong untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Kinerja menjadi gambaran mengenai tingkat suatu kegiatan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan tujuan,sasaran,visi dan misi organisasi. Terdapat faktor- faktor yang dapat menpengaruhi kinerja pegawai yaitu, faktor internal pegawai , faktor lingkungan internal organisasi dan faktor lingkungan eksternal organisasi. Efikasi diri merupakan keyakinan diri menggambarkan akan dapat menyelesaikan masalah , serta keyakinan akan kemampuan diri akan sukses. Lokus kendali adalah bagaimana individu merasa atau melihat garis atau hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dia dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Meskipun perubahan penilaian kinerja pegawai lebih baik. Tetapi terdapat permasalahan yang ada dilapangan yang sudah dilaksanakan, beberapa diantaranya terdapat permasalahan individu yang dihadapi pegawai. Lokus kendali merupakan cara pandang seseorang dalam menanggapi suatu kejadian yang akan dalam kehidupannya. Lokus kendali berkaitan dengan sikap kerja seseorang dan citra diri yang dimilikinya, lokus kendali di bagi menjadi dua yaitu: lokus kendali internal dan lokus kendali eksternal. Pegawai dinas sosial provinsi ntt yang cenderung memiliki lokus kendali eksternal akan merasa setiap kejadian yang dialami dalam hidupnya berada diluar kendalinya, orang dengan lokus kendali internal yang dominan akan merasa memiliki peranan atau kekuatan dalam setiap hal yang terjadi dalam hidupnya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara efikasi diri, lokus kendali dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner (daftar Pertanyaan) yang diberikan kepada responden untuk diminta tanggapannya terhadap Efikasi Diri,Lokus Kendali dan kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT yang berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisoner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertamadiketahui bahwa untuk variabel efikasi diri (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) ditemukan tabel hitung sebesar 0,467 1,672. Efikasi Diri tidak berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Lokus Kendali (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) ditemukan nilai hitung sebesar 5,555 > 1,672. lokus Kendali berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan tabel hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisisen determinasi r2 adalah 0,355 atau 35,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali terhadap kinerja Pegawai adalah 35,5% sedangkan pengaruh sebesar 64,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA AKADEMIK TERHADAP KOMITMEN PROFESI (Studi Kasus Pada Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

JONI KANISIUS OLIN
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA AKADEMIK TERHADAP PENINGKATAN KOMITMEN PROFESI (Study Kasus Pada Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) Sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan dalam suatu organisasi, karenanya haruslah mendapat perhatian utama dalam persiapan menghadapi kemajuan perkembangan pendidikan yang semakin pesat. Sumber daya manusia merupakan pondasi penting untuk beroperasinya sebuah perguruan tinggi. Manusia sebagai tenaga kerja di sebuah perguruan tinggi memegang peranan penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Manusia merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pekerjaan. Dalam hal ini, manusia yang berperan penting dalam perguruan tinggi salah satunya adalah dosen. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dalam tugasnya harus memiliki standar kompetensi peningkatan mutu dan kualitas dosen dalam penerapan Tri dharma perguruan tinggi. Kebutuhan Inovasi merupakan strategi yang penting bagi sebuah institusi perguruan tinggi agar sistem yang ada di dalamnya dapat berjalan secara efektif. Kebijakan ini mendukung kebutuhan inovasi yang berorientasi kepada peningkatan mutu proses penyelenggaraan pendidikan tinggi. Upaya membangun komitmen digambarkan sebagai usaha membangun hubungan jangka panjang dan tetap bertahan yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku, seperti keinginan untuk mengenal dan terlibat dalam institusi, juga seberapa jauh dosen secara psikologis memiliki perasaan kesetiaan, afeksi, kehangatan, kepemilikan, kebanggaan, kesenangan, dan kebahagiaan karena telah bekerja di fakultas ekonomi, Ukaw. Komitmen akan semakin tinggi jika institusi memberikan kenyamanan, kemudahan untuk melakukan perkuliahan, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan adanya komitmen profesi ini akan menjadikan dosen fakultas ekonomi, Ukaw melakukan segala cara agar Visi fakultas ekonomi tercapai yang dapat diukur dari kemauan, kesetiaan, dan kebanggaan sebagai dosen yang profesional. Kepercayaan organisasi mempunyai lima demensi yaitu kompetensi, keterbukaan dan kejujuran, kepedulian, reliabilitas, dan identifikasi. Dosen yang memiliki kepercayaan terhadap organisasi tinggi akan menerima nilai‐nilai dan tujuan organisasi, bersedia untuk berusaha dengan sungguh‐sungguh atas nama organisasi, dan memiliki keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi. Komitmen profesi seorang dosen sangat dibutuhkan dalam pengembangan keterampilan atau keahlian agar dapat meningkatkan kinerja untuk mengembangkan potensi dirinya dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa komitmen profesi merupakan hal yang sangat penting dalam kaitannya terhadap pencapaian visi fakultas ekonomi, Ukaw Akan tetapi, pencapaian komitmen profesi saat ini keadaannya masih belum seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, masalah tersebut menarik untuk diteliti, yaitu dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis faktor‐faktor atau variabel‐variabel lain yang berpengaruh terhadap komitmen profesi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu pemberdayaan sumberdaya manusia teterhadap variabel terikat yaitu peningkatan komitmen profesi Pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap komitmen profesi Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,460 artinya jika pemberdayaan sumber daya manusia (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,460. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara pemberdayaan sumber daya manusia (X1) dengan komitmen profesi (Y). Dengan demikian, apabila pemberdayaan sumber daya manusia, baik, maupun melakukan evaluasi, termasuk dalam melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur maka dapat menciptakan efektivitas organisasi, dalam hal ini komitmen profesi akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa uji yang diperoleh sesuai atau sejalan dengan teori yang disampaikan, dimana teori menyatakan bahwa pemberdayaan sumber daya adalah suatu proses kegiatan usaha untuk lebih memberdayakan “daya manusia” melalui perubahan dan pengembangan manusia itu sendiri, berupa kemampuan, kepercayaan, wewenang, dan tanggung jawab dalam rangka pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi untuk meningkatkan kinerja sebagaimana diharapkan (2017:311). Selain itu Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu, dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. Kedua, memperkuat potensi atau daya yang dimiliki (empowering). Indikator - indikator yang mempengaruhi pemberdayaan sumber dayamanusia yaitu yang pertama kepercayaan Yang kedua adalah tanggung jawab Yang ketiga wewenang Dan yang keempat adalah kemampuan Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dijelaskan hubungannya dengan komitmen profesi apabila seorang pemberdayaan dapat dijaankan dengan baik maka dengan demikian dapat mempengaruhi komitmen profesi dalam artian bahwa komitmen profesi juga akan meningkat. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia (X1) terhadap komitmen profesi (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel pemberdayaan sumberdaya manusai (X1) ditemukan t hitung 2,864 lebih besar t tabel 2,002 dan tingkat Sig. 0,006 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh budaya akademik terhadap komitmen profesi Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,359 artinya jika budaya akademik (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,359. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara budaya akademik (X2) dengan komitmen profesi (Y). Dengan demikian, apabila budaya akademik dalam hal ini selalu melakukan forum diskusi grup, dosen saling menghormati, dosen saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, Suasana kekeluargaan yang ada maka hal tersebut dapat meningkatkan komitmen profesi. Hal ini menunjukan bahwa uji yang diperoleh sesuai atau sejalan dengan teori yang disampaikan, dimana teori menyatakan bahwa Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Budaya akademik diukur melalui indikator sebagai berikut yaitu yang pertama budaya pembelajaran. Yang kedua budaya penulisan karya ilmiah. Yang ketiga budaya pengabdian kepada masyarakat. Dan yang keempat budaya diskusi ilmiah. Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara budaya akademik terhadap komitmen profesi, sehingga apabila budaya akademik dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya komitmen profesi dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh budaya akademik (X2) terhadap komitmen profesi (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung 2,260 lebih besar t tabel 2,002 dan tingkat Sig. 0,028 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial pemberdayaan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang Secara parsial budaya akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang. Secara simultan pemberdayaan sumberdaya manusia dan budaya akademik berpengaruh secara bersama-sama terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang.

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang

EMANUEL DADU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI PADA PT. SURYA BATARA MAHKOTA KOTA KUPANG Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk dapat bertahan, berkembang dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau yang diharapkan konsumennya, karena banyak faktor yang mempengruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 93 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen PT. Surya Batara Mahkota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), dan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis linear berganda Y= a +b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (uji Parsial) berdasarkan hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda Y= a +b1 diperoleh X1 = 11.865 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak Selanjutnya data diperoleh X2 = 4.938 nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X3 = 6.424 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X4 = 8.979 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: produk, harga, lokasi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisi regresi linear berganda maka dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel produk (X1), harga (X2), lokasi (X3) dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,0000,05 dan nilai F hitung lebih besar F tabel (99.701> 2,47) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel produk(X1), harga(X2), lokasi(X3) dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian(Y). Hasil penelitian pada variabel produk (X1) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 11,865 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel Harga (X2) menunjukan bahwa harga memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4.938 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel lokasi (X3) menunjukan bahwa lokasi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6.424 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel promosi (X4) menunjukan bahwa promosi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 8.979 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Kata Kunci: Produk, Harga, Lokasi, Promosi Dan Keputusam Pembelian

PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA

PASCALIA LEDOH
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA Pariwisata di masa sekarang menjadi semakin berkembang, hal tersebut dapat dilihat pada sebagian masyarakat yang menjadikan wisata sebagai suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan suatu objek wisata, yaitu dengan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon pengunjung hal tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada objek wisata Pantai Lasiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung pada objek wisata Pantai Lasiana. Variabel yang digunakan adalah Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel Kepuasan Berkunjung adalah variable terikat. Menurut Spillane dalam (Marhanah & Wahadi, 2016) Fasilitas merupakan “sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang”. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pengunjung. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Menurut John J. Sviokla dalam Tjiptono (2012:157) kualitas pelayanan merupakan kontribusi keberhasilan suatu perusahaan yang mampu menciptakan suatu persepsi positif dari pelanggan serta mampu menghasilkan suatu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menurut Kotler dalam (Kristanti & Farida, 2016) “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dari seluruh pengunjung wisata pantai Lasiana. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Fasilitas Wisata dalam kategori tinggi, Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi dan Kepuasan Pengunjung juga berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Berkunjung pada wisatawan di wisata Pantai Lasiana.

strategi pengembangan fasilitas wisata dalam peningkatan kunjungan wisatawan pada objek wisata pantai tablolong kabupaten kupang

SELVIANA DOMINGGA HOAR
· Thesis · Open Access

ABSTRACK STRATEGI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA PANTAI TABLOLONG KABUPATEN KUPANG Pengembangan amenitas atau Fasilitas wisata merupakan kunci dalam keberhasilan suatu objek pariwisata, dimana secara keseluruhan kebutuhan wisatawan sangat erat dengan kualitas dan kuantitas pengembangan amenitas, dan di era globalisasi ini wisatawan tentu lebih memilih objek wisata yang memiliki daya tarik, fasilitas, dan akses yang lebih baik, sehingga para instansi/organisasi yang bergerak pada bidang pariwisata harus meningkatkan kualitas produk dari objek wisatanya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi pengembangan fasilisata wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dalam peningkatan kunjungan wisatawaan, strategi pengembangan yang dibutuhkan oleh Wisata Pantai Tablolong kecamatan Kupang Barat dengan cara menidentifikasi komponen pengembangan wisata dengan mengggunakan analisis SWOT. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan Dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini Dokumentasi dan wawancara sampel menggunakan Dokumen RENSTRA. Hasil wawancara atau pernyataan diolah menggunakan analisis SWOT. Analsis SWOT menghasilkan total bobot dan skor pada masing-masing faktor Internal (Kekatan dan Kelemhan), faktor Eksternal (Peluang dan Ancama). Total skor IFAS dan EFAS tersebut dimasukan kedalam diagram Cartesius untuk mengetahui pengembangan Wisata Pantai Tablolong berada pada posis berkembang atau bertumbuh. Untuk mengetahui bagaimana posisi Wisata Pantai Tablolong berdasarkan strategi yang didasarkan pada strategi kekuta dan peluang ( strategi SO), srategi kelemahan dan peluang (strategi WO) , strategi kekuatan dan ancaman (ST), dan strategi kelemahan dan ancaman(strategi WO). Faktor startegi internal dan eksternal dimasukan kedalam tabel IFAS( Internal Facktor Analysis Summary)dan EFAS ( Internal Factor Analysis Summary) untuk mengetahui posis dan strategi yang dibutuhkan. Hasil skor IFAS adalah 3,24 dan skor EFAS 3,54. Skor IFAS dan EFAS dimasukan ke kuadaran matrik internal dan ekternal, Hasilnya bahwa wisata Pantai Tablolong berada pada posisi kudaran I yaitu posisi pertumubuhan (urgen). Matrik space menyebutkan bahwa Wisata Pantai Tablolong berada pada posisi Agresif (berkembang).

PENGARUH KELAS SOSIAL, GAYA HIDUP (LIFE STYLES) DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN CEPAT SAJI DI GEPREK BENSU KUPANG

ANJELA FEBRIANI TIRTA KEVI
· Thesis · Open Access

ABSTRAKSI PENGARUH KELAS SOSIAL, GAYA HIDUP (LIFE STYLES) DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN CEPAT SAJI DI GEPREK BENSU KUPANG. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Sehingga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah kelas sosial berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang, apakah gaya hidup (life styles) berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang dan apakah persepsi harga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh konsumen yang membeli dan makan di Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 100 responden. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner, dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 36, 479 + 0,318X1 + 0,416X2 + 0,544X3. Selain itu, berdasarkan uji t hipotesis pertama variabel kelas sosial (X1) ditemukan thitung (2,226) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel kelas sosial (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis kedua untuk variabel gaya hidup (X2) ditemukan thitung (3,009) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel gaya hidup (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji hipotesis ketiga untuk variabel persepsi harga (X3) ditemukan thitung (7,021) > ttabel (1,985), maka Ho ditolak Ha diterima yaitu variabel persepsi harga (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dari hasil perhitungan regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa nilai F-hitung adalah sebasar 34,950 sedangkan F-tabel sebesar 2,70 dengan demikian F-hitung > F-tabel dan tarif signifikan (0,000 0,05) maka hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dan berdasarkan hasil analisis regresi maka besaran koefisien determinasi R² sebesar 0,522 artinya bahwa sebesar 52,2% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kelas sosial, gaya hidup (life styles) dan persepsi harga. Sedangkan sisanya 47,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Peneliti memilih restoran makanan siap saji dengan brand terkenal seperti Geprek Bensu dibandingkan merek lain karena Geprek Bensu cuman memiliki satu cabang di Kota Kupang dan berada pada lokasi yang cukup strategis serta banyak dikunjungi oleh masyarakat, dan pada lokasi tersebut juga terdapat bisnis sejenis yang berdekatan, persaingan yang ada pun sangat ketat, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk Geprek Bensu. Sehingga dalam hal ini meskipun terdapat banyak persaingan makanan cepat saji di kota Kupang membuat Geprek Bensu tetap mempertahankan ciri khasnya dan Geprek Bensu menarik untuk diteliti karena sampai saat ini Geprek Bensu di kota Kupang masih mampu mempertahankan brandnya dan semakin terus berkembang. Penelitan ini menunjukkan bahwa kelas sosial, gaya hidup dan persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian makanan cepat saji di Geprek Bensu Kupang. Berkaitan dengan kelas sosial produk Geprek Bensu sebaiknya perlu mengembangkan berbagai inovasi agar dapat dijangkau oleh tingkatan masyarakat. Berkaitan dengan gaya hidup (life styles), Geprek Bensu Kupang sebaiknya perlu memperhatikan gaya hidup konsumen dengan cara melihat perilaku konsumen sehingga dapat menarik opini pelanggan dengan strategi marketing agar menarik konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Dan berkaitan dengan persepsi harga, Geprek Bensu Kupang perlu untuk menjaga dan mempertahankan keterjangkauan harga produk ayam Geprek sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, namun tidak mengurangi laba restoran, sehingga konsumen tertarik dan tetap membeli produk yang ditawakan.